0

Keluarga Rutin Jenguk Vadel Badjideh di Lapas Cipinang, Bawakan Kue Buatan Ibu hingga Curahkan Kerinduan pada Dunia Dance

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Vadel Badjideh, yang saat ini tengah menjalani masa hukumannya di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang, Jakarta Timur, terkait kasus asusila dan aborsi yang melibatkan anak dari Nikita Mirzani, yaitu LM, ternyata tidak kehilangan dukungan dari keluarganya. Sejak menghuni balik jeruji besi, Vadel dilaporkan secara rutin mendapatkan kunjungan dari anggota keluarganya, sebuah rutinitas yang menjadi sumber kekuatan moril baginya. Bintang Badjideh, salah seorang kakak Vadel, dengan penuh rasa syukur mengonfirmasi bahwa keluarganya tidak pernah sekalipun absen dalam menjenguk adiknya setiap pekan. "Alhamdulillah, alhamdulillah setiap Minggu kita jenguk Vadel," ujar Bintang dengan nada lega saat dijumpai awak media di sekitar area Lapas Cipinang, Jakarta Timur, pada hari kemarin.

Dalam setiap sesi kunjungan yang telah terjadwal tersebut, keluarga Vadel juga tak lupa membawakan berbagai macam makanan kesukaan sang adik, yang semakin mempererat ikatan emosional mereka. Di antara hidangan yang paling dinantikan Vadel adalah kue-kue lezat yang dibuat langsung oleh tangan ibunya. "Kue buatan Mama. Kue putu gula merah tadi ada. Bolu putu. Memang itu favoritnya dia," ungkap Bintang dengan senyum mengembang, sembari mengenang selera adiknya. Kehadiran makanan rumahan ini, menurut Bintang, memiliki dampak yang signifikan dalam membuat Vadel merasa lebih nyaman dan terhibur selama menjalani masa penahanan yang penuh tantangan. "Jadi sambil minum kopi dia di sana, sambil santai, sambil sharing-sharing sama teman-temannya, makan buatan Mama. Jadi berasa kayak di rumah," jelas Bintang lebih lanjut, menggambarkan suasana hangat yang tercipta di dalam lapas berkat kehadiran keluarga dan hidangan dari sang ibu.

Lebih jauh lagi, Martin, kakak Vadel yang lain, turut berbagi kabar mengenai kondisi psikologis ibunda mereka. Ia mengungkapkan bahwa sang ibu kini telah menunjukkan ketenangan yang jauh lebih baik dibandingkan pada saat-saat awal kasus ini mulai mencuat ke publik. "Kalau lebih tenang sih sudah pasti Mama ya. Mama lebih tenang, selalu kasih support ke kakak-kakaknya Vadel. Jadi Mama justru yakin sama Allah, jadi yang terbaik," tutur Martin, menunjukkan keteguhan iman dan harapan yang dimiliki ibunya dalam menghadapi cobaan ini. Martin menambahkan bahwa seluruh anggota keluarga senantiasa berusaha untuk memupuk rasa ikhlas dan dengan sabar menjalani setiap tahapan proses hukum yang sedang berjalan. "Mencoba untuk ikhlas dan menjalani semua prosesnya. Sekaligus doa juga nggak lepas. Dari Polres sampai di sini selalu saling support, saling jaga," tegasnya, menggarisbawahi pentingnya kekompakan dan dukungan antaranggota keluarga.

Di tengah kesibukan menjalani masa hukuman, Vadel kerap kali mengungkapkan kerinduannya yang mendalam kepada keluarga. Ia dikisahkan sangat merindukan aktivitas dunia dance dan berbagai proyek kreatif yang dulu menjadi bagian tak terpisahkan dari hidupnya. "Curhatannya ya itu, rindu sama dance, rindu latihan, rindu berkarya. Masih banyak mimpi-mimpinya yang belum tercapai," ungkap Martin, menyiratkan bahwa Vadel masih memiliki ambisi dan cita-cita yang belum terwujudkan. Perasaan rindu ini juga seringkali diiringi dengan kecemasan apabila keluarga terlambat datang pada jam besuk yang telah ditentukan. "Kalau kita agak telat sedikit, suka agak, ‘Kok mana kok lama banget?’ gitu. Minggu depan jangan telat ya," cerita Bintang, menirukan kekhawatiran Vadel. Bintang pun memberikan jaminan penuh bahwa keluarga selalu berupaya keras untuk hadir menemani Vadel dan tidak pernah melewatkan jadwal kunjungan rutin mereka. "Alhamdulillah nggak pernah. Selalu, selalu ada," tegas Bintang, meyakinkan bahwa kehadiran keluarga adalah prioritas utama.

