Jakarta – Persis Drell, seorang figur terkemuka di dunia akademik dan industri teknologi, telah mengumumkan pengunduran dirinya dari Dewan Direksi Nvidia, produsen chip raksasa yang kini menjadi perusahaan paling bernilai di dunia. Pengunduran diri Drell, yang juga dikenal sebagai profesor teknik di Universitas Stanford dan mantan Rektor universitas prestisius tersebut, terjadi setelah lebih dari satu dekade pengabdiannya di dewan. Kabar ini disampaikan secara resmi oleh perusahaan melalui dokumen yang diajukan kepada Securities and Exchange Commission (SEC), otoritas pasar modal Amerika Serikat.
Drell, yang kini berusia 70 tahun, menyatakan bahwa keputusannya untuk mundur adalah dalam rangka mengejar peluang profesional baru. Nvidia sendiri menegaskan bahwa pengunduran diri ini bukan karena adanya ketidaksepakatan dengan perusahaan, baik terkait operasional maupun kebijakan. Penjelasan ini penting untuk meredakan spekulasi dan memastikan transisi yang mulus, menyoroti bahwa keputusan tersebut murni didorong oleh aspirasi pribadi Drell untuk menapaki babak baru dalam kariernya yang gemilang.
Perjalanan Karier Persis Drell: Dari Fisikawan Partikel hingga Pimpinan Universitas
Persis Drell bukanlah sosok sembarangan. Latar belakangnya yang kaya dan beragam memberikan perspektif unik di meja dewan direksi Nvidia. Ia memulai kariernya sebagai fisikawan partikel, sebuah bidang yang menuntut pemikiran analitis tajam dan pemahaman mendalam tentang prinsip-prinsip dasar alam semesta. Dari tahun 2007 hingga 2012, Drell menjabat sebagai direktur SLAC National Accelerator Laboratory, sebuah pusat penelitian akselerator partikel terkemuka yang berafiliasi dengan Departemen Energi AS dan dioperasikan oleh Stanford University. Perannya di SLAC menempatkannya di garis depan inovasi ilmiah, mengelola proyek-proyek penelitian berskala besar yang memiliki implikasi signifikan bagi ilmu pengetahuan dan teknologi.
Setelah sukses memimpin SLAC, Drell kembali ke ranah akademik murni di Stanford. Ia diangkat sebagai dekan fakultas teknik dari tahun 2014 hingga 2017, sebuah posisi yang memungkinkannya membentuk arah pendidikan dan penelitian di salah satu sekolah teknik terkemuka di dunia. Puncaknya, Drell kemudian menjabat sebagai Rektor Universitas Stanford dari tahun 2017 hingga 2023. Sebagai Rektor, ia bertanggung jawab atas operasi akademik dan administrasi sehari-hari universitas, sebuah peran yang membutuhkan kepemimpinan visioner, kemampuan manajerial yang luar biasa, dan pemahaman mendalam tentang kompleksitas institusi pendidikan tinggi. Selama masa jabatannya, Drell dikenal atas komitmennya terhadap keunggulan akademik, keberagaman, dan inovasi. Keberadaannya di Stanford sejak tahun 2002 menunjukkan dedikasi jangka panjangnya terhadap pendidikan dan penelitian.
Keterlibatan Drell di Dewan Direksi Nvidia: Perspektif Akademik di Dunia Chip
Drell telah menjadi anggota dewan direksi Nvidia selama lebih dari satu dekade, sebuah periode yang menyaksikan transformasi luar biasa perusahaan tersebut dari produsen kartu grafis menjadi raksasa teknologi yang mendominasi pasar kecerdasan buatan (AI). Selama masa jabatannya, Drell juga duduk di komite kompensasi, sebuah komite penting yang bertanggung jawab untuk menetapkan gaji eksekutif senior dan direksi, serta mengawasi skema penghargaan saham dan insentif lainnya. Peran ini menuntut penilaian yang cermat terhadap kinerja perusahaan dan individu, serta pemahaman yang kuat tentang tata kelola perusahaan.
Kehadiran seorang akademisi dengan latar belakang fisika dan teknik seperti Drell di dewan direksi perusahaan teknologi sekelas Nvidia sangatlah berharga. Ia membawa perspektif jangka panjang, pemahaman mendalam tentang penelitian dan pengembangan fundamental, serta etos keilmuan yang dapat menyeimbangkan fokus pasar jangka pendek. Keahliannya dalam bidang teknik dan kepemimpinan di institusi riset terkemuka memberikan wawasan krusial dalam pengambilan keputusan strategis terkait inovasi produk, arah penelitian, dan pengembangan talenta di Nvidia.
Pengunduran Diri dan Komposisi Dewan Direksi Nvidia
Pengunduran diri Persis Drell menjadikannya anggota dewan direksi kedua yang hengkang dalam waktu singkat. Sebelumnya, astronaut legendaris Ellen Ochoa juga mengundurkan diri dari Dewan Direksi pada bulan Juni lalu. Dengan kepergian Drell, dewan direksi Nvidia kini memiliki 10 anggota, termasuk CEO dan pendiri perusahaan, Jensen Huang, yang dikenal sebagai salah satu pemimpin paling visioner di industri teknologi. Komposisi dewan direksi yang beragam, mencakup para ahli dari berbagai latar belakang, sangat penting bagi tata kelola perusahaan yang efektif, terutama bagi perusahaan yang beroperasi di sektor yang bergerak cepat dan inovatif seperti Nvidia.
