0

4 Fun Fact Lamaran El dan Syifa Hadju yang Belum Banyak Orang Tahu

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Momen lamaran El Rumi dan Syifa Hadju pada Kamis, 21 Januari 2026, menyita perhatian publik. Pasangan yang akrab disapa Elsyifa ini tak hanya merayakan hari bahagia mereka, tetapi juga menyimpan beberapa cerita menarik yang belum banyak diketahui oleh khalayak luas. Dibalik kemegahan acara tersebut, terdapat empat fakta unik yang menambah kedalaman makna momen penting ini.

Pertama kali Maia Estianty Mendampingi Anak Lamaran: Sebuah Momen Tak Terlupakan

Dalam ranah keluarga, setiap momen pencapaian anak adalah kebanggaan tersendiri bagi orang tua. Bagi Maia Estianty, menyaksikan putranya, El Rumi, melamar Syifa Hadju pada 21 Januari 2026, bukanlah sekadar acara lamaran biasa. Ini adalah kali pertama Maia Estianty mengantar salah satu dari ketiga putranya untuk sebuah acara lamaran formal. Fakta ini menjadi kontras menarik jika dibandingkan dengan pernikahan kakaknya, Al Ghazali. Al Ghazali dan kekasihnya, Alyssa Daguise, tidak pernah menggelar acara lamaran yang mempertemukan kedua keluarga secara resmi. Lamaran Al Ghazali kepada Alyssa berlangsung secara pribadi di tepi Danau Como, Italia, sebuah momen romantis yang tidak melibatkan formalitas keluarga. El Rumi sendiri mengungkapkan perbedaan ini dalam sebuah percakapan yang terekam di kanal YouTube Maia ALELDUL TV pada Jumat, 23 Januari 2026. "Salah satu perbedaan signifikan dari pernikahan Kakak Al dan aku. Kalau kakak Al nggak ada lamarannya. Bunda juga pertama kali kan acara lamaran kayak gini?" ucap El Rumi. Maia Estianty pun membenarkan, "Iyes pertama kali." Pengakuan ini semakin menggarisbawahi betapa spesialnya momen lamaran El Rumi dan Syifa Hadju bagi Maia Estianty, menandai babak baru dalam perjalanan hidup putranya yang ia dampingi secara langsung dalam sebuah upacara lamaran yang resmi. Kehadiran dan dukungannya menjadi simbol restu dan kebahagiaan yang mendalam bagi El Rumi.

Kejutan Haru dari Ibunda Syifa Hadju: Momen Pribadi Sebelum Lamaran

Di balik layar kemeriahan acara lamaran, terselip sebuah momen pribadi yang penuh haru antara ibunda Syifa Hadju, Shendy, dengan El Rumi. Malam sebelum hari lamaran resmi, Shendy secara diam-diam mendatangi El Rumi. Tindakan ini dilakukan tanpa sepengetahuan Syifa Hadju, yang menambah kesan kejutan dan kehangatan dalam momen tersebut. Tujuan Shendy mendatangi El Rumi bukanlah untuk agenda formal, melainkan untuk menyampaikan rasa terima kasih yang tulus. Ia berterima kasih kepada Maia Estianty karena telah membesarkan seorang anak yang luar biasa. "Aku terima kasih sudah membesarkan anak yang masyaallah hebatnya. Aku tadi malam ke kamar El. Aku cuma bilang, ‘Makasih ya sudah jadi anak yang baik’. Makasih karena masyaallah anaknya tulus banget Bunda," ungkap Shendy, dengan suara bergetar menahan haru. Maia Estianty, yang hadir dalam percakapan tersebut, membalas pujian itu dengan menilai Syifa Hadju sebagai anak yang juga tulus. Shendy melanjutkan, bahwa ia sudah membicarakan hal ini secara personal dengan El Rumi, dan momen tersebut menciptakan ikatan emosional yang kuat antara calon menantu dan mertua. El Rumi sendiri menceritakan bagaimana momen tak terduga ini terjadi. Saat ia sedang asyik berbincang dengan calon mertuanya, tiba-tiba ponselnya berdering. Ternyata, itu adalah Syifa Hadju yang meneleponnya, tanpa mengetahui bahwa ibundanya sedang menjalin komunikasi personal dengan El Rumi. Kejadian ini menunjukkan kedalaman hubungan yang telah terjalin di antara kedua keluarga, di mana rasa kasih sayang dan penghargaan tidak hanya ditunjukkan di depan publik, tetapi juga melalui gestur-gestur pribadi yang menyentuh hati.

