BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Pemain andalan Timnas Indonesia, Jay Idzes, kembali menunjukkan performa gemilang di kancah sepak bola Italia. Kali ini, bek tangguh ini menjadi sorotan utama berkat kontribusinya yang signifikan dalam kemenangan Sassuolo atas Cremonese dalam lanjutan Serie A pekan ke-22 yang digelar pada Minggu, 25 Januari 2026. Pertandingan yang berlangsung di kandang Sassuolo, Mapei Stadium, berakhir dengan skor tipis 1-0 untuk kemenangan tim tuan rumah. Peran Jay Idzes dalam laga ini sangat krusial, terutama dalam meredam pergerakan striker veteran berpengalaman, Jamie Vardy, yang dipercaya tampil sebagai starter oleh kubu Cremonese.
Jay Idzes bermain penuh selama 90 menit dalam pertandingan Sassuolo vs Cremonese tersebut. Ia dipercaya oleh pelatih Fabio Grosso untuk mengemban tugas berat mengawal lini serang Cremonese, yang salah satunya dihuni oleh Jamie Vardy. Tugas ini diemban oleh Idzes dengan sangat baik dan penuh kedisiplinan. Keberadaan Idzes di lini pertahanan Sassuolo terbukti efektif dalam membatasi ruang gerak dan peluang yang bisa diciptakan oleh Jamie Vardy. Statistik mencatat bahwa Jamie Vardy, yang dikenal sebagai salah satu penyerang paling mematikan di Liga Inggris, hanya mampu melepaskan dua tendangan sepanjang pertandingan. Ironisnya, kedua tendangan tersebut tidak ada yang mengarah tepat ke sasaran, menunjukkan betapa efektifnya penjagaan yang dilakukan oleh Jay Idzes. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa bek berusia 25 tahun itu mampu menjalankan instruksi pelatih dengan sempurna, memberikan pengawalan ketat yang membuat Vardy kesulitan menemukan celah.
Lebih lanjut, data dari Sofascore semakin memperkuat betapa impresifnya penampilan Jay Idzes. Ia berhasil melakukan lima kali sapuan bola krusial di area pertahanan, dua kali melakukan blok penting untuk menghentikan laju bola, serta tiga kali berhasil merebut bola kembali dari penguasaan pemain lawan. Kemampuan defensifnya ini sangat vital dalam menjaga keutuhan lini pertahanan Sassuolo. Selain itu, Jay Idzes juga menunjukkan keandalannya dalam mendistribusikan bola. Sebagai seorang bek, ia tercatat total menyentuh bola sebanyak 46 kali sepanjang pertandingan. Yang lebih mengesankan adalah akurasi umpannya yang mencapai 100 persen, khususnya saat ia beroperasi di area pertahanannya sendiri. Ini menunjukkan bahwa Idzes tidak hanya piawai dalam bertahan, tetapi juga mampu berkontribusi dalam membangun serangan dari lini belakang dengan presisi yang tinggi.
Performa solid Jay Idzes dalam menghadapi striker sekaliber Jamie Vardy tidak luput dari perhatian media lokal Italia. Situs berita olahraga terkemuka, Sassuolonews, memberikan pujian khusus atas kontribusi pemain berdarah Indonesia ini. Dalam ulasannya, Sassuolonews memberikan rating 6 kepada Jay Idzes, menggarisbawahi perannya yang sangat penting dalam meredam pergerakan Vardy. Media tersebut menuliskan, "Idzes amat berhati-hati terhadap Vardy. Dia melakukan tugasnya dengan menutup pergerakan penyerang tengah asal Inggris itu, yang tak terlalu bersemangat hari ini, dengan sempurna." Pujian ini menegaskan bahwa meskipun Vardy mungkin tidak dalam performa terbaiknya, peran Jay Idzes dalam mengawal dan membatasi geraknya adalah faktor kunci yang membuat Vardy tidak bisa berbuat banyak. Fokus dan kedisiplinan Idzes dalam menjalankan tugasnya patut diacungi jempol.
Kemenangan dramatis atas Cremonese ini membawa angin segar bagi Sassuolo dalam perjalanannya di Serie A musim ini. Dengan tambahan tiga poin, tim yang dijuluki I Neroverdi ini berhasil merangsek naik ke posisi sepuluh klasemen sementara Liga Italia. Saat ini, Sassuolo telah mengoleksi total 26 poin dari 22 pertandingan yang telah mereka jalani. Peningkatan posisi klasemen ini tentu menjadi motivasi tambahan bagi Jay Idzes dan rekan-rekannya untuk terus berjuang di sisa musim. Performa stabil dan konsisten dari pemain seperti Jay Idzes diharapkan dapat terus membawa Sassuolo meraih hasil positif dan memperbaiki peringkat mereka di papan klasemen. Kehadiran Jay Idzes tidak hanya memperkuat lini pertahanan Sassuolo, tetapi juga memberikan dampak positif bagi kepercayaan diri seluruh tim.