Martin kemudian menambahkan bahwa satu-satunya kendala utama yang seringkali dihadapi oleh keluarga dalam upaya menjenguk Vadel adalah faktor jarak dan kemacetan lalu lintas yang tak terhindarkan di ibu kota. "Seperti di Polres ya, cuma ini jarak saja agak jauh. Jadi kendalanya cuma macet saja," pungkas Martin, menjelaskan bahwa meskipun niat dan dukungan selalu ada, mobilitas fisik terkadang terhambat oleh kondisi jalanan. Namun, terlepas dari berbagai tantangan tersebut, konsistensi kunjungan keluarga ini menunjukkan betapa kuatnya ikatan emosional dan dukungan yang diberikan kepada Vadel Badjideh di masa sulit yang sedang dihadapinya. Kehadiran mereka bukan hanya sekadar memenuhi kewajiban, melainkan juga menjadi sumber kekuatan spiritual dan emosional yang tak ternilai harganya bagi Vadel, membantunya melewati setiap hari di dalam Lapas Cipinang dengan harapan yang terus terjaga.

Kunjungan keluarga ini juga menjadi momen penting bagi Vadel untuk tetap terhubung dengan dunia luar dan mendapatkan pembaruan mengenai kondisi di luar sana. Melalui cerita-cerita dari kakak-kakaknya, Vadel dapat merasakan bahwa ia tidak sendirian dalam menghadapi proses hukum ini. Dukungan dari ibu yang selalu mengirimkan makanan favoritnya, serta kehadiran kakak-kakaknya yang secara rutin datang menjenguk, memberikan kehangatan dan rasa aman yang sangat dibutuhkan. Selain itu, kesempatan untuk bercerita dan berbagi kerinduan dengan keluarganya di dalam lapas menjadi sarana terapi yang efektif bagi Vadel. Ia dapat mengekspresikan segala perasaan, baik itu kegelisahan, kerinduan, maupun harapan, tanpa rasa takut dihakimi. Hal ini penting untuk menjaga kesehatan mentalnya agar tetap stabil selama menjalani masa hukuman.

Lebih lanjut, kisah tentang Vadel yang merindukan dunia dance dan aktivitas berkarya menunjukkan bahwa ia memiliki semangat dan aspirasi yang kuat untuk kembali ke jalur yang dicintainya setelah masa hukumannya berakhir. Kerinduan ini bukan sekadar nostalgia, melainkan sebuah dorongan untuk terus bermimpi dan berjuang. Hal ini juga menjadi pengingat bagi keluarga untuk terus memberikan semangat dan dukungan agar Vadel tidak kehilangan semangatnya untuk berkarya. Mungkin saja, keluarga dapat membantunya mencari cara untuk tetap relevan di dunia dance dengan memanfaatkan berbagai platform digital yang ada, atau setidaknya memberikan informasi terbaru mengenai perkembangan dunia dance agar Vadel tetap merasa terhubung.

Penting untuk dicatat bahwa dukungan keluarga seperti yang ditunjukkan oleh keluarga Vadel Badjideh ini merupakan salah satu pilar utama dalam proses rehabilitasi narapidana. Kunjungan rutin, makanan buatan rumah, dan percakapan yang tulus dapat memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kondisi psikologis narapidana, membantu mereka merasa dicintai, dihargai, dan tidak dilupakan. Hal ini juga dapat mendorong narapidana untuk lebih kooperatif dalam menjalani program pembinaan di lapas dan mempersiapkan diri untuk kembali ke masyarakat dengan mental yang lebih kuat dan positif.

Dalam konteks yang lebih luas, kasus Vadel Badjideh dan bagaimana keluarganya merespons situasi ini juga memberikan gambaran tentang pentingnya peran keluarga dalam menghadapi permasalahan hukum yang melibatkan anggota keluarga. Sikap ikhlas, doa yang tak putus, serta saling support antaranggota keluarga adalah kunci untuk melewati masa-masa sulit. Keluarga Vadel menunjukkan bahwa meskipun menghadapi cobaan berat, mereka tetap bersatu dan saling menguatkan, yang merupakan contoh teladan dalam menghadapi kesulitan hidup.

Meskipun jarak dan kemacetan menjadi kendala, tekad keluarga untuk selalu hadir menemani Vadel patut diapresiasi. Hal ini menunjukkan bahwa cinta dan kepedulian keluarga dapat mengatasi berbagai rintangan. Diharapkan, dengan dukungan penuh dari keluarga, Vadel dapat menjalani masa hukumannya dengan lebih baik, belajar dari kesalahan, dan siap untuk kembali berkarya serta meraih mimpi-mimpinya di masa depan. Kisah ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap individu yang menjalani hukuman, selalu ada keluarga yang setia memberikan dukungan dan harapan.