BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Pertandingan lanjutan LaLiga antara Atletico Madrid melawan Real Betis yang seharusnya menjadi panggung kebangkitan bagi Los Colchoneros justru berujung pada kekecewaan. Bertanding di kandang sendiri, Civitas Metropolitano, pada Senin (9/2/2026) dini hari WIB, pasukan Diego Simeone harus menelan pil pahit kekalahan tipis 0-1 dari tim tamu Real Betis. Hasil ini tidak hanya menghentikan momentum Atletico Madrid, tetapi juga memperlebar jarak dengan para pesaing di papan atas klasemen sementara LaLiga. Kekalahan ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai performa dan strategi Atletico Madrid di bawah kepemimpinan Simeone, terutama ketika mereka bermain di hadapan para pendukung setianya.
Sejak menit awal pertandingan, Atletico Madrid menunjukkan ambisi untuk segera mengamankan kemenangan. Peluang pertama tercipta pada menit kedua melalui sundulan keras Jose Gimenez yang menyambut umpan dari sepak pojok. Sayangnya, bola hasil tandukannya masih dapat diantisipasi dengan sigap oleh kiper Real Betis, Alvaro Valles, yang tampil cemerlang di bawah mistar gawang. Upaya Atletico untuk membangun momentum awal terhenti ketika Real Betis melancarkan serangan balik cepat di menit ke-11. Cedric Bakambu berhasil melepaskan tembakan berbahaya dari dalam kotak penalti, namun Jan Oblak di bawah mistar Atletico Madrid juga menunjukkan refleks yang luar biasa untuk menepis bola. Meskipun Atletico Madrid mendominasi penguasaan bola dan berusaha keras menekan pertahanan Betis, justru tim tamu yang berhasil mencuri keunggulan lebih dulu.
Gol pembuka keunggulan Real Betis tercipta melalui aksi gemilang Antony. Gelandang serang asal Brasil ini berhasil melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti yang tak mampu dijangkau oleh Jan Oblak. Gol tersebut menjadi pukulan telak bagi Atletico Madrid yang sedang berjuang untuk menemukan ritme permainan mereka. Di babak kedua, Atletico Madrid berusaha keras untuk bangkit dan menyamakan kedudukan. Sejumlah peluang emas tercipta, termasuk gol yang dicetak oleh Diego Llorente pada menit ke-74 melalui sundulan akurat. Namun, sorak-sorai para pendukung Atletico Madrid harus segera mereda karena gol tersebut dianulir oleh wasit karena dianggap offside setelah meninjau melalui Video Assistant Referee (VAR). Keputusan ini semakin menambah frustrasi para pemain dan penggemar Atletico.
Upaya demi upaya terus dilancarkan oleh Atletico Madrid, namun rapatnya barisan pertahanan Real Betis dan ketidakmampuan lini serang Atletico untuk mengkonversi peluang menjadi gol membuat mereka kesulitan untuk menyamakan kedudukan. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 0-1 untuk keunggulan Real Betis tidak berubah. Kekalahan ini tentu menjadi pukulan berat bagi ambisi Atletico Madrid untuk bersaing memperebutkan gelar juara LaLiga musim ini. Di sisi lain, kemenangan ini menjadi suntikan moral yang luar biasa bagi Real Betis dalam upaya mereka untuk finis di zona Eropa.
Dengan hasil kekalahan ini, Atletico Madrid tertahan di peringkat ketiga klasemen sementara LaLiga dengan raihan 45 poin. Posisi mereka kini semakin terancam oleh tim-tim di bawahnya yang juga terus berjuang meraih poin maksimal. Sementara itu, Real Betis berhasil merangkak naik ke posisi kelima klasemen dengan mengoleksi 38 poin, menunjukkan bahwa mereka adalah tim yang patut diperhitungkan dalam persaingan LaLiga. Pertandingan ini juga menyoroti beberapa aspek yang perlu segera dibenahi oleh Atletico Madrid, terutama dalam hal penyelesaian akhir dan konsistensi permainan, agar mereka dapat kembali ke jalur kemenangan dan menjaga asa juara.
