Jakarta – Lanskap digital Indonesia semakin menunjukkan kedewasaan dan kemandirian seiring dengan terus meningkatnya adopsi nama domain .id. Hingga penutup tahun 2025, Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) mengumumkan pencapaian signifikan, di mana total domain .id yang terdaftar berhasil menembus angka 1.431.960 nama domain. Angka ini tidak hanya menandai pertumbuhan positif yang stabil, tetapi juga secara gemilang melampaui target tahunan yang sebelumnya ditetapkan Pandi sebesar 1,35 juta domain. Capaian ini menjadi indikator kuat akan meningkatnya kepercayaan masyarakat dan berbagai sektor terhadap identitas digital lokal, mendorong Pandi untuk menetapkan target yang lebih ambisius di tahun 2026.
Pencapaian lebih dari 1,43 juta domain .id ini merefleksikan dinamika ekosistem digital nasional yang kian berkembang pesat. Domain .id, sebagai representasi identitas Indonesia di kancah global, semakin diakui sebagai pilihan utama bagi individu, bisnis, organisasi, hingga institusi pemerintahan untuk membangun kehadiran online mereka. Kepercayaan yang tumbuh ini bukan tanpa alasan; ia merupakan hasil dari upaya kolektif dan sinergis antara Pandi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam ekosistem internet nasional, termasuk registrar, penyedia layanan internet (ISP), komunitas pengembang, serta dukungan regulasi pemerintah.
Ketua Pandi, John Sihar Simanjuntak, menggarisbawahi pentingnya pertumbuhan ini sebagai cerminan nyata dari adopsi digital yang masif di Indonesia. "Peningkatan jumlah nama domain .id menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia semakin percaya pada domain .id. Namun bagi PANDI, pertumbuhan bukan hanya soal angka, yang lebih penting adalah bagaimana domain .id mampu menghadirkan ruang digital yang aman, berdaulat, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat," ujar John, sebagaimana dikutip dari siaran pers yang diterima detikINET pada Sabtu, 31 Januari 2026. Pernyataan ini menegaskan filosofi Pandi yang tidak sekadar berfokus pada kuantitas, melainkan juga pada kualitas dan dampak positif yang dihasilkan oleh domain .id bagi kemajuan bangsa.
Seiring dengan pencapaian yang membanggakan di tahun 2025, Pandi telah menyiapkan strategi agresif untuk mempertahankan momentum pertumbuhan ini. Memasuki tahun 2026, Pandi menargetkan peningkatan jumlah domain .id terdaftar hingga mencapai 1,5 juta nama domain. Target ini, meskipun tampak ambisius, didasari oleh optimisme terhadap potensi pasar digital Indonesia yang masih sangat besar, serta didukung oleh berbagai inisiatif strategis yang akan dijalankan. John Sihar Simanjuntak menambahkan bahwa Pandi akan terus memperkuat tata kelola, kolaborasi, serta inisiatif keamanan untuk menjaga kualitas ekosistem domain .id. Penguatan ini mencakup program keamanan siber yang lebih robust, edukasi publik yang masif tentang pentingnya identitas digital, peningkatan kualitas tata kelola domain, serta kolaborasi yang lebih erat dengan berbagai mitra strategis, baik dari sektor swasta maupun pemerintah.
Visi Pandi ke depan tidak hanya terpaku pada pertumbuhan kuantitatif, melainkan juga sangat menekankan pentingnya keseimbangan dengan kualitas pengelolaan dan keamanan. Pandi memahami bahwa di era digital yang penuh tantangan, kredibilitas dan integritas ruang siber nasional adalah kunci. "Pandi mendorong agar domain .id terus tumbuh secara berkelanjutan, tidak hanya dari sisi jumlah, tetapi juga dari kualitas pengelolaan dan tingkat keamanannya," tegas John. Ini berarti Pandi akan berinvestasi lebih dalam pada infrastruktur yang handal, kebijakan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan sistem keamanan yang mampu menghadapi ancaman siber yang kian kompleks. Tujuan utamanya adalah memastikan bahwa setiap domain .id tidak hanya sekadar alamat di internet, tetapi juga merupakan aset digital yang terpercaya, aman, dan memberikan nilai tambah bagi pemiliknya serta ekosistem digital secara keseluruhan.
Perkuat Keamanan Lewat IDADX dan Inovasi E.ID
Meningkatnya jumlah domain .id secara signifikan membawa serta tantangan keamanan digital yang tidak kalah besar. Dengan semakin banyaknya entitas yang online, risiko penyalahgunaan domain seperti phishing, penipuan daring, distribusi malware, hingga konten ilegal juga turut meningkat. Menanggapi isu krusial ini, Pandi menghadirkan solusi inovatif bernama Indonesia Domain Abuse Data Exchange (IDADX). IDADX merupakan sebuah platform pertukaran data yang dirancang khusus untuk mempercepat dan meningkatkan efektivitas penanganan penyalahgunaan nama domain di Indonesia.
Melalui IDADX, Pandi berupaya menghimpun dan menyelaraskan data penyalahgunaan domain dari berbagai sumber. Platform ini memungkinkan proses identifikasi, notifikasi, dan mitigasi ancaman siber berjalan lebih cepat dan terkoordinasi. IDADX mendorong kolaborasi erat antara berbagai pihak, termasuk registrar domain, penyedia layanan internet (ISP), regulator terkait, dan komunitas keamanan siber. Dengan adanya pertukaran data yang efisien, respons terhadap insiden penyalahgunaan domain dapat dilakukan secara lebih terpadu, mengurangi dampak negatif bagi pengguna dan menjaga reputasi domain .id.
