Konsol generasi terbaru Sony, PlayStation 5 (PS5), kembali mencatatkan tonggak bersejarah yang menggemparkan industri game global. Data terbaru yang dirilis pada Kamis (29/1/2026) mengungkapkan bahwa penjualan PS5 sepanjang masa telah resmi melampaui pendahulunya, PlayStation 3 (PS3), dengan total mencapai 89,44 juta unit yang tersebar di seluruh dunia. Pencapaian monumental ini tidak hanya menandai sukses besar bagi Sony tetapi juga menempatkan PS5 pada posisi baru yang lebih tinggi dalam sejarah konsol game.
Angka fantastis 89,44 juta unit ini secara definitif menggeser PS3, yang selama bertahun-tahun bertahan di angka 87,40 juta unit. Dengan torehan ini, PS5 kini menempati peringkat kedelapan dalam daftar konsol paling laku sepanjang masa, sebuah lompatan signifikan mengingat usia PS5 yang relatif lebih muda dibandingkan banyak konsol lain di daftar tersebut. Ini adalah bukti nyata kekuatan merek PlayStation dan daya tarik konsol generasi terbarunya di tengah berbagai tantangan global yang menyertai peluncurannya.
Perjalanan PS5 menuju puncak ini tidaklah mudah. Diluncurkan secara global pada November 2020, PS5 menghadapi badai kelangkaan chip semikonduktor yang parah, diperparah oleh pandemi global, yang membuat konsol ini sangat sulit ditemukan di pasaran selama hampir dua tahun pertama. Namun, terlepas dari hambatan pasokan yang signifikan, permintaan terhadap PS5 tetap meroket, menunjukkan betapa besarnya antisipasi dan keinginan para gamer untuk merasakan teknologi generasi selanjutnya. Keberhasilan PS5 mengatasi rintangan ini dan tetap mencapai rekor penjualan yang impresif semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu konsol paling diminati.
Target selanjutnya bagi PS5 adalah menyusul Nintendo Wii, sebuah konsol revolusioner yang berhasil menjual sebanyak 101,63 juta unit sepanjang masa. Menurut perkiraan VGChartz, pencapaian ini bukan mustahil bagi PS5, terutama mengingat konsol ini masih berada di tengah siklus hidupnya dan belum ada indikasi generasi baru akan segera diluncurkan. Dengan terus berlanjutnya rilis game-game eksklusif berkualitas tinggi dan potensi pembaruan perangkat keras seperti model "Pro" di masa depan, PS5 memiliki momentum yang kuat untuk terus menanjak dalam daftar penjualan.
Meskipun telah pecah rekor dan menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa, jumlah PS5 yang terjual saat ini masih kalah jauh dari dua pendahulunya yang sangat sukses, yaitu PlayStation 1 (PS1) dan PlayStation 4 (PS4). Konsol PS1 telah diboyong oleh sejumlah gamer hingga 102,49 juta unit, sebuah angka yang dicapai dalam era di mana konsol 3D baru mulai merajalela. Sementara itu, penjualan sepanjang masa PS4 mencapai 117,20 juta unit, menjadikannya salah satu konsol terlaris di era modern, didukung oleh katalog game yang luas dan basis penggemar yang sangat loyal. PS5 masih memiliki jalan panjang untuk menyamai atau bahkan melampaui rekor para raksasa ini, namun dengan laju penjualan saat ini, prospeknya sangat menjanjikan.
Untuk mendapatkan gambaran yang lebih detail mengenai performa PS5, mari kita telaah data penjualan berdasarkan wilayah, sekaligus membandingkannya dengan jejak langkah PS3. PS5 diperkirakan sudah terjual sebanyak 31,67 juta unit di Amerika Utara, sebuah pasar yang secara tradisional sangat kuat bagi PlayStation. Di Eropa, angka penjualannya sedikit lebih tinggi, mencapai 31,71 juta unit, menunjukkan dominasi yang konsisten di benua tersebut. Sementara itu, di Jepang, pasar domestik Sony, PS5 terjual sebanyak 7,33 juta unit. Sisa penjualan, yakni 18,73 juta unit, tersebar di seluruh dunia, mencakup wilayah Asia lainnya, Oceania, Amerika Latin, dan Afrika.
