BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Pengurus Besar Tinju Indonesia (Perbati) tak lama lagi akan menggelar hajatan akbar bagi para petinju nasional, yaitu Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tinju 2026. Acara yang sangat dinanti-nantikan ini dijadwalkan akan berlangsung mulai tanggal 11 hingga 14 Februari 2026 mendatang. Lebih dari sekadar kompetisi domestik, Kejurnas ini memiliki makna strategis yang mendalam, sebab menjadi salah satu panggung krusial dalam proses seleksi atlet-atlet terbaik Indonesia yang diproyeksikan untuk tampil di kancah internasional, khususnya pada Asian Boxing Championship 2026. Kejuaraan Asia ini akan terbagi dalam dua kategori usia yang sangat penting, yaitu U-19 dan U-23, baik untuk sektor putra maupun putri, menunjukkan komitmen Perbati dalam regenerasi dan pembinaan atlet di berbagai jenjang usia.
Tempat terpilih untuk penyelenggaraan Kejurnas yang bergengsi ini adalah kawasan Ragunan, Jakarta, sebuah lokasi yang telah dikenal sebagai pusat pelatihan dan pengembangan olahraga nasional. Keputusan ini diharapkan dapat memberikan kemudahan akses bagi para atlet dan ofisial dari berbagai daerah. Sementara itu, panggung utama seleksi atlet, yaitu Asian Boxing Championship 2026, rencananya akan digelar pada rentang waktu yang lebih panjang, yaitu dari tanggal 6 hingga 15 Juli 2026. Jarak waktu antara Kejurnas dan Kejuaraan Asia ini memberikan ruang yang cukup bagi Perbati untuk melakukan evaluasi mendalam, pemusatan latihan intensif, dan persiapan strategis lainnya bagi para atlet yang berhasil lolos seleksi.
Sekretaris Jenderal Perbati, Hengky Silatang, menegaskan kembali betapa vitalnya peran Kejurnas ini dalam peta pembinaan atlet tinju Indonesia. Beliau menjelaskan bahwa Kejurnas bukan sekadar ajang kompetisi biasa, melainkan merupakan salah satu tahapan fundamental dalam proses penjaringan petinju-petinju paling potensial dan berprestasi dari seluruh penjuru negeri. "Seleksinya itu termasuk Kejurnas Perbati. Hasil dari Kejurnas tersebut, kami akan adakan seleksi kembali untuk internal dari sport intelligence-nya kami. Kami pilih yang terbaik di antara yang terbaik, kira-kira seperti itu," ungkap Hengky dalam sebuah sesi jumpa pers yang diselenggarakan di Wisma Kemenpora, pada hari Selasa, 3 Februari 2026. Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa standar seleksi akan sangat ketat, mengedepankan data dan analisis objektif untuk memastikan bahwa hanya atlet dengan kualitas terbaik yang akan melangkah ke tahap selanjutnya.
Saat ini, Perbati sebagai induk organisasi tinju nasional, memiliki jangkauan yang luas dengan membawahi sebanyak 29 Pengurus Provinsi (Pengprov) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Ini menunjukkan betapa besarnya potensi atlet yang bisa digali dari Sabang sampai Merauke. Menjelang gelaran Kejurnas yang semakin dekat, Perbati telah secara proaktif mengirimkan surat edaran kepada seluruh Pengprov untuk segera mempersiapkan dan mengirimkan para atlet terbaik mereka. "Sudah (kami surati) minggu kemarin. Saat ini yang sudah ada 15-20 Pengprov," kata Hengky, memberikan gambaran awal mengenai antusiasme dan kesiapan daerah dalam menyambut kompetisi ini. Keikutsertaan Pengprov yang maksimal akan sangat menentukan kualitas dan persaingan yang terjadi di Kejurnas nanti.
