0

Pelajar Indonesia Bersiap ke Ajang Global lewat VEX Robotics

Share

Jakarta – Gelombang inovasi dan semangat kompetisi mengalir di kalangan pelajar Indonesia, seiring dengan digelarnya VEX Robotics Competition musim 2025/2026. Ajang bergengsi ini, yang untuk pertama kalinya digelar secara nasional di Indonesia, bukan sekadar kompetisi robotika biasa. Ia adalah sebuah platform strategis yang dirancang untuk memperkuat pendidikan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) dan mempersiapkan talenta muda Indonesia agar siap menghadapi kompleksitas serta tantangan teknologi di kancah global yang terus berkembang pesat.

Digagas melalui kolaborasi apik antara ProVisi Mandiri Pratama (ProVisi) sebagai pionir penyedia solusi pendidikan dan Sinarmas World Academy (SWA) sebagai salah satu institusi pendidikan terkemuka di Indonesia, kompetisi VEX Robotics ini telah menciptakan sebuah ekosistem pembelajaran yang autentik dan kontekstual. Lebih dari sekadar ajang unjuk kebolehan merakit dan memprogram robot, VEX Robotics menempatkan dirinya sebagai kawah candradimuka bagi peserta didik untuk mengasah serangkaian keterampilan abad ke-21 yang esensial. Keterampilan ini meliputi kemampuan berpikir kritis dalam menganalisis masalah, ketajaman riset untuk menemukan solusi inovatif, ketangkasan dalam pemecahan masalah yang kompleks, kejelasan dalam komunikasi ide-ide, kecakapan dalam analisis data performa robot, ketelitian dalam dokumentasi proses pengembangan, ketahanan mental menghadapi kegagalan dan perbaikan, hingga kemampuan berkolaborasi secara efektif dalam tim, bahkan berjejaring di skala global.

Pentingnya ajang ini semakin terasa di tengah derasnya arus revolusi industri 4.0 dan Society 5.0, di mana keahlian di bidang STEM menjadi tulang punggung kemajuan suatu bangsa. Indonesia, dengan bonus demografi yang besar, memiliki potensi luar biasa untuk mencetak generasi penerus yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga mampu menjadi kreator dan inovator. VEX Robotics hadir sebagai jawaban konkret atas kebutuhan tersebut, menawarkan model kompetisi berjenjang yang progresif: dimulai dari seleksi tingkat regional, berlanjut ke babak nasional, hingga puncaknya di pentas global. Setiap tahapan dirancang untuk mendorong peserta menerapkan prinsip-prinsip pembelajaran STEM secara langsung, memungkinkan mereka tidak hanya merancang dan memprogram robot, tetapi juga membangun pola pikir inovatif, mengembangkan strategi, serta mengasah kesiapan mental dan teknis untuk menghadapi tantangan masa depan.

Chatarina Trihastuti, Direktur ProVisi Mandiri Pratama, dengan penuh semangat menegaskan filosofi di balik penyelenggaraan VEX Robotics. "Bagi kami, kompetisi VEX Robotics adalah tentang mentransformasikan ide menjadi robot. Ini adalah sebuah proses kreatif dan teknis yang luar biasa," ujarnya dalam sambutan pembukaan kompetisi. Ia menambahkan, "Di balik setiap robot yang bergerak, setiap garis kode yang tertulis, terdapat ide-ide brilian dan inovasi tak terbatas dari peserta didik kami. Ini bukan hanya tentang membangun robot, tetapi jauh lebih dalam, ini tentang membangun masa depan peserta didik dan masa depan Indonesia yang lebih cerah dan kompetitif."

Kolaborasi strategis antara ProVisi dan Sinarmas World Academy menjadi kunci utama dalam membuka akses yang lebih luas bagi pelajar-pelajar Indonesia. Kemitraan ini memastikan bahwa pengalaman belajar STEM yang ditawarkan melalui VEX Robotics tidak hanya berkualitas tinggi, tetapi juga relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi global. Sinergi ini memungkinkan tersedianya infrastruktur, dukungan teknis, serta kurikulum yang memadai untuk memfasilitasi proses pembelajaran dan kompetisi yang optimal.

