0

Dewa United Tahan Persebaya 1-1, Tren Kemenangan Bajul Ijo Terhenti

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Tren kemenangan impresif Persebaya Surabaya di bawah asuhan pelatih Bernardo Tavares harus terhenti setelah mereka hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Dewa United dalam lanjutan Super League 2025/26. Pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, pada Minggu, 1 Februari 2026, ini menjadi momen yang mengecewakan bagi tim tuan rumah yang berambisi memperpanjang rentetan tiga kemenangan beruntun mereka. Hasil imbang ini tidak hanya mengakhiri momentum positif Bajul Ijo, tetapi juga mengamankan satu poin berharga bagi Dewa United, yang harus bermain dengan sepuluh pemain sejak babak pertama.

Persebaya sempat unggul lebih dulu melalui gol indah yang dicetak oleh Francisco Rivera. Gol tersebut disambut sorak-sorai publik Gelora Bung Tomo, memberikan harapan besar bagi tim tuan rumah untuk melanjutkan dominasi mereka. Namun, semangat juang Dewa United patut diacungi jempol. Meski kehilangan satu pemain, mereka berhasil bangkit dan menyamakan kedudukan lewat gol yang diciptakan oleh Muhammad Rizky Kafiatur. Gol balasan ini menjadi pukulan telak bagi Persebaya dan menggarisbawahi bahwa pertandingan sepak bola selalu penuh kejutan, bahkan ketika tim lawan bermain dengan jumlah pemain yang lebih sedikit.

Hasil imbang ini secara otomatis mengakhiri rentetan tiga kemenangan beruntun yang berhasil diraih Persebaya di bawah komando Bernardo Tavares. Sebelum pertandingan ini, Persebaya tampil gemilang dengan meraih kemenangan atas Madura United, Malut United, dan PSIM Yogyakarta. Rentetan kemenangan tersebut telah membangun optimisme tinggi di kalangan para pendukung Persebaya, yang berharap tim kesayangan mereka bisa terus merangsek ke papan atas klasemen. Namun, hasil melawan Dewa United ini memberikan pelajaran berharga bahwa konsistensi adalah kunci, dan setiap pertandingan harus dihadapi dengan kewaspadaan penuh.

Bernardo Tavares, pelatih asal Portugal yang memimpin Persebaya, mengungkapkan kekecewaannya atas hasil yang diraih. "Kami hanya meraih satu poin dan kehilangan dua poin di rumah. Ini artinya kami harus bekerja lebih keras lagi," ujar Tavares seusai laga, dengan nada yang menunjukkan kekecewaan mendalam. Ia mengakui bahwa meskipun unggul jumlah pemain setelah lawan mendapatkan kartu merah, timnya tidak mampu memanfaatkan keunggulan tersebut secara optimal. "Kami tidak cukup pintar memindahkan bola dengan cepat," keluhnya, merujuk pada insiden dikartumerahnya pemain belakang Dewa United, Nick Kuipers, yang seharusnya memberikan keuntungan strategis bagi Persebaya.

Lebih lanjut, Tavares memberikan analogi yang cukup tajam untuk menggambarkan minimnya pergerakan bola cepat dari anak asuhnya. "Sekarang kita bisa mengirim email lebih cepat, tetapi pemain justru berlari membawa bola seperti tukang pos," sindirnya, menyiratkan bahwa para pemainnya cenderung membawa bola terlalu lama dan kurang efektif dalam mendistribusikannya. Kritik ini menyoroti masalah fundamental dalam transisi permainan Persebaya, di mana kecepatan dan efisiensi dalam mendistribusikan bola sangat krusial, terutama saat menghadapi tim yang bermain bertahan.

Pelatih yang dikenal dengan taktiknya yang dinamis ini juga menyoroti masalah penyelesaian akhir yang menjadi pekerjaan rumah besar bagi timnya. Dari total 11 kali percobaan tembakan yang dilancarkan Persebaya sepanjang pertandingan, hanya dua yang berhasil mengarah tepat sasaran. Angka ini menunjukkan rendahnya efektivitas serangan Persebaya, di mana peluang yang tercipta tidak mampu dikonversi menjadi gol. "Kami harus menemukan cara yang lebih baik untuk mencetak gol," tegasnya, menekankan pentingnya ketajaman di lini serang.

Ironisnya, di tengah dominasi yang seharusnya diperlihatkan Persebaya, tim tuan rumah justru kalah dalam hal penguasaan bola. Dewa United, meskipun bermain dengan sepuluh pemain sejak babak pertama, berhasil menguasai bola sebesar 57 persen. Statistik ini menunjukkan bahwa Dewa United mampu mengatur tempo permainan dan mendikte jalannya pertandingan, bahkan dalam kondisi yang kurang menguntungkan. Hal ini menjadi refleksi bagi Persebaya, yang perlu meningkatkan kemampuan mereka dalam mengontrol jalannya pertandingan dan memegang kendali atas bola.

