0

Penjualan Daihatsu Tokcer di Kalimantan Barat

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – PT Astra Daihatsu Motor (ADM) kembali mengukuhkan posisinya di pasar otomotif Indonesia, kali ini dengan sorotan khusus pada performa gemilang di Kalimantan Barat. Kota Pontianak, yang dijuluki "Kota Khatulistiwa," dipilih menjadi tuan rumah gelaran akbar "Daihatsu Kumpul Sahabat" pada Minggu, 18 Januari 2026, di Stadion Sultan Syarif Abdurrahman. Pemilihan Pontianak bukanlah tanpa alasan strategis. Data penjualan menunjukkan bahwa Daihatsu di Kalimantan Barat secara konsisten melampaui rata-rata nasional, sebuah pencapaian yang patut diapresiasi dan dirayakan.

Hari Wicaksono, Promotion Department Head PT ADM, dengan bangga mengungkapkan signifikansi Pontianak terhadap rapor hijau perusahaan. "Pontianak ini memang kota yang istimewa kita pilih. Kota ini berkontribusi cukup besar terhadap penjualan Daihatsu. Kalau di Kalimantan Barat itu market share kita mencapai 21,5 persen, jauh lebih besar dibandingkan dengan market share nasional yang berada di angka 16,5 persen," ujar Hari, menekankan superioritas Daihatsu di wilayah tersebut. Angka 21,5 persen di Kalimantan Barat ini menunjukkan dominasi yang kuat, mengungguli rata-rata nasional sebesar 5 persen poin, sebuah bukti nyata daya tarik dan penerimaan merek Daihatsu di kalangan masyarakat Pontianak dan sekitarnya.

Acara "Daihatsu Kumpul Sahabat" sendiri telah memasuki tahun kedua penyelenggaraannya, dan kali ini Pontianak menjadi penutup rangkaian acara yang dimulai dari tujuh kota besar lainnya di Indonesia pada tahun 2024. Awalnya, acara ini diadakan di Tangerang, Cirebon, Palembang, Sleman, Malang, dan Bitung. Tujuan utama dari gelaran ini adalah untuk menciptakan sebuah wadah yang inklusif, tidak hanya bagi para pemilik mobil Daihatsu, tetapi juga merangkul berbagai komunitas, mulai dari komunitas hobi hingga para penggerak ekonomi lokal. Pendekatan ini mencerminkan filosofi Daihatsu yang ingin membangun hubungan yang lebih erat dan berkelanjutan dengan seluruh pemangku kepentingan.

"Kita undang pelanggan setia, potensial konsumen dari komunitas motor, hingga komunitas-komunitas yang ada di Pontianak. Selain itu, ada UMKM yang diharapkan bisa mendorong perekonomian di sini," jelas Hari Wicaksono. Inisiatif ini menunjukkan strategi Daihatsu yang tidak hanya fokus pada penjualan unit kendaraan, tetapi juga pada pemberdayaan komunitas dan ekonomi lokal. Dengan mengintegrasikan UMKM dalam acara seperti ini, Daihatsu turut berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah, menciptakan sinergi yang saling menguntungkan.

Hari Wicaksono lebih lanjut menguraikan visi di balik "Kumpul Sahabat": "Kumpul Sahabat kita buat sebagai ajang silaturahmi semua entitas terkait dengan Daihatsu maupun yang tidak. Jadi di sini kita undang dari pelanggan setia Daihatsu, potensial konsumen kita yang diharapkan bisa menjalin komunikasi ke depannya yaitu komunitas motor, dan komunitas-komunitas yang ada di kota Pontianak, dan juga UMKM yang diharapkan bisa mendorong perekonomian yang ada di Pontianak." Komitmen untuk merangkul berbagai elemen masyarakat ini menjadikan acara tersebut lebih dari sekadar pameran otomotif, melainkan sebuah perayaan kebersamaan dan kolaborasi.

Pemilihan Pontianak sebagai destinasi penutup rangkaian acara ini bukanlah kebetulan. Selain performa penjualan yang superior, Aries Nugroho, Marketing Planning and Sales Operation Support Dept Head PT Astra International Tbk – Daihatsu Sales Operation (DSO), menyoroti stabilitas ekonomi Kalimantan secara umum sebagai faktor pendukung. "Sebenarnya Kalimantan secara garis besar lebih stabil dibandingkan beberapa daerah lain. Bersyukurlah yang tinggal di Kalimantan punya ekonomi yang lebih stabil," ungkap Aries. Stabilitas ekonomi ini menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan penjualan kendaraan, di mana konsumen memiliki daya beli yang lebih kuat dan kepercayaan yang lebih tinggi terhadap investasi otomotif.

Keunikan geografis Kalimantan Barat juga menjadi perhatian khusus bagi Daihatsu. Dengan luas wilayah yang mencapai 1,5 kali luas Pulau Jawa, dan Pontianak sebagai pusat mobilitas utama, tantangan distribusi dan jangkauan layanan menjadi peluang strategis bagi Daihatsu untuk memperkuat kehadirannya. "Pontianak punya titik strategis untuk Daihatsu, memang kalau kita lihat Kalimantan unik, terdiri dari beberapa provinsi yang memiliki profil yang berbeda-beda, demikian juga Pontianak," ujar Aries. Hal ini menunjukkan bahwa Daihatsu tidak hanya melihat Pontianak sebagai pasar, tetapi juga sebagai hub penting untuk pengembangan bisnis di wilayah Kalimantan Barat yang luas.

