BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Paris Saint-Germain (PSG) menampilkan performa gemilang yang memukau para penonton di Parc des Princes, menggilas rival abadi mereka, Olympique Marseille, dengan skor telak 5-0 dalam lanjutan Ligue 1. Pertandingan yang digelar pada Senin, 9 Februari 2026, dini hari WIB, menjadi saksi bisu keperkasaan skuad arahan Luis Enrique yang bermain dengan intensitas tinggi dan determinasi luar biasa. Kemenangan ini tidak hanya mengukuhkan posisi PSG di puncak klasemen, tetapi juga memberikan sinyal peringatan bagi tim-tim lain di Prancis mengenai kekuatan Les Parisiens yang semakin solid.
Sejak peluit babak pertama dibunyikan, PSG langsung mengambil inisiatif serangan. Dominasi mereka terlihat jelas di lini tengah, dengan pergerakan bola yang cepat dan umpan-umpan akurat yang terus membongkar pertahanan Marseille. Serangan demi serangan dilancarkan, menciptakan peluang demi peluang. Keberuntungan berpihak pada tuan rumah ketika Ousmane Dembele, pemain yang tengah menjadi sorotan utama, berhasil membuka keunggulan. Dua gol yang dicetaknya di babak pertama menjadi bukti ketajaman dan magisnya di depan gawang. Dembele tampil luar biasa, tidak hanya sebagai pencetak gol, tetapi juga sebagai kreator serangan yang mampu merepotkan barisan pertahanan tim tamu.
Memasuki babak kedua, PSG tidak mengendurkan tempo permainan. Mereka terus menekan pertahanan Marseille, mencari celah untuk menambah keunggulan. Alih-alih mencetak gol dari pemain mereka sendiri, PSG justru diuntungkan oleh gol bunuh diri Facundo Medina pada menit ke-64. Kesalahan fatal dari pemain belakang Marseille ini semakin memperlebar jarak skor menjadi 3-0, membuyarkan harapan tim tamu untuk bangkit. Momentum kemenangan semakin terasa ketika Khvicha Kvaratskhelia, yang juga menunjukkan performa impresif, berhasil mencetak gol keempat untuk PSG di menit ke-66. Pergerakan lincahnya di sisi sayap dan eksekusi yang tenang di depan gawang menambah penderitaan Marseille.
Pesta gol PSG ditutup oleh Lee Kang-in pada menit ke-74. Gol indah dari pemain muda asal Korea Selatan ini semakin mengukuhkan dominasi PSG dan memastikan kemenangan telak 5-0. Gol tersebut menjadi penutup sempurna bagi malam yang luar biasa bagi PSG dan para pendukungnya. Performa kolektif yang solid, ditambah dengan magis individu para pemain bintang, membuat PSG sulit dibendung oleh siapapun. Kemenangan ini tidak hanya memberikan tiga poin penting, tetapi juga kepercayaan diri yang besar bagi tim untuk menghadapi pertandingan-pertandingan selanjutnya di Ligue 1 maupun kompetisi lainnya.
Usai pertandingan, Luis Enrique tidak bisa menyembunyikan kekagumannya terhadap penampilan Ousmane Dembele. Sang pelatih memberikan pujian setinggi langit kepada pemain asal Prancis tersebut, mengakui kontribusinya yang luar biasa dengan dua gol dan satu assist dalam pertandingan ini. Enrique menekankan betapa berharganya memiliki pemain dengan kualitas seperti Dembele di dalam skuadnya. "Dia adalah pemain yang berbeda, dan itulah mengapa dia memenangkan Ballon d’Or. Gaya bermainnya unik, dan sangat bagus memiliki pemain sekaliber itu," ujar Enrique, menggambarkan bagaimana Dembele memiliki sentuhan magis yang mampu mengubah jalannya pertandingan. Pujian ini semakin mempertegas status Dembele sebagai salah satu pemain kunci PSG saat ini.
Lebih jauh lagi, Enrique membedah lebih dalam mengapa Dembele begitu istimewa. Menurutnya, kecepatan, kemampuan dribbling yang mumpuni, visi bermain yang tajam, serta kemampuannya untuk menciptakan peluang dari situasi yang sulit adalah atribut yang membedakannya dari pemain lain. Enrique melihat Dembele sebagai pemain yang tidak hanya mengandalkan bakat alamiahnya, tetapi juga didukung oleh etos kerja yang tinggi dan keinginan untuk terus berkembang. "Dia memiliki kemampuan untuk melakukan hal-hal yang tidak bisa dilakukan oleh banyak pemain lain. Dia bisa membuka pertahanan yang rapat dengan satu gerakan. Itu adalah kualitas yang sangat sulit ditemukan," tambah Enrique, menggarisbawahi dampak signifikan Dembele di setiap lini serang PSG.
