0

Keluar dari Rehabilitasi Narkoba, Onadio Leonardo: Akhirnya Pulang! Penyesalan Mendalam dan Tekad Baru Setelah Tiga Bulan Perjuangan

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Setelah tiga bulan yang terasa seperti perjalanan panjang penuh perenungan dan perjuangan, aktor sekaligus penyanyi ternama, Onadio Leonardo, akhirnya merasakan kebebasan yang begitu didambakan. Ditemani sang istri tercinta, Beby Prisillia, Onad, sapaan akrabnya, melangkah keluar dari pusat rehabilitasi dengan sorot mata yang memancarkan kelegaan luar biasa, meskipun di balik senyum bahagia itu tersirat pula penyesalan mendalam atas tindakan-tindakan yang membawanya pada situasi sulit ini. Tiga bulan yang dihabiskan di dalam dinding rehabilitasi bagaikan tamparan keras yang menyadarkannya akan arti penting kehidupan dan konsekuensi dari setiap pilihan yang diambil.

"Happy banget! Akhirnya pulang juga setelah tiga bulan di sini. Banyak pelajarannya, banyak ketololan gue yang harus gue bayar dengan banyak hal lah," ungkap Onadio Leonardo dengan nada penuh haru saat ditemui awak media di luar Yayasan Pemulihan Natura Indonesia, kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, pada hari Rabu, 28 Januari 2026. Pengakuan ini bukan sekadar ungkapan emosi sesaat, melainkan cerminan dari proses introspeksi diri yang intens selama masa rehabilitasi. Ia mengakui, selama berada di sana, banyak waktu yang dihabiskan untuk merenungi setiap langkah keliru yang telah ia ambil, setiap keputusan impulsif yang membawanya terjerumus ke dalam jurang penyalahgunaan narkoba, sebuah masalah serius yang mengancam karier dan kehidupannya.

Perjalanan rehabilitasi ini, bagi Onad, bukan hanya sekadar menjalani prosedur, melainkan sebuah proses penyembuhan holistik. Ia mengungkapkan bahwa selama menjalani program, ia mendapatkan dukungan penuh dalam aspek kesehatan mental, sebuah elemen krusial yang seringkali terabaikan dalam penanganan masalah narkoba. "Gue olahraga, gue jauh lebih sehat. Gue juga banyak (dibantu) psikolog, psikiater di sini nyediain semua yang gue butuh. Jadi gue jujur masih terpukul sih dengan kejadian kemarin," bebernya, menekankan pentingnya peran para profesional medis dalam pemulihannya. Terapi kesehatan mental yang ia terima membantunya untuk jauh lebih stabil secara emosional, membantunya mengelola perasaan yang mungkin timbul akibat penyesalan dan tekanan.

Lebih jauh, Onad menuturkan bahwa pengalaman ini telah memberinya perspektif baru tentang kehidupan. Ia menyadari bahwa setiap tindakan, sekecil apapun, pasti memiliki konsekuensi yang tak terhindarkan. Kesadaran ini menjadi pondasi kuat bagi tekadnya untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. "Gue di rehab ini gue belajar kayak apa pun yang lo lakuin pasti ada konsekuensinya dan gue terima, gue jalanin tiga bulan di sini full. Ya udah, dan hari ini gue bebas guys!" serunya dengan penuh semangat, menandakan kesiapannya untuk memulai lembaran baru. Pengakuan ini menunjukkan kedewasaan dan tanggung jawab yang ia tunjukkan dalam menghadapi kesalahan masa lalu.

Penangkapan Onadio Leonardo terkait kasus penyalahgunaan narkoba terjadi pada tanggal 30 Oktober 2025. Sejak saat itu, ia menjalani proses hukum yang berujung pada keputusan untuk menjalani rehabilitasi. Keputusan ini diambil bukan semata karena paksaan, melainkan sebagai langkah sadar untuk memperbaiki diri dan kembali ke jalan yang benar. Kini, setelah melewati masa rehabilitasi yang dijalani secara penuh selama tiga bulan, ia telah dinyatakan bebas dari panti rehabilitasi pada hari ini, Rabu, 28 Januari 2026. Momen kebebasan ini menjadi titik balik penting dalam kehidupannya, sebuah kesempatan emas untuk membuktikan bahwa perubahan itu mungkin dan bahwa ia mampu bangkit dari keterpurukan.

