BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Cobaan seolah tak henti-hentinya menerjang hidup Inara Rusli. Belum usai sengketa hak asuh anak yang pelik dengan mantan suaminya, Virgoun, kini kabar mengejutkan kembali menghampiri ranah pribadinya. Hubungannya dengan Insanul Fahmi, yang sempat digadang-gadang menjadi sandaran dan pendampingnya, dikabarkan berada di ujung tanduk. Sumber informasi menyebutkan bahwa Insanul Fahmi dikabarkan memiliki niat kuat untuk kembali merajut rumah tangga dengan istri pertamanya, Wardatina Mawa. Hal ini tentu saja menimbulkan spekulasi dan kekhawatiran mendalam bagi Inara Rusli, yang tengah berjuang dalam berbagai aspek kehidupan.
Daru Quthny, kuasa hukum Inara Rusli, memberikan pernyataan resmi yang mengkonfirmasi keretakan dalam hubungan kliennya dengan Insanul Fahmi. Menurut Daru, komunikasi antara Inara Rusli dan Insanul Fahmi sudah tidak lagi sehangat dan seerat dulu. Pemicunya utama adalah adanya keinginan yang kuat dari pihak Insanul Fahmi untuk memperbaiki hubungan dan kembali bersama Wardatina Mawa. Keputusan ini, meskipun terkesan kompleks dari sudut pandang Inara, dipandang wajar oleh Daru Quthny mengingat status hukum Insanul Fahmi yang masih terikat secara sah sebagai suami dari Wardatina Mawa. "Insanul itu ingin kembali ke Mawa seperti itu. Ya kan mereka kan suami istri, suami istri yang sudah punya buku nikah. Jadi wajar-wajar saja mereka memang sampai saat ini masih suami istri," ujar Daru Quthny dalam konferensi pers yang diselenggarakan di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, pada hari Rabu, 4 Februari 2026.
Status pernikahan Insanul Fahmi yang masih terikat secara hukum dengan Wardatina Mawa menjadi ganjalan besar dan fondasi yang rapuh bagi posisi Inara Rusli dalam hubungan mereka. Fakta ini tidak hanya menciptakan ketidakpastian, tetapi juga secara signifikan memengaruhi dinamika hubungan mereka. Semakin jarang terlihat bersama di depan publik, keduanya seolah memberikan sinyal adanya jarak yang semakin lebar. Bukti nyata dari renggangnya hubungan ini terlihat jelas dalam berbagai tekanan hukum yang dihadapi Inara Rusli belakangan ini. Dalam menghadapi berbagai proses dan persidangan yang menguras energi dan emosi, Inara Rusli tampak berjuang sendirian, tanpa kehadiran dan pendampingan yang berarti dari Insanul Fahmi. "Terhadap Inara ya mungkin hubungannya tidak sebagus sebelum-sebelumnya. Mereka juga jarang terlihat berdua. Kami pun sering berkunjung ke ketemu, ya kan di luar, itu juga Inara tidak ada pendampingan dari Insanul. Sudah mulai ada jarak," jelas Daru Quthny dengan nada prihatin.
Kondisi ini tentu saja menjadi pukulan telak bagi Inara Rusli, yang tidak hanya sedang menghadapi proses hukum yang menuntut hak asuh anak-anaknya dari Virgoun, tetapi juga kini harus menghadapi realitas perpisahan emosional dari sosok yang dianggap sebagai pendukungnya. Tekanan mental yang dialami Inara akibat terpisah dari buah hatinya, ditambah lagi dengan ketidakpastian dalam hubungan asmaranya, menjadi beban yang sangat berat. Meskipun komunikasi sesekali masih terjalin, Daru Quthny melihat bahwa kemesraan dan kehangatan yang pernah ada di antara Inara Rusli dan Insanul Fahmi telah sirna. Mereka kini seperti berjalan di jalur masing-masing, dengan fokus yang berbeda dan tujuan yang mungkin tidak lagi sejalan. "Mereka juga, satu-dua sekali-sekali pasti masih ketemu cuma tidak semesra yang kalau kita bicara November atau awal Desember. Saya melihatnya mereka berjalan sendiri-sendiri," tambahnya, menggarisbawahi perubahan signifikan dalam hubungan tersebut.