"Ini bukan hasil terbaik. Kami bermain di kandang dan mengharapkan tiga poin," ucap Tavares dengan tegas, menggambarkan ekspektasi yang tinggi dari tim dan para pendukungnya. Pertandingan kandang selalu menjadi kesempatan emas untuk meraih poin penuh, dan kegagalan untuk melakukannya melawan tim yang bermain sepuluh orang tentu menimbulkan rasa frustrasi.

Akibat hasil imbang ini, Persebaya gagal memanfaatkan momentum untuk memperkecil jarak dengan tim-tim yang berada di posisi empat besar klasemen. Persebaya tetap tertahan di peringkat kelima dengan raihan 32 poin. Jarak dengan tim di zona empat besar kini semakin sulit untuk dikejar, dan Persebaya harus segera menemukan kembali performa terbaik mereka jika ingin bersaing memperebutkan gelar juara musim ini.

Kekecewaan tidak hanya dirasakan oleh pelatih, tetapi juga oleh para pemain dan seluruh elemen tim Persebaya. Pertandingan melawan Dewa United menjadi pengingat bahwa setiap pertandingan di Super League memiliki tingkat kesulitan tersendiri, dan tidak ada lawan yang bisa diremehkan. Fokus, determinasi, dan eksekusi yang sempurna di setiap lini menjadi kunci untuk meraih kemenangan.

Perjalanan Persebaya di Super League 2025/26 masih panjang, dan hasil imbang ini harus menjadi cambuk untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Perbaikan dalam taktik, kedalaman skuad, dan mentalitas pemain menjadi prioritas utama bagi tim pelatih. Bernardo Tavares perlu mencari solusi inovatif untuk mengatasi masalah penyelesaian akhir dan efektivitas dalam mendistribusikan bola, terutama saat menghadapi tim yang bermain rapat dan bertahan.

Di sisi lain, Dewa United patut mendapatkan apresiasi atas perjuangan mereka. Bermain dengan sepuluh pemain dan berhasil menahan imbang tim sekelas Persebaya di kandangnya adalah pencapaian yang luar biasa. Semangat juang dan determinasi mereka patut dicontoh. Gol balasan dari Muhammad Rizky Kafiatur menjadi bukti bahwa semangat pantang menyerah dapat membawa hasil yang positif.

Kini, fokus Persebaya harus segera beralih ke pertandingan berikutnya. Mereka perlu bangkit dari hasil yang mengecewakan ini dan menunjukkan kembali performa yang telah mereka tunjukkan di beberapa pertandingan sebelumnya. Para pendukung Persebaya tentu berharap tim kesayangan mereka dapat segera menemukan kembali sentuhan magisnya dan kembali ke jalur kemenangan. Pertarungan di Super League semakin sengit, dan setiap poin sangat berharga dalam perebutan gelar juara. Persebaya harus belajar dari kesalahan dan melangkah lebih kuat ke depan.

Pelatih Bernardo Tavares memiliki pekerjaan rumah yang cukup berat untuk membangkitkan kembali semangat juang anak asuhnya dan memperbaiki beberapa aspek krusial dalam permainan tim. Penguatan mentalitas pemain agar tidak mudah terpengaruh oleh situasi pertandingan, seperti keunggulan jumlah pemain yang tidak dimanfaatkan secara maksimal, juga menjadi agenda penting. Selain itu, evaluasi mendalam terhadap lini serang dan efektivitas umpan silang serta tendangan jarak jauh perlu dilakukan.

Dewa United, dengan raihan satu poin ini, tentu akan semakin termotivasi untuk menghadapi pertandingan-pertandingan selanjutnya. Mereka telah membuktikan bahwa mereka mampu bersaing dengan tim-tim kuat di liga, bahkan dalam kondisi yang sulit. Performa impresif mereka di kandang Persebaya menjadi modal berharga untuk meningkatkan kepercayaan diri tim.

Dengan klasemen yang semakin ketat, setiap pertandingan akan terasa seperti final bagi tim-tim yang bersaing di papan atas. Persebaya harus segera berbenah diri jika tidak ingin tertinggal semakin jauh dari para rivalnya. Tren kemenangan yang terhenti ini harus menjadi titik balik untuk melakukan perbaikan dan kembali menunjukkan tajinya di sisa kompetisi Super League 2025/26. Harapan para pendukung Persebaya kini tertuju pada kemampuan tim pelatih dan para pemain untuk bangkit dan kembali memberikan performa terbaik mereka.