Kompetisi Nasional VEX Robotics musim 2025/2026 menjadi medan pertempuran ide dan inovasi yang mendebarkan. Sebanyak 12 tim terbaik dari tiga sekolah internasional terkemuka di Indonesia – Jakarta Intercultural School (JIS), Sinarmas World Academy (SWA), dan Surabaya Intercultural School (SIS) – berpartisipasi dalam ajang ini. Atmosfer kompetisi dipenuhi dengan semangat juang, kolaborasi tim, dan ketegangan saat setiap robot unjuk kebolehan di arena. Para juri tidak hanya menilai performa robot di lapangan, tetapi juga meninjau Engineering Notebook yang merupakan dokumentasi detail proses desain, pembangunan, pengujian, dan iterasi robot, serta menilai kemampuan presentasi dan kolaborasi tim.

Setelah melalui serangkaian babak penyisihan dan final yang ketat, terpilihlah empat tim terbaik yang akan membawa nama Indonesia ke panggung Kompetisi VEX Robotics Global. Keempat tim tersebut menunjukkan keunggulan yang luar biasa dalam berbagai aspek, mulai dari kreativitas desain, ketepatan pemrograman, strategi permainan, hingga kekompakan tim. Mereka adalah:

  1. SWA RoboKnights ES untuk kategori VEX IQ Robotics Competition Elementary School, yang menunjukkan potensi luar biasa dari para inovator cilik.
  2. SWA RoboKnights MS untuk kategori VEX IQ Robotics Competition Middle School, dengan kemampuan teknis dan strategis yang patut diacungi jempol.
  3. JIS Petre Dish untuk kategori VEX V5 Robotics Competition Middle School, yang berhasil memukau dengan desain robot yang inovatif dan performa yang konsisten.
  4. SWA RoboKnights HS untuk kategori VEX V5 Robotics Competition High School, yang menampilkan kompleksitas dan kecanggihan teknik robotika di tingkat menengah atas.

Keempat tim kebanggaan Indonesia ini dijadwalkan untuk berlaga di ajang VEX Robotics Global yang akan diselenggarakan di America’s Center Convention Complex, St. Louis, Missouri, Amerika Serikat, pada tanggal 21-30 April 2026. Ini adalah kesempatan emas bagi mereka untuk tidak hanya menguji kemampuan teknis di hadapan ribuan peserta dari seluruh dunia, tetapi juga untuk belajar, berjejaring, dan merasakan atmosfer kompetisi robotika terbesar di dunia.

Stanislav Sousek, Kepala Sekolah Sinarmas World Academy, mengungkapkan kebanggaannya yang mendalam atas pencapaian luar biasa para siswanya. "Kami sangat bangga dengan pencapaian luar biasa para siswa kami. Seluruh tim kami, baik dari kategori Elementary, Middle, maupun High School, berhasil lolos ke Kompetisi VEX Robotics Global di Amerika Serikat," katanya. "Ini mencerminkan kekuatan program robotika SWA yang telah kami bangun dengan dedikasi tinggi, dan kami sangat menantikan prestasi serta pengalaman berharga yang akan mereka raih di tingkat internasional. Ini bukan hanya kemenangan bagi SWA, tetapi juga bagi pendidikan STEM di Indonesia."

Partisipasi di ajang global seperti VEX Robotics World Championship menawarkan pengalaman yang tak ternilai. Para pelajar akan berinteraksi dengan budaya dan pendekatan teknologi yang beragam, menguji batasan kreativitas mereka, dan belajar dari para insinyur muda terbaik dari berbagai belahan dunia. Pengalaman ini akan membentuk mereka menjadi individu yang lebih adaptif, memiliki perspektif global, dan siap menjadi pemimpin masa depan di bidang teknologi.

Melalui kompetisi ini, VEX Robotics diharapkan dapat menjadi katalisator yang kuat dalam penguatan ekosistem pendidikan STEM di Indonesia. Lebih jauh lagi, ajang ini memiliki potensi untuk menginspirasi lebih banyak sekolah dan pelajar untuk terlibat dalam bidang robotika dan teknologi, menumbuhkan minat sejak dini, dan membangun fondasi yang kokoh untuk inovasi berkelanjutan. Dengan demikian, Indonesia akan semakin siap untuk menghadapi era digital dan bersaing di kancah global, melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga adaptif, inovatif, dan mampu menciptakan solusi untuk tantangan-tantangan dunia. Perjalanan keempat tim ini ke St. Louis bukan hanya membawa harapan, tetapi juga semangat seluruh bangsa Indonesia untuk maju dalam inovasi dan teknologi.