Perlu diingat kembali bahwa kabar kedekatan antara Inara Rusli dan Insanul Fahmi mencuat setelah proses perceraian Inara Rusli dengan Virgoun mulai menjadi sorotan publik. Namun, seiring berjalannya waktu, terkuak fakta bahwa Insanul Fahmi ternyata masih terikat dalam pernikahan yang sah dengan Wardatina Mawa. Fakta ini tidak hanya menimbulkan konflik batin bagi Inara Rusli, tetapi juga memicu polemik baru dalam kehidupan pribadinya. Kabar mengenai niat Insanul Fahmi untuk melakukan rujuk dengan Mawa semakin memperumit situasi yang sudah kompleks. Di tengah badai persoalan pribadi dan keluarga ini, Inara Rusli juga harus tetap fokus dan kuat dalam memperjuangkan hak asuh anak-anaknya di ranah hukum melawan Virgoun. Perjuangan ganda ini tentu menguji ketahanan mental dan fisik Inara Rusli secara luar biasa.
Situasi yang dihadapi Inara Rusli ini menimbulkan berbagai pertanyaan mengenai masa depan hubungan asmaranya dan bagaimana ia akan menavigasi tantangan-tantangan ini. Dengan posisinya yang semakin tertekan oleh berbagai masalah, dukungan yang kuat dari orang-orang terdekat menjadi sangat krusial. Namun, seperti yang diungkapkan oleh kuasa hukumnya, dukungan tersebut tampaknya kini mulai berkurang, seiring dengan keinginan Insanul Fahmi untuk kembali ke pangkuan istri sahnya. Hal ini menunjukkan betapa rumitnya jalinan hubungan yang melibatkan lebih dari dua pihak, terutama ketika status pernikahan yang sah masih menjadi faktor penentu.
Kembali ke konteks awal, kabar tentang renggangnya hubungan Inara Rusli dan Insanul Fahmi ini menjadi salah satu episode terbaru dalam rentetan peristiwa yang dialami Inara Rusli. Setelah melewati badai perceraian dengan Virgoun, ia diharapkan dapat menemukan ketenangan dan kebahagiaan. Namun, kenyataan justru menunjukkan sebaliknya, dengan munculnya masalah baru yang tak kalah pelik. Keputusan Insanul Fahmi untuk kembali kepada Wardatina Mawa, yang merupakan istri sahnya, tentu saja menjadi titik balik penting dalam kisah Inara Rusli. Ini juga menjadi pengingat bahwa dalam menjalin hubungan, penting untuk selalu memperhatikan status dan komitmen yang ada, agar tidak menimbulkan kerumitan dan luka yang mendalam bagi semua pihak yang terlibat.
Perjuangan Inara Rusli di ranah hukum untuk mendapatkan hak asuh anak-anaknya semakin berat dengan adanya persoalan pribadi ini. Ia harus mengerahkan seluruh tenaganya untuk menghadapi tuntutan hukum sekaligus mengelola emosi dan kekecewaan yang mungkin timbul akibat perubahan dalam hubungannya dengan Insanul Fahmi. Sangat disayangkan bahwa di saat ia membutuhkan dukungan, justru harus menghadapi kenyataan pahit mengenai status hubungannya. Hal ini menunjukkan betapa rentannya posisi Inara Rusli dalam menghadapi berbagai tekanan hidup yang bertubi-tubi.
Masa depan hubungan Inara Rusli dengan Insanul Fahmi kini semakin buram. Keinginan Insanul Fahmi untuk kembali kepada Wardatina Mawa secara otomatis memposisikan Inara Rusli dalam situasi yang sulit. Kemesraan yang pernah ada kini telah berganti menjadi jarak, dan kebersamaan yang dulu terpancar kini telah berubah menjadi individualisme. Inara Rusli tampaknya harus kembali memfokuskan energinya pada dirinya sendiri dan perjuangan hukum yang sedang dihadapinya, sambil berharap dapat menemukan kekuatan untuk bangkit dari keterpurukan ini.
Kisah ini juga menyoroti kompleksitas hubungan antarmanusia, terutama dalam konteks pernikahan dan perceraian. Pengungkapan status pernikahan Insanul Fahmi yang masih sah dengan Wardatina Mawa menjadi bukti bahwa setiap langkah dalam hubungan harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan kejujuran. Ketidakjujuran atau informasi yang ditutupi dapat berujung pada konflik yang lebih besar dan luka yang lebih dalam.
Pada akhirnya, apa pun yang terjadi dalam hubungan Inara Rusli dan Insanul Fahmi, fokus utama saat ini seharusnya tetap pada kesejahteraan Inara Rusli dan anak-anaknya. Ia berhak mendapatkan ketenangan dan kebahagiaan setelah melalui berbagai cobaan. Semoga Inara Rusli dapat menemukan kekuatan dan dukungan yang ia butuhkan untuk melewati masa-masa sulit ini dan meraih keadilan yang ia perjuangkan.
(ahs/wes)