Perubahan Jadwal Lamaran: Adaptasi Demi Kehadiran Irwan Mussry

Tanggal 21 Januari 2026 menjadi tanggal yang tak terlupakan bagi El Rumi dan Syifa Hadju, namun di balik penentuan tanggal tersebut, ada sebuah cerita tentang penyesuaian yang harus dilakukan. Acara lamaran yang seharusnya digelar pada tanggal 26 Januari 2026, terpaksa dimajukan. Alasan di balik perubahan jadwal ini adalah agenda mendadak yang harus dijalani oleh Irwan Mussry, suami Maia Estianty, yang harus segera bertolak ke Amerika Serikat. "Harusnya acara lamaran ini di tanggal 26 Januari, satu hari sebelum hari ulang tahunku. Tetapi, Mas Irwan tiba-tiba mendadak harus ke Amerika sehingga acara ini dimajukan ke tanggal 21," jelas Maia Estianty. Keputusan ini menunjukkan prioritas keluarga dan pentingnya kehadiran Irwan Mussry dalam momen penting ini. Sehari setelah acara lamaran El Rumi dan Syifa Hadju, Irwan Mussry pun langsung terbang ke Amerika Serikat, menggarisbawahi urgensi dari perjalanannya. Perubahan jadwal ini, meskipun mendadak, berhasil dilaksanakan dengan baik, memastikan bahwa momen spesial ini dapat dihadiri oleh semua anggota keluarga inti. Ini adalah contoh bagaimana sebuah acara besar seringkali memerlukan fleksibilitas dan kemampuan beradaptasi untuk mengakomodasi berbagai faktor, termasuk urusan pribadi dan profesional.

Absennya Tissa Biani: Konsekuensi dari Perubahan Jadwal Mendadak

Ketidakhadiran Tissa Biani dalam acara lamaran El Rumi dan Syifa Hadju menjadi pertanyaan yang banyak dilontarkan oleh para penggemar. Namun, alasan di balik absennya kekasih Al Ghazali ini ternyata sangat berkaitan erat dengan perubahan jadwal lamaran yang mendadak. "Pada 26 Januari, Tissa seharusnya bisa hadir cuma sekarang karena mendadak dimajukan Tissa nggak bisa hadir," terang Maia Estianty. Tissa Biani saat ini tengah disibukkan dengan proyek syuting terbarunya yang menuntut komitmen waktu yang ketat. Jadwal syuting yang sudah ditetapkan sebelumnya tidak memungkinkan baginya untuk hadir pada tanggal 21 Januari. Meskipun tidak dapat hadir secara fisik, Tissa Biani tetap menunjukkan dukungannya kepada El Rumi dan Syifa Hadju. Ia telah memberikan ucapan selamat melalui akun Instagram pribadinya, menunjukkan bahwa jarak fisik tidak mengurangi kebahagiaan dan restunya untuk pasangan yang berbahagia ini. Fakta ini menyoroti bagaimana dinamika kehidupan selebriti seringkali melibatkan jadwal yang padat dan tidak terduga, yang terkadang mengharuskan mereka untuk membuat pilihan sulit terkait kehadiran di acara-acara penting. Namun, di era digital ini, dukungan dan ucapan selamat dapat disampaikan dengan berbagai cara, memastikan bahwa ikatan persahabatan tetap terjaga erat. Perubahan jadwal ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap acara besar, terdapat banyak faktor yang perlu dipertimbangkan, dan setiap keputusan memiliki konsekuensinya.