BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Di bawah gemuruh stadion Giuseppe Meazza yang seharusnya menjadi benteng pertahanan kokoh Inter Milan, kubu Nerazzurri justru harus menelan pil pahit kekalahan 1-3 dari tamunya, Arsenal, dalam laga lanjutan matchday ketujuh fase grup Liga Champions pada Rabu, 21 Januari 2026 dini hari WIB. Pertandingan ini menjadi panggung bagi dua pemain kunci Arsenal, Gabriel Jesus dan Viktor Gyokeres, yang secara efektif membungkam perlawanan Inter Milan dan mengantarkan tim asuhan Mikel Arteta pulang dengan tiga poin krusial. Kemenangan ini tidak hanya memastikan Arsenal mengunci posisi puncak klasemen fase liga dengan raihan 21 poin, masih menyisakan satu laga, tetapi juga mempertegas superioritas mereka atas Inter Milan yang kini tertahan di peringkat kesembilan dengan 12 poin.
Sejak menit-menit awal pertandingan, Arsenal menunjukkan niat serius untuk mengamankan kemenangan. Serangan sporadis namun terorganisir dilancarkan ke area pertahanan Inter Milan, menghasilkan beberapa ancaman yang berhasil dimentahkan oleh barisan pertahanan tuan rumah. Namun, tekanan Arsenal akhirnya berbuah manis pada menit ke-10. Sebuah tembakan dari Jurrien Timber berhasil dibelokkan secara krusial oleh Gabriel Jesus, mengubah arah bola dan mengecoh kiper Inter Milan, Yann Sommer, untuk membawa The Gunners unggul 1-0. Gol pembuka ini seolah menjadi suntikan moral bagi Arsenal, namun Inter Milan tidak tinggal diam.
Memasuki menit ke-18, Inter Milan berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui gol spektakuler dari Petar Sucic. Menerima bola liar di luar kotak penalti, Sucic melepaskan tendangan keras yang meluncur deras ke sudut gawang Arsenal tanpa mampu dijangkau oleh kiper David Raya. Gol penyama kedudukan ini membangkitkan semangat para pemain Inter Milan, dan mereka sempat mengancam gawang Arsenal kembali melalui Marcus Thuram pada menit ke-27. Namun, pertahanan Arsenal yang digalang William Saliba dan kawan-kawan menunjukkan ketangguhan, meski sempat kehilangan kendali permainan setelah kebobolan.
Momen krusial kembali terjadi pada menit ke-31, ketika Arsenal kembali unggul 2-1. Berawal dari sebuah sundulan Leandro Trossard yang membentur mistar gawang, bola muntah jatuh di dekat Gabriel Jesus. Dengan sigap, Jesus yang berada di posisi tepat berhasil menyundul bola untuk kedua kalinya, kali ini menaklukkan Sommer dan kembali mencatatkan namanya di papan skor. Gol kedua Jesus ini menjadi pukulan telak bagi Inter Milan yang berusaha keras untuk bangkit. Keunggulan 2-1 ini mampu dipertahankan Arsenal hingga peluit babak pertama dibunyikan, meninggalkan Inter Milan dalam posisi tertinggal.
Memasuki babak kedua, Arsenal kembali mencoba mengendalikan permainan. Pada menit ke-50, Eberechi Eze melepaskan tembakan dari tepi kotak penalti yang cukup membahayakan, namun bola berhasil diamankan dengan mudah oleh Yann Sommer. Inter Milan, meski tertinggal, terus berusaha mencari celah untuk menyamakan kedudukan, namun rapatnya barisan pertahanan Arsenal menyulitkan setiap upaya mereka.
Pukulan telak terakhir bagi Inter Milan datang pada menit ke-84, ketika Viktor Gyokeres, yang masuk menggantikan Gabriel Jesus pada menit ke-75, berhasil mencetak gol ketiga untuk Arsenal. Memanfaatkan kelengahan pertahanan Inter Milan, Gyokeres dengan tenang menyelesaikan peluang yang ada untuk mengubah skor menjadi 3-1. Gol ini semakin memantapkan kemenangan Arsenal dan memupus harapan Inter Milan untuk meraih poin di kandang sendiri.
Pertandingan ini menampilkan permainan yang dinamis dari kedua tim. Arsenal menunjukkan kedalaman skuad mereka dengan performa impresif dari para pemain yang diturunkan, termasuk para pemain muda yang diberikan kesempatan. Gabriel Jesus membuktikan dirinya sebagai ancaman mematikan di lini depan dengan dua golnya, sementara Viktor Gyokeres menunjukkan ketajamannya sebagai supersub. Di sisi lain, Inter Milan, meskipun sempat memberikan perlawanan, harus mengakui keunggulan Arsenal. Gol dari Petar Sucic menjadi satu-satunya gol balasan Inter Milan dalam pertandingan ini.
Secara keseluruhan, Arsenal tampil sebagai tim yang lebih efektif dan klinis dalam memanfaatkan peluang. Strategi Mikel Arteta terbukti jitu dalam meredam serangan Inter Milan dan melancarkan serangan balik yang mematikan. Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Arsenal dalam perjalanan mereka di Liga Champions, sekaligus memberikan pelajaran berharga bagi Inter Milan untuk segera bangkit dan memperbaiki performa mereka di sisa pertandingan.
Susunan Pemain:
Inter Milan:
Yann Sommer; Manuel Akanji, Francesco Acerbi, Alessandro Bastoni; Luis Henrique, Nicolò Barella, Piotr Zieliński, Petar Sucic, Federico Dimarco; Lautaro Martínez, Marcus Thuram.
Arsenal:
David Raya; Jurrien Timber, William Saliba, Rafa Mosquera, Reuell Lewis-Skelly; Mikel Merino, Martín Zubimendi, Eberechi Eze; Bukayo Saka, Gabriel Jesus, Leandro Trossard.