Perjalanan karir Jay Idzes di Eropa semakin menunjukkan progres yang membanggakan. Setelah sebelumnya tampil gemilang bersama Venezia, kepindahannya ke Sassuolo tampaknya menjadi langkah yang tepat baginya untuk terus berkembang. Kemampuannya beradaptasi dengan cepat di Serie A, salah satu liga top Eropa, membuktikan kualitasnya sebagai pemain sepak bola profesional. Laga melawan Cremonese ini menjadi salah satu bukti konkret dari kemampuannya dalam menghadapi pemain-pemain berpengalaman dan berkaliber internasional. Jamie Vardy, yang pernah menjadi bintang di Premier League dan menjadi ikon Leicester City, terbukti tidak mampu berbuat banyak di bawah pengawalan ketat Jay Idzes. Pengalaman Vardy yang mumpuni tampaknya tidak cukup untuk menembus pertahanan kokoh yang dibangun oleh Idzes.
Lebih jauh lagi, keberhasilan Jay Idzes dalam meredam Jamie Vardy tidak hanya sekadar statistik individu, tetapi juga mencerminkan pemahaman taktis yang baik dan eksekusi instruksi pelatih yang cermat. Sebagai seorang bek tengah, tugas utamanya adalah menghentikan serangan lawan, dan Idzes menunjukkan bahwa ia memiliki segala yang dibutuhkan untuk melakukannya dengan sangat baik di level tertinggi. Kemampuannya membaca permainan, melakukan tekel yang bersih, dan menjaga posisi dengan disiplin adalah kunci dari kesuksesannya. Statistik sapuan, blok, dan intersep yang tinggi menunjukkan bahwa ia aktif terlibat dalam setiap momen pertahanan.
Selain itu, akurasi operan 100 persen di area pertahanan sendiri adalah indikator penting dari ketenangan dan kemampuannya dalam mengontrol bola di bawah tekanan. Ini sangat krusial dalam membangun serangan balik yang efektif dari lini belakang. Ia tidak hanya menjadi benteng pertahanan, tetapi juga menjadi titik awal serangan yang aman bagi Sassuolo. Kemampuan ini sangat berharga bagi sebuah tim yang ingin bersaing di level Serie A, di mana setiap kesalahan kecil bisa berakibat fatal.
Kemenangan Sassuolo atas Cremonese ini juga menegaskan bahwa tim ini memiliki potensi yang lebih besar dari yang terlihat di klasemen. Dengan fondasi pertahanan yang kuat berkat kehadiran Jay Idzes, Sassuolo mampu mengamankan kemenangan dengan skor minimal. Hal ini menunjukkan bahwa mereka adalah tim yang sulit dikalahkan, terutama ketika bermain di kandang. Kemenangan 1-0 seringkali diraih oleh tim-tim yang memiliki pertahanan solid dan mampu memanfaatkan peluang sekecil apapun.
Performa Jay Idzes di Serie A tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Indonesia, tetapi juga memberikan inspirasi bagi para pemain muda di tanah air. Kisahnya menunjukkan bahwa dengan kerja keras, dedikasi, dan kemauan untuk belajar, pemain Indonesia mampu bersaing di liga-liga top Eropa. Peranannya sebagai kapten Timnas Indonesia semakin menambah bobot pentingnya. Ia menjadi pemimpin di lapangan, baik di level klub maupun tim nasional, dan terus membuktikan bahwa kualitasnya tidak kalah dengan pemain-pemain Eropa.
Menjelang akhir musim, Sassuolo tentu akan terus mengandalkan performa gemilang Jay Idzes untuk meraih hasil terbaik. Peningkatan posisi di klasemen adalah target yang realistis, dan dengan pemain-pemain berkualitas seperti Idzes di lini belakang, ambisi tersebut bukan tidak mungkin tercapai. Pertandingan melawan Cremonese ini akan menjadi salah satu catatan penting dalam karir Jay Idzes, di mana ia berhasil membuat striker sekaliber Jamie Vardy benar-benar tak berkutik. Ke depannya, publik sepak bola Indonesia tentu akan terus menantikan aksi-aksi impresif dari bek andalan mereka ini di kancah internasional. Keberadaannya di Italia semakin memperkuat argumen bahwa sepak bola Indonesia memiliki talenta yang patut diperhitungkan di kancah global. (bay/mrp)

