0

CEO Al Hilal Sindir Ronaldo soal Transfer Benzema: "Kami Klub Paling Kuat dan Populer di Arab Saudi"

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Situasi panas mewarnai persepakbolaan Arab Saudi pasca kepindahan megabintang Karim Benzema dari Al Ittihad ke Al Hilal. Kabar yang beredar menyebutkan bahwa Cristiano Ronaldo, kapten Al Nassr, merasa tidak senang dengan transfer tersebut dan bahkan menentangnya. Ketegangan ini semakin memanas dengan adanya sindiran tajam dari CEO Al Hilal, Esteve Calzada, yang secara tidak langsung menyoroti keunggulan klubnya dibandingkan dengan Al Nassr.

Transfer Benzema ke Al Hilal diumumkan secara resmi pada Selasa, 3 Januari 2026. Bomber asal Prancis yang baru saja memenangkan Ballon d’Or ini dikontrak selama 1,5 tahun oleh "The Blue Waves". Kepindahan ini sontak menimbulkan polemik dan perdebatan sengit, terutama di kalangan penggemar sepak bola Arab Saudi. Ronaldo, yang merupakan mantan rekan setim Benzema di Real Madrid, dikabarkan menentang upaya perekrutan ini.

Sumber terpercaya menyebutkan bahwa Ronaldo merasa transfer Benzema ke Al Hilal akan mengganggu keseimbangan kompetisi Liga Arab Saudi. Ia khawatir bahwa dengan bergabungnya pemain sekaliber Benzema ke Al Hilal, persaingan untuk memperebutkan gelar juara akan semakin berat sebelah. Lebih lanjut, Ronaldo juga menuding Public Investment Fund (PIF), selaku pemilik saham mayoritas Al Hilal dan Al Nassr, menunjukkan keberpihakan terhadap Al Hilal. Hal ini didasari oleh fakta bahwa Al Hilal menjadi tim yang paling aktif dalam bursa transfer musim dingin kali ini, dengan mendatangkan tujuh pemain baru. Angka ini sangat kontras dengan Al Nassr yang sejauh ini baru berhasil merekrut satu pemain.

Ketidakpuasan Ronaldo tidak hanya sebatas ucapan. Kekecewaan tersebut bahkan terlihat jelas saat Al Nassr menghadapi Al Riyadh, di mana ia memilih untuk mogok bermain. Puncaknya, Ronaldo memutuskan untuk meninggalkan Arab Saudi dan pulang kampung ke Portugal, sebuah langkah yang semakin mengindikasikan ketegangan yang terjadi.

Menanggapi kekecewaan dan sindiran dari Ronaldo, CEO Al Hilal, Esteve Calzada, memberikan tanggapan yang cukup provokatif. Ia secara tegas menyatakan bahwa kepindahan Benzema ke klubnya adalah sebuah keputusan yang tepat. Calzada mengklaim bahwa Al Hilal adalah klub terbaik di Arab Saudi, dan hal ini menjadi daya tarik utama bagi pemain sekaliber Benzema.

"Anda harus bertanya padanya (Ronaldo)," ujar Calzada dengan nada santai namun penuh makna, dilansir dari Mundo Deportivo. "Kami diberi kesempatan unik karena kami sedang mencari seorang striker, dan Benzema adalah pemenang Ballon d’Or serta memiliki bakat yang spektakuler."

Calzada melanjutkan, menekankan bahwa Benzema tidak perlu beradaptasi dengan liga Arab Saudi, yang merupakan keuntungan tersendiri bagi Al Hilal. "Ini berjalan sempurna bagi kami, dan kami sudah melihat manfaatnya secara komersial," tambahnya. Ia juga menegaskan bahwa perekrutan Benzema bukan hanya semata-mata karena kebutuhan olahraga, tetapi juga merupakan bagian dari strategi untuk memaksimalkan potensi klub.

"Meskipun perekrutan ini dilakukan karena kebutuhan olahraga, kami telah berupaya untuk memaksimalkan potensinya. Tidak mengejutkan saya bahwa Benzema memilih Al-Hilal karena kami adalah klub paling kuat dan populer di Arab Saudi," tegas Calzada, menyiratkan superioritas Al Hilal atas klub-klub lain, termasuk Al Nassr yang dibela Ronaldo.

Pernyataan Calzada ini semakin mempertegas persepsi adanya persaingan sengit antara Al Hilal dan Al Nassr, yang kini tidak hanya terjadi di lapangan hijau, tetapi juga merambah ke ranah administratif dan personal. Kehadiran dua megabintang dunia, Ronaldo dan Benzema, di liga yang sama memang menjanjikan tontonan menarik, namun juga membuka potensi konflik dan rivalitas yang semakin memanas.

Dampak dari persaingan ini tidak hanya dirasakan oleh para pemain, tetapi juga oleh para penggemar yang terpecah belah dalam mendukung klub favorit mereka. Liga Arab Saudi yang sebelumnya mungkin hanya dikenal di kalangan penggemar sepak bola lokal, kini menjadi sorotan dunia berkat kehadiran bintang-bintang besar. Namun, di balik gemerlapnya, tersimpan rivalitas yang semakin mendalam, yang dipicu oleh ambisi masing-masing klub untuk mendominasi.

Kembalinya Ronaldo ke Portugal, meskipun hanya sementara, menjadi indikasi awal bahwa situasi ini belum akan mereda dalam waktu dekat. Pertanyaan besar kini tertuju pada bagaimana Ronaldo akan bereaksi terhadap sindiran Calzada dan bagaimana ia akan memimpin Al Nassr dalam menghadapi tantangan dari Al Hilal yang semakin memperkuat skuadnya. Apakah ini akan menjadi awal dari era baru persaingan sengit di sepak bola Arab Saudi, ataukah akan ada upaya rekonsiliasi di antara kedua belah pihak? Waktu yang akan menjawab.

Sementara itu, Al Hilal dengan percaya diri terus membangun kekuatan timnya. Kehadiran Benzema diharapkan dapat memberikan dimensi baru dalam lini serang mereka, sekaligus menjadi magnet bagi para penggemar baru. Strategi Al Hilal yang terkesan agresif dalam mendatangkan pemain bintang ini, dikombinasikan dengan pernyataan tegas dari CEO-nya, menunjukkan ambisi besar untuk menjadi kekuatan dominan di sepak bola Asia, bahkan mungkin di panggung dunia.

Perkembangan lebih lanjut dari situasi ini tentu akan terus menjadi perhatian para pecinta sepak bola. Konflik antara Ronaldo dan Al Hilal, yang kini semakin diperkeruh oleh sindiran CEO Al Hilal, menjadi bumbu penyedap yang menarik dalam kompetisi Liga Arab Saudi. Ini adalah bukti bahwa sepak bola, selain sebagai ajang olahraga, juga sarat dengan drama, intrik, dan persaingan yang tak terduga. Masa depan sepak bola Arab Saudi kini semakin cerah, namun juga diwarnai oleh ketegangan yang menarik untuk disaksikan.