Potensi Kekayaan Saham yang Signifikan
Salah satu aspek yang menarik perhatian dari pengunduran diri Drell adalah nilai kepemilikan sahamnya di Nvidia. Menurut laporan kepemilikan terbaru, Persis Drell memiliki hampir 143.000 saham Nvidia. Mengingat harga saham Nvidia yang melonjak drastis, nilai kepemilikan saham Drell diperkirakan mencapai sekitar USD 26 juta, atau setara dengan sekitar Rp 436 miliar (dengan asumsi kurs sekitar Rp 16.770 per USD). Penting untuk dicatat bahwa nilai ini adalah potensi kekayaan berdasarkan kepemilikan saham pada saat laporan dibuat dan dapat berfluktuasi seiring pergerakan harga saham di pasar.
Selain kepemilikan saham tersebut, laporan tahunan perusahaan juga menunjukkan bahwa Drell menerima bayaran sekitar USD 344.000 atas kinerjanya di Nvidia tahun lalu. Dari jumlah tersebut, hampir USD 259.000 di antaranya berbentuk penghargaan saham atau stock awards. Pemberian penghargaan saham adalah praktik umum di perusahaan-perusahaan besar untuk menyelaraskan kepentingan direksi dengan kepentingan pemegang saham, mendorong mereka untuk berkontribusi pada pertumbuhan dan kesuksesan jangka panjang perusahaan.
Lonjakan Saham Nvidia dan Booming AI
Nilai fantastis dari kepemilikan saham Drell adalah cerminan langsung dari performa luar biasa saham Nvidia dalam beberapa tahun terakhir. Harga saham Nvidia telah melonjak lebih dari 22.000% sejak akhir tahun 2015. Kenaikan yang fenomenal ini sebagian besar didorong oleh booming kecerdasan buatan (AI) global. Nvidia, dengan keunggulan teknologinya dalam unit pemrosesan grafis (GPU), telah memposisikan diri sebagai pemasok utama chip yang sangat penting untuk melatih dan menjalankan model-model AI yang kompleks.
Dominasi Nvidia di pasar chip AI telah menjadikannya perusahaan paling bernilai di dunia, melampaui raksasa teknologi lainnya seperti Apple dan Microsoft dalam kapitalisasi pasar. Keberhasilan ini tidak hanya menciptakan kekayaan bagi para pendiri dan eksekutif, tetapi juga bagi para direksi dan karyawan yang telah berinvestasi dalam saham perusahaan selama bertahun-tahun. Drell, sebagai salah satu direktur dengan masa jabatan panjang, telah menyaksikan dan berkontribusi pada periode pertumbuhan eksplosif ini.
Meskipun nilai kepemilikannya saat ini sangat tinggi, Drell diketahui telah merealisasikan sebagian keuntungannya di masa lalu. Tahun lalu, ia menjual sekitar 40.000 saham Nvidia. Tindakan ini merupakan hal yang umum bagi direksi dan eksekutif untuk mengelola portofolio investasi mereka, melakukan diversifikasi, atau memenuhi kebutuhan keuangan pribadi. Penjualan ini dilakukan sesuai dengan peraturan dan prosedur yang berlaku, dan tidak ada indikasi adanya motif tersembunyi di baliknya.
Implikasi dan Masa Depan
Pengunduran diri Persis Drell menandai berakhirnya sebuah era di dewan direksi Nvidia. Kontribusinya selama lebih dari satu dekade, terutama dalam membawa perspektif keilmuan dan kepemimpinan akademik ke dalam perusahaan teknologi terdepan, tidak dapat diremehkan. Meskipun Nvidia tidak menyebutkan secara spesifik apa "peluang profesional baru" yang akan dikejar Drell, dengan latar belakang dan reputasinya, kemungkinan besar ia akan terus terlibat dalam kegiatan yang berdampak signifikan, baik di dunia akademik, penelitian, maupun filantropi. Pada usia 70 tahun, banyak individu memilih untuk mengurangi beban kerja atau beralih ke peran penasihat yang lebih fleksibel, namun dengan rekam jejak Drell, aktivitasnya diyakini akan tetap substansial dan bermakna.
Bagi Nvidia, pengunduran diri direktur yang berpengalaman selalu menjadi momen untuk merefleksikan komposisi dewan dan mencari individu baru yang dapat membawa keahlian dan perspektif segar. Di tengah lanskap teknologi yang terus berubah dan persaingan yang ketat di sektor AI, memiliki dewan direksi yang kuat dan adaptif adalah kunci untuk mempertahankan posisi kepemimpinan. Warisan Persis Drell di Nvidia akan tetap menjadi bagian dari kisah sukses perusahaan yang terus berinovasi dan membentuk masa depan teknologi.

