BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Pesulap Merah, yang dikenal dengan nama asli Marcel Radhival, kembali menjadi sorotan publik menyusul pengakuannya yang telah berpoligami. Pengakuan ini semakin mengundang perhatian lantaran diumumkan secara terbuka di saat istri pertamanya, almarhumah Tika, tengah berjuang melawan penyakit kanker mulut yang dideritanya. Berita ini mengungkap sisi lain dari kehidupan pribadi sang pesulap, yang kini memicu beragam reaksi dan pertanyaan, terutama dari pihak keluarga almarhumah Tika.
Keluarga almarhumah Tika menyatakan bahwa mereka baru mengetahui mengenai pernikahan poligami yang dijalani oleh Marcel Radhival setelah Tika meninggal dunia. Fakta ini menimbulkan rasa kecewa dan pertanyaan mendalam mengenai sejauh mana tanggung jawab Marcel sebagai suami, terutama selama Tika menjalani masa pengobatan yang sulit hingga akhir hayatnya. Endang, ibu dari almarhumah Tika, mengungkapkan rasa herannya terhadap niat Marcel dalam mengambil keputusan tersebut. "Ya niat dia aja. Kalau mau dia harusnya punya niat baik," ujarnya dengan nada prihatin saat diwawancarai di Studio Rumpi No Secret Trans TV pada Senin, 9 Februari 2026. Pernyataan ini menyiratkan bahwa keluarga merasa keputusan Marcel untuk berpoligami saat itu tidak menunjukkan niat yang tulus dan penuh pertimbangan, terutama terhadap kondisi kesehatan Tika.
Kritik yang dilontarkan oleh keluarga almarhumah Tika, khususnya melalui video TikTok yang dibuat oleh adik almarhumah, Fariz, bukanlah semata-mata menyoroti praktik poligami itu sendiri. Fariz menegaskan bahwa fokus utama dari kritiknya adalah pada aspek tanggung jawab Marcel sebagai seorang suami dan kepala keluarga. "VT Fariz itu kan untuk tanggung jawab dia semasa almarhumah lagi sakit itu ke mana. Bukan menyoroti soal pernikahannya. Kita juga gak tahu dan gak mau ikut campur. Penginnya tuh hanya tanggung jawab beliau ke keluarga," jelas Fariz. Ia menekankan bahwa keluarga tidak memiliki niat untuk mencampuri urusan pernikahan Marcel, namun lebih menekankan pada kewajiban moral dan emosional yang seharusnya dipenuhi oleh Marcel terhadap Tika, terutama di masa-masa kritis kesehatannya.
Dalam kesempatan yang sama, Endang, ibu almarhumah Tika, mengungkapkan sebuah fakta yang cukup mengejutkan. Ia membeberkan bahwa almarhumah Tika sempat menyampaikan keinginannya untuk bercerai dari Marcel sebelum menghembuskan nafas terakhirnya. Keinginan ini muncul lantaran Tika merasa sakit hati karena dimadu. "Dia bilang ke ibunya, ‘saya pengin cerai’. Terus ibu tanya kenapa, ya dia cerita kalau suaminya begitu," ungkap Endang dengan nada sedih. Pengakuan ini semakin memperjelas betapa berat beban emosional yang dirasakan oleh Tika selama menghadapi penyakitnya, ditambah lagi dengan kenyataan bahwa suaminya menjalin hubungan dengan wanita lain.
Menanggapi isu kedekatan antara Tika dan Ratu Rizky Nabila yang sempat terekam dalam siaran langsung di media sosial, Endang dengan tegas membantah adanya hubungan yang harmonis. Ia mengklaim bahwa interaksi yang terlihat tersebut merupakan hasil dari paksaan. "Itu dipaksa. Ada buktinya. Dia dipaksa harus live, tampil seolah-olah mereka akur. Mana ada sih perempuan mau digitukan. Semuanya ada bukti-buktinya," tegasnya. Endang merasa Tika dipaksa untuk menunjukkan citra positif demi menutupi luka dan rasa sakit hati yang sebenarnya ia rasakan.
Lebih lanjut, Fariz menyatakan bahwa keluarga besar almarhumah Tika memilih untuk tidak mempermasalahkan status istri baru Marcel. Prioritas utama mereka adalah memastikan bahwa Marcel memenuhi tanggung jawabnya terhadap almarhumah Tika, terutama pada saat-saat kritis kesehatannya. "Kita mah masa bodoh soal poligaminya. Yang Fariz soroti itu tanggung jawab Mas Haris ke almarhum, terutama waktu lagi sakit, lagi kritis-kritisnya," ujar Fariz. Ini menunjukkan bahwa keluarga lebih fokus pada penyelesaian masalah moral dan emosional daripada urusan legalitas pernikahan.
Fariz juga mengungkapkan rasa keberatannya karena nama kakaknya, almarhumah Tika, terus-menerus dibawa-bawa oleh Marcel di ruang publik. "Kenapa sekarang harus dibawa-bawa terus, orangnya udah gak ada. Alasan Fariz naikin VT itu hanya untuk tanggung jawab. Gak ada satu kata pun ke keluarga," tegas Fariz. Ia merasa bahwa tindakan Marcel tersebut tidak pantas dilakukan, mengingat almarhumah Tika sudah tidak ada untuk membela diri.
Menutup pernyataannya, Endang menyampaikan harapan agar Marcel memiliki itikad baik untuk menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan. Ia berharap Marcel dapat meminta maaf secara langsung atas segala tindakan yang telah dilakukannya. "Kalau ada niat baik, minta maaf kek atau gimana. Kita beresin secara keluarga aja. Terus jangan bohong terus di sosial media," pungkas Endang. Permintaan ini mencerminkan keinginan keluarga untuk mendapatkan pengakuan dan penyesalan yang tulus dari Marcel, serta mengakhiri polemik ini dengan cara yang damai dan bermartabat.
Kisah ini membuka mata publik tentang kompleksitas hubungan dan tanggung jawab dalam sebuah pernikahan, terutama ketika dihadapkan pada isu poligami dan penyakit serius. Pengakuan Marcel tentang poligami di tengah perjuangan istrinya melawan kanker telah menimbulkan pertanyaan etis dan moral yang mendalam, serta menyoroti pentingnya komunikasi terbuka dan kejujuran dalam sebuah hubungan. Keluarga almarhumah Tika, melalui pernyataan mereka, berupaya untuk mengklarifikasi bahwa kritik mereka bukanlah serangan pribadi, melainkan seruan untuk akuntabilitas dan penghormatan terhadap almarhumah.

