BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – TikToker Vadel Badjideh, yang saat ini tengah menjalani masa hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang, Jakarta Timur, akibat kasus asusila dan aborsi yang melibatkan anak dari Nikita Mirzani, LM, dilaporkan masih menerima dukungan penuh dari keluarganya. Meskipun terpisah oleh jeruji besi, semangat Vadel untuk terus berkreasi, khususnya dalam bidang tari, terus dijaga oleh sang kakak, Bintang Badjideh, yang juga merupakan rekan sesama penari. Perubahan rutinitas keluarga semenjak Vadel dipindahkan dari Polres Metro Jakarta Selatan ke Lapas Cipinang diakui Bintang. Jika sebelumnya keluarga kerap menyempatkan diri untuk datang dan menunggu di luar jam besuk resmi, kini kunjungan tersebut tidak lagi dilakukan setiap hari. "Nggak selalu setiap hari, tapi kadang-kadang. Karena kan memang jaraknya juga agak jauh, terus juga kalau mau malam agak rawan ya kita ngeri juga. Jadi kita nggak setiap hari seperti di Polres Jaksel," ungkap Bintang saat ditemui di kawasan Cipinang, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu.
Dukungan terbesar yang kini diterima Vadel datang langsung dari Bintang, yang tidak hanya berperan sebagai kakak, tetapi juga sebagai partner dance-nya. Hal ini diungkapkan oleh kakak Vadel lainnya, Martin. "Support yang paling berpengaruh ya dari Bintang. Karena dia kan partner dance-nya. Jadi dia selalu kasih obrolan soal dance di luar begini-gitu. Soal ada beberapa kompetisi apa, jadi lo semangat terus di sini latihan-latihan," jelas Martin. Bintang secara konsisten memotivasi Vadel agar tidak pernah berhenti berlatih dance, bahkan di dalam lingkungan lapas. "Kalau masih ada waktu luang, coba latihan. Sebisa mungkin latihan. Habis setelah salat atau semua aktivitas, coba latihan dance lagi," imbuhnya, menunjukkan komitmennya untuk menjaga semangat Vadel dalam menekuni passion-nya.
Martin menambahkan bahwa Bintang seringkali memberikan masukan dan arahan mengenai perkembangan dunia dance di luar lapas, termasuk informasi mengenai kompetisi-kompetisi terbaru. Tujuannya adalah agar Vadel tetap merasa terhubung dengan komunitas dance dan termotivasi untuk terus mengasah kemampuannya. Percakapan seputar koreografi baru, tren gerakan, hingga tantangan-tantangan di dunia tari menjadi topik utama yang seringkali dibicarakan antara Bintang dan Vadel, bahkan di tengah situasi yang sulit ini. Hal ini menunjukkan betapa eratnya hubungan mereka, tidak hanya sebagai saudara, tetapi juga sebagai sesama seniman yang saling menginspirasi. Vadel sendiri tampaknya merespons positif motivasi dari kakaknya, terbukti dari upayanya untuk tetap berlatih semampunya di dalam lapas.
Mengenai kondisi lingkungan di dalam lapas, Bintang menggambarkan situasi yang dijalani Vadel masih tergolong normal dan kondusif. Ia tidak merinci jumlah narapidana dalam satu sel, namun dari interaksi yang terjadi, ia menyimpulkan bahwa Vadel berada dalam lingkungan yang memungkinkan untuk bersosialisasi dan berkomunikasi. "Normal ya kayak biasa. Detailnya kita nggak tahu berapa orang dalam satu sel, tapi dari cara dia ngobrol berarti kan semua kumpul, ngobrol gitu," ujarnya. Bintang juga menegaskan bahwa Vadel tidak pernah mengalami perlakuan kekerasan selama menjalani masa hukumannya di Lapas Cipinang. Sebaliknya, ia merasa Vadel merasa nyaman dengan pelayanan yang diberikan oleh petugas lapas. "Alhamdulillah nggak pernah. Lingkungannya juga baik-baik semuanya, dan yang bekerja di sana juga baik-baik semua," tegasnya, memberikan gambaran positif mengenai adaptasi Vadel di lingkungan barunya.
Dari sisi kesehatan, Martin mengungkapkan bahwa Vadel sempat mengalami sakit, namun kondisinya kini sudah pulih sepenuhnya. Ini menunjukkan bahwa pihak lapas memberikan perhatian yang memadai terhadap kesehatan para narapidananya, termasuk Vadel. "Kalau sakit pernah, tapi alhamdulillah sudah recovery, sudah pulih," katanya. Kabar baik ini tentu melegakan keluarga Vadel yang khawatir akan kesehatannya di tengah masa hukuman. Perhatian terhadap kondisi fisik Vadel, selain dukungan mental dari keluarganya, menjadi faktor penting dalam proses adaptasi dan pemulihan dirinya.
