0

El Rumi Akui Romantis Banget dengan Syifa Hadju, Quality Time-nya Begini

Share

El Rumi, salah satu figur publik yang kerap menjadi sorotan, secara terbuka mengakui bahwa dirinya adalah pribadi yang sangat romantis terhadap pasangannya, Syifa Hadju. Lebih dari sekadar ungkapan verbal, El menekankan bahwa romantisme di era modern ini memiliki dimensi yang lebih luas, tidak hanya terpaku pada pertemuan fisik semata. Baginya, menjaga keharmonisan dan keakraban dalam sebuah hubungan, terutama bagi pasangan yang sama-sama memiliki jadwal padat seperti dirinya dan Syifa, membutuhkan strategi cerdas dan adaptif. Romantisme, dalam pandangan El, adalah tentang konsistensi dalam menunjukkan perhatian dan kasih sayang, bahkan di tengah keterbatasan waktu dan jarak.

Filosofi El Rumi tentang hubungan yang "smart dan meaningful" (cerdas dan bermakna) ini menjadi kunci utama dalam menjaga nyala asmara dengan Syifa Hadju. El, yang dikenal sebagai sosok yang tidak suka ribet, menemukan cara-cara inovatif untuk tetap terhubung dan mempererat ikatan, menjauh dari drama dan kerumitan yang seringkali mewarnai hubungan publik. Pendekatan ini bukan hanya sekadar preferensi pribadi, melainkan sebuah kebutuhan esensial di tengah dinamika kehidupan selebriti yang serba cepat dan menuntut. Dengan jadwal yang padat dan komitmen profesional yang tinggi, El dan Syifa harus mampu menciptakan ruang untuk satu sama lain, meskipun secara fisik tidak selalu berada di tempat yang sama. Ini adalah bentuk komitmen yang menuntut kreativitas dan pemanfaatan teknologi secara optimal.

Salah satu tantangan terbesar yang El soroti adalah pengaturan waktu, terutama di bulan suci Ramadan. Bulan penuh berkah ini menuntut keseimbangan antara ibadah, pekerjaan, waktu berkualitas bersama keluarga, dan juga istirahat yang cukup. Bagi El, Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, melainkan juga tentang menguji kemampuannya dalam mengelola prioritas dan energi. "Jadwal Ramadan itu juga sebuah tantangan buat kita sendiri untuk mengatur waktu," akunya dalam acara ‘Media Gathering – Cerita Ramadan Masa Kini bersama Shopee Big Ramadan Sale’ yang diselenggarakan baru-baru ini. Ia menekankan pentingnya menjaga harmoni di antara berbagai aspek kehidupan ini. Jika salah satu aspek terabaikan, dampaknya bisa terasa pada aspek lainnya, termasuk hubungan pribadinya dengan Syifa.

El menjelaskan lebih lanjut bahwa baginya, keseimbangan adalah segalanya. Ibadah adalah fondasi spiritual yang harus dijaga, pekerjaan adalah tanggung jawab profesional, dan waktu bersama keluarga adalah pilar emosional yang tak boleh dilupakan. Namun, di tengah semua itu, istirahat yang cukup juga menjadi krusial agar tubuh dan pikiran tetap prima. "Karena menurut aku, tetap juga harus penting ibadah seimbang dengan kumpul keluarga, dan juga kerja, dan juga istirahat," ujarnya. Pernyataan ini menunjukkan kedewasaan El dalam memandang hidup, di mana setiap elemen memiliki peran penting yang saling mendukung. Romantisme dengan Syifa pun menjadi bagian dari "waktu berkualitas" yang harus diatur dengan bijak, tidak hanya di sela-sela kesibukan, melainkan sebagai bagian integral dari jadwal yang terencana.

Dalam konteks modern, El berpendapat bahwa kebersamaan tidak harus selalu diartikan sebagai kumpul fisik dalam satu meja bundar atau melakukan aktivitas yang sama di lokasi yang sama. Kemajuan teknologi telah merevolusi cara manusia berinteraksi dan memelihara hubungan. Konsep "quality time" telah bergeser dan berevolusi, memungkinkan koneksi yang mendalam meskipun terpisah jarak. "Kebersamaan itu sekarang bisa bergeser dengan cara mengirimkan link-link Shopee, atau misalkan aku sama Syifa lagi sama-sama sibuk, kita bisa main games di Shopee," tuturnya. Ini adalah contoh konkret bagaimana El dan Syifa memanfaatkan platform digital untuk menciptakan momen-momen intim dan menyenangkan, meskipun jadwal mereka tidak memungkinkan pertemuan tatap muka secara sering.

