BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Jarak antara Manchester City dan Arsenal di puncak klasemen Premier League kini semakin melebar, memicu pertanyaan mengenai strategi Pep Guardiola untuk sisa musim ini. Hasil imbang 2-2 melawan Tottenham Hotspur di Tottenham Hotspur Stadium pada Minggu (1/2/2026) malam WIB, yang ironisnya terjadi setelah City sempat unggul dua gol, semakin mempertegas tren tersendatnya laju sang juara bertahan. Di sisi lain, Arsenal melanjutkan momentum positif mereka dengan kemenangan telak 4-0 atas Leeds United sehari sebelumnya. Perbedaan poin kini mencapai enam angka, dengan Arsenal nyaman di puncak klasemen setelah 24 pertandingan, sementara City harus berjuang keras mengejar ketertinggalan.
Situasi ini tentu saja menjadi sorotan, terutama bagi tim yang terbiasa mendominasi liga. Pep Guardiola, yang dikenal dengan ketenangannya dalam menghadapi tekanan, ditanya langsung mengenai kemungkinan timnya untuk memprioritaskan kompetisi lain demi mengamankan trofi di tengah kesulitan di Premier League. Namun, Guardiola dengan tegas menepis anggapan bahwa ia akan mengibarkan bendera putih dalam perburuan gelar liga. Ia menegaskan bahwa masih ada 14 pertandingan tersisa di Premier League, sebuah rentang waktu yang masih cukup signifikan untuk membalikkan keadaan, meskipun ia tidak mengabaikan tantangan yang ada.
Guardiola mengakui adanya kendala yang dihadapi timnya, terutama masalah cedera yang menghantui skuadnya. Ia menyebutkan bahwa pada bulan sebelumnya, sembilan hingga sepuluh pemain kunci absen akibat cedera. Meskipun demikian, ia menekankan bahwa tim tetap berjuang dan terus melaju. "Kami tahu itu, tapi di saat yang sama, kami masih ada, dan kami jalan terus," ujar Guardiola seperti dilansir Sky Sports, menunjukkan ketahanan dan semangat juang timnya. Ia menyadari bahwa kalender pertandingan yang padat menjadi tantangan tersendiri. "Kalendernya begitulah adanya, dan sekarang kami menghadapi semifinal (Carabao Cup) besok Rabu untuk mencapai final, dan setelahnya Anfield, dan lanjut. Inilah yang harus kami lakukan," jelasnya, merujuk pada jadwal padat yang harus dihadapi City dalam waktu dekat.
Meskipun tertinggal dalam perburuan gelar Premier League, Guardiola tetap menunjukkan optimisme. Ia berpegang teguh pada prinsip bahwa selama masih ada kesempatan, harapan untuk meraih kesuksesan akan selalu ada. "Selama kesempatannya ada, harapannya akan selalu ada," tegasnya, menunjukkan mentalitas juara yang tidak pernah padam. Pernyataan ini mengisyaratkan bahwa City tidak akan menyerah begitu saja dalam persaingan liga, meskipun mengakui tantangan yang dihadapi.
Perjalanan Manchester City di sisa musim ini memang akan sangat menantang. Setelah hasil imbang melawan Tottenham, fokus mereka akan beralih sejenak ke ajang Carabao Cup. City akan menjamu Newcastle United di leg kedua semifinal Carabao Cup pada Kamis (5/2/2026) dini hari WIB. Kemenangan di pertandingan ini akan membawa mereka ke final, sebuah trofi yang bisa menjadi penawar rasa sakit akibat tertinggal di liga.
Setelah laga semifinal, Erling Haaland dan kawan-kawan akan kembali menghadapi ujian berat di Premier League. Mereka dijadwalkan untuk bertandang ke markas Liverpool dalam lanjutan liga pada Minggu (8/2/2026). Pertandingan melawan rival kuat seperti Liverpool di Anfield selalu menjadi laga yang krusial dan dapat menentukan arah perburuan gelar.
Selain Premier League dan Carabao Cup, Manchester City masih memiliki ambisi di kompetisi lain. Mereka berhasil melaju ke babak 16 besar Liga Champions, menunjukkan bahwa mereka masih menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan di kancah Eropa. Di ajang Piala FA, City juga telah menunjukkan performa yang solid dan telah mencapai babak keempat. Keberadaan di berbagai kompetisi ini menegaskan bahwa City memiliki kedalaman skuad dan kemampuan untuk bersaing di berbagai lini, meskipun terkadang menghadapi rintangan yang tidak terduga.
