0

Mutia Ayu Jalani Operasi Hidung Keempat, Ungkap Alasan di Balik Keputusan Rekonstruksi Wajah yang Berulang

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Penyanyi Mutia Ayu kembali menjadi sorotan publik setelah diketahui menjalani operasi hidung untuk keempat kalinya. Keputusan ini, yang ia harap menjadi yang terakhir, dilatarbelakangi oleh serangkaian masalah yang dialami pada bentuk hidungnya, sebuah kondisi yang ternyata sudah ada sejak awal. Dalam sebuah kesempatan wawancara di acara Rumpi: No Secret Trans TV, Mutia Ayu membeberkan secara rinci alasan di balik prosedur rekonstruksi yang berulang ini, serta harapan terbesarnya untuk hasil yang permanen.

Mutia Ayu Operasi Hidung Keempat Kali, Ini Alasan Utamanya

Operasi hidung keempat Mutia Ayu ini bukan sekadar prosedur kosmetik biasa, melainkan sebuah upaya revisi yang didasari oleh keluhan fungsional dan estetika yang persisten. "Ini lebih ke revisi," ungkap Mutia Ayu, menegaskan bahwa tujuannya kali ini adalah untuk memperbaiki masalah yang sudah ada sebelumnya. Ia menjelaskan bahwa sejak awal, hidungnya memiliki kelainan struktural yang mendasar. "Dari pertama, permasalahannya memang hidung miring. Jadi memang kata dokternya, tulang aku tidak simetris basic-nya," tambahnya. Ketidaksimetrisan tulang hidung ini menjadi akar dari berbagai permasalahan yang kemudian timbul, mendorongnya untuk mencari solusi medis yang lebih permanen.

Lebih lanjut, Mutia Ayu merinci bagaimana kondisi hidungnya yang miring tersebut diperparah oleh perawatan sebelumnya yang ia jalani. "Jadi masalahnya itu difiller terus ditarik benang," jelasnya. Prosedur filler dan penarikan benang, yang lazim digunakan untuk membentuk dan mengangkat area wajah, ternyata memberikan dampak yang tidak diinginkan pada hidungnya. "Karena aku sering berjemur jadinya melebar gitu. Pokoknya melting kayak ice cream, udah kayak gitu miring, semuanya," ia menggambarkan kondisinya dengan analogi yang mudah dipahami. Efek "melting" ini menunjukkan bahwa bahan filler yang digunakan tidak stabil dan cenderung berubah bentuk, terutama akibat paparan sinar matahari yang berlebihan. Kombinasi antara tulang yang tidak simetris dan efek filler yang melebar serta miring inilah yang membuatnya merasa perlu untuk melakukan intervensi bedah lebih lanjut.

Mutia Ayu Operasi Hidung Keempat Kali, Ini Alasan Utamanya

Keputusan untuk menjalani operasi hidung yang keempat kalinya ini tidak diambil dengan gegabah. Mutia Ayu menunjukkan komitmen yang tinggi untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan memuaskan. Ia sepenuhnya mengikuti arahan dari tim medis yang menanganinya, menunjukkan keseriusannya dalam proses penyembuhan dan pemulihan. "Pokoknya terakhir ini aku nurut banget sama dokter dan suster, sampai dibersihin pun aku datang ke rumah sakit karena pengin mudahan-mudahan ini yang terakhir deh," harapnya. Kepatuhan pada instruksi dokter, termasuk dalam hal perawatan pasca-operasi seperti pembersihan luka, menunjukkan bahwa ia sangat menginginkan agar hasil operasi kali ini menjadi solusi definitif bagi masalah hidungnya. Keinginan kuat untuk mengakhiri serangkaian prosedur ini menjadi motivasi utamanya.

Pemilihan lokasi operasi juga menjadi pertimbangan penting bagi Mutia Ayu. Ia memutuskan untuk melakukan prosedur ini di Thailand, sebuah negara yang dikenal memiliki standar tinggi dalam dunia bedah kosmetik dan plastik. Keputusan ini didasarkan pada keyakinannya bahwa para profesional medis di sana lebih memahami dan mampu menyesuaikan prosedur dengan karakter wajahnya. "Mutia Ayu memilih operasi di Thailand karena merasa cocok dengan karakter wajahnya," ia menjelaskan. Pendekatan yang personal dan pemahaman mendalam terhadap anatomi wajah menjadi faktor penentu keputusannya. Ia mencari dokter yang tidak hanya ahli secara teknis, tetapi juga memiliki visi estetika yang sejalan dengan keinginannya untuk mendapatkan hasil yang natural dan proporsional.

Mutia Ayu Operasi Hidung Keempat Kali, Ini Alasan Utamanya

Dampak psikologis dari kondisi hidung yang terus-menerus bermasalah tentu tidak bisa diabaikan. Bagi seorang figur publik seperti Mutia Ayu, penampilan fisik memegang peranan penting dalam karirnya. Ketidakpuasan terhadap bentuk hidung yang miring dan tidak proporsional dapat mempengaruhi rasa percaya diri. Oleh karena itu, operasi hidung ini bisa jadi merupakan langkah penting untuk mengembalikan dan meningkatkan kepercayaan dirinya, baik dalam kehidupan pribadi maupun profesional. Harapannya adalah agar setelah operasi keempat ini, ia dapat tampil lebih percaya diri dan fokus pada aktivitas serta kariernya tanpa dibayangi oleh kekhawatiran mengenai penampilan fisiknya.

Dalam konteks dunia hiburan, operasi plastik dan prosedur kecantikan seringkali menjadi topik perdebatan. Namun, kisah Mutia Ayu menyoroti sisi lain dari operasi kosmetik, yaitu sebagai solusi medis untuk mengatasi masalah fungsional dan struktural yang kompleks. Ketidaksimetrisan tulang hidung yang ia alami sejak awal adalah kondisi medis yang dapat mempengaruhi pernapasan dan kesehatan sinus, selain masalah estetika. Oleh karena itu, keputusannya untuk menjalani operasi berulang dapat dilihat sebagai upaya untuk mencapai kesehatan dan kesejahteraan secara keseluruhan, bukan semata-mata untuk mengikuti tren kecantikan.

Mutia Ayu Operasi Hidung Keempat Kali, Ini Alasan Utamanya

Proses pemulihan pasca operasi hidung, apalagi yang keempat kalinya, tentunya membutuhkan waktu dan perhatian ekstra. Mutia Ayu diharapkan dapat menjaga kesehatan hidungnya dengan baik dan mematuhi semua anjuran dokter untuk memastikan hasil yang optimal. Dukungan dari keluarga dan orang terdekat juga akan sangat berarti baginya selama masa pemulihan ini. Sebagai istri mendiang musisi legendaris Glenn Fredly, Mutia Ayu telah menunjukkan ketangguhan dalam menghadapi berbagai cobaan hidup, dan keputusan ini bisa jadi merupakan salah satu langkahnya untuk terus maju dan menemukan kembali kebahagiaannya.

Dengan harapan besar agar operasi hidung keempat ini menjadi yang terakhir dan memberikan hasil yang memuaskan, Mutia Ayu menunjukkan bahwa di balik sorotan publik, ada perjuangan personal yang kompleks dan upaya keras untuk mencapai kesempurnaan dan kenyamanan diri. "So far aku suka banget. Paling nggak ini lurus saja, nggak bengkok," tuturnya, mengungkapkan rasa syukurnya atas hasil awal yang ia rasakan. Ungkapan ini memberikan gambaran awal tentang kepuasannya terhadap hasil operasi, sebuah tanda positif yang semoga akan bertahan dalam jangka panjang.