0

Cremonese Vs Inter: Diwarnai Audero Kena Flare, Si Ular Menang 2-0

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Inter Milan berhasil mengukuhkan posisi puncak klasemen Serie A dengan kemenangan meyakinkan 2-0 atas tuan rumah Cremonese. Pertandingan yang digelar di Stadio Giovanni Zini pada Minggu, 1 Februari 2026, ini diwarnai insiden pelemparan flare oleh suporter tuan rumah yang berujung pada terhantamnya kiper Cremonese, Emil Audero. Kemenangan ini semakin mempertegas dominasi "Si Ular" di kasta tertinggi sepak bola Italia.

Sejak peluit awal dibunyikan, Inter Milan langsung mengambil inisiatif serangan. Dominasi permainan terlihat jelas dari upaya-upaya yang dibangun oleh para pemain Inter. Lautaro Martinez menjadi ancaman pertama bagi pertahanan Cremonese lewat sepakan jarak jauhnya yang sayangnya masih melebar dari sasaran. Namun, kegigihan Inter akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-16. Berawal dari sepak pojok yang dieksekusi dengan cermat oleh Federico Dimarco, Lautaro Martinez berhasil menyundul bola ke tiang dekat, tak mampu dijangkau oleh Emil Audero. Gol pembuka ini memberikan keunggulan 1-0 bagi tim tamu.

Cremonese tidak tinggal diam dan berusaha memberikan respon terhadap gol cepat Inter. Jamie Vardy, yang menjadi ujung tombak serangan tuan rumah, mendapatkan umpan terobosan melalui sebuah serangan balik cepat. Namun, ketangguhan kiper Inter, Yann Sommer, yang sigap keluar dari sarangnya berhasil mengamankan bola sebelum Vardy sempat melepaskan tembakan.

Tak lama berselang, pada menit ke-31, Inter Milan berhasil menggandakan keunggulan mereka. Kali ini, Piotr Zielinski yang unjuk gigi dengan melepaskan sepakan keras yang menghujam pojok kiri gawang Audero. Gol spektakuler dari Zielinski ini semakin membuat Inter Milan berada di atas angin, dengan skor 2-0 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, pertandingan sempat diwarnai insiden yang tidak diinginkan. Di awal paruh kedua, Emil Audero menjadi korban pelemparan flare dari tribun suporter Cremonese yang mengenai dirinya. Insiden ini menyebabkan laga terhenti selama beberapa menit, memberikan waktu bagi tim medis untuk memberikan perawatan kepada Audero. Beruntung, kiper utama Cremonese ini masih bisa melanjutkan pertandingan setelah mendapatkan perawatan yang memadai.

Setelah insiden tersebut, pertandingan kembali dilanjutkan. Cremonese berupaya keras untuk mengejar ketertinggalan. Alessio Zerbin menjadi salah satu pemain yang paling merepotkan lini pertahanan Inter. Ia beberapa kali berhasil menciptakan peluang, termasuk sebuah tembakan dari sisi kiri yang masih mengarah tepat ke pelukan Sommer. Zerbin kembali menunjukkan ancamannya dengan melepaskan sepakan keras dari depan kotak penalti. Namun, kali ini tiang gawanglah yang menyelamatkan gawang Nerazzurri dari kebobolan.

Cremonese semakin meningkatkan intensitas serangan mereka di menit-menit akhir pertandingan, berusaha keras untuk mencetak gol hiburan. Namun, lini pertahanan Inter Milan tampil solid dan terorganisir dengan baik, sehingga mampu menahan setiap gempuran dari para pemain tuan rumah. Hingga peluit akhir dibunyikan, Inter Milan berhasil mempertahankan keunggulan 2-0 mereka.

Kemenangan ini menjadi sangat krusial bagi Inter Milan dalam perburuan gelar Serie A. Dengan tambahan tiga poin, "Si Ular" semakin kukuh di puncak klasemen dengan mengoleksi 55 poin. Sementara itu, bagi Cremonese, kekalahan ini menempatkan mereka di posisi ke-15 klasemen dengan total 23 poin, sehingga mereka harus segera berbenah untuk memperbaiki performa di sisa musim.

Jalannya Pertandingan secara detail menggambarkan bagaimana Inter Milan mampu mendominasi jalannya laga sejak awal. Inisiatif menyerang yang terus dibangun oleh Lautaro Martinez dan rekan-rekannya berhasil membongkar pertahanan Cremonese. Gol pertama tercipta melalui skema bola mati yang dieksekusi dengan baik, menunjukkan kemampuan Inter dalam memanfaatkan setiap peluang. Gol kedua yang dicetak oleh Zielinski merupakan bukti kualitas individu pemain Inter yang mampu menciptakan gol dari luar kotak penalti dengan tendangan yang keras dan terarah.

Meskipun sempat mengalami gangguan akibat insiden pelemparan flare, Inter Milan menunjukkan mentalitas juara dengan tetap fokus pada pertandingan dan mampu mengamankan kemenangan. Insiden tersebut memang menjadi catatan negatif dalam pertandingan ini, yang seharusnya tidak terjadi dalam sebuah ajang olahraga profesional.

Di kubu Cremonese, meskipun harus menelan kekalahan, penampilan beberapa pemain patut diapresiasi. Alessio Zerbin menunjukkan perlawanan sengit dan menciptakan beberapa peluang berbahaya yang nyaris berbuah gol. Namun, ketangguhan lini pertahanan Inter dan sedikit keberuntungan dalam hal mistar gawang menjadi penghalang bagi Cremonese untuk mencetak gol.

Secara keseluruhan, pertandingan antara Cremonese dan Inter Milan ini memperlihatkan perbedaan kualitas antara kedua tim. Inter Milan, dengan skuad yang lebih matang dan berpengalaman, mampu memanfaatkan setiap celah dan peluang yang ada. Kemenangan ini tidak hanya menambah angka bagi Inter, tetapi juga menjadi modal penting untuk menjaga momentum positif dalam perburuan gelar Serie A.

Susunan Pemain yang diturunkan oleh kedua tim juga mencerminkan strategi dan kekuatan yang mereka miliki.

Cremonese: Audero; Terracciano, Baschirotto, Folino; Pezzella, Maleh, Zerbin, Grassi, Ceccherini; Bonazzoli, Vardy.

Inter: Sommer; Bisseck, Akanji, Bastoni; Luis Henrique, Frattesi, Sucic, Zielinski, Dimarco; Pio Esposito, Lautaro Martinez.

Perlu dicatat bahwa tanggal pertandingan yang tertera di berita asli adalah Minggu, 1 Februari 2026. Ini mungkin merupakan kesalahan penulisan tanggal atau merujuk pada pertandingan yang belum terjadi di masa depan. Jika ini adalah berita lama, tanggal tersebut perlu dikoreksi sesuai dengan kenyataan. Namun, berdasarkan format berita, kami mengikuti informasi yang ada.

Kemenangan ini menegaskan bahwa Inter Milan berada di jalur yang tepat untuk meraih scudetto musim ini. Konsistensi permainan, kedalaman skuad, dan kemampuan untuk mengatasi tekanan menjadi faktor kunci keberhasilan mereka. Di sisi lain, Cremonese masih memiliki banyak pekerjaan rumah untuk memperbaiki performa mereka dan menghindari ancaman degradasi. Insiden pelemparan flare juga menjadi pengingat penting bagi para suporter untuk selalu menjunjung tinggi sportivitas dan menciptakan atmosfer yang aman di stadion.