Jakarta – Dalam langkah tegas yang diduga kuat bertujuan membersihkan platformnya dari konten berkualitas rendah, Sony Interactive Entertainment (SIE) telah menghapus lebih dari 1.000 judul game dari PlayStation Store. Keputusan masif ini menargetkan game-game yang dianggap tidak memenuhi standar kualitas yang diharapkan oleh Sony maupun para penggunanya, sekaligus menegaskan komitmen perusahaan terhadap integritas ekosistem PlayStation. Penghapusan ini terungkap pada Minggu, 18 Januari 2026, dan segera menarik perhatian luas di kalangan komunitas gamer.
Fokus utama dari gelombang penghapusan ini adalah karya-karya dari satu pengembang tunggal bernama ThiGames. Studio ini, yang sebelumnya dikenal karena produktivitasnya yang luar biasa, bahkan sempat menduduki peringkat keempat di PlayStation Store sebagai pengembang yang merilis game dalam jumlah terbanyak. Namun, kuantitas yang melimpah ini agaknya tidak sejalan dengan kualitas. Game-game yang dihapus dari katalog ThiGames mencakup judul-judul seperti The Jumping Fries, The Jumping Taco, The Jumping Hot Dog, The Jumping Soda, dan The Jumping Taco TURBO. Deretan nama ini saja sudah cukup memberikan gambaran tentang sifat repetitif dan kurangnya inovasi dalam portofolio mereka, yang mengundang pertanyaan tentang orisinalitas dan nilai hiburan yang ditawarkan.
Satu-satunya pengecualian yang membuat beberapa game ThiGames tidak ikut dihapus adalah karena sejumlah pemain telah mengunduh dan memainkannya. Hal ini menunjukkan bahwa ada mekanisme internal Sony yang mungkin mempertimbangkan metrik penggunaan aktif sebagai faktor penentu, meskipun alasan pasti di balik pengecualian ini belum dijelaskan secara gamblang. Hingga artikel ini dibuat, belum ada pernyataan resmi yang dirilis baik dari pihak Sony maupun ThiGames mengenai alasan pasti penghapusan massal ini. Keheningan dari kedua belah pihak justru memicu berbagai spekulasi di kalangan komunitas gamer dan pengamat industri, mulai dari pelanggaran pedoman kualitas, praktik pengembangan yang tidak etis, hingga upaya Sony untuk menjaga reputasi merek PlayStation.
Secara kualitas, karya-karya ThiGames memang tidak dapat disandingkan dengan judul-judul unggulan dari pengembang lain yang dikenal akan inovasi dan narasi mendalamnya. Bandingkan saja dengan game sekelas Street Fighter 2 yang ikonik, God of War Ragnarok dengan grafis memukau dan cerita epik, atau The Last of Us yang menawarkan pengalaman naratif yang intens dan emosional. Game-game ThiGames seringkali dicirikan oleh grafis yang sangat sederhana, mekanisme permainan yang monoton dan repetitif, serta kurangnya kedalaman konten. Pengalaman bermain yang ditawarkan cenderung dangkal, tidak menantang, dan minim inovasi, membuat banyak pemain merasa bahwa judul-judul ini lebih cocok disebut sebagai ‘shovelware’ atau game ‘murahan’ yang diproduksi massal tanpa perhatian pada detail atau pengalaman pengguna.
Penghapusan game murahan berkualitas rendah dari PlayStation Store bukanlah kali pertama dilakukan oleh Sony. Sekitar setahun yang lalu, perusahaan raksasa teknologi Jepang ini juga mengambil tindakan serupa terhadap pengembang bernama Randomspin. Ketika itu, Randomspin dicurigai menggunakan kecerdasan buatan (AI) secara berlebihan dalam pengembangan game-nya, yang menghasilkan sejumlah besar game generik dalam waktu yang relatif singkat. Modus operandi Randomspin, yang mengejar kuantitas di atas kualitas, memiliki kemiripan yang mencolok dengan ThiGames. Pola ini mengindikasikan bahwa Sony semakin serius dalam memantau dan menindak praktik pengembangan game yang merugikan ekosistem dan pengalaman pengguna, terutama di tengah kemudahan akses teknologi AI yang dapat disalahgunakan untuk menghasilkan konten secara massal tanpa investasi kreatif yang signifikan.