Aries Nugroho menambahkan, "Kalau Kalimantan Baratnya, itu 1,5 kali Pulau Jawa. Jadi punya fungsi yang strategis untuk Daihatsu." Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya strategi yang disesuaikan dengan karakteristik geografis dan demografis Kalimantan Barat. Jangkauan layanan yang luas dan model bisnis yang adaptif menjadi kunci untuk memaksimalkan potensi pasar di wilayah ini. Dengan pemahaman mendalam terhadap kondisi lokal, Daihatsu berupaya untuk terus memberikan solusi mobilitas yang terbaik bagi masyarakat Kalimantan Barat.

Lebih lanjut, kesuksesan Daihatsu di Kalimantan Barat dapat dikaitkan dengan beberapa faktor kunci. Pertama, kepemimpinan pasar yang kuat tercermin dari market share yang jauh melampaui rata-rata nasional. Ini menunjukkan bahwa produk-produk Daihatsu, seperti keluarga Avanza, Xenia, Sigra, dan Gran Max, sangat sesuai dengan kebutuhan dan preferensi konsumen di wilayah tersebut. Model-model ini dikenal tangguh, efisien, dan memiliki biaya operasional yang terjangkau, menjadikannya pilihan utama bagi keluarga maupun pelaku usaha.

Kedua, strategi pemasaran dan penjualan yang efektif yang dijalankan oleh PT ADM dan jaringan dealernya di Kalimantan Barat. Acara "Daihatsu Kumpul Sahabat" adalah salah satu contoh nyata dari upaya ini, di mana interaksi langsung dengan konsumen dan komunitas menjadi prioritas. Melalui kegiatan semacam ini, Daihatsu tidak hanya menjual produk, tetapi juga membangun loyalitas merek dan memperkuat hubungan emosional dengan pelanggannya. Program-program promosi yang menarik, layanan purna jual yang prima, dan ketersediaan suku cadang yang memadai juga menjadi faktor penentu keberhasilan.

Ketiga, pemahaman mendalam tentang kondisi ekonomi lokal. Pernyataan Aries Nugroho mengenai stabilitas ekonomi Kalimantan menunjukkan bahwa Daihatsu jeli dalam mengidentifikasi wilayah dengan potensi pertumbuhan yang kuat. Stabilitas ini memungkinkan konsumen untuk melakukan pembelian kendaraan yang lebih besar dan berkelanjutan. Selain itu, peran UMKM yang dilibatkan dalam acara ini juga menunjukkan kesadaran Daihatsu akan pentingnya sektor ini sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Dengan mendukung UMKM, Daihatsu tidak hanya membuka peluang bisnis baru tetapi juga berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Keempat, adaptasi terhadap karakteristik geografis yang unik. Luasnya wilayah Kalimantan Barat memerlukan strategi distribusi dan layanan purna jual yang matang. Daihatsu tampaknya telah berhasil mengimplementasikan solusi yang efektif untuk menjangkau konsumen di berbagai daerah, bahkan yang terpencil sekalipun. Ini mungkin melibatkan pengembangan jaringan dealer dan bengkel yang lebih luas, serta penggunaan teknologi untuk memfasilitasi layanan jarak jauh.

Dalam konteks yang lebih luas, keberhasilan Daihatsu di Kalimantan Barat dapat menjadi studi kasus yang berharga bagi industri otomotif nasional. Ini menunjukkan bahwa dengan pemahaman yang mendalam tentang pasar lokal, strategi yang tepat sasaran, dan komitmen untuk membangun hubungan yang kuat dengan konsumen dan komunitas, merek otomotif dapat mencapai pertumbuhan yang signifikan bahkan di luar pusat-pusat perkotaan besar.

Pontianak, sebagai kota penutup rangkaian acara "Daihatsu Kumpul Sahabat 2025", bukan hanya menjadi simbol pencapaian, tetapi juga menjadi fondasi untuk langkah-langkah Daihatsu selanjutnya di Kalimantan Barat. Dengan terus berinovasi, mendengarkan kebutuhan pasar, dan berkolaborasi dengan berbagai pihak, Daihatsu optimis dapat mempertahankan dan bahkan meningkatkan performa penjualan yang "tokcer" di wilayah strategis ini. Penguatan merek, perluasan jangkauan layanan, dan pengembangan produk yang relevan dengan kebutuhan lokal akan terus menjadi prioritas Daihatsu dalam upaya memperkokoh posisinya sebagai salah satu pemimpin pasar otomotif di Indonesia.

Perhelatan "Daihatsu Kumpul Sahabat" di Pontianak bukan sekadar acara seremonial, melainkan manifestasi dari strategi jangka panjang Daihatsu untuk membangun ekosistem otomotif yang kuat dan berkelanjutan di seluruh Indonesia. Keterlibatan komunitas, dukungan terhadap UMKM, dan apresiasi terhadap keunikan setiap daerah menjadi pilar-pilar penting dalam strategi ini. Dengan terus beradaptasi dan berinovasi, Daihatsu bertekad untuk terus memberikan kontribusi positif bagi mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Barat, serta di seluruh penjuru nusantara.

(riar/rgr)