Sementara itu, terkait penampilan fisik, rambut Vadel kini dilaporkan sudah dipotong pendek sesuai dengan prosedur yang berlaku di dalam lapas. Sebelumnya, Vadel dikenal dengan rambut gondrongnya, namun kini ia harus menyesuaikan diri dengan aturan di lapas yang mengharuskan rambut narapidana berpotongan pendek. "Pendek sekarang. Karena memang ya selalu pendek. Kita nggak tahu jadwalnya kapan, pokoknya ada ikuti prosedur di dalam," pungkas Martin. Perubahan penampilan ini merupakan salah satu bentuk penyesuaian diri Vadel terhadap aturan dan kehidupan di dalam lapas. Meskipun harus beradaptasi dengan berbagai perubahan, termasuk penampilan fisik, dukungan dari keluarga dan semangat untuk terus berkarya di bidang tari diharapkan dapat membantu Vadel melewati masa hukumannya dengan lebih kuat.
Kisah Vadel Badjideh di dalam lapas menjadi bukti bahwa semangat untuk berkreasi dan dukungan keluarga dapat menjadi sumber kekuatan, bahkan di situasi yang paling menantang sekalipun. Motivasi dari sang kakak, Bintang, untuk terus berlatih dance tidak hanya menjaga passion Vadel, tetapi juga memberikan harapan dan tujuan selama menjalani masa hukuman. Harapannya, setelah bebas kelak, Vadel dapat kembali berkarya dengan semangat yang lebih membara, membawa pengalaman dan pelajaran berharga dari masa lalunya. Dukungan yang terus mengalir dari keluarga, khususnya dari Bintang yang secara aktif menjaga api semangat Vadel dalam dunia dance, menjadi jangkar penting bagi TikToker muda ini.
Proses adaptasi Vadel di Lapas Cipinang terlihat berjalan lancar, dengan penekanan pada aspek kesehatan dan kenyamanan. Meskipun tidak selalu didampingi setiap hari oleh keluarga karena pertimbangan jarak dan keamanan, komunikasi dan kunjungan sporadis tetap terjaga. Martin dan Bintang memastikan bahwa Vadel tidak merasa sendirian dalam menghadapi masa hukumannya. Obrolan mengenai perkembangan dunia dance, bahkan sekadar cerita tentang kehidupan di luar, menjadi jembatan yang menghubungkan Vadel dengan dunia yang dicintainya.
Lebih jauh lagi, peran Bintang sebagai partner dance Vadel memiliki makna tersendiri. Bukan hanya sekadar teman latihan, Bintang juga berperan sebagai mentor dan motivator yang memahami betul potensi dan impian Vadel. Ia tahu bahwa dance bukan hanya sekadar hobi bagi Vadel, melainkan sebuah jalan hidup yang ingin ia tempuh. Oleh karena itu, dorongan untuk terus berlatih, sekecil apapun itu, menjadi sangat krusial. Hal ini juga mencerminkan kedalaman hubungan persaudaraan mereka, di mana satu sama lain saling mendukung dalam suka maupun duka.
Kondisi Vadel yang dilaporkan normal dan tanpa kekerasan di dalam lapas, ditambah dengan pemulihan kesehatannya, memberikan gambaran yang cukup positif. Ini menunjukkan bahwa sistem pemasyarakatan di Lapas Cipinang berjalan dengan baik dalam memberikan lingkungan yang aman dan kondusif bagi para narapidana. Namun, tantangan terbesar bagi Vadel mungkin adalah menjaga semangat kreatifnya tetap menyala di tengah keterbatasan yang ada. Di sinilah peran penting dukungan dari keluarga, terutama Bintang, menjadi sangat berarti.
Perubahan penampilan Vadel yang kini berambut pendek adalah salah satu manifestasi dari adaptasi terhadap aturan lapas. Meskipun mungkin terasa asing baginya yang terbiasa dengan gaya rambut sebelumnya, ini adalah bagian dari proses penyesuaian diri yang harus dijalani. Martin dan Bintang tampaknya memahami hal ini dan tidak mempermasalahkannya, melainkan fokus pada aspek yang lebih penting, yaitu menjaga semangat Vadel untuk tetap berjuang dan tidak menyerah pada impiannya.
Secara keseluruhan, berita mengenai Vadel Badjideh di Lapas Cipinang menyoroti pentingnya dukungan keluarga dan semangat untuk tidak pernah berhenti berkarya, bahkan di tengah masa sulit. Kisah ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap kesalahan, ada individu yang membutuhkan kesempatan untuk bangkit dan memperbaiki diri, serta dukungan yang berkelanjutan untuk kembali ke jalan yang benar. Peran Bintang Badjideh sebagai kakak sekaligus partner dance Vadel patut diapresiasi, karena telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam menjaga semangat adiknya untuk terus menari dan berkreasi.

