0

QRIS Tap Jadi Strategi Percepatan Digitalisasi UMKM Nasional

Share

Jakarta – Layanan QRIS Tap diyakini sebagai salah satu instrumen penting dalam mendorong percepatan transformasi digital usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di berbagai daerah, sekaligus menjadi pilar strategis dalam mewujudkan ekosistem ekonomi digital nasional yang inklusif dan berkelanjutan. Sistem pembayaran berbasis sentuhan ini dinilai mampu mempercepat transaksi, meningkatkan keamanan, serta memperluas inklusi keuangan di kalangan pelaku usaha, yang pada gilirannya akan memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan Indonesia.

UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia, menyumbang lebih dari 60% Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap hampir 97% tenaga kerja nasional. Namun, banyak dari mereka masih menghadapi tantangan dalam mengadopsi teknologi digital, terutama dalam sistem pembayaran. Keterbatasan akses terhadap infrastruktur, kurangnya literasi digital, dan kebiasaan transaksi tunai menjadi hambatan utama. Dalam konteks inilah, kehadiran QRIS Tap menjadi solusi yang relevan dan krusial, menawarkan jembatan bagi UMKM untuk beradaptasi dengan era digital secara mudah dan efisien.

Melalui penerapan QRIS Tap, pelaku UMKM dapat menerima pembayaran non-tunai dengan proses yang jauh lebih praktis dan modern tanpa perlu memindai kode QR secara manual. Cukup dengan menempelkan kartu berteknologi NFC, ponsel pintar, atau perangkat lain yang mendukung pada terminal pembayaran, transaksi dapat langsung terselesaikan dalam hitungan detik. Skema ini tidak hanya mempercepat alur transaksi di toko atau gerai, tetapi juga meminimalkan kontak fisik, yang menjadi sangat relevan dalam menjaga standar kesehatan dan kebersihan di era pascapandemi. Selain itu, fitur ini juga mengurangi potensi kesalahan transaksi yang sering terjadi pada pembayaran tunai, seperti kembalian yang tidak sesuai atau uang palsu, sehingga memberikan pengalaman yang lebih nyaman dan aman bagi konsumen maupun pedagang.

Keamanan adalah aspek fundamental dalam setiap sistem pembayaran, dan QRIS Tap dirancang dengan standar keamanan tinggi. Setiap transaksi yang dilakukan melalui QRIS Tap dienkripsi dan diotorisasi, mengurangi risiko penipuan dan kebocoran data. Data transaksi digital juga tercatat secara otomatis, memudahkan UMKM dalam melakukan pembukuan dan analisis penjualan, sebuah keuntungan besar yang seringkali sulit dicapai dengan transaksi tunai. Pencatatan transaksi yang rapi ini juga berpotensi meningkatkan akses UMKM terhadap lembaga keuangan formal, karena riwayat transaksi yang terdokumentasi dengan baik dapat menjadi bukti kredibilitas saat mengajukan pinjaman atau fasilitas permodalan lainnya.

Upaya perluasan adopsi QRIS Tap di kalangan UMKM dilakukan secara masif melalui serangkaian sosialisasi dan implementasi di sembilan kota besar yang menjadi pusat ekonomi dan perdagangan, yakni Makassar, Bandung, Tangerang, Jakarta, Solo, Palembang, Banjarmasin, Bekasi, dan Surabaya. Pemilihan kota-kota ini bukan tanpa alasan; mereka adalah hub regional yang memiliki populasi UMKM yang besar dan dinamis, serta potensi pertumbuhan ekonomi digital yang tinggi. Inisiatif ini mendorong semakin banyak pelaku UMKM untuk mulai beralih ke sistem pembayaran digital sebagai bagian dari modernisasi usaha mereka, tidak hanya untuk bertahan, tetapi juga untuk berkembang dan bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

Kolaborasi antara berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan program ini. Salah satu langkah konkret yang patut dicatat adalah penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kota Bekasi dan Netzme Kreasi Indonesia (Netzme). Kolaborasi ini bertujuan memperkuat ekosistem pembayaran digital di tingkat lokal, mendukung transformasi ekonomi berbasis teknologi, serta menghadirkan transaksi yang lebih aman dan mudah bagi pelaku UMKM, khususnya di sektor fashion dan industri kreatif. Sektor-sektor ini memiliki potensi besar untuk tumbuh pesat dengan dukungan digitalisasi, mengingat karakteristik produknya yang inovatif dan berorientasi pasar.

