0

Punya Museum di China, Bukti BYD Bukan Produsen ‘Kemarin Sore’

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – BYD, nama yang mungkin masih terdengar asing bagi sebagian masyarakat Indonesia, kerap kali dilabeli sebagai produsen otomotif "kemarin sore". Anggapan ini tak lepas dari baru-baru ini saja kehadiran mereka di pasar Tanah Air. Namun, di balik stigma tersebut, tersembunyi sebuah narasi panjang dan monumental yang tercatat rapi di Di-Space, sebuah museum megah yang berlokasi di Zhengzhou, China. Kunjungan redaksi detikOto ke museum ini, yang merupakan bagian dari "ziarah otomotif" atas undangan resmi BYD Indonesia, menjadi bukti nyata bahwa BYD bukanlah pemain baru yang muncul tiba-tiba di industri otomotif global.

Di-Space, lebih dari sekadar sebuah museum konvensional, merepresentasikan komitmen mendalam BYD untuk mengabadikan sejarah, sains, teknologi, dan inovasi dalam ranah New Energy Vehicle (NEV) untuk konsumsi publik. Eagle Zhao, Presiden Direktur BYD Indonesia, menjelaskan bahwa tujuan utama pendirian Di-Space adalah untuk mendokumentasikan dan mengkomunikasikan secara transparan pertumbuhan pesat perusahaan dalam industri yang terus berkembang ini. "Kami ingin masyarakat melihat masa depan mobilitas sebagai sesuatu yang dekat dan relevan, bukan sesuatu yang jauh dan eksklusif, melainkan bagian dari kehidupan sehari-hari," tegas Zhao, menegaskan visi BYD untuk menjadikan mobilitas berkelanjutan sebagai bagian integral dari kehidupan modern. Ia menambahkan, "Di-Space kami rancang sebagai jembatan edukasi yang memperkenalkan gagasan tersebut secara terbuka dan mudah dipahami. Kami percaya, edukasi publik dan transparansi teknologi merupakan fondasi penting dalam mempercepat transisi energi dan membangun budaya mobilitas yang berkelanjutan."

Peresmian Di-Space, yang berjarak hampir dua tahun dari waktu kunjungan, menandai sebuah tonggak sejarah baru bagi BYD. Museum ini membentang di atas area pameran seluas 15 ribu meter persegi, dengan tambahan area luar seluas 8.500 meter persegi, sebuah skala yang menunjukkan keseriusan dan investasi signifikan. Total investasi yang digelontorkan untuk proyek ambisius ini mencapai angka fantastis, yaitu 200 juta yuan, yang setara dengan sekitar Rp 480 miliar. Angka ini bukan sekadar biaya pembangunan, melainkan cerminan dari nilai yang diberikan BYD pada pengarsipan sejarah dan edukasi publik mengenai perjalanan mereka.

Punya Museum di China, Bukti BYD Bukan Produsen 'Kemarin Sore'

Selayaknya museum yang berfokus pada sejarah dan inovasi, Di-Space dirancang dengan pendekatan yang sangat edukatif dan interaktif. Pengunjung, termasuk tim detikOto, diajak untuk menelusuri jejak perjalanan BYD sejak pertama kali didirikan pada tahun 1994 hingga mencapai posisinya saat ini sebagai salah satu pemain utama di industri otomotif global, khususnya di segmen kendaraan energi baru. Struktur museum yang terdiri dari empat lantai pameran menyajikan sebuah narasi yang komprehensif, mengupas tuntas evolusi teknologi, desain, dan inovasi yang telah dikembangkan oleh BYD dalam menciptakan kendaraan energi baru.