Pelatih asal Spanyol itu juga menyoroti bagaimana Dembele mampu beradaptasi dengan baik dalam sistem permainan yang ia terapkan di PSG. Enrique dikenal dengan pendekatan taktisnya yang fleksibel, dan Dembele menjadi salah satu pemain yang paling bersinar di bawah kepemimpinannya. Kemampuan Dembele untuk bermain di berbagai posisi di lini serang, baik sebagai winger maupun penyerang kedua, memberikan banyak opsi taktis bagi Enrique. "Dia adalah pemain yang sangat cerdas dan mudah diarahkan. Dia memahami instruksi dengan baik dan mampu menerapkannya di lapangan. Itu yang membuat kerja sama kami menjadi sangat efektif," jelasnya. Enrique percaya bahwa kolaborasi antara dirinya dan Dembele akan terus membawa PSG meraih kesuksesan.
Kemenangan telak 5-0 atas Marseille ini juga menunjukkan bahwa PSG telah menemukan keseimbangan yang sempurna antara lini serang yang mematikan dan pertahanan yang kokoh. Meskipun fokus utama seringkali tertuju pada lini serang, performa para pemain belakang dan lini tengah dalam pertandingan ini juga patut diacungi jempol. Mereka berhasil meredam serangan balik Marseille dan memutus alur bola lawan dengan efektif, sehingga kiper PSG, Safonov, relatif tidak banyak mendapat ancaman. Soliditas tim secara keseluruhan inilah yang menjadi kunci keberhasilan PSG dalam pertandingan-pertandingan besar.
Para pemain muda PSG juga menunjukkan perkembangan yang signifikan. Pemain seperti Zaïre-Emery, Mayulu, dan Lee Kang-in tampil dengan penuh percaya diri dan memberikan kontribusi positif bagi tim. Keberadaan pemain-pemain muda berbakat ini menjadi aset berharga bagi PSG, yang menandakan masa depan cerah bagi klub. Luis Enrique sendiri dikenal sebagai pelatih yang gemar memberikan kesempatan kepada pemain muda, dan mereka selalu menjawab kepercayaan tersebut dengan performa yang menjanjikan. Ini menciptakan lingkungan kompetitif yang sehat di dalam tim, di mana setiap pemain termotivasi untuk memberikan yang terbaik.
Pertandingan melawan Marseille selalu menjadi laga penuh gengsi dan tensi tinggi dalam kalender sepak bola Prancis. Kemenangan besar 5-0 ini tidak hanya memberikan kebanggaan bagi para penggemar PSG, tetapi juga menjadi pukulan telak bagi Marseille. Tim tamu terlihat kesulitan mengembangkan permainan mereka dan kerap kali terperangkap dalam pola serangan PSG yang dinamis. Pertahanan mereka terlihat rapuh dan tidak mampu mengantisipasi kecepatan serta kreativitas para pemain PSG. Kekalahan ini tentu menjadi evaluasi penting bagi kubu Marseille untuk segera memperbaiki performa mereka di sisa musim.
Bagi PSG, kemenangan ini menjadi modal berharga untuk terus menjaga momentum positif. Mereka kini fokus pada pertandingan selanjutnya dengan keyakinan yang semakin besar. Dengan kedalaman skuad yang dimiliki, serta kehadiran pemain-pemain bintang seperti Ousmane Dembele yang terus menunjukkan performa impresif, PSG semakin menunjukkan diri sebagai kekuatan dominan di Ligue 1 dan calon kuat juara di berbagai kompetisi yang mereka ikuti. Perpaduan antara talenta individu, kedalaman skuad, dan kepemimpinan taktis dari Luis Enrique membuat PSG menjadi tim yang sangat sulit dikalahkan.
Susunan pemain kedua tim dalam pertandingan ini adalah sebagai berikut:
PSG: Safonov; Zaïre-Emery, Marquinhos, Pacho, Nuno Mendes; Vitinha, João Neves, Mayulu; Barcola, Doucouré, Dembélé.
Marseille: De Lange; Weah, Pavard, Balerdi, Medina, Emerson; Højbjerg, Timber, Nwaneri, Greenwood, Gouiri.

