BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Keputusan Lula Lahfah untuk menghapus tato-tatonya menjadi sorotan publik, terutama setelah kabar kepergiannya. Keputusan ini, yang diambil hampir setahun sebelum ia meninggal, mencerminkan keinginan mendalam untuk kembali ke kondisi tubuh yang dianggapnya murni, seperti saat diciptakan. Momen-momen proses penghapusan tato ini dibagikan Lula melalui unggahan pribadinya di Instagram dan disimpan dalam sorotan (highlight) akunnya, memberikan gambaran sekilas tentang perjuangannya dalam menerima dan mengubah citra dirinya.
Dari sorotan Instagram Lula yang diakses pada Selasa, 27 Januari 2026, terlihat bahwa ia telah menjalani empat kali sesi treatment penghapusan tato. Tiga tato telah berhasil dihilangkan dari tubuhnya. Salah satu tato yang cukup menantang untuk dihilangkan adalah gambar bunga mawar di punggung belakang, yang ukurannya terbilang sedang dan memerlukan upaya ekstra. Proses ini tidak hanya melibatkan aspek fisik, tetapi juga perjalanan emosional bagi Lula.

Kekasih Reza Arap ini mengungkapkan bahwa tato-tato tersebut dibuatnya saat ia masih remaja. Keputusan impulsif di usia muda tanpa pertimbangan matang mengenai konsekuensi jangka panjang menjadi alasan di balik keberadaan tato-tato tersebut. Seiring berjalannya waktu, Lula mulai merasa terganggu dengan keberadaan tato di tubuhnya. Perasaan ini semakin kuat, mendorongnya untuk mencari solusi dan melakukan perubahan.
Selebgram Keanu, yang merupakan sahabat dekat Lula, membenarkan keputusan Lula untuk menghapus tato. Menurut Keanu, keputusan ini seperti sesuatu yang sudah dipersiapkan Lula secara matang. "Iya hapus tato, itu juga kita bahas sih kayak, ‘Kok dia hapus tato?’, segala macam, kayaknya prepare banget, kayak gitu," cerita Keanu saat ditemui di kediaman orang tua Lula Lahfah di Buaran, Jakarta Timur, pada Minggu malam, 26 Januari 2026. Kehadiran Keanu di rumah keluarga Lula menunjukkan betapa dekatnya ia dengan Lula dan keluarganya, serta betapa ia memperhatikan setiap perubahan dalam hidup Lula.
Keanu menambahkan bahwa salah satu alasan utama Lula menghapus tato adalah keinginannya untuk mengembalikan tubuhnya seperti semula. "Dia pengin badannya, pengin balik aja kayak yang diciptain sama Allah gitu, nggak bertato lagi gitu," ungkap Keanu. Pernyataan ini menggarisbawahi pandangan Lula tentang tubuh sebagai ciptaan Tuhan yang idealnya kembali ke kesucian awal, bebas dari tanda-tanda yang ia anggap sebagai penyesalan atau kesalahan di masa lalu. Keinginan ini menunjukkan pencarian ketenangan batin dan penerimaan diri yang lebih dalam.