Analisis lebih mendalam terhadap jalannya pertandingan menunjukkan bahwa meskipun Atletico Madrid memiliki penguasaan bola yang lebih dominan, mereka kesulitan untuk membongkar pertahanan solid Real Betis. Kurangnya kreativitas dalam serangan dan ketidakmampuan para pemain depan untuk menghasilkan gol dari peluang yang ada menjadi masalah utama. Perlu dicatat juga bahwa beberapa pemain kunci Atletico Madrid mungkin belum berada dalam performa terbaiknya, yang turut memengaruhi hasil akhir pertandingan. Di sisi lain, Real Betis menunjukkan kedisiplinan taktik yang tinggi, memanfaatkan setiap celah yang ada untuk melancarkan serangan balik mematikan. Gol tunggal Antony menjadi bukti efektivitas serangan balik mereka.
Pertandingan ini juga memberikan pelajaran berharga bagi Diego Simeone, pelatih Atletico Madrid. Ia perlu segera mengevaluasi strategi timnya dan mencari solusi untuk mengatasi kebuntuan serangan yang kerap terjadi. Pergantian pemain yang lebih efektif dan penekanan pada latihan penyelesaian akhir bisa menjadi langkah awal yang perlu diambil. Selain itu, Atletico Madrid juga perlu waspada terhadap ancaman dari tim-tim lain yang terus berusaha memperbaiki posisi mereka di klasemen. Persaingan di LaLiga musim ini diprediksi akan semakin ketat hingga akhir kompetisi.
Absennya beberapa pemain kunci atau ketidakmampuan pemain yang ada untuk menunjukkan performa optimal juga patut menjadi perhatian. Tim pelatih perlu memastikan bahwa setiap pemain siap secara fisik dan mental untuk menghadapi pertandingan-pertandingan penting. Dukungan dari para pendukung di Civitas Metropolitano memang selalu menjadi faktor positif bagi Atletico Madrid, namun kali ini, dukungan tersebut belum mampu mengangkat performa tim untuk meraih hasil maksimal. Penggemar Atletico Madrid tentu berharap bahwa kekalahan ini hanyalah sebuah insiden kecil dan tim kesayangan mereka akan segera bangkit di pertandingan-pertandingan selanjutnya.
Dari kubu Real Betis, kemenangan ini menjadi bukti bahwa mereka memiliki potensi untuk bersaing dengan tim-tim papan atas LaLiga. Performa individu pemain seperti Antony yang mencetak gol kemenangan, serta penampilan solid dari lini pertahanan, patut mendapatkan apresiasi. Pelatih Real Betis, Manuel Pellegrini, berhasil meracik strategi yang efektif untuk meredam permainan Atletico Madrid dan memanfaatkan peluang yang ada. Kemenangan ini akan memberikan kepercayaan diri yang besar bagi tim untuk menghadapi sisa musim kompetisi.
Seluruh elemen tim Atletico Madrid kini harus segera bangkit dari kekalahan ini. Fokus harus dialihkan pada pertandingan berikutnya, di mana mereka harus menunjukkan determinasi dan kualitas permainan yang lebih baik. Kesalahan dalam pertandingan melawan Real Betis harus dijadikan pelajaran berharga untuk tidak terulang kembali. Perjuangan untuk meraih gelar juara LaLiga masih panjang, dan setiap poin sangat berharga. Dengan kerja keras dan evaluasi yang tepat, Atletico Madrid masih memiliki peluang untuk memperbaiki posisinya di klasemen dan mewujudkan ambisi mereka musim ini.
Susunan pemain yang diturunkan kedua tim menunjukkan bahwa kedua pelatih berusaha menurunkan komposisi terbaik mereka untuk meraih kemenangan. Atletico Madrid menurunkan skuad yang terdiri dari Oblak; Marcos Llorente, Marc Pubill, Hancko, Ruggeri; Mendoza, Koke, Simeone, Almada, Alvarez, Lookman. Sementara itu, Real Betis mengandalkan Valles; Ruibal, Diego Llorente, Natan, Ricardo RodrÃguez; Marc Roca, Fidalgo, Fornals; Antony, Ezzalzouli, Bakambu. Perubahan taktik dan rotasi pemain mungkin akan terjadi di pertandingan-pertandingan mendatang, tergantung pada kondisi kebugaran pemain dan kebutuhan tim.
Dengan kekalahan ini, Atletico Madrid tidak hanya kehilangan tiga poin penting, tetapi juga momentum yang berharga. Tekanan kini akan semakin besar bagi mereka untuk segera meraih kemenangan di pertandingan selanjutnya. Penggemar Atletico Madrid akan menantikan respons positif dari tim kesayangan mereka, dan berharap bahwa kekalahan ini hanyalah sebuah batu loncatan untuk kembali ke performa terbaik.
(ran/pur)