Lantai pertama museum ini secara khusus didedikasikan untuk menampilkan evolusi kendaraan yang telah dikembangkan oleh BYD. Perjalanan dimulai dari pengenalan mobil konsep ET, yang menjadi penanda awal langkah BYD dalam mengembangkan kendaraan listrik, hingga berbagai inovasi kendaraan listrik mutakhir yang telah mereka ciptakan di era modern. Meskipun demikian, terdapat catatan bahwa di area ini, unit kendaraan fisik tidak dipajang secara keseluruhan. Sebagai gantinya, pengunjung disajikan dengan replika mobil berukuran mungil yang dilengkapi dengan foto dan penjelasan mendetail mengenai setiap produk. Keberadaan unit fisik tentu akan menambah nuansa nostalgia dan kedekatan emosional bagi para pengunjung, namun format yang ada tetap berhasil menyampaikan informasi yang diperlukan.

Naik ke lantai dua dan tiga, pengalaman pengunjung menjadi lebih imersif dan mendalam. Di sini, BYD menyajikan simulasi proses manufaktur yang memungkinkan pengunjung untuk memahami kompleksitas produksi kendaraan, serta memamerkan teknologi inti yang menjadi keunggulan mereka saat ini. Di antara teknologi yang ditampilkan adalah Blade Battery yang revolusioner, platform e′ Platform yang inovatif, sistem suspensi cerdas Yun Nian, dan teknologi Dual Mode (DM) generasi kelima. Teknologi-teknologi ini merupakan bukti nyata dari dedikasi BYD dalam penelitian dan pengembangan yang berkelanjutan.

Salah satu aspek yang paling menarik dan mengesankan dari lantai dua dan tiga adalah pameran 10 ribu sertifikat paten yang dipajang. Jumlah paten yang masif ini secara gamblang menunjukkan betapa matangnya dan terus bertumbuhnya departemen penelitian dan pengembangan (R&D) BYD. Fakta ini menjadi penguat argumen bahwa BYD bukanlah pemain baru yang baru saja meramaikan industri kendaraan roda empat. Ini adalah bukti dari investasi jangka panjang dalam inovasi dan pengembangan teknologi yang telah dilakukan selama bertahun-tahun.

Punya Museum di China, Bukti BYD Bukan Produsen 'Kemarin Sore'

Lantai keempat Di-Space dirancang sebagai ruang penemuan sains yang dirancang khusus untuk mendukung kegiatan edukatif lintas generasi. Area ini dilengkapi dengan kelas multifungsi dan ruang bebas yang dapat disesuaikan untuk berbagai program publik. Mulai dari edukasi bagi para pelajar hingga diskusi komunitas yang lebih luas, lantai ini mencerminkan komitmen BYD untuk menjadi agen perubahan dalam edukasi mobilitas berkelanjutan. Tujuannya adalah untuk menanamkan pemahaman tentang pentingnya energi bersih dan teknologi ramah lingkungan sejak dini.

Melengkapi fungsi edukatifnya, Di-Space juga dilengkapi dengan area plaza dan aula multifungsi yang menjadi tempat penyelenggaraan berbagai acara. Mulai dari pameran seni, kompetisi teknologi yang inovatif, hingga kegiatan komunitas yang mempererat hubungan antara BYD dan masyarakat. Selain itu, terdapat pula ruang Naked-Eye 3D folding corner seluas 260 meter persegi yang menawarkan visualisasi imersif dan futuristik mengenai evolusi NEV BYD. Pengalaman visual yang memukau ini semakin mempertegas klaim BYD sebagai pionir dalam teknologi mobilitas masa depan.

Melalui Di-Space, BYD tidak hanya memamerkan produk dan teknologinya, tetapi juga menceritakan kisah perjalanannya yang panjang dan penuh inovasi. Museum ini menjadi saksi bisu dari dedikasi BYD dalam mengembangkan solusi mobilitas yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Dengan infrastruktur dan investasi sebesar ini, BYD menegaskan posisinya sebagai pemain global yang memiliki akar kuat dan visi jangka panjang, jauh dari sekadar label "produsen kemarin sore". Kehadiran museum ini menjadi bukti nyata bahwa BYD telah matang dan siap untuk memberikan kontribusi signifikan dalam revolusi mobilitas di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.