Lula Lahfah dikenal sebagai pribadi yang terbuka dan selalu berbagi cerita dengan sahabat-sahabatnya, baik hal-hal kecil maupun yang besar. "Ngobrol, ngobrol. Kita tuh beneran cerita semua, yang kecil-kecil, yang nggak penting, yang penting samua cerita kita beneran geng-up gitu ramai-ramai," kenangnya. Kebiasaan berbagi ini memungkinkan sahabat-sahabatnya untuk memahami dan mendukung setiap langkah yang diambilnya, termasuk keputusan sulit seperti menghapus tato. Keterbukaan ini menjadi bukti kedalaman persahabatan yang ia miliki, di mana ia merasa aman untuk mengekspresikan diri dan mencari dukungan.
Keputusan menghapus tato ini juga bisa dilihat sebagai bagian dari refleksi diri Lula yang semakin mendalam. Seiring bertambahnya usia dan kedewasaan, seseorang seringkali meninjau kembali pilihan-pilihan masa lalu dan mencari cara untuk memperbaiki atau melepaskan hal-hal yang tidak lagi sejalan dengan nilai-nilai mereka saat ini. Bagi Lula, tato yang dulunya mungkin dianggap sebagai ekspresi diri atau pemberontakan remaja, kini dilihat sebagai sesuatu yang ingin ia lepaskan demi mencapai kedamaian batin dan keselarasan dengan keyakinannya.
Proses penghapusan tato, terutama tato berukuran sedang seperti bunga mawar di punggung belakang, bukanlah proses yang instan. Ini memerlukan waktu, kesabaran, dan seringkali rasa sakit. Fakta bahwa Lula bersedia menjalani proses ini, bahkan ketika ia mungkin sedang menghadapi masalah kesehatan yang lebih serius, menunjukkan betapa pentingnya keinginan ini baginya. Ini adalah tindakan nyata untuk mewujudkan perubahan yang ia dambakan, sebuah langkah menuju pembersihan diri secara fisik dan mungkin juga spiritual.

Kisah Lula Lahfah dan keputusannya menghapus tato sebelum meninggal memberikan pelajaran berharga tentang proses penerimaan diri, perubahan, dan pencarian kedamaian. Ini mengingatkan kita bahwa setiap orang memiliki perjalanan hidupnya sendiri, dengan segala pilihan dan penyesalan yang menyertainya. Namun, yang terpenting adalah keberanian untuk berubah dan berupaya menjadi versi diri yang lebih baik, sesuai dengan apa yang diyakini benar.
Perjuangan Lula untuk menghapus tato, yang dilakukan dengan penuh kesadaran dan keinginan untuk kembali ke fitrahnya, menjadi salah satu warisan yang ia tinggalkan. Ini adalah bukti bahwa perubahan itu mungkin, bahkan untuk hal-hal yang tampaknya permanen. Dan dalam momen-momen terakhirnya, impiannya untuk memiliki tubuh yang kembali suci, seperti ciptaan Tuhan, menjadi sebuah pesan kuat tentang pencarian kesempurnaan dan kedamaian abadi.
Kabar kepergian Lula Lahfah tentu menyisakan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan penggemarnya. Namun, cerita tentang perjuangannya dalam memperbaiki diri, termasuk keputusan menghapus tato, dapat menjadi sumber inspirasi. Ini menunjukkan bahwa bahkan di tengah kesulitan, seseorang tetap memiliki kekuatan untuk mencari pembaruan dan kebebasan dari masa lalu.

Keputusan Lula untuk kembali ke kondisi tubuh yang dianggapnya murni juga dapat dihubungkan dengan aspirasi spiritual yang lebih luas. Dalam banyak keyakinan, tubuh manusia dianggap sebagai amanah dari Tuhan, dan menjaga kesuciannya adalah sebuah bentuk ibadah. Dengan menghapus tato, Lula mungkin sedang berusaha untuk memenuhi aspirasi spiritualnya, mencari kedekatan yang lebih besar dengan Sang Pencipta.
Meskipun tidak dapat dipastikan secara pasti, keputusan Lula ini bisa jadi merupakan bagian dari persiapan diri yang lebih besar, sebuah upaya untuk membersihkan diri sebelum menghadap-Nya. Pengalaman hidupnya, termasuk keputusan impulsif di masa muda dan upaya untuk memperbaikinya, memberikan perspektif unik tentang perjalanan seorang individu dalam mencari makna dan kedamaian.
Pada akhirnya, kisah Lula Lahfah dan keputusannya menghapus tato sebelum meninggal adalah pengingat bahwa hidup adalah sebuah proses pembelajaran yang berkelanjutan. Setiap individu memiliki hak dan kemampuan untuk berubah, untuk memperbaiki kesalahan, dan untuk mencari kedamaian dalam diri mereka sendiri. Keinginan Lula untuk mengembalikan tubuhnya seperti ciptaan-Nya adalah sebuah aspirasi mulia yang patut dikenang.