Salah satu fitur penting IDADX adalah integrasinya dengan CleanDNS, sebuah sistem yang berfungsi untuk menangani domain yang terindikasi melakukan aktivitas berbahaya seperti phishing, penipuan daring, penyebaran malware, maupun hosting konten ilegal. Integrasi ini memungkinkan deteksi dini dan tindakan cepat untuk mengisolasi domain-domain bermasalah, sehingga meminimalkan potensi kerugian bagi masyarakat. Pendekatan berbasis data dan transparansi yang diterapkan IDADX dan CleanDNS merupakan langkah proaktif Pandi dalam membangun lingkungan digital yang lebih aman dan terpercaya bagi seluruh pengguna internet di Indonesia.
Selain fokus pada keamanan domain, Pandi juga melangkah maju dalam inovasi identitas digital melalui pengembangan E.ID. E.ID adalah dompet identitas digital berbasis teknologi blockchain yang mengacu pada standar Verifiable Credential (VC) dari World Wide Web Consortium (W3C). Solusi ini dirancang untuk memudahkan pengelolaan kredensial digital yang terverifikasi, memberikan kendali penuh kepada pengguna atas data pribadi mereka. Dengan memanfaatkan keunggulan blockchain, E.ID menawarkan tingkat keamanan dan integritas data yang tinggi, mengurangi risiko pemalsuan identitas dan penyalahgunaan data.
Pengembangan E.ID juga sejalan dengan amanat Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP) yang baru disahkan. E.ID memungkinkan individu untuk memiliki, mengelola, dan membagikan identitas digital mereka secara selektif dan aman, sesuai dengan prinsip-prinsip privasi dan perlindungan data. Potensi aplikasi E.ID sangat luas, mulai dari otentikasi dalam layanan pemerintah, transaksi keuangan, hingga verifikasi identitas di platform e-commerce, yang pada akhirnya akan meningkatkan efisiensi dan keamanan dalam berbagai interaksi digital di Indonesia.
Komitmen Terhadap Keberagaman Budaya Digital: Domain Aksara Bali
Selain fokus pada pertumbuhan jumlah dan penguatan keamanan, Pandi juga menunjukkan komitmen kuatnya terhadap keberagaman budaya digital Indonesia. Salah satu inisiatif paling inovatif di tahun 2025 adalah peluncuran domain aksara Bali dengan ekstensi .âš—âš âšµ.id. Peluncuran bersejarah ini dilaksanakan pada tanggal 11 Desember 2025 di Denpasar, Bali, menandai babak baru dalam upaya pelestarian budaya dan inklusi digital.
Domain aksara Bali ini bukan sekadar penambahan ekstensi baru, melainkan sebuah simbol pengakuan terhadap kekayaan warisan budaya Indonesia di ranah digital. Pengembangan domain ini merupakan hasil kolaborasi erat antara Pandi, Universitas Udayana, dan Pemerintah Provinsi Bali, yang secara aktif mendukung inisiatif ini dari awal hingga akhir. Lebih lanjut, keberadaan domain aksara Bali ini juga telah didukung oleh penerbitan Label Generation Rules (LGR) Aksara Bali oleh Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN), organisasi global yang bertanggung jawab atas pengelolaan sistem nama domain internet. Pengakuan ICANN ini memastikan bahwa aksara Bali memiliki standar teknis dan interoperabilitas yang diakui secara internasional.
Pendaftaran domain aksara Bali dilakukan secara bertahap, dimulai dengan fase-fase khusus untuk memastikan hak prioritas bagi pemilik merek, lembaga kebudayaan, dan entitas terkait lainnya. Proses ini dirancang untuk mencegah potensi penyalahgunaan dan memastikan bahwa domain-domain krusial dapat diamankan oleh pihak yang berhak. Setelah fase-fase awal, domain aksara Bali akan memasuki fase General Availability atau pendaftaran umum pada 15 Februari 2026. Biaya pendaftaran domain ini disesuaikan berdasarkan periode pendaftaran, memberikan fleksibilitas bagi calon pendaftar. Inisiatif ini diharapkan dapat mendorong masyarakat Bali, khususnya para pegiat budaya, seniman, dan pelaku UMKM, untuk lebih aktif memanfaatkan ruang digital dengan identitas lokal yang kuat, sekaligus membuka jalan bagi kemungkinan peluncuran domain dengan aksara daerah lain di masa mendatang.
Secara keseluruhan, tahun 2025 menjadi bukti nyata kemajuan ekosistem domain .id di Indonesia, dengan pencapaian yang melampaui ekspektasi. Dengan target 1,5 juta domain di tahun 2026, Pandi tidak hanya mengejar angka, tetapi juga memperkuat fondasi keamanan, inovasi identitas digital, dan keberagaman budaya. Melalui IDADX, E.ID, dan domain aksara Bali, Pandi menegaskan komitmennya untuk menciptakan ruang digital yang tidak hanya besar dalam jumlah, tetapi juga aman, berdaulat, inklusif, dan merefleksikan kekayaan budaya bangsa. Perjalanan Pandi dalam membangun internet Indonesia yang lebih baik terus berlanjut, dengan visi yang jelas untuk masa depan digital yang cerah dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat.

