BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Pengakuan mengejutkan datang dari artis Ratu Rizky Nabila, yang kini terang-terangan mengakui perasaannya yang tumbuh lebih dulu terhadap pesulap yang dikenal dengan julukan Pesulap Merah, Marcel Radival. Keterbukaan ini muncul di tengah sorotan publik mengenai status poligami yang sempat dijalani Marcel, di mana Ratu Rizky Nabila menjadi salah satu istri yang terlibat. Dalam sebuah kesempatan wawancara yang mendalam, Ratu Rizky Nabila membeberkan kronologi awal perkenalannya dengan Marcel, yang ternyata bermula dari layar kaca dan sebuah ketertarikan yang tak terduga.
"Waktu itu kan aku host horor ya, di empat stasiun TV. Dia, beliau muncul. Nih suami muncul. Terus, ya jatuh cinta pada pandangan, lewat televisi jatuhnya. Tahun 2022," ungkap Ratu Rizky Nabila dengan nada jujur saat ditemui di kawasan Cileungsi, Bogor, Jawa Barat. Pengakuan ini menegaskan bahwa benih-benih cinta itu tumbuh dari sosok Marcel yang ia lihat saat tampil di televisi, jauh sebelum keduanya menjalin kedekatan personal. Ia tak segan mengakui bahwa dirinya adalah pihak yang lebih dulu merasakan getaran cinta. "2022. Jadi saya akui memang yang suka aku duluan," tambahnya, menegaskan posisinya dalam awal hubungan tersebut.
Namun, di balik pengakuan rasa suka yang tumbuh lebih dulu, Ratu Rizky Nabila juga mengungkap sebuah fakta penting yang menjadi titik krusial dalam perjalanan hubungan mereka. Ia mengaku pada fase awal kedekatan, dirinya sama sekali tidak mengetahui bahwa Marcel Radival sudah memiliki seorang istri. Sebuah skenario yang mungkin terdengar klise, namun menjadi kenyataan pahit yang harus ia hadapi. "Saya tidak tahu kalau misalnya dia sudah punya istri. Klise, kan? Tapi habis itu memang saya cari tahu. Saya akan berjiwa besar, daripada saya dihakimi terus-terusan, lebih baik saya mengakui," tuturnya dengan mantap.
Kesadaran akan status Marcel yang telah beristri, justru memicu Ratu Rizky Nabila untuk bersikap lebih terbuka dan bertanggung jawab atas perasaannya. Ia tidak memilih untuk menghindar atau menyembunyikan apa yang ia rasakan. Sebaliknya, ia justru mengambil inisiatif untuk mencari tahu lebih dalam dan menghadapi kenyataan tersebut dengan lapang dada. Bahkan, dalam prosesnya, ia mengaku sempat berupaya untuk mendekatkan diri dengan almarhum istri pertama Marcel. Sebuah langkah yang cukup berani dan menunjukkan kedewasaan dalam menghadapi situasi yang rumit.
"Awalnya tidak tahu, pulang dari podcast itu saya langsung cari tahu dan saya tahu. Aku yang mendekatkan diri gitu, dari teman menjadi sesuatu yang lebih spesial gitu. Aku, bukan beliau. Benar seriusan. Mungkin kalau di-capture DM Instagram di-capture kali," jelas Ratu Rizky Nabila, merinci bagaimana ia mengambil peran aktif dalam mengembangkan hubungan tersebut dari sekadar pertemanan menjadi sesuatu yang lebih dalam. Pengakuannya ini semakin mempertegas bahwa inisiatif dan perasaan lebih dulu datang dari pihaknya, sebelum akhirnya Marcel membalasnya dan hubungan mereka berkembang lebih jauh, bahkan hingga ke jenjang pernikahan yang kemudian berujung pada isu poligami.
Keterbukaan Ratu Rizky Nabila ini memberikan perspektif baru mengenai bagaimana hubungan tersebut bermula. Ia tidak mencoba untuk menutupi perannya atau mencari alasan pembenaran. Sebaliknya, ia memilih untuk jujur mengenai perasaannya dan langkah-langkah yang ia ambil, meskipun itu berarti harus menghadapi potensi penilaian publik. Pengakuannya ini juga membuka tabir mengenai kompleksitas hubungan yang terjadi, di mana terdapat ketidaktahuan awal mengenai status pernikahan Marcel yang kemudian membuka jalan bagi dinamika hubungan yang lebih rumit.