El merinci bagaimana Shopee, sebagai salah satu platform e-commerce terkemuka, menjadi alat bantu yang sangat efektif dalam menjaga romantisme dan kebersamaan mereka. Ketika salah satu dari mereka menemukan produk menarik atau membutuhkan sesuatu, mengirimkan tautan Shopee kepada pasangannya bukan sekadar ajakan belanja, melainkan bentuk perhatian dan berbagi minat. Misalnya, El bisa mengirimkan tautan produk perawatan kulit yang mungkin disukai Syifa, atau Syifa bisa membagikan link aksesori fashion yang sesuai dengan gaya El. Ini adalah cara halus untuk mengatakan, "Aku memikirkanmu dan tahu apa yang kamu suka," tanpa perlu kata-kata yang berlebihan. Interaksi semacam ini membangun pemahaman dan menunjukkan bahwa mereka saling mengenal preferensi satu sama lain.

Lebih dari sekadar berbagi tautan belanja, fitur permainan interaktif di Shopee juga menjadi arena "kencan digital" yang menyenangkan bagi El dan Syifa. Mereka bisa saling menantang atau berkolaborasi dalam game-game populer seperti Shopee Tanam, Shopee Capit, atau Shopee Candy. Momen-momen ini, meskipun sederhana, menciptakan tawa, kompetisi sehat, dan rasa kebersamaan yang berharga. Bayangkan El dan Syifa, di sela-sela syuting atau rapat, menyempatkan diri untuk membuka aplikasi Shopee dan bermain game bersama, bahkan jika mereka berada di kota yang berbeda. Ini adalah cara modern untuk "menghabiskan waktu bersama" yang tetap terasa personal dan intim, sekaligus menghilangkan penat dari kesibukan masing-masing. Mereka bisa saling menyemangati, menggoda, atau bahkan merayakan kemenangan kecil bersama, yang semuanya berkontribusi pada penguatan ikatan emosional mereka.

Dengan demikian, El menegaskan bahwa dirinya dan Syifa berhasil menciptakan momen kebersamaan yang hangat dan bermakna, meskipun seringkali tidak bertemu secara fisik. Teknologi, menurutnya, bukan hanya sekadar alat komunikasi, tetapi juga jembatan yang menghubungkan hati dan pikiran, menjaga api asmara tetap menyala di tengah badai kesibukan. "Jadi, teknologi menurutnya sangat-sangat membantu agar tetap produktif dan tidak kehilangan momen-momen hangat pada saat Ramadan," imbuhnya. Ini menunjukkan bahwa di era digital, romantisme tidak lagi dibatasi oleh geografi atau jadwal. Sebaliknya, ia bertransformasi menjadi sesuatu yang lebih fleksibel, adaptif, dan pada akhirnya, lebih personal.

Penggunaan teknologi secara cerdas ini juga memungkinkan El dan Syifa untuk tetap produktif dalam karier mereka tanpa harus mengorbankan kualitas hubungan. Mereka tidak perlu merasa bersalah karena sibuk bekerja, karena mereka telah menemukan cara untuk menyisipkan "quality time" di sela-sela aktivitas tersebut. Ini adalah model hubungan yang sangat relevan bagi banyak pasangan muda saat ini, terutama mereka yang berprofesi di bidang yang menuntut mobilitas tinggi atau jam kerja yang tidak teratur. El Rumi dan Syifa Hadju menunjukkan bahwa dengan sedikit kreativitas dan pemanfaatan teknologi yang bijak, menjaga romantisme dan kebersamaan bukan lagi sebuah kemewahan, melainkan sebuah realitas yang dapat dicapai.

Kisah El dan Syifa ini menjadi cerminan nyata bahwa romantisme di abad ke-21 telah berevolusi. Ia tidak lagi hanya tentang makan malam romantis di restoran mewah atau hadiah-hadiah mahal. Romantisme modern adalah tentang pengertian, adaptasi, dan kemampuan untuk menemukan cara-cara baru dalam menunjukkan cinta dan perhatian di tengah segala keterbatasan. Ini adalah tentang memahami bahwa cinta dapat tumbuh dan berkembang melalui interaksi digital yang tulus, melalui pesan singkat yang penuh makna, panggilan video yang menghapus jarak, atau bahkan melalui permainan interaktif yang menciptakan tawa dan kenangan. Dengan demikian, El Rumi dan Syifa Hadju tidak hanya menjadi pasangan idaman, tetapi juga pionir dalam mendefinisikan ulang makna kebersamaan dan romantisme di era serba digital. Pendekatan mereka menawarkan inspirasi bagi banyak pasangan lain untuk menemukan cara unik mereka sendiri dalam menjaga api cinta tetap membara, tidak peduli seberapa padat jadwal atau seberapa jauh jarak yang memisahkan. Ini adalah bukti bahwa cinta sejati selalu menemukan jalannya, bahkan melalui tautan Shopee dan game online.