BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Arsenal telah mengukir sejarah yang tak terhapuskan dalam gelaran Liga Champions 2025/2026, mengukuhkan status "Invincible" setelah menyapu bersih seluruh delapan pertandingan fase liga dengan kemenangan gemilang. Prestasi luar biasa ini tidak hanya menandai rekor tak terkalahkan, tetapi juga memecahkan berbagai rekor yang sebelumnya dipegang oleh klub-klub elite Eropa, memantapkan The Gunners sebagai salah satu kontender terkuat untuk meraih trofi Si Kuping Besar musim ini.
Sejak peluit pertama dibunyikan pada matchday pertama hingga laga penutup fase liga, pasukan asuhan Mikel Arteta menunjukkan performa yang luar biasa konsisten. Dominasi Arsenal tidak hanya terlihat dari jumlah kemenangan, tetapi juga dari superioritas dalam produktivitas gol dan kekokohan lini pertahanan. Setiap pertandingan menjadi pembuktian kualitas tim yang matang, strategi yang efektif, dan determinasi para pemain yang tak kenal lelah. Mereka tidak hanya sekadar menang, tetapi juga memberikan tontonan sepak bola yang menghibur dan memukau, mengukuhkan identitas mereka sebagai tim yang selalu berusaha bermain menyerang dan atraktif.
Perjalanan sempurna Arsenal di fase grup ini dihiasi dengan kemenangan atas tim-tim tangguh dari berbagai liga top Eropa. Daftar lawan yang berhasil ditaklukkan oleh Meriam London menunjukkan betapa seriusnya Arsenal dalam mengarungi kompetisi ini. Musim ini, Arsenal berhasil mengungguli Athletic Bilbao dalam dua pertemuan kandang dan tandang, menunjukkan kemampuan adaptasi mereka di berbagai atmosfer stadion. Di kandang sendiri, Emirates Stadium, mereka sukses membungkam perlawanan AC Milan dengan skor meyakinkan, sebuah bukti bahwa The Gunners mampu memanfaatkan keunggulan kandang mereka dengan maksimal. Tidak berhenti di situ, di San Siro yang terkenal angker, Arsenal kembali menunjukkan taringnya dengan meraih kemenangan krusial, sebuah pencapaian yang jarang bisa dilakukan oleh tim tamu. Pertandingan tandang melawan Shakhtar Donetsk juga berhasil dimenangkan dengan skor telak, mempertegas dominasi mereka di Grup C. Kemenangan dramatis melawan tim kuat lainnya, Napoli, di kandang sendiri, semakin melengkapi catatan sempurna Arsenal. Di kandang Napoli, Arsenal kembali menunjukkan mental juara dengan meraih tiga poin penting. Kemenangan atas tim-tim dari berbagai negara dan gaya bermain yang berbeda ini membuktikan bahwa Arsenal telah siap menghadapi tantangan apa pun yang ada di depan.
Dominasi Arsenal semakin terkuak jelas melalui statistik gol yang mereka catat. Rata-rata Arsenal berhasil mencetak hampir tiga gol per pertandingan, sebuah angka yang sangat impresif dan menunjukkan ketajaman lini serang mereka. Dengan rata-rata 2.9 gol per laga, Arsenal menjadi tim paling produktif di fase liga Liga Champions. Di sisi lain, lini belakang mereka terbukti sangat sulit ditembus. Hanya kebobolan rata-rata setengah gol per pertandingan, atau tepatnya 0.5 gol per laga, menunjukkan betapa solidnya pertahanan yang dibangun oleh Mikel Arteta. Ketangguhan ini tidak hanya berasal dari para pemain belakang, tetapi juga dari kerja keras seluruh tim dalam melakukan pressing dan menutup ruang. Perbandingan produktivitas gol yang sangat tinggi dengan jumlah kebobolan yang minim ini menjadi indikator utama kekuatan Arsenal secara keseluruhan, baik dalam menyerang maupun bertahan. Mereka mampu mengendalikan jalannya pertandingan, menciptakan banyak peluang, dan pada saat yang sama, meminimalkan ancaman dari lawan.
Capaian luar biasa ini membuat Arsenal menorehkan sejumlah catatan penting yang belum pernah terjadi sebelumnya di fase liga Liga Champions. Pertama, Arsenal berhasil menjadi tim pertama dalam sejarah Liga Champions yang memenangkan semua delapan pertandingan fase liga dengan rekor 100% kemenangan. Rekor ini mengalahkan catatan kemenangan beruntun sebelumnya yang pernah dipegang oleh beberapa tim besar lainnya. Kedua, mereka juga mencatatkan rekor gol terbanyak di fase liga dengan total 23 gol yang berhasil mereka cetak, menunjukkan kekuatan serangan mereka yang luar biasa. Ketiga, Arsenal juga berhasil menyamai rekor pertahanan terbaik di fase liga dengan hanya kebobolan empat gol, menunjukkan betapa kokohnya lini belakang mereka. Keempat, dengan delapan kemenangan beruntun, Arsenal memecahkan rekor kemenangan terpanjang di fase liga Liga Champions, sebuah bukti konsistensi dan mental juara mereka. Kelima, sebagai tim yang belum terkalahkan, Arsenal mencatatkan rekor tak terkalahkan terpanjang di fase liga Liga Champions, sebuah pencapaian prestisius yang akan sulit dipecahkan oleh tim lain. Keenam, dengan performa gemilang ini, Arsenal dinobatkan sebagai tim terbaik di fase grup Liga Champions 2025/2026, sebuah pengakuan atas dominasi mereka. Ketujuh, dengan 24 poin yang berhasil dikumpulkan, Arsenal mencatatkan rekor poin tertinggi di fase liga Liga Champions, melampaui pencapaian tim-tim sebelumnya.
Status "Invincible" di fase liga ini tentu saja menegaskan Arsenal sebagai salah satu kandidat kuat untuk merengkuh gelar juara Liga Champions musim ini. Performa impresif yang mereka tunjukkan, baik secara individu maupun kolektif, menjadi modal berharga untuk menghadapi fase gugur yang akan semakin menantang. Kepercayaan diri yang tinggi, pengalaman bermain melawan tim-tim kuat, serta kedalaman skuad yang dimiliki Arsenal, semuanya menjadi faktor yang membuat mereka patut diperhitungkan. Para penggemar The Gunners kini memiliki harapan yang sangat besar untuk melihat tim kesayangan mereka mengangkat trofi Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah klub. Perjalanan masih panjang, namun dengan fondasi yang begitu kuat di fase grup, Arsenal telah memberikan sinyal kuat bahwa mereka siap untuk menaklukkan Eropa. Semangat juang yang ditunjukkan oleh setiap pemain, di bawah arahan Mikel Arteta yang brilian, telah menciptakan sebuah tim yang tangguh, cerdas, dan haus akan kemenangan. Sejarah telah dibuat, dan kini Arsenal siap untuk menuliskan babak selanjutnya dalam perjalanan mereka menuju kejayaan di Liga Champions.

