0

Jangan Asal Modifikasi Mobil Listrik, Ganti Velg Aja Bisa Bahaya

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Modifikasi mobil listrik memerlukan kehati-hatian ekstra, bahkan untuk perubahan sekecil mengganti velg sekalipun. Tindakan yang keliru dalam modifikasi mobil listrik tidak hanya berisiko menimbulkan masalah teknis yang serius, tetapi juga dapat berujung pada hangusnya garansi kendaraan. Berbeda dengan mobil konvensional yang memiliki toleransi lebih besar terhadap perubahan komponen, mobil listrik sangat bergantung pada sistem kelistrikan yang terintegrasi dan sensitif terhadap setiap modifikasi.

Kepala Pemasaran Changan Indonesia, Ridjal Mulyadi, menegaskan pentingnya modifikasi yang sesuai dengan spesifikasi pabrikan. "Karena semua sekarang pakai sensor. Jadi begitu sensor ini diubah dengan OEM kita punya barang dan segala macem kan, itu pasti akan mengubah sensor kan. Beda kalau mobil ICE sensornya nggak banyak, itu masih bisa ditolerir. Tapi begitu ini ganti nggak sesuai anjuran dari kita atau spesifikasi kita, kita nggak menjamin yang elektrikal itu bisa berfungsi benar kan," jelas Ridjal. Pernyataan ini menggarisbawahi betapa krusialnya peran sensor dalam sistem mobil listrik. Penggantian komponen, sekecil apapun, yang tidak sesuai dengan standar pabrikan dapat mengganggu fungsi sensor-sensor vital ini, yang pada gilirannya dapat menimbulkan masalah pada sistem kelistrikan mobil.

Implikasi penggantian velg pada mobil listrik bisa jadi lebih kompleks dari yang dibayangkan. Velg tidak hanya berfungsi sebagai penopang ban, tetapi juga memiliki pengaruh terhadap bobot, aerodinamika, dan bahkan putaran roda yang terdeteksi oleh sensor-sensor mobil. Ketika velg diganti dengan ukuran, bobot, atau desain yang berbeda dari spesifikasi awal, sensor-sensor yang bertugas memantau putaran roda, kecepatan, dan beban kendaraan bisa memberikan data yang tidak akurat. Ketidakakuratan data ini dapat memicu berbagai masalah, mulai dari penurunan efisiensi energi, gangguan pada sistem pengereman regeneratif (regenerative braking) yang merupakan fitur penting pada mobil listrik untuk menghemat daya baterai, hingga bahkan memengaruhi stabilitas dan performa berkendara.

Lebih lanjut, Ridjal menambahkan bahwa proses klaim garansi pada mobil listrik cenderung lebih ketat dibandingkan mobil bermesin konvensional (ICE – Internal Combustion Engine). "Mungkin kalau dia dari warranty pasti akan lebih ketat dibandingkan mobil ICE karena ini ya berkaitan elektrikal berkaitan dengan sensor, berkaitan dengan efisiensi segala macam, itu integrated kan," ungkapnya. Integrasi komponen dan sistem pada mobil listrik sangatlah erat. Setiap komponen saling terhubung dan memengaruhi kinerja komponen lainnya. Oleh karena itu, modifikasi yang tidak sesuai dapat dianggap sebagai kelalaian yang membatalkan hak garansi, terutama jika modifikasi tersebut terbukti menjadi penyebab kerusakan.

Contoh nyata dari risiko yang mengintai adalah ketika penggantian velg menyebabkan perbedaan radius putar roda atau bobot yang signifikan. Sensor kecepatan roda yang terhubung ke unit kontrol kendaraan (Vehicle Control Unit/VCU) akan menerima data yang tidak sesuai dengan yang diharapkan. VCU, yang merupakan "otak" dari mobil listrik, mungkin akan menginterpretasikan perbedaan ini sebagai masalah pada sistem penggerak atau pengereman. Hal ini dapat mengakibatkan penurunan tenaga, respons pedal gas yang tidak normal, atau bahkan peringatan kesalahan pada dashboard. Dalam kasus yang lebih parah, kesalahan pembacaan sensor dapat memengaruhi kinerja sistem manajemen baterai (Battery Management System/BMS), yang bertugas menjaga kesehatan dan efisiensi baterai.

