0

Ferry Salim Beri Ruang Pribadi Brandon dan Istri Jalani Rumah Tangga, Siapkan Panggilan ‘Grandfer’ untuk Cucu Pertama

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Aktor senior Ferry Salim tengah merasakan kebahagiaan yang luar biasa seiring dengan momen penting yang akan segera dihadapi oleh putra sulungnya, Brandon Salim, dan istrinya, Dhika Himawan. Pasangan muda ini tengah menanti kelahiran buah hati pertama mereka, sebuah kabar yang disambut dengan penuh suka cita oleh seluruh keluarga besar. Ferry Salim sendiri tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya ketika ditanya mengenai persiapan menyambut cucu pertamanya. Baginya, momen ini adalah salah satu peristiwa paling emosional dalam perjalanan hidupnya, sebuah babak baru yang penuh dengan harapan dan kehangatan.

"Mudah-mudahan ini jadi momen yang membahagiakan dan tidak terlupakan," ujar Ferry Salim dengan senyum merekah saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu. Ucapan tersebut mencerminkan betapa berharganya peristiwa ini bagi dirinya, sebuah anugerah yang ia nantikan dengan penuh kesabaran dan cinta.

Sebagai orang tua dan juga mertua, Ferry Salim menunjukkan sikap bijak dan pengertian. Ia secara tegas menyatakan komitmennya untuk tidak terlalu mencampuri urusan rumah tangga Brandon dan Dhika. Pemahaman Ferry Salim terhadap dinamika keluarga modern sangat mendalam. Ia menyadari bahwa Brandon dan istrinya sudah memasuki fase baru dalam kehidupan mereka, di mana mereka perlu memiliki ruang pribadi untuk membangun rumah tangga sesuai dengan cara mereka sendiri. Kebebasan ini penting untuk kemandirian dan kedewasaan mereka dalam mengarungi bahtera rumah tangga yang baru terbentuk.

"Kita tinggalnya sudah misah. Jadi udah jarang ketemu, kadang-kadang dia sibuk kerja ngurusin keluarganya, ngurusin persiapan punya baby gitu sih," jelas Ferry Salim, menggarisbawahi bahwa ia dan keluarganya memilih untuk menjaga jarak yang sehat dalam urusan pribadi Brandon. Pemisahan tempat tinggal ini bukan berarti renggangnya hubungan, melainkan sebuah bentuk kepercayaan dan penghormatan terhadap privasi keluarga muda tersebut. Ferry Salim percaya bahwa dengan memberikan ruang yang cukup, Brandon dan Dhika akan dapat belajar dan tumbuh sebagai pasangan yang kuat dan mandiri.

Lebih lanjut, Ferry Salim menunjukkan kehati-hatian yang luar biasa ketika berbicara mengenai kehamilan menantunya. Ia sangat berhati-hati agar tidak terlalu banyak membahas detail yang seharusnya menjadi hak Brandon dan Dhika untuk membagikan kepada publik. Ferry Salim ingin memberikan kesempatan penuh kepada putranya untuk menjadi yang pertama berbagi kabar bahagia ini dengan cara dan waktu yang mereka pilih sendiri. Hal ini menunjukkan rasa hormatnya terhadap keputusan dan privasi Brandon dan Dhika sebagai pasangan.

"Saya gak mau terlalu banyak membahas itu karena biar anak saya aja gitu nanti yang ngebahas," ungkap Ferry Salim. Sikapnya ini sangat terpuji, menunjukkan bahwa ia lebih mengutamakan kebahagiaan dan kenyamanan putranya serta menantunya daripada keinginan untuk menjadi pusat perhatian. Ia memahami bahwa setiap keluarga memiliki cara tersendiri dalam mengelola informasi dan berbagi kabar bahagia.

Di tengah kegembiraannya menyambut kehadiran cucu pertama, Ferry Salim juga telah mempersiapkan sebuah panggilan unik untuk dirinya sendiri. Berbeda dari panggilan tradisional seperti opa, kakek, atau eyang, Ferry Salim justru memilih panggilan yang lebih modern dan personal. Ia ingin dipanggil "Grandfer", sebuah gabungan dari kata "Grand" yang berarti besar atau kakek, dan namanya sendiri, Ferry.