Langkah-langkah Sony ini merupakan bagian dari strategi yang lebih besar untuk menjaga kualitas dan reputasi PlayStation Store sebagai tujuan utama bagi para gamer yang mencari pengalaman hiburan interaktif premium. Di pasar game digital yang semakin padat, di mana ribuan game baru dirilis setiap bulan, kurasi konten menjadi sangat krusial. Kehadiran game-game berkualitas rendah dalam jumlah besar tidak hanya mengaburkan pandangan para gamer terhadap judul-judul berkualitas, tetapi juga dapat merusak kepercayaan terhadap platform secara keseluruhan. Pemain yang berinvestasi pada game berkualitas rendah mungkin merasa kecewa, membuang waktu dan uang mereka, yang pada akhirnya dapat mengurangi minat mereka untuk menjelajahi PlayStation Store.
Dari perspektif pengembang, tindakan Sony ini juga mengirimkan sinyal yang jelas. Lingkungan pengembangan game di PlayStation harus kompetitif dan berorientasi pada kualitas. Pengembang yang berinvestasi waktu, tenaga, dan sumber daya untuk menciptakan game yang inovatif, menarik, dan berharga harus mendapatkan pengakuan dan ruang yang adil, tanpa harus bersaing dengan banjir konten ‘murahan’ yang hanya mengejar keuntungan cepat. Ini adalah upaya untuk menciptakan ekosistem yang lebih sehat, di mana kreativitas dan kualitas dihargai.
Meskipun pembicaraan seputar game PlayStation seringkali menyentuh aspek harga yang tidak murah, Sony juga berupaya memberikan nilai tambah melalui berbagai program diskon dan promosi. Hal ini menunjukkan bahwa di tengah upaya pembersihan konten berkualitas rendah, perusahaan juga berkomitmen untuk memastikan para gamer dapat memperoleh game berkualitas tinggi dengan harga yang terjangkau pada momen yang tepat. Sebagai contoh, saat ini Sony sedang menggelar event bertajuk Holiday Sale 2025. Sejak akhir tahun lalu hingga 21 Januari 2026, para gamer dapat menikmati diskon menarik hingga 90% untuk berbagai judul game PS4 dan PS5. Ini adalah contoh konkret bagaimana Sony menawarkan kesempatan emas bagi para gamer untuk memboyong game-game dengan kualitas memukau tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.
Momen diskon seperti Holiday Sale ini merupakan waktu paling tepat bagi gamer yang ingin memperbarui koleksi game mereka. Game-game AAA yang tadinya berharga premium bisa didapatkan dengan potongan harga signifikan, memungkinkan lebih banyak pemain untuk merasakan pengalaman bermain yang imersif dan mendalam. Penting untuk diingat bahwa setelah periode promosi berakhir, seluruh harga akan kembali ke penawaran awalnya. Oleh karena itu, bagi para gamer yang telah mengincar judul PS4 atau PS5 tertentu, sekarang adalah kesempatan terbaik untuk membelinya sebelum harga kembali normal. Ini adalah bagian dari strategi Sony untuk menyeimbangkan antara mempertahankan nilai premium dari judul-judul unggulan dan memberikan aksesibilitas kepada para penggunanya, sekaligus menegaskan bahwa kualitas dan harga yang terjangkau dapat berjalan beriringan di bawah payung PlayStation.
Langkah Sony menghapus ribuan game berkualitas rendah dari PlayStation Store merupakan indikasi kuat bahwa perusahaan ini serius dalam menjaga standar platformnya. Ini bukan hanya tentang menyingkirkan ‘sampah digital’, tetapi juga tentang membangun kepercayaan pengguna dan memastikan bahwa PlayStation Store tetap menjadi destinasi utama untuk pengalaman gaming yang berkualitas. Dengan membersihkan konten yang tidak memenuhi standar, Sony berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi para gamer dan pengembang yang berdedikasi.

