BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Menjelma menjadi ayah dari dua permata hati, Ameena Hanna Nur Atta dan Azura, Atta Halilintar semakin memancarkan aura kebapakannya yang kuat. Suami dari selebritas kenamaan Aurel Hermansyah ini tak sungkan mengungkapkan kebahagiaannya dalam mengemban peran sebagai ayah. Dedikasinya tak terbatas, ia rela melakukan apa pun demi kebahagiaan dan perkembangan kedua putrinya. Dalam sebuah kesempatan wawancara santai, Atta membagikan kunci rahasia di balik terjalinnya kedekatan yang erat dengan anak-anaknya, meskipun kesibukannya seringkali menyita waktu. Di tengah hiruk pikuk proyek internasional yang terus berdatangan, Atta justru menemukan kepuasan terbesar dalam momen-momen sederhana bermain bersama buah hatinya.
Salah satu momen yang paling sering terjadi dan selalu mengundang gelak tawa adalah ketika Atta menjadi "korban" tak terduga dari imajinasi kreatif Ameena, yang kini tengah gandrung-gandrungnya bermain rias. Dengan senyum lebar yang menghiasi wajahnya, Atta menceritakan pengalamannya yang kerap kali menjadi kanvas dadakan bagi Ameena untuk mengekspresikan bakat meriasnya. "Aku sih lebih suka makan bareng ataupun nemenin main sih. Di-makeup-in sama dia. Iya, suka di-makeup-in cemong-cemong," ujar Atta dengan nada riang sambil tertawa lepas ketika dijumpai di Studio Brownis TransTV, kawasan Kapten P Tendean, Jakarta Selatan, pada Jumat, 6 Februari 2026.
Kejadian lucu dan manis ini tak hanya menjadi milik Atta dan Ameena, tetapi juga ikut diramaikan oleh celotehan menggemaskan Ameena yang seolah tak mau kalah bersaing dengan sang ayah dalam menjawab pertanyaan para pewarta. Dengan gaya khasnya yang begitu memikat hati, Ameena secara spontan mengungkapkan cita-citanya yang ingin mengikuti jejak sang nenek tercinta, Kris Dayanti, yang akrab disapa Gemmi. Sebuah dialog ringan pun terjadi, "Kenapa suka sama Gemmi?" tanya Atta kepada Ameena, yang disambut dengan jawaban polos sang putri, "Karena Gemmi cantik."
Tak berhenti di situ, Ameena dengan keberanian khas anak-anak secara tegas memotong percakapan sang ayah untuk mengutarakan ambisinya yang mulai terbentuk. "Papa, aku tuh pengin. Aku tuh pengen jadi artis," celetuk Ameena dengan penuh keyakinan, yang sontak membuat suasana wawancara semakin hangat dan penuh tawa. Pernyataan Ameena ini tentu saja bukan hanya sekadar impian sesaat, tetapi juga cerminan dari lingkungan yang penuh dengan figur publik dan dunia hiburan yang ia saksikan sehari-hari.
Menghadapi dua anak perempuan yang masih dalam tahap tumbuh kembang pesat, Atta memiliki strategi jitu untuk memastikan bahwa tidak ada satu pun dari mereka yang merasa diabaikan atau dianaktirikan. Salah satu pendekatan paling efektif yang ia terapkan adalah dengan menyatukan lokasi pendidikan Ameena dan Azura. "Cara bagi perhatiannya sih sekolahnya aku satuin. Jadi biar nganternya bareng, ada kegiatan bareng, semuanya bareng," jelas Atta. Dengan demikian, waktu yang dihabiskan untuk mengantar dan menjemput anak-anak menjadi momen kebersamaan yang lebih berkualitas, serta kegiatan sekolah yang terintegrasi memungkinkan mereka untuk berbagi pengalaman dan bermain bersama, mengurangi potensi kecemburuan.
Lebih jauh, Atta menambahkan bahwa pentingnya konsistensi dalam memberikan perhatian dan kasih sayang kepada kedua buah hatinya. Ia berupaya untuk selalu hadir dalam setiap momen penting, baik dalam kegiatan sehari-hari maupun acara-acara khusus. Keterlibatan aktifnya dalam permainan, sesi belajar, dan bahkan momen-momen sederhana seperti makan bersama, menjadi fondasi kuat bagi hubungan emosional yang sehat antara dirinya dan anak-anak. Ia juga sangat memperhatikan perkembangan masing-masing anak, mengenali minat dan bakat unik mereka, serta mendukungnya dengan tulus.
