BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Rian D’Masiv dengan tegas membantah tudingan miring terkait isu child grooming yang menyeret namanya. Ditemui di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Rabu (28/1/2026), vokalis band D’Masiv ini menunjukkan sikap santai namun lugas dalam menyikapi isu yang beredar. Ia menyatakan bahwa kabar tersebut sama sekali tidak benar dan tidak merasa terganggu karena dasar tuduhan itu tidak faktual. "Ya karena gak bener kan, ya udah kita nyantai aja. Orang gak bener kan," ujar Rian D’Masiv dengan nada meyakinkan.
Isu ini mulai mencuat setelah seorang pengguna media sosial dengan akun Threads @uhhhh.melia mengunggah pengakuan sebagai korban dugaan child grooming yang diduga dilakukan oleh Rian D’Masiv. Dalam unggahannya, ia menceritakan pengalamannya terkait perlakuan yang dianggap tidak pantas dari sang musisi. Unggahan tersebut kemudian menjadi viral dan memicu perhatian publik, terutama di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap isu kekerasan seksual pada anak, yang salah satunya dipicu oleh diskusi publik seputar buku "Broken Strings" karya Aurelie Moeremans.
Menanggapi hal tersebut, Rian D’Masiv menegaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam dan telah mengambil langkah hukum untuk mengklarifikasi dan membantah tuduhan tersebut. "Itu tidak benar. Makanya itu langsung kita proses juga secara hukum, melalui kuasa hukum saya juga," tutur Rian, menandakan keseriusannya dalam menangani masalah ini. Keputusan untuk menempuh jalur hukum ini diambil sebagai bentuk pertanggungjawaban Rian untuk membersihkan nama baiknya dan memberikan kejelasan atas isu yang telah menyebar luas.
Lebih lanjut, Rian D’Masiv menjelaskan bahwa isu child grooming merupakan tuduhan yang sangat serius dan berpotensi merusak reputasi seseorang, terutama seorang figur publik. Oleh karena itu, ia merasa perlu untuk memberikan tanggapan yang tegas dan mengambil tindakan yang diperlukan agar kesalahpahaman tidak semakin meluas dan merugikan banyak pihak. Sikapnya yang santai bukan berarti meremehkan isu yang diangkat, melainkan menunjukkan keyakinannya bahwa tuduhan tersebut tidak memiliki dasar yang kuat.
Dalam konteks ini, child grooming sendiri merupakan sebuah proses manipulatif di mana pelaku membangun hubungan kepercayaan dengan anak atau remaja dengan tujuan untuk mengeksploitasi mereka secara seksual. Proses ini seringkali melibatkan serangkaian tindakan yang dilakukan secara bertahap, mulai dari membangun kedekatan emosional, memberikan hadiah, hingga memanipulasi pikiran dan perasaan korban agar merasa nyaman dan tidak curiga. Pelaku grooming biasanya sangat pandai dalam menyembunyikan niat buruk mereka di balik persona yang tampak baik dan peduli.
Penting untuk dipahami bahwa tuduhan child grooming harus ditangani dengan sangat hati-hati dan berdasarkan bukti yang kuat. Tanpa bukti yang memadai, penyebaran tuduhan semacam ini dapat menimbulkan dampak negatif yang besar, termasuk rusaknya reputasi, tekanan psikologis, dan bahkan kerugian finansial bagi pihak yang dituduh. Dalam kasus Rian D’Masiv, ia memilih untuk menghadapi tuduhan ini dengan transparansi dan melalui jalur hukum yang resmi.
Rian D’Masiv, yang dikenal sebagai pentolan band D’Masiv, memiliki rekam jejak karier yang panjang di industri musik Indonesia. Bandnya telah menghasilkan banyak lagu hits yang dicintai oleh masyarakat. Sebagai seorang musisi yang kerap berinteraksi dengan penggemar dari berbagai kalangan usia, termasuk remaja dan anak-anak, ia menyadari pentingnya menjaga citra dan memberikan contoh yang baik. Oleh karena itu, tuduhan yang menyangkut eksploitasi terhadap anak-anak menjadi isu yang sangat sensitif baginya.
Pihak Rian D’Masiv, melalui kuasa hukumnya, telah menyatakan komitmen untuk bekerjasama sepenuhnya dengan proses hukum yang sedang berjalan. Tujuannya adalah untuk mengungkap kebenaran dan membersihkan nama baiknya dari tuduhan yang tidak berdasar. Langkah ini juga diharapkan dapat memberikan efek jera bagi pihak-pihak yang mencoba menyebarkan fitnah atau informasi palsu yang dapat merugikan orang lain.
Penting untuk dicatat bahwa dalam era digital seperti sekarang, informasi dapat menyebar dengan sangat cepat melalui media sosial. Hal ini terkadang membuat berita atau tuduhan yang belum terverifikasi kebenarannya dapat menjadi viral dan menimbulkan opini publik yang belum tentu akurat. Oleh karena itu, masyarakat dihimbau untuk lebih bijak dalam menyikapi setiap informasi yang beredar, terutama yang bersifat tuduhan serius terhadap individu. Verifikasi informasi dan menunggu hasil proses hukum yang adil adalah langkah yang lebih bijaksana.
Kasus yang menimpa Rian D’Masiv ini juga menjadi pengingat pentingnya literasi digital dan etika dalam bermedia sosial. Penyebaran informasi yang belum tentu benar dapat memiliki konsekuensi hukum bagi penyebarnya, dan yang lebih penting lagi, dapat menimbulkan kerugian moral dan psikologis yang mendalam bagi pihak yang dituduh.
Meskipun Rian D’Masiv memilih untuk tidak banyak berkomentar di depan publik secara mendalam, pernyataannya bahwa tuduhan tersebut tidak benar dan sedang diproses secara hukum sudah cukup memberikan gambaran mengenai posisinya. Sikapnya yang santai, di satu sisi, menunjukkan kepercayaan diri pada kebenaran, namun di sisi lain, penegasannya untuk menempuh jalur hukum menunjukkan bahwa ia tidak menganggap remeh tuduhan tersebut.
Dengan adanya proses hukum yang sedang berjalan, diharapkan kebenaran akan terungkap dan pihak yang dirugikan dapat memperoleh keadilan. Kasus ini juga menjadi momentum untuk kembali mengingatkan publik akan pentingnya kesadaran terhadap isu-isu sensitif seperti child grooming, namun tetap berpegang pada prinsip praduga tak bersalah hingga ada keputusan hukum yang berkekuatan tetap. Rian D’Masiv berharap agar publik dapat bersabar menunggu hasil investigasi dan proses hukum yang akan memberikan klarifikasi yang sebenarnya.
Keberanian Rian D’Masiv untuk menghadapi tuduhan ini secara terbuka dan melalui jalur hukum patut diapresiasi. Ini menunjukkan komitmennya untuk menjaga integritas dan reputasinya sebagai seorang musisi yang telah berkontribusi dalam industri musik Indonesia. Semoga proses hukum yang dijalani dapat berjalan lancar dan memberikan kejelasan yang diharapkan oleh semua pihak. Keputusan untuk tidak terburu-buru dalam memberikan tanggapan detail, namun tetap memberikan penegasan dan langkah konkret melalui kuasa hukum, adalah strategi yang bijak dalam menghadapi situasi yang kompleks seperti ini.