Selain itu, perubahan pada velg dapat memengaruhi hambatan aerodinamis mobil. Desain velg yang kurang aerodinamis akan meningkatkan drag, yang berarti motor listrik harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan kecepatan. Ini berujung pada konsumsi energi yang lebih boros dan penurunan jarak tempuh (range) yang signifikan. Sensor-sensor yang memantau konsumsi energi dan efisiensi dapat mendeteksi anomali ini dan mungkin akan mengaktifkan mode perlindungan untuk menghemat daya, yang tentu saja mengurangi pengalaman berkendara.

Penting untuk dipahami bahwa mobil listrik dirancang dengan perhitungan yang sangat presisi untuk mengoptimalkan kinerja, efisiensi, dan keselamatan. Setiap komponen, mulai dari baterai, motor listrik, inverter, hingga sistem penggerak dan sensor, telah dikalibrasi secara cermat. Modifikasi sembarangan dapat merusak keseimbangan sistem ini. Penggantian velg, meskipun terlihat sepele, dapat mengubah distribusi bobot kendaraan, yang pada gilirannya memengaruhi kerja sistem suspensi dan kemudi. Jika suspensi atau kemudi bekerja di luar batas toleransi karena perubahan bobot yang tidak terduga, ini bisa menimbulkan masalah stabilitas dan kenyamanan berkendara.

Changan Indonesia, sebagai salah satu produsen mobil listrik yang serius di pasar, sangat menekankan pentingnya menjaga keaslian komponen dan melakukan modifikasi sesuai panduan. Sebagai gambaran, produk Changan yang beredar di Indonesia didukung dengan garansi yang komprehensif untuk memberikan rasa aman kepada konsumen. Model Changan Lumin, misalnya, menawarkan garansi kendaraan dan baterai jangka panjang. Garansi utama mencakup traction battery, electric drive system, dan vehicle controller selama 8 tahun atau 120.000 km, mana yang tercapai lebih dahulu. Selain itu, ada garansi kendaraan selama 6 tahun atau 120.000 km, serta paket servis gratis selama 4 tahun atau 80.000 km.

Sementara itu, model Changan Deepal S07 juga tidak kalah menarik dalam hal perlindungan garansi. Traction battery-nya dijamin selama 8 tahun atau 240.000 km. Electric drive system dan vehicle controller mendapatkan garansi hingga 8 tahun atau 150.000 km. Garansi kendaraan berlaku selama 6 tahun atau 120.000 km, dan paket servis gratis selama 5 tahun atau 60.000 km. Garansi yang ditawarkan oleh Changan ini mencerminkan keyakinan produsen terhadap kualitas produk mereka dan juga sebagai bentuk perlindungan bagi konsumen dari potensi masalah teknis, terutama yang disebabkan oleh penggunaan komponen yang tidak sesuai standar.

Oleh karena itu, bagi pemilik mobil listrik, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan bengkel resmi atau spesialis mobil listrik sebelum melakukan modifikasi apapun, termasuk penggantian velg. Mengganti velg dengan spesifikasi yang berbeda dari rekomendasi pabrikan dapat menimbulkan konsekuensi yang jauh lebih besar daripada sekadar perubahan estetika. Risiko kerusakan komponen vital, penurunan performa, ketidakakuratan data sensor, dan yang terpenting, hangusnya garansi, adalah ancaman nyata yang harus dihindari. Keselamatan dan performa optimal mobil listrik sangat bergantung pada integritas sistemnya, dan menjaga komponen agar tetap sesuai spesifikasi adalah kunci untuk menikmati pengalaman berkendara mobil listrik yang aman dan memuaskan. Memodifikasi mobil listrik haruslah menjadi proses yang terencana dan berdasarkan pengetahuan yang mendalam, bukan sekadar ikut-ikutan tren tanpa mempertimbangkan dampaknya.