0

Onic Sebut Skylar dan Savero Absen di MPL ID S17, Penggantinya?

Share

Perjalanan tim raksasa Mobile Legends: Bang Bang, Onic Esports, menuju MPL ID Season 17 dipastikan akan diwarnai oleh perubahan signifikan dalam roster mereka. Pengumuman mengejutkan datang dari manajemen tim berjuluk "Landak Kuning" ini, yang mengonfirmasi absennya dua goldlaner andalan mereka, Schevenko David Tendean alias Skylar dan Clayton Adrielo Kuswanto alias Savero. Kabar ini sontak menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar esports Mobile Legends, mengingat peran krusial kedua pemain tersebut dalam strategi Onic di musim-musim sebelumnya. Namun, di tengah kehilangan tersebut, Onic juga telah menyiapkan amunisi baru yang tak kalah menarik untuk menghadapi kerasnya persaingan di liga profesional tertinggi Mobile Legends Indonesia.

CEO Onic Esports, Justin Widjaja, dalam sebuah sesi pengumuman pemain baru yang diselenggarakan di Onic Super Training Facility pada Jumat, 6 Februari 2026, menjelaskan alasan di balik absennya kedua pemain tersebut. Untuk Savero, Justin mengungkapkan bahwa sang pemain gagal dalam proses trial yang ketat untuk masuk ke dalam roster MPL ID S17. Hal ini menunjukkan betapa tingginya standar dan kompetisi internal di tubuh Onic, di mana setiap pemain harus membuktikan kemampuannya secara konsisten untuk mengamankan tempat di tim utama. Keputusan ini, meskipun berat, adalah bagian dari dinamika profesional esports yang menuntut performa puncak dan adaptasi tanpa henti.

Sementara itu, absennya Skylar, salah satu ikon dan pemain veteran Onic, disebabkan oleh keputusannya untuk rehat dari panggung kompetitif. "Untuk season kali ini, beliau (Skylar) memutuskan untuk rehat. Berapa lamanya kita mungkin belum tahu ya. Mungkin seperti yang sudah saya bilang, untuk alasan pribadi bisa ditanyakan langsung ke Skylar-nya," terang Justin. CEO Onic tersebut hanya bisa memberikan asumsi terkait alasan rehatnya Skylar, yang kemungkinan besar berhubungan dengan statusnya sebagai kepala keluarga dan juga jadwal yang sangat padat yang telah ia jalani selama setengah tahun terakhir. Tekanan mental dan fisik yang dihadapi oleh seorang atlet esports profesional memang sangat tinggi, membutuhkan dedikasi penuh dan energi yang terkuras habis. Rehat menjadi pilihan yang bijak untuk menjaga keseimbangan hidup dan memulihkan diri.

Justin Widjaja juga menegaskan komitmen Onic terhadap Skylar, menyatakan bahwa keputusan rehat ini diterima sepenuhnya oleh manajemen. "Jadi kita sangat menerima apapun keputusannya dia. Dan juga Skylar akan tetap menjadi bagian dari Onic. Bukan artinya rehat lalu keluar, nggak," tegas Justin, memberikan ketenangan kepada para penggemar bahwa Skylar tetaplah bagian dari keluarga besar Onic Esports, meskipun tidak aktif bermain di MPL ID S17. Kehadiran Skylar sebagai salah satu pilar utama Onic telah meninggalkan jejak yang dalam, membawa tim meraih berbagai gelar juara dan menjadi salah satu goldlaner paling dihormati di scene Mobile Legends Indonesia. Absennya ia tentu akan menciptakan dinamika baru yang menarik untuk disaksikan.

Posisi goldlaner dalam Mobile Legends: Bang Bang adalah salah satu peran paling krusial dalam tim. Seorang goldlaner bertanggung jawab untuk mengamankan gold sebanyak mungkin di early game, melakukan split push, serta menjadi damage dealer utama di late game. Kemampuan farming yang efisien, positioning yang tepat dalam teamfight, dan mekanik individu yang tinggi adalah kunci sukses di posisi ini. Kehilangan dua pemain di posisi vital ini tentu menjadi tantangan besar bagi Onic, namun di sisi lain, juga membuka peluang bagi talenta-talenta baru untuk bersinar dan membuktikan diri.

Menanggapi kekosongan yang ada, Onic Esports tidak tinggal diam. Bersamaan dengan pengumuman absennya Skylar dan Savero, Onic juga secara resmi memperkenalkan dua pemain baru yang akan memperkuat roster mereka di MPL ID S17. Mereka adalah Sam Salomo Hosyo alias Samuel dan Grant Duane Pillas alias Kelra. Kedua nama ini membawa angin segar dan ekspektasi tinggi dari para penggemar.

