Jakarta – Kabar mengejutkan datang dari jagat sepak bola Eropa dan Indonesia. Penjaga gawang Tim Nasional Indonesia, Maarten Paes, dipastikan akan segera bergabung dengan klub raksasa Belanda, Ajax Amsterdam. Pengumuman ini, yang pertama kali disiarkan oleh pakar transfer terkemuka Fabrizio Romano pada Selasa lalu, seketika menggemparkan warganet di Tanah Air, sebagian di antaranya sempat keliru mengira sang kiper akan merapat ke klub kebanggaan Indonesia, Persib Bandung.
Daftar Isi
Pakar transfer kenamaan Fabrizio Romano, yang dikenal dengan akurasi informasinya, mengumumkan bahwa Ajax telah mencapai kesepakatan penuh untuk merekrut Paes secara permanen dari klub Major League Soccer (MLS), FC Dallas. Berbagai media besar Belanda seperti NOS dan Algemeen Dagblad turut mengonfirmasi berita ini, melaporkan bahwa Maarten Paes akan meneken kontrak berdurasi 3,5 tahun yang akan mengikatnya di Johan Cruyff Arena hingga Juni 2029. Transfer ini diperkirakan bernilai sekitar satu juta euro, sebuah angka yang cukup substansial untuk seorang penjaga gawang dari MLS. Kiper berusia 27 tahun itu dijadwalkan akan menjalani tes medis krusial pada Rabu ini, sebuah langkah terakhir sebelum transfernya resmi dirampungkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
**Perjalanan Maarten Paes: Dari Belanda, MLS, Hingga Timnas Indonesia**
Maarten Paes lahir di Nijmegen, Belanda, dan memiliki garis keturunan Indonesia dari sang nenek, menjadikannya salah satu diaspora penting bagi sepak bola Tanah Air. Perjalanan kariernya dimulai di tanah kelahirannya, menimba ilmu di akademi NEC Nijmegen. Ia kemudian mencatatkan namanya sebagai kiper muda potensial saat membela FC Utrecht, di mana ia menunjukkan performa menjanjikan di Eredivisie, kasta tertinggi Liga Belanda.
Pada tahun 2022, Paes membuat keputusan berani dengan menyeberang Atlantik untuk bergabung dengan FC Dallas di Major League Soccer (MLS) Amerika Serikat. Di sana, ia dengan cepat menjadi pilar utama tim, tampil kokoh di bawah mistar gawang. Selama berkarier di MLS, Paes mencatatkan 114 pertandingan dengan 23 *clean sheet*, bahkan sempat terpilih masuk dalam MLS All-Star Team, menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu kiper terbaik di liga tersebut. Kemampuan Paes dalam melakukan penyelamatan krusial dan distribusinya yang akurat menjadi aset berharga bagi FC Dallas.
Puncak pengabdiannya terhadap tanah leluhur tiba pada tahun 2024, ketika Paes secara resmi memilih untuk membela Tim Nasional Indonesia setelah melalui proses naturalisasi yang cukup panjang dan penuh dinamika. Sejak debutnya, ia telah mencatatkan 10 caps bersama Tim Garuda, menunjukkan komitmen dan kualitasnya di kancah internasional. Kehadiran Paes di Timnas Indonesia memberikan angin segar dan persaingan sehat di posisi penjaga gawang, sekaligus mengangkat moral tim dengan kehadiran pemain berkaliber Eropa.
**Ajax Amsterdam: Sebuah Panggung Baru dan Harapan Besar**
Kepindahan ke Ajax Amsterdam bukanlah sekadar transfer biasa, melainkan sebuah lompatan besar dalam karier Maarten Paes. Ajax adalah salah satu klub paling legendaris di Eropa, dikenal dengan filosofi sepak bola menyerang yang atraktif (Total Football) dan sejarah panjang dalam mengembangkan bakat-bakat muda kelas dunia. Klub ini telah melahirkan banyak bintang seperti Johan Cruyff, Marco van Basten, Dennis Bergkamp, hingga Frenkie de Jong dan Matthijs de Ligt.
Di Ajax, Paes akan bergabung dengan skuad yang saat ini memiliki Vitezslav Jaros (pinjaman dari Liverpool) dan Remko Pasveer (kiper senior berusia 42 tahun) di posisi penjaga gawang. Paes diproyeksikan sebagai opsi kedua di bawah mistar gawang, namun dengan kualitas dan usianya yang relatif matang untuk seorang kiper (27 tahun), ia memiliki peluang besar untuk bersaing memperebutkan posisi utama, terutama mengingat adanya kemungkinan perubahan komposisi kiper di musim panas mendatang.
Kedatangan Paes juga menarik perhatian karena adanya hubungan dengan Jordi Cruijff, yang saat ini menjabat sebagai direktur teknis Ajax. Jordi Cruijff, putra legenda Johan Cruyff, sebelumnya pernah menjabat sebagai penasihat teknis untuk Timnas Indonesia, sebuah koneksi yang mungkin turut memuluskan jalan Paes menuju klub raksasa Belanda tersebut. Pengetahuan Cruijff tentang potensi pemain diaspora Indonesia dan kualitas Paes secara pribadi bisa jadi menjadi faktor penting dalam keputusan transfer ini.