Perlu dicatat bahwa performa City di Premier League musim ini memang tidak sekonsisten musim-musim sebelumnya. Beberapa faktor, termasuk badai cedera, jadwal pertandingan yang padat, dan mungkin juga sedikit penurunan performa individu atau kolektif, telah berkontribusi pada situasi yang mereka hadapi saat ini. Namun, sejarah telah menunjukkan bahwa Manchester City di bawah asuhan Pep Guardiola adalah tim yang sangat tangguh dan mampu bangkit dari situasi sulit.
Analisis mendalam mengenai performa City di Tottenham Hotspur Stadium menunjukkan adanya kerentanan dalam pertahanan yang belum terselesaikan sepenuhnya. Meskipun mampu menciptakan peluang dan mencetak gol, kebobolan dua gol dari Tottenham, yang notabene bukan tim yang paling produktif di liga, menjadi catatan penting bagi Guardiola. Pertanyaan mengenai konsistensi pertahanan dan bagaimana cara mengatasi tim yang bermain dengan pressing tinggi atau transisi cepat akan terus menjadi PR bagi staf pelatih.
Di sisi lain, Arsenal menunjukkan kematangan dan kedalaman skuad yang luar biasa. Kemenangan telak atas Leeds United tidak hanya menambah tiga poin, tetapi juga meningkatkan selisih gol yang bisa menjadi penentu jika di akhir musim poin kedua tim sama. Performa lini serang Arsenal yang tajam dan lini pertahanan yang solid menjadi ancaman serius bagi tim-tim lain, termasuk Manchester City. Kemenangan 4-0 atas Leeds menjadi bukti bahwa The Gunners memiliki amunisi yang cukup untuk terus bersaing di papan atas.
Pertanyaan apakah Manchester City harus memprioritaskan kompetisi lain adalah pertanyaan yang kompleks. Jika City gagal dalam perburuan gelar Premier League, maka memenangkan Liga Champions atau Piala FA bisa menjadi alternatif untuk menyelamatkan musim. Namun, filosofi Pep Guardiola selalu menekankan pentingnya setiap kompetisi yang diikuti. Menyerah di Premier League terlalu dini akan menjadi preseden yang kurang baik bagi mentalitas tim.
Mungkin, strategi yang tepat bagi City adalah menjaga momentum di setiap kompetisi, sembari berusaha memperbaiki kelemahan yang ada. Dalam jangka pendek, fokus pada semifinal Carabao Cup dan laga melawan Liverpool di Premier League akan sangat krusial. Kemenangan di kedua pertandingan tersebut dapat memberikan dorongan moral yang signifikan bagi tim.
Menarik untuk melihat bagaimana Pep Guardiola akan merotasi skuadnya di tengah jadwal yang padat. Pemain-pemain kunci seperti Erling Haaland, Kevin De Bruyne, dan Rodri akan membutuhkan manajemen yang baik untuk menghindari kelelahan atau cedera. Kedalaman skuad, yang selama ini menjadi kekuatan City, akan diuji dalam beberapa minggu ke depan. Pemain-pemain seperti Julian Alvarez, Phil Foden, dan Jack Grealish akan memiliki peran penting dalam memberikan kontribusi saat pemain utama membutuhkan istirahat.
Secara keseluruhan, Manchester City memang tertinggal dari Arsenal di Premier League. Namun, dengan sisa pertandingan yang masih cukup banyak dan komitmen Pep Guardiola untuk tidak menyerah, perburuan gelar liga belum sepenuhnya berakhir. Meskipun tantangan semakin berat, dan pertanyaan mengenai prioritas kompetisi lain muncul, City tampaknya masih bertekad untuk berjuang di semua lini. Keputusan akhir mengenai strategi dan fokus akan sangat bergantung pada perkembangan performa tim dan hasil pertandingan di beberapa pekan mendatang. Pep Guardiola sendiri menunjukkan bahwa ia masih memiliki keyakinan pada timnya dan siap untuk terus bertarung hingga akhir musim.