Kategori usia yang menjadi fokus utama dalam Kejurnas kali ini adalah U-19 dan U-23. Pemilihan kedua kategori usia ini sangat strategis, mengingat mereka adalah generasi penerus yang diharapkan dapat mendominasi kancah tinju Asia di masa depan. Dari ajang Kejurnas ini, Perbati tidak hanya akan menjaring atlet lapis satu yang berpotensi langsung masuk tim inti, tetapi juga atlet lapis dua yang akan dipersiapkan sebagai cadangan dan untuk pengembangan jangka panjang. "Usia atlet yang ikut 19-23 tahun, dan 23 tahun hingga seterusnya. Nanti dari Kejurnas ini kami akan menjaring lapis satu dan dua," imbuh Hengky. Pendekatan ini menunjukkan visi jangka panjang Perbati dalam membangun tim nasional yang solid dan berkelanjutan.
Lebih jauh lagi, Perbati tidak hanya mengandalkan Kejurnas sebagai satu-satunya sarana pembinaan. Berbagai program pendukung lainnya juga telah disiapkan, termasuk rencana pemusatan latihan yang intensif. Salah satu program yang paling menarik perhatian adalah rencana training camp (TC) ke Uzbekistan. Negara ini dikenal memiliki tradisi tinju yang kuat dan fasilitas latihan yang mumpuni, sehingga diharapkan dapat memberikan pengalaman berharga dan meningkatkan kualitas teknik serta mental para atlet Indonesia. "Kami juga akan usahakan agar atlet kami mengikuti semua kelas yang dipertandingkan. Kita sebagai tuan rumah sangat sayang jika tidak mempersiapkannya," tutur Hengky, menekankan pentingnya partisipasi maksimal dalam Kejuaraan Asia.
Perbati menargetkan untuk dapat mempersiapkan setidaknya 23 hingga 28 atlet untuk Kejuaraan Asia. Jumlah ini mencakup atlet yang akan bertanding di berbagai kelas yang dipertandingkan. "Jadi petinju yang kami akan siapkan paling tidak 23 sampai 28 atlet. Tapi nanti yang bermain itu yang sesuai dengan kelas-kelasnya masing-masing," jelas Hengky. Kesiapan dalam jumlah yang memadai ini penting untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan, termasuk adanya kompetitor yang kuat di setiap kelas.
Pentingnya kehadiran sparring partner yang berkualitas juga menjadi sorotan utama Hengky. Menurutnya, untuk mencapai performa puncak di level internasional, para atlet membutuhkan lawan tanding yang memadai. Ketersediaan sparring partner yang baik sangat krusial dalam menjaga dan meningkatkan kualitas serta kesiapan atlet sebelum menghadapi pertandingan sesungguhnya di Kejuaraan Asia. "Perlunya lebih dari petinju tersebut untuk sparring partner. Kalau tidak ada sparring yang baik, nanti kualitasnya tidak akan menjadi baik," tegasnya. Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa pembinaan atlet tidak hanya tentang latihan fisik dan teknik individu, tetapi juga tentang simulasi pertandingan yang realistis dan menantang.
Kejurnas Tinju 2026 ini bukan hanya sekadar kompetisi, melainkan sebuah investasi jangka panjang bagi masa depan olahraga tinju Indonesia. Dengan seleksi yang ketat, program pembinaan yang komprehensif, dan persiapan matang menuju Kejuaraan Asia, Perbati menunjukkan tekad kuat untuk mengembalikan kejayaan tinju nasional di kancah internasional. Para petinju muda Indonesia memiliki kesempatan emas untuk menunjukkan bakat terbaik mereka dan meraih tiket menuju panggung Asia, membawa nama harum bangsa. Antusiasme dari berbagai Pengprov diharapkan akan membanjiri Kejurnas ini, menciptakan atmosfer kompetisi yang sengit dan berkualitas tinggi, yang pada akhirnya akan melahirkan juara-juara baru yang siap bersaing di level dunia. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat, tentu akan menjadi dorongan moral yang tak ternilai bagi para atlet dalam perjalanan panjang mereka menuju prestasi gemilang.