Perbandingan dengan PS3 memberikan perspektif menarik. PS3 terjual 29,60 juta unit di Amerika Utara dan 30,87 juta unit di Eropa. Ini menunjukkan bahwa PS5 telah berhasil melampaui PS3 di kedua pasar kunci ini, menggarisbawahi daya tarik yang lebih besar dan penetrasi pasar yang lebih cepat. Namun, di Jepang, PS3 memiliki performa yang lebih kuat dengan 10,47 juta unit terjual. Penurunan penjualan PlayStation di Jepang pada era PS5 ini mencerminkan pergeseran preferensi pasar di sana, di mana konsol portabel seperti Nintendo Switch kini mendominasi, dan minat terhadap konsol rumahan Barat semakin berkurang. Sementara itu, di wilayah "seluruh dunia" lainnya, PS3 mencatat 16,47 juta unit, yang berarti PS5 juga menunjukkan pertumbuhan signifikan di pasar-pasar berkembang.
Apabila dirinci lebih lanjut penjualan PS5 di Eropa, konsol ini diproyeksi terjual sebanyak 5,59 juta unit di Inggris, 6,19 juta unit di Jerman, dan 5,08 juta unit di Prancis. Angka-angka ini menunjukkan bahwa Inggris, Jerman, dan Prancis adalah pilar utama penjualan PlayStation di Eropa, dengan masing-masing negara memberikan kontribusi yang substansial. Kemungkinan jumlahnya akan terus bertambah secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan, mengingat konsol ini masih akan menjadi primadona Sony selama beberapa waktu mendatang, dan belum ada generasi baru yang siap menggantikannya dalam waktu dekat.
Perbedaan tanggal peluncuran juga perlu diperhatikan dalam analisis ini. PS5 diluncurkan di seluruh dunia pada November 2020, relatif serentak di berbagai wilayah utama. Sedangkan PS3 memiliki jadwal rilis yang lebih bertahap; pertama di Amerika Utara dan Jepang pada November 2006, kemudian baru hadir di Eropa pada Maret 2007. Perbedaan waktu ini memberikan PS3 siklus hidup yang lebih panjang di beberapa pasar sebelum kedatangan PS4, namun PS5, dengan peluncuran yang lebih terkonsentrasi dan cepat, telah menunjukkan kemampuan untuk mencapai angka penjualan yang tinggi dalam waktu yang lebih singkat.
Meskipun pencapaian PS5 sangat membanggakan, eksistensinya belum semegah PlayStation 2 (PS2), yang hingga kini masih menjadi raja tak terbantahkan dengan penjualan fantastis mencapai 160,01 juta unit. PS2 adalah fenomena budaya yang berhasil menembus berbagai segmen masyarakat, berkat katalog game yang masif, harga yang terjangkau, dan fungsinya sebagai pemutar DVD di masa itu. Perjalanan PS5 untuk bisa membayang-bayangi kerabatnya yang legendaris itu masih sangat jauh, membutuhkan durasi siklus hidup yang sangat panjang dan daya tarik yang tak lekang oleh waktu.
Daftar konsol paling laku sepanjang masa juga menunjukkan betapa beratnya persaingan di puncak. Selain PS2 yang menempati peringkat pertama, ada Nintendo DS yang menempati peringkat kedua dengan penjualan lebih dari 154 juta unit, diikuti oleh Nintendo Switch di peringkat ketiga yang terus menunjukkan pertumbuhan fenomenal. Kemudian ada Game Boy (termasuk Game Boy Color) di peringkat keempat, PS4 di peringkat kelima, PS1 di peringkat keenam, dan Nintendo Wii di peringkat ketujuh. PS5 yang saat ini berada di urutan kedelapan, harus bisa melangkahi enam konsol legendaris tersebut bila ingin bersanding dengan PS2 di puncak tahta.
Untuk terus menanjak dalam daftar ini, Sony akan mengandalkan strategi yang telah terbukti: ekosistem PlayStation yang kuat, didukung oleh game-game eksklusif yang memukau, layanan langganan PlayStation Plus yang terus berkembang, dan inovasi perangkat keras seperti PlayStation VR2. Selain itu, upaya untuk terus meningkatkan ketersediaan konsol dan menawarkan bundel menarik akan menjadi kunci. Persaingan dari Xbox Series X/S dan pasar PC gaming yang terus tumbuh juga akan menjadi faktor penentu.
Pencapaian PS5 yang berhasil melampaui PS3 adalah bukti nyata resiliensi dan daya tarik abadi merek PlayStation. Ini menegaskan kembali posisi Sony sebagai pemain dominan di industri konsol game. Meskipun masih banyak tantangan di depan dan puncak penjualan global masih jauh di atas, momentum yang dimiliki PS5 saat ini sangatlah positif. Dengan terus berinovasi dan mendengarkan keinginan komunitas gamer, PS5 memiliki potensi besar untuk menorehkan lebih banyak rekor dan mengukir namanya lebih dalam dalam sejarah industri hiburan interaktif.