CEO Netzme Vicky Ganda Saputra mengatakan, penerapan QRIS Tap di berbagai kota diharapkan dapat membentuk kebiasaan baru di kalangan UMKM dalam menerima pembayaran non-tunai. "Kami sangat optimis bahwa inisiatif ini akan menjadi katalisator perubahan perilaku transaksi. Kami berharap event ini menjadi salah satu sarana sosialisasi yang efektif sekaligus mendorong terciptanya tren positif di kalangan pelaku usaha dalam menerima pembayaran non-tunai sebagai bagian dari gaya transaksi modern dan efisien," kata Vicky, seperti dikutip pada Sabtu (7/2/2026). Ia menambahkan bahwa perubahan kebiasaan ini tidak hanya soal teknologi, tetapi juga tentang mindset kewirausahaan yang lebih adaptif dan visioner.

Selain QRIS Tap, Netzme bersama Hijra Bank juga memperkenalkan QRIS Soundbox Syariah (Bilal) sebagai perangkat pendukung transaksi digital bagi UMKM. Perangkat inovatif ini menghadirkan notifikasi suara transaksi secara real-time setiap kali pembayaran berhasil dilakukan. Fitur ini sangat membantu para pedagang yang sibuk atau memiliki banyak pelanggan, karena memastikan kejelasan pembayaran tanpa perlu terus-menerus memeriksa layar ponsel. Hal ini meminimalkan kesalahan, serta meningkatkan rasa aman dan kepercayaan dalam bertransaksi, baik bagi penjual maupun pembeli. Kehadiran elemen Syariah melalui kolaborasi dengan Hijra Bank juga memberikan nilai tambah bagi UMKM yang mengedepankan prinsip-prinsip ekonomi Islam, memperluas daya tarik dan jangkauan solusi digital ini.

Penerapan QRIS Tap dan perangkat pendukung seperti QRIS Soundbox Syariah (Bilal) diharapkan dapat terus meningkatkan tingkat digitalisasi UMKM di berbagai daerah, memperkuat efisiensi operasional, serta membantu pelaku usaha lokal beradaptasi dengan ekosistem ekonomi digital yang semakin berkembang. Digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan untuk memastikan keberlanjutan dan daya saing UMKM di masa depan. Dengan adopsi teknologi pembayaran digital yang lebih luas, UMKM akan lebih mudah menjangkau pasar yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun global, serta mengelola keuangan mereka dengan lebih profesional.

Sebagai konteks, sosialisasi penggunaan QRIS Tap kepada UMKM dilakukan dalam rangkaian Nusantara Modest Fashion Festival (NumoFest) 2026. Festival ini adalah platform strategis yang digelar di sembilan kota dan melibatkan lebih dari 300 pelaku UMKM, khususnya di sektor fashion. NumoFest bukan hanya ajang pameran produk, tetapi juga menjadi "laboratorium hidup" di mana UMKM dapat secara langsung merasakan dan mengimplementasikan teknologi pembayaran digital. Melalui acara seperti ini, edukasi dan demonstrasi penggunaan QRIS Tap menjadi lebih interaktif dan mudah dipahami, mempercepat proses adopsi di kalangan pelaku usaha.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono menilai digitalisasi, termasuk dalam sistem pembayaran, merupakan fondasi penting bagi penguatan ekonomi kreatif daerah. "Pemerintah Kota Bekasi berkomitmen untuk terus mendukung tumbuhnya industri kreatif, khususnya sektor fashion, agar mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun global," ungkapnya. Tri Adhianto menekankan bahwa digitalisasi memungkinkan pelaku ekonomi kreatif untuk tidak hanya memproduksi, tetapi juga memasarkan produk mereka secara lebih luas dan efisien, membuka akses ke konsumen yang sebelumnya sulit dijangkau. Dengan demikian, QRIS Tap tidak hanya sekadar alat pembayaran, melainkan sebuah instrumen pemberdayaan ekonomi yang holistik.

Bank Indonesia, sebagai regulator sistem pembayaran, juga terus mendorong perluasan penggunaan QRIS di seluruh Indonesia, menargetkan jutaan merchant dan pengguna baru setiap tahunnya. Kehadiran QRIS Tap adalah evolusi dari standar QRIS yang telah ada, menunjukkan komitmen terhadap inovasi dan kenyamanan bertransaksi. Dengan dukungan dari pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan penyedia teknologi seperti Netzme, strategi percepatan digitalisasi UMKM melalui QRIS Tap ini diharapkan dapat mencapai target ambisius, menciptakan ekosistem bisnis yang lebih tangguh, efisien, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Transformasi digital UMKM melalui QRIS Tap bukan hanya tentang kemudahan transaksi, tetapi tentang membangun masa depan ekonomi Indonesia yang lebih kuat dan berdaya saing.