0

Sehebat Apa Jeremy Jacquet Hingga Liverpool Rela Menebusnya dengan 1,3 Triliun Rupiah?

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Liverpool kembali membuat gebrakan di bursa transfer dengan mengamankan tanda tangan bek muda potensial, Jeremy Jacquet, dari Rennes. Angka fantastis sebesar 60 juta pound sterling, atau setara dengan Rp 1,3 triliun, harus dikeluarkan oleh manajemen The Reds untuk memboyong pemain berusia 20 tahun ini ke Anfield. Angka yang sangat besar untuk seorang pemain muda yang minim pengalaman, memunculkan pertanyaan besar: sehebat apa sebenarnya Jacquet hingga Liverpool rela merogoh kocek sedalam itu? Keputusan ini bukan hanya sekadar menambah opsi di lini belakang, tetapi juga sebuah investasi besar untuk masa depan klub.

Perburuan Jeremy Jacquet memang berlangsung sengit. Liverpool berhasil mengungguli rivalnya, Chelsea, yang juga menunjukkan minat serius terhadap talenta muda asal Prancis ini. Kehadiran Jacquet diharapkan dapat memberikan dimensi baru dan kedalaman skuad di sektor bek tengah, sebuah area yang sejauh ini sangat bergantung pada duet Virgil van Dijk dan Ibrahima Konate. Namun, langkah Liverpool ini terbilang berani, mengingat usia Jacquet yang masih belia dan rekam jejaknya yang belum teruji di kompetisi level tertinggi. Pertanyaan yang menggantung di udara adalah seberapa besar potensi Jacquet hingga Liverpool begitu yakin untuk mengucurkan dana sebesar itu?

Jeremy Jacquet merupakan produk asli akademi Rennes, sebuah klub yang dikenal sebagai pabrik talenta muda berbakat di Prancis. Sejak pertengahan musim lalu, Jacquet telah menjelma menjadi pilihan utama di jantung pertahanan Rennes, membuktikan kematangannya di usianya yang masih sangat muda. Musim ini, ia telah mencatatkan 18 penampilan di Ligue 1, ajang sepak bola kasta tertinggi di Prancis. Dalam setiap penampilannya, pemain kelahiran Bondy ini berhasil mencuri perhatian dengan performanya yang solid, terutama dalam duel-duel udara maupun di darat.

Data statistik menjadi bukti nyata kehebatan Jacquet. Dilansir dari BBC, Jeremy Jacquet memiliki persentase kemenangan duel udara yang impresif, mencapai 75,51 persen di Ligue 1 musim ini. Angka ini menempatkannya sebagai pemain dengan persentase kemenangan duel udara terbaik kedua di liga. Tidak hanya di udara, dalam duel di lapangan secara keseluruhan, Jacquet juga menunjukkan performa yang luar biasa. Ia menduduki peringkat ketiga di antara pemain dengan persentase duel sukses tertinggi di Ligue 1, dengan catatan 67,23 persen. Statistik ini menegaskan bahwa Jacquet adalah bek yang tangguh dan sulit dilewati oleh para penyerang lawan.

Pengakuan terhadap potensi besar Jacquet tidak hanya datang dari angka-angka. Pengamat sepak bola Prancis yang kredibel, Julien Laurens, memberikan pandangannya yang positif mengenai prospek Jacquet. Laurens bahkan menyamakan potensi Jacquet dengan legenda sepak bola seperti Virgil van Dijk, bek tengah yang dianggap sebagai salah satu yang terbaik di dunia. Menurut Laurens, kekuatan fisik yang dimiliki Jacquet menjadi keunggulan utamanya. Ia memiliki postur tubuh yang ideal untuk seorang bek tengah, dengan perpaduan tinggi badan, kecepatan, dan kekuatan yang membuatnya menjadi ancaman serius dalam duel. Selain itu, kemampuannya membaca permainan dengan baik dan solid dalam mengontrol bola juga menjadi nilai tambah yang signifikan.

"Dia bisa dibilang bek tengah terbaik di generasinya," ujar Julien Laurens dalam sebuah wawancara dengan ESPN. "Dia cukup tinggi, cepat, dan kuat – dan dia seperti mesin dalam duel udara dan di darat. Dia membaca permainan dengan baik dan bagus dalam mengontrol bola." Pujian yang dilontarkan Laurens ini tidak datang tanpa dasar, melainkan berdasarkan pengamatannya terhadap performa Jacquet di lapangan.

Namun, Laurens juga tidak menutup mata terhadap area yang masih perlu dikembangkan oleh Jacquet. Ia mengakui bahwa Jacquet masih perlu memoles kemampuannya dalam hal ball-playing, atau kemampuan mengolah bola dan mendistribusikannya dengan baik. "Dia belum menjadi bek tengah yang benar-benar ahli dalam mengolah bola. Secara teknis, masih banyak yang perlu ditingkatkan," tambahnya. Meskipun demikian, Laurens tetap optimis dengan masa depan Jacquet, meyakini bahwa dengan kecerdasan dan kemauan belajarnya yang tinggi, ia dapat mencapai level yang diinginkan dan bahkan bisa mengikuti jejak Virgil van Dijk.

Keputusan Liverpool untuk merekrut Jeremy Jacquet dengan mahar 1,3 triliun rupiah ini tentu saja menandakan keyakinan besar manajemen klub terhadap potensi pemain muda ini. Di usianya yang baru menginjak 20 tahun, Jacquet telah menunjukkan kualitas yang luar biasa sebagai bek tengah. Kemampuannya dalam duel udara dan darat, serta kematangan dalam membaca permainan, menjadikannya prospek yang sangat menarik untuk masa depan lini pertahanan Liverpool. Meskipun masih ada ruang untuk pengembangan, terutama dalam aspek teknis pengolahan bola, para ahli sepak bola meyakini bahwa Jacquet memiliki potensi untuk berkembang menjadi salah satu bek terbaik di dunia. Investasi besar ini diharapkan akan membuahkan hasil manis bagi The Reds di tahun-tahun mendatang, memperkuat barisan pertahanan mereka dan membantu klub meraih lebih banyak gelar prestisius di kancah domestik maupun Eropa. Liverpool tidak hanya membeli seorang pemain, tetapi juga sebuah visi jangka panjang untuk kejayaan klub.