Pilihan panggilan ini ternyata memiliki alasan yang manis dan romantis. "Panggilannya Grandfer, Grand-Ferry, karena istri saya namanya Merry, Grandmer. Jadi Grand-Merry," bebernya sambil tersenyum. Panggilan ini tidak hanya unik, tetapi juga mencerminkan keharmonisan keluarga Ferry Salim. Nama "Grand-Merry" untuk istrinya, Merry, menunjukkan bahwa mereka berdua akan menjadi pasangan kakek dan nenek yang kompak dan modern. Ini adalah cara yang kreatif untuk merayakan peran baru mereka sebagai kakek dan nenek, sekaligus menunjukkan kedekatan dan kasih sayang di antara mereka.

Keinginan Ferry Salim untuk memberikan ruang pribadi kepada Brandon dan istrinya menunjukkan pemahamannya yang mendalam tentang pentingnya otonomi dalam membangun sebuah keluarga. Ia tidak ingin menjadi figur yang mendikte atau mendominasi, melainkan menjadi sumber dukungan yang bijaksana. Ini adalah pelajaran berharga bagi banyak orang tua dan mertua di luar sana, bahwa memberikan kepercayaan dan kebebasan adalah salah satu bentuk cinta yang paling tulus. Dengan demikian, Brandon dan Dhika dapat menavigasi tantangan dan kegembiraan menjadi orang tua baru dengan percaya diri.

Persiapan menyambut cucu pertama ini tidak hanya terbatas pada memberikan ruang pribadi. Ferry Salim dan keluarganya tentu juga telah mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk menyambut kedatangan anggota keluarga baru. Mulai dari perlengkapan bayi, hingga persiapan mental dan emosional, semua dilakukan dengan penuh cinta dan antisipasi. Kebahagiaan Ferry Salim terlihat begitu tulus, terpancar dari setiap kata dan gesturnya.

Momen kelahiran cucu pertama adalah sebuah tonggak sejarah penting dalam kehidupan seorang kakek dan nenek. Ini adalah kesempatan untuk merasakan kembali kebahagiaan membesarkan anak, namun dengan perspektif yang berbeda, lebih tenang, dan penuh kebijaksanaan. Ferry Salim tampaknya sangat siap untuk menikmati setiap momen ini, menjadi figur yang penuh kasih dan menjadi teladan bagi cucu tercintanya kelak.

Panggilan "Grandfer" yang dipilih Ferry Salim juga bisa diartikan sebagai simbol transisi. Ini menunjukkan bahwa ia siap untuk merangkul peran barunya sebagai kakek dengan cara yang segar dan berbeda, sambil tetap mempertahankan identitas dirinya. Ini adalah penanda bahwa ia adalah kakek modern, yang terbuka terhadap hal-hal baru, namun tetap memegang teguh nilai-nilai keluarga.

Secara keseluruhan, berita ini tidak hanya tentang persiapan menyambut cucu, tetapi juga tentang filosofi keluarga yang bijaksana. Ferry Salim memberikan contoh bagaimana orang tua dapat mendukung anak-anak mereka dalam membangun kehidupan mereka sendiri tanpa kehilangan kedekatan. Ia menunjukkan bahwa cinta dan dukungan tidak selalu berarti kehadiran fisik yang konstan, tetapi juga memberikan ruang, kepercayaan, dan kebebasan. Ini adalah pesan yang sangat relevan di era modern, di mana setiap individu dan keluarga memiliki dinamika yang unik.

Peran Ferry Salim sebagai ayah dan calon kakek patut diapresiasi. Ia tidak hanya membagikan kebahagiaannya, tetapi juga kebijaksanaannya dalam menjalani hubungan keluarga. Panggilan "Grandfer" menjadi penutup yang manis, melambangkan awal dari sebuah babak baru yang penuh dengan cinta, kehangatan, dan kegembiraan dalam keluarga Ferry Salim. Momen ini akan menjadi kenangan indah yang akan terus dikenang sepanjang masa.