BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Komedian kondang Aden Bajaj baru-baru ini sukses mencuri perhatian publik, bahkan menjadi viral di berbagai platform media sosial. Momen langka ini terjadi ketika Aden tampil gagah di atas panggung catwalk, tidak sendiri, melainkan menggandeng erat tangan putri sulungnya yang menggemaskan, Shaka. Keduanya tampak begitu kompak dan serasi dalam balutan busana muslim modern, menciptakan pemandangan yang tak hanya memukau, tetapi juga sarat akan kehangatan hubungan ayah dan anak. Video penampilan mereka yang diunggah ke berbagai media sosial sontak dibanjiri pujian dan komentar positif dari warganet yang mengaku gemas melihat interaksi manis keduanya. Namun, di balik senyum bahagia dan pose harmonis yang terpancar di hadapan kamera, tersimpan sebuah cerita yang tak kalah menarik dan justru lebih mengundang gelak tawa.
Aden Bajaj, dengan khas tawanya yang renyah, membocorkan alasan sebenarnya di balik aksi bergandengan tangan erat dengan sang putri di atas catwalk. Jauh dari kesan semata-mata ingin membangun chemistry romantis antara ayah dan anak, atau sekadar mengikuti arahan konsep acara, ternyata ada motif yang jauh lebih kocak dan praktis. "Jadi kita digandeng itu sebenernya untuk ngerem dia jalan," ungkap Aden Bajaj dengan nada santai saat ditemui awak media di Studio Brownis TransTV, kawasan Kapten P Tendean, Jakarta Selatan, pada Kamis (5/2/2026). Pengakuan ini sontak membuat suasana wawancara menjadi semakin cair dan menghibur, menunjukkan sisi lain dari sosok komedian yang dikenal selalu bisa membuat orang tertawa.
Lebih lanjut, Aden menceritakan pengalaman lucu yang ia alami saat gladi resik (GR) atau latihan menjelang penampilan sebenarnya. Menurut penuturannya, jika tidak ada pegangan tangan dari dirinya, Shaka akan bergerak dengan kecepatan yang luar biasa, seolah-olah sedang mengikuti lomba lari maraton. "Karena kalau dilepas, dia jalannya cepet banget. Karena pas GR itu dia jalannya cepet banget, sret sret sret.. wusss. Kalau gak digandeng, dia duluan. Lari dia," cerita Aden sambil tertawa terbahak-bahak, membayangkan kembali tingkah polah putrinya yang penuh energi. Gaya berjalan Shaka yang sangat cepat itu tentu saja berpotensi mengacaukan irama dan alur penampilan di catwalk, sehingga aksi bergandengan tangan erat ini menjadi solusi "darurat" yang jenaka.
Namun, kelucuan momen tersebut tidak hanya berhenti pada tingkah laku Shaka di atas catwalk. Ternyata, di balik penampilan yang terlihat percaya diri dan luwes, Shaka sempat merasakan kegugupan yang cukup besar. Rasa gugup ini justru memicu perilaku unik Shaka di belakang panggung. "Aku sih gak duduk ya, soalnya kalau saya duduk aku sakit perut," kata Shaka dengan polosnya saat ditanya tentang persiapannya sebelum naik panggung. Ungkapan polos Shaka ini lagi-lagi mengundang tawa. Aden pun menimpali dengan menjelaskan kondisi putrinya, "Jadi berdiri terus sama ngemil. Emang kursinya ketinggian buat dia," tambahnya, memberikan konteks tambahan atas kegugupan yang dirasakan Shaka. Kenyataan bahwa kursi di belakang panggung terlalu tinggi baginya bisa jadi menambah rasa tidak nyaman dan kegugupannya.
Keunikan Shaka semakin terlihat ketika ia mengaku menghafal sebuah doa yang justru tidak sesuai dengan konteks situasi yang sedang dihadapinya. Saking gugupnya, Shaka justru melantunkan doa yang lebih cocok untuk momen pidato. "Dia selalu baca apa Kak? Rabbishrahli sadri… Itu mah buat ngomong pidato! Bukan buat jalan!" ledek Aden sambil terkekeh, disambut tawa renyah dari Shaka dan juga awak media yang hadir. Potongan doa "Rabbishrahli sadri" memang sering diucapkan ketika seseorang hendak berbicara di depan umum atau menyampaikan pidato, yang jelas sangat berbeda dengan situasi berjalan di catwalk. Momen ini semakin menegaskan betapa natural dan menggemaskannya interaksi antara Aden dan Shaka, menunjukkan hubungan yang penuh canda dan kasih sayang.
Meskipun terdapat berbagai momen kocak dan tingkah polah yang menggemaskan, Aden dan istrinya, Shinta, mengungkapkan rasa bangga yang luar biasa terhadap keberanian dan kepercayaan diri Shaka. Mengatasi rasa gugup dan tampil di depan banyak orang bukanlah hal yang mudah, terutama bagi anak seusianya. Keberanian Shaka dalam menghadapi tantangan ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi kedua orang tuanya.
Lebih menarik lagi, Shaka sendiri mengaku sangat menikmati pengalamannya di dunia hiburan. Pengalaman pertama di catwalk ini rupanya membuatnya ketagihan dan memunculkan keinginan besar untuk terus berkarier di industri entertainment. "Seneng banget sih. Pengennya sih main film ya. Kalau gak main film, catwalk deh," tutup Shaka dengan senyum sumringah. Pernyataan Shaka ini menunjukkan antusiasme dan bakat alami yang mungkin terpendam dalam dirinya. Keinginannya untuk bermain film atau kembali melenggang di catwalk menandakan bahwa ia memiliki potensi untuk mengikuti jejak ayahnya di dunia hiburan. Kemungkinan besar, kita akan melihat lebih banyak aksi menggemaskan dan bakat Shaka di masa mendatang.
Peristiwa ini tidak hanya menjadi sorotan karena kelucuan dan kekompakan ayah dan anak, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya momen-momen sederhana namun berharga dalam keluarga. Di tengah hiruk pikuk dunia hiburan, Aden Bajaj berhasil menunjukkan sisi kebapakannya yang hangat dan jenaka, menciptakan kenangan indah bersama putrinya yang akan selalu dikenang. Keberanian Shaka di atas panggung, meski diwarnai kegugupan yang menggemaskan, adalah bukti bahwa dukungan orang tua dapat membantu anak mengembangkan potensi diri dan mengatasi rasa takut. Antusiasme Shaka untuk terjun ke dunia hiburan juga membuka peluang baru bagi tumbuh kembangnya, dan tentu saja, akan menjadi tontonan yang menghibur bagi publik. Kejadian ini membuktikan bahwa terkadang, alasan di balik sebuah aksi yang terlihat sempurna justru terletak pada kesederhanaan dan humor yang tak terduga.