Samuel bukanlah wajah baru sepenuhnya di ekosistem Onic. Ia merupakan mantan pemain Onic Prime, tim Mobile Legends divisi dua Onic. Perjalanan Samuel dari tim feeder ke tim utama merupakan bukti nyata dari sistem pembinaan talenta yang efektif di Onic. Sebelumnya, Samuel dikenal sebagai roamer hebat di Onic Prime. Perannya di tim utama Onic nanti akan sangat dinantikan, apakah ia akan mempertahankan posisinya sebagai roamer atau mungkin akan mengisi kekosongan di goldlane dengan adaptasi role. Kehadirannya menunjukkan bahwa Onic selalu siap untuk mempromosikan pemain dari internal yang telah terbukti kemampuannya.

Sementara itu, Kelra adalah nama yang tidak asing lagi di kancah Mobile Legends internasional. Berasal dari Filipina, Kelra sebelumnya membela Onic PH, tim Mobile Legends Onic di Filipina. Ia adalah seorang goldlaner yang memiliki reputasi mentereng, dikenal dengan mekanik tinggi, agresivitas, dan kemampuan carry yang luar biasa. Kelra diklaim sebagai pemain yang telah mengukir sejarah dengan meraih gelar Final Most Valuable Player (FMVP) di dua turnamen besar, yaitu MPL dan MSC, serta menjadi figur penting dalam ajang M Series. Rekam jejaknya ini menjadikannya salah satu pemain paling disegani dari Filipina, yang dikenal sebagai salah satu region terkuat di dunia Mobile Legends.

Kepindahan Kelra ke Onic ID menjadi salah satu transfer paling mengejutkan dan menarik perhatian di musim ini. Kelra sendiri mengungkapkan motivasinya untuk bergabung dengan Onic ID. Ia mengaku sangat ingin bermain bersama para punggawa Onic yang sudah dikenal sebagai "Kage" atau inti tim, seperti Kairi, Kiboy, Sanz, dan pemain lainnya. Impian untuk berkolaborasi dengan talenta-talenta kelas dunia ini menjadi pendorong utamanya. Selain itu, Kelra juga memiliki keinginan pribadi untuk belajar bahasa dan budaya baru, khususnya Bahasa Indonesia. Ini menunjukkan komitmennya untuk beradaptasi penuh dengan lingkungan baru dan menyatu dengan tim. Ia pun berharap, kedatangannya di Onic ID dapat membuat tim menjadi lebih kuat dan mampu meraih lebih banyak prestasi.

Kedatangan Kelra juga mengingatkan pada suksesnya transfer Kairi dari Filipina ke Indonesia beberapa musim lalu. Kairi berhasil beradaptasi dengan cepat, menjadi salah satu jungler terbaik di MPL ID, dan membawa Onic meraih berbagai gelar juara, termasuk piala MPL dan MSC. Kesuksesan Kairi menjadi preseden positif bagi Kelra, menunjukkan bahwa transfer pemain dari Filipina ke Indonesia bisa sangat berhasil jika diiringi dengan adaptasi dan kerja keras. Tantangan bahasa dan budaya tentu akan ada, namun semangat Kelra untuk belajar dan dukungan dari rekan setimnya diharapkan dapat mempercepat proses adaptasi ini.

Dengan komposisi roster yang mengalami perombakan ini, Onic Esports akan menghadapi MPL ID S17 dengan tantangan dan harapan baru. Kehilangan Skylar dan Savero adalah pukulan, namun kehadiran Samuel dan Kelra membawa potensi dan kekuatan yang tidak kalah menjanjikan. Pertanyaan besar yang kini mengemuka adalah bagaimana chemistry tim akan terbentuk dengan cepat, terutama dengan Kelra yang harus beradaptasi dengan lingkungan baru. Bagaimana Onic akan memanfaatkan agresivitas dan mekanik tinggi Kelra di goldlane, serta peran Samuel dalam strategi tim, akan menjadi kunci performa mereka.

Para penggemar Onic Esports kini menatap MPL ID S17 dengan perasaan campur aduk; ada rasa sedih atas kepergian sementara idola mereka, Skylar, namun juga ada kegembiraan dan antusiasme yang besar untuk menyaksikan aksi para pemain baru. Ekspektasi terhadap Onic selalu tinggi, mengingat status mereka sebagai salah satu tim terkuat dan peraih gelar juara berulang kali. Musim ini akan menjadi ujian sejati bagi kedalaman roster dan kemampuan adaptasi manajemen serta para pemain. Akankah "Landak Kuning" mampu mempertahankan dominasi mereka dengan formasi baru ini? Hanya waktu yang akan menjawabnya ketika panggung MPL ID S17 resmi bergulir, menghadirkan pertarungan sengit di setiap pertandingan.