Kisah Onadio Leonardo ini menjadi pengingat bagi banyak orang, terutama para figur publik yang kerap menjadi sorotan, bahwa godaan dan tekanan dalam kehidupan bisa datang dari berbagai arah. Penyalahgunaan narkoba adalah masalah kompleks yang dapat menjerat siapa saja, tanpa memandang latar belakang, status sosial, maupun popularitas. Namun, yang terpenting adalah keberanian untuk mengakui kesalahan, kemauan untuk berubah, dan dukungan yang tepat dalam proses pemulihan. Keberadaan sang istri, Beby Prisillia, di sisinya selama masa sulit ini menjadi bukti nyata kekuatan cinta dan dukungan keluarga dalam menghadapi cobaan.

Proses rehabilitasi yang dijalani Onad tidak hanya mencakup aspek fisik, tetapi juga mental dan spiritual. Ia belajar untuk mengendalikan diri, mengelola stres, dan membangun kembali kepercayaan diri yang sempat terkikis. Olahraga yang ia lakukan selama di pusat rehabilitasi bukan hanya untuk menjaga kebugaran fisik, tetapi juga sebagai metode terapi untuk melepaskan energi negatif dan meningkatkan mood. Keterlibatan psikolog dan psikiater juga sangat vital dalam membantunya memahami akar permasalahan yang mendorongnya untuk menggunakan narkoba, serta mengajarkan strategi coping yang sehat.

Pengalaman traumatis akibat terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba seringkali meninggalkan luka batin yang mendalam. Namun, Onad menunjukkan ketahanan mental yang luar biasa dalam menghadapi hal tersebut. Pernyataannya bahwa ia masih merasa "terpukul" menunjukkan bahwa proses penyembuhan ini bukanlah hal yang mudah dan cepat. Namun, justru di tengah rasa terpukul itulah ia menemukan kekuatan untuk bangkit. Ia belajar untuk menerima masa lalu tanpa membiarkannya mendefinisikan masa depannya.

Keputusannya untuk membagikan pengalamannya kepada publik juga patut diapresiasi. Dengan terbuka menceritakan perjuangannya, Onadio Leonardo berpotensi menjadi inspirasi bagi banyak orang yang mungkin sedang berjuang dengan masalah serupa. Ia menunjukkan bahwa tidak ada kata terlambat untuk berubah dan bahwa setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua. Kisahnya bisa menjadi motivasi bagi mereka yang merasa terpuruk dan kehilangan harapan, bahwa dengan tekad yang kuat dan dukungan yang tepat, jalan keluar selalu ada.

Kebebasan Onad dari pusat rehabilitasi menandakan dimulainya babak baru dalam hidupnya. Ia kini dituntut untuk membuktikan komitmennya untuk hidup bersih dan sehat. Tantangan di depan tentu tidak sedikit. Ia harus kembali beradaptasi dengan kehidupan di luar, menghadapi sorotan publik, dan mungkin juga menghadapi godaan-godaan baru. Namun, dengan bekal pelajaran berharga yang ia peroleh selama tiga bulan terakhir, serta dukungan dari keluarga dan orang-orang terdekat, Onadio Leonardo memiliki peluang besar untuk membangun kembali kariernya dengan fondasi yang lebih kuat dan pribadi yang lebih matang.

Kisah Onadio Leonardo adalah pengingat yang kuat akan bahaya narkoba dan pentingnya rehabilitasi. Ini adalah cerita tentang jatuh, bangkit, dan harapan akan masa depan yang lebih cerah. Ia telah membayar mahal atas kesalahannya, dan kini ia siap untuk menjalani hidupnya dengan lebih bijak dan bertanggung jawab. Pernyataan "Akhirnya Pulang!" bukan sekadar ungkapan kegembiraan fisik, melainkan simbol kembalinya ia ke jalan yang benar, ke pelukan keluarga, dan ke kehidupan yang telah ia perjuangkan untuk dapat kembali jalani. Keputusannya untuk terus berjuang dan tidak menyerah patut diacungi jempol.

Perjalanan Onadio Leonardo dari titik terendah menuju pemulihan ini menjadi bukti nyata bahwa perubahan adalah sesuatu yang mungkin terjadi. Ia telah belajar banyak dari kesalahannya dan kini siap untuk melangkah maju dengan tekad yang lebih kuat. Pengalaman rehabilitasi ini telah membentuknya menjadi pribadi yang lebih kuat, lebih bijaksana, dan lebih menghargai setiap momen kehidupan. Kini, dunia menanti untuk melihat bagaimana Onadio Leonardo akan membuktikan janjinya untuk menjadi pribadi yang berbeda dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.