Dalam konteks dunia digital yang semakin mendominasi, Atta juga menyadari pentingnya memberikan edukasi yang tepat kepada anak-anaknya mengenai penggunaan teknologi. Meskipun ia seringkali menjadi subjek konten yang dibuat oleh anak-anaknya, ia juga berusaha untuk mengajarkan batasan dan pentingnya privasi. "Kita harus bijak dalam membagikan momen, apalagi ini kan dunia maya. Tapi ya dinikmati saja, selama mereka senang dan tidak membahayakan," ungkapnya. Ia juga tak menutup kemungkinan bahwa di masa depan, anak-anaknya bisa saja memiliki akun media sosial sendiri, namun dengan pengawasan ketat dari orang tua.
Menutup perbincangan hangat tersebut, Atta sempat melontarkan sebuah candaan yang menyiratkan bahwa dinamika keluarga mereka tidak hanya terbatas pada kecemburuan anak-anak. Ia mengakui, dengan nada bercanda, bahwa terkadang sang istri, Aurel Hermansyah, juga bisa merasa cemburu apabila ia terlalu tenggelam dalam kesibukan dan kurang memberikan perhatian. Hal ini menunjukkan bahwa dalam keluarga Atta dan Aurel, komunikasi terbuka dan perhatian satu sama lain menjadi kunci utama dalam menjaga keharmonisan rumah tangga.
Kisah Atta Halilintar ini memberikan gambaran yang menarik tentang bagaimana seorang figur publik dapat menyeimbangkan kehidupan profesional yang intens dengan peran penting sebagai orang tua. Ia menunjukkan bahwa kesuksesan dalam karier tidak harus mengorbankan kehangatan dan kedekatan keluarga. Justru, momen-momen sederhana seperti menjadi "korban" kreativitas anak atau sekadar menemani bermain, dapat menjadi sumber kebahagiaan dan pengingat akan arti pentingnya keluarga. Pengalamannya ini bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang tua, terutama yang memiliki kesibukan tinggi, untuk tetap menemukan cara-cara kreatif dalam membangun ikatan yang kuat dengan anak-anak mereka.
Lebih jauh lagi, Atta Halilintar juga tak jarang berbagi momen edukatif melalui platform media sosialnya. Ia kerap kali memposting video-video singkat yang menunjukkan bagaimana ia mengajarkan nilai-nilai positif kepada Ameena dan Azura, seperti pentingnya berbagi, menghargai orang lain, dan bersikap sopan. Edukasi ini disampaikan dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami oleh anak-anak, sehingga proses belajar menjadi lebih efektif dan menyenangkan. Ia percaya bahwa pembentukan karakter anak harus dimulai sejak dini, dan peran orang tua sangatlah krusial dalam proses tersebut.
Atta juga sangat mendukung impian Ameena untuk menjadi seorang artis. Ia memahami bahwa setiap anak memiliki bakat dan minat yang berbeda, dan tugas orang tua adalah memberikan dukungan penuh untuk mewujudkan potensi terbaik mereka. "Kalau memang itu passion-nya, kita dukung. Yang penting dia happy dan bisa mengeksplorasi dirinya," ujar Atta. Namun, ia juga menekankan pentingnya keseimbangan antara mengejar impian dan tetap fokus pada pendidikan formal. Ia berencana untuk memastikan bahwa Ameena tetap mendapatkan pendidikan yang layak, sembari mengeksplorasi dunia seni peran atau hiburan.
Dalam upaya menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan keluarga, Atta Halilintar seringkali mengintegrasikan kegiatan keluarganya ke dalam konten digitalnya. Hal ini bukan hanya sebagai cara untuk berbagi kebahagiaan dengan penggemarnya, tetapi juga sebagai bentuk dokumentasi perjalanan tumbuh kembang anak-anaknya. Ia menyadari bahwa banyak penggemar yang mengikuti perjalanan keluarganya, dan mereka pun turut merasakan kebahagiaan melalui momen-momen yang dibagikan. Namun, ia tetap berhati-hati dalam memilih konten yang dibagikan, memastikan bahwa privasi keluarga tetap terjaga.
Kehidupan Atta Halilintar sebagai ayah muda dari dua anak perempuan ini menjadi bukti nyata bahwa komitmen, kreativitas, dan cinta adalah kunci utama dalam membangun keluarga yang harmonis dan bahagia. Ia tak pernah berhenti belajar dan beradaptasi dengan peran barunya, senantiasa berusaha memberikan yang terbaik bagi Ameena dan Azura. Pasrahnya ia menerima "korban" kreativitas anak-anaknya justru menunjukkan betapa besar cintanya dan betapa ia menikmati setiap momen berharga bersama buah hatinya, menjadikan setiap tantangan sebagai peluang untuk mempererat ikatan keluarga.