**Reaksi Warganet Indonesia Meledak: Antara Bangga dan Canda Persib**
Kabar transfer Maarten Paes ke Ajax Amsterdam langsung viral dan memicu reaksi luar biasa dari warganet Indonesia di berbagai platform media sosial. Kebanyakan netizen mengungkapkan kegembiraan dan kebanggaan yang mendalam atas kesempatan Paes untuk kembali bermain di level kompetisi yang lebih tinggi, Eredivisie, dan di klub sekelas Ajax yang memiliki sejarah dan reputasi global. Ini dianggap sebagai validasi atas kualitas Paes dan juga sebuah dorongan positif bagi sepak bola Indonesia.
“Langkah cerdas, Paes dapat diandalkan dan sesuai dengan gaya Ajax,” ucap akun @DoudyCalls, menyoroti kecocokan Paes dengan filosofi bermain Ajax yang membutuhkan kiper modern dengan kemampuan kaki yang baik.
Akun @Onboard3___ menambahkan analisis strategis, “Ajax merekrut Paes dari MLS adalah langkah cerdas dan tidak mencolok. Ini bukan tentang kekuatan bintang; ini tentang menemukan bakat yang kurang dihargai di pasar yang diabaikan oleh pihak lain.” Komentar ini menunjukkan bahwa transfer Paes dilihat sebagai langkah cerukur dan cerdik dari Ajax dalam mencari pemain berkualitas di luar radar klub-klub besar lainnya.
Antusiasme juga tergambar jelas dari komentar seperti @uknowme5371, yang berseru, “Gokil sih ini, selangkah lagi ke klub eropa yang lebih besar lagi. Sekali lagi gokillllll 💪💪💪.” Ungkapan ini merefleksikan harapan warganet agar Paes bisa terus menanjak kariernya di Eropa. Sementara itu, @Salmanfkh melihat ini sebagai kesempatan emas, “Emg kiper ajax yang sekarang juga g sebagus musim kemarin. Manfaat kan momen ini paes!” Ini menunjukkan adanya ekspektasi agar Paes bisa segera mengambil alih posisi kiper utama.
Namun, di tengah gelombang kebanggaan dan harapan, muncul pula reaksi-reaksi kocak yang khas dari warganet Indonesia, terutama yang mengaitkan Paes dengan klub Liga 1, Persib Bandung. Candaan ini muncul karena seringnya nama-nama pemain diaspora atau pemain berkualitas dikaitkan dengan klub-klub besar Indonesia seperti Persib, entah itu karena rumor transfer atau sekadar harapan penggemar.
“Take it or leave. Kesempatan gabung persib ga bakal dateng untuk kedua kali nya. Byee paes,” canda akun @SZulfriadi, menirukan gaya “ultimatum” kepada pemain yang memilih klub lain di luar Indonesia.
Ada pula yang mencoba membandingkan dampak karier, “kalo ke persib udah dipastikan ga bakal kepake di timnas, kalo di ajax bakal ngebuat herdman garuk garuk kepala buat milih keeper wkwk,” kata @esteh4you, secara humoris menyiratkan bahwa bermain di Ajax akan lebih meningkatkan peluang Paes di Timnas dibandingkan jika ia bermain di Liga 1.
Bahkan, ada yang sampai membuat “skenario” pertandingan fiktif, “masuk Ajax sama bagusnya dengan masuk persib. pertandingan terakhir berakhir seri, persib 1-1 ajax.,” ujar @DewaTypo, menunjukkan loyalitas dan kecintaan yang mendalam terhadap klub kebanggaan mereka, Persib Bandung. Reaksi-reaksi ini menggambarkan betapa eratnya hubungan antara penggemar dan sepak bola di Indonesia, di mana humor dan kebanggaan seringkali berjalan beriringan.
**Implikasi Bagi Sepak Bola Indonesia**
Kepindahan Maarten Paes ke Ajax memiliki implikasi yang signifikan bagi sepak bola Indonesia. Pertama, ini adalah bukti nyata keberhasilan program naturalisasi PSSI dalam mendatangkan pemain-pemain berkualitas yang memiliki darah Indonesia. Paes akan menjadi representasi Indonesia di salah satu liga terbaik Eropa dan di klub dengan tradisi juara yang kuat.
Kedua, ini akan meningkatkan eksposur dan citra sepak bola Indonesia di kancah internasional. Dengan Paes bermain untuk Ajax, sorotan media dan penggemar akan sedikit banyak tertuju pada Indonesia, terutama setiap kali ia tampil membela Timnas. Ini bisa menjadi inspirasi bagi pemain muda Indonesia lainnya untuk bermimpi dan bekerja keras mencapai level tertinggi.
Ketiga, pengalaman Paes bermain di lingkungan kompetitif dan profesional seperti Ajax akan sangat berharga bagi Timnas Indonesia. Ia akan membawa mentalitas pemenang, disiplin taktis, dan pengalaman menghadapi tekanan di level tertinggi, yang semuanya dapat ditularkan kepada rekan-rekan setimnya di Timnas.
Secara keseluruhan, transfer Maarten Paes ke Ajax Amsterdam adalah berita fantastis yang patut dirayakan. Ini bukan hanya pencapaian pribadi Paes, tetapi juga sebuah tonggak penting bagi sepak bola Indonesia. Meskipun ada sedikit kebingungan dan candaan dari warganet yang sempat mengira ia akan bergabung dengan Persib, kegembiraan dan kebanggaan atas langkah besar ini jauh lebih dominan. Semua mata kini tertuju pada Maarten Paes, menantikan performa gemilangnya di panggung Eropa bersama De Joden, sembari terus berharap ia akan membawa pengalaman berharganya untuk kemajuan Timnas Indonesia.
**(afr/afr)**