Keberanian Ratu Rizky Nabila untuk berbicara jujur ini patut diapresiasi, terutama dalam konteks budaya yang seringkali masih memandang poligami sebagai isu sensitif. Dengan mengakui bahwa ia jatuh cinta duluan dan mengambil inisiatif, ia berusaha untuk mengambil kendali atas narasi yang beredar dan memberikan pemahaman yang lebih utuh mengenai perannya dalam kisah ini. Ini bukan sekadar pengakuan cinta, melainkan sebuah pengakuan atas sebuah proses yang kompleks, yang melibatkan perasaan, ketidaktahuan, dan keputusan-keputusan yang diambil dalam menghadapi situasi yang tidak biasa.
Lebih lanjut, pengakuan ini juga menyoroti bagaimana media, dalam hal ini televisi, dapat menjadi perantara yang kuat dalam membentuk persepsi dan bahkan menumbuhkan perasaan. Sosok Pesulap Merah, yang dikenal dengan gaya khas dan kemampuannya, berhasil menarik perhatian Ratu Rizky Nabila dari balik layar kaca. Hal ini menunjukkan bahwa ketertarikan awal bisa muncul dari berbagai sumber, dan dalam kasus ini, penampilan publik Marcel menjadi pemicu awal bagi perasaan Ratu Rizky Nabila.
Proses pencarian informasi yang dilakukan Ratu Rizky Nabila setelah mengetahui status Marcel juga menjadi poin penting. Ini menunjukkan bahwa meskipun terlanjur memiliki perasaan, ia tidak serta-merta mengabaikan kenyataan. Usahanya untuk mencari tahu dan kemudian bersikap terbuka, bahkan mendekatkan diri pada istri pertama, menandakan sebuah upaya untuk menjalani hubungan ini dengan cara yang, menurutnya, paling bertanggung jawab. Hal ini kontras dengan persepsi umum yang mungkin menganggap dirinya sebagai pihak yang "mengambil" suami orang.
Dalam konteks ini, pengakuan Ratu Rizky Nabila bukan hanya sekadar cerita cinta segitiga, tetapi juga refleksi tentang bagaimana hubungan yang kompleks dapat terbentuk, bagaimana informasi yang tidak lengkap dapat memengaruhi keputusan, dan bagaimana individu memilih untuk menghadapi konsekuensi dari pilihan mereka. Pengakuannya ini, meskipun mungkin menimbulkan berbagai tanggapan, setidaknya memberikan gambaran yang lebih transparan dari sudut pandangnya, mengenai awal mula perjalanannya dengan Pesulap Merah.
Pernyataan Ratu Rizky Nabila bahwa ia yang "mendekatkan diri" dan bahwa ini "bukan beliau" (merujuk pada Marcel yang mengambil inisiatif) juga merupakan detail menarik. Ini menempatkan fokus pada perannya yang proaktif dalam mengembangkan hubungan. Ia tidak ingin terlihat pasif atau hanya menjadi objek dalam cerita ini. Ia ingin dipersepsikan sebagai subjek yang memiliki agensi, yang membuat pilihan dan mengambil tindakan, meskipun dalam situasi yang sulit.
Pengakuannya ini menjadi babak baru dalam narasi seputar kehidupan pribadi Pesulap Merah dan Ratu Rizky Nabila. Dengan memilih untuk terbuka, Ratu Rizky Nabila seolah ingin mengendalikan cerita dari perspektifnya sendiri, sebelum pandangan publik terlanjur terbentuk secara sepihak. Pengakuan cinta duluan ini, meski terkesan romantis, justru dibalut dengan kompleksitas realitas yang ia hadapi.
Kisah ini mengingatkan kita bahwa di balik sorotan publik, ada individu-individu dengan perasaan, dilema, dan pilihan-pilihan sulit yang mereka hadapi. Pengakuan Ratu Rizky Nabila tentang perasaannya yang tumbuh lebih dulu terhadap Pesulap Merah adalah sebuah pengakuan yang jujur, yang membuka pintu pemahaman lebih dalam tentang bagaimana sebuah hubungan bisa bermula dan berkembang, bahkan dalam situasi yang penuh dengan kompleksitas dan tantangan.

