Vivo X300 Ultra, sebuah nama yang mulai santer terdengar di kalangan penggemar teknologi, kini telah resmi menunjukkan sinyal kuat kehadirannya di pasar Indonesia. Ponsel flagship yang digadang-gadang akan menjadi anggota keluarga terbaru dari seri Vivo X300 ini, meski baru dirumorkan rilis di China pada Maret 2026, sudah menorehkan jejak penting di tanah air. Tanda-tanda awal ini muncul setelah perangkat misterius Vivo dengan nomor model V2562, yang diyakini kuat sebagai X300 Ultra, berhasil melenggang mulus melewati gerbang sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Kementerian Perindustrian. Dengan nilai TKDN yang mencapai 39,93%, pencapaian ini bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah indikasi serius dari komitmen Vivo untuk membawa inovasi terdepannya ke tangan konsumen Indonesia.
Proses sertifikasi TKDN sendiri merupakan salah satu tahapan krusial bagi setiap perangkat elektronik, khususnya ponsel pintar, sebelum dapat secara legal dipasarkan di Indonesia. Nilai TKDN 39,93% yang berhasil diraih Vivo X300 Ultra menunjukkan bahwa hampir 40% dari komponen atau proses produksi perangkat ini berasal dari dalam negeri. Hal ini tidak hanya mendukung industri manufaktur lokal, tetapi juga menjadi prasyarat penting yang ditetapkan pemerintah untuk produk-produk teknologi yang ingin bersaing di pasar domestik. Setelah berhasil mengantongi sertifikat dari Kemenperin, langkah selanjutnya yang harus ditempuh Vivo X300 Ultra adalah mendapatkan restu dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Sertifikasi dari Komdigi, yang biasanya berkaitan dengan aspek teknis jaringan dan telekomunikasi, adalah lampu hijau terakhir sebelum ponsel gahar ini benar-benar bisa diluncurkan dan diperjualbelikan secara resmi di Tanah Air.
Kehadiran Vivo X300 Ultra ini juga menandai sebuah pergeseran strategi signifikan dari Vivo. Berbeda dengan generasi sebelumnya, seperti X100 Ultra dan X200 Ultra, yang secara eksklusif hanya tersedia untuk pasar China, Vivo X300 Ultra diproyeksikan akan menjadi ponsel flagship ‘Ultra’ pertama dari Vivo yang secara resmi diluncurkan di Indonesia dan juga pasar global. Keputusan ini menunjukkan ambisi besar Vivo untuk bersaing lebih ketat di segmen premium global, menantang dominasi merek-merek lain dengan inovasi dan teknologi yang ditawarkannya. Ekpansi ini juga mengindikasikan bahwa Vivo melihat potensi pasar yang sangat besar di luar China, khususnya di Indonesia yang merupakan salah satu pasar smartphone terbesar di Asia Tenggara.
Sebelum penampakannya di database TKDN, jejak digital Vivo X300 Ultra juga telah terdeteksi di berbagai platform internasional. Ponsel ini sebelumnya telah ditemukan di database IMEI, yang merupakan basis data global untuk identifikasi perangkat seluler, diikuti dengan penampilan di platform sertifikasi Eropa. Kumpulan jejak digital ini, sebagaimana dikutip dari Gizmochina pada Jumat, 16 Januari 2026, semakin memperkuat keyakinan akan eksistensi dan persiapan peluncuran global dari perangkat ini. Kehadiran di berbagai lembaga sertifikasi jauh sebelum tanggal rilis yang dirumorkan (Maret 2026) menunjukkan bahwa Vivo telah merencanakan peluncuran X300 Ultra dengan sangat matang dan jauh-jauh hari.
Bocoran spesifikasi yang beredar untuk Vivo X300 Ultra sungguh menggiurkan dan menjanjikan pengalaman pengguna premium yang tak tertandingi. Dari segi tampilan, ponsel ini kabarnya akan mengusung layar OLED LTPO datar berukuran 6,82 inci. Ukuran layar yang lapang ini, dikombinasikan dengan resolusi 2K, menjamin ketajaman visual dan reproduksi warna yang luar biasa, ideal untuk konsumsi media, gaming, maupun produktivitas. Teknologi LTPO (Low-Temperature Polycrystalline Oxide) akan memungkinkan refresh rate yang adaptif, secara otomatis menyesuaikan kecepatan refresh layar antara 1Hz hingga 120Hz tergantung konten yang ditampilkan, sehingga sangat efisien dalam penggunaan daya baterai. Kehadiran bezel yang tipis di keempat sisinya juga akan memaksimalkan rasio layar-ke-bodi, memberikan pengalaman visual yang lebih imersif dan modern.
Untuk urusan performa, Vivo X300 Ultra tidak main-main. Berbeda dengan seri X300 lainnya yang mungkin menggunakan chipset dari MediaTek, varian Ultra ini akan diotaki oleh chipset flagship dari Qualcomm, yaitu Snapdragon 8 Elite Gen 5. Meskipun penamaan "Elite Gen 5" masih bersifat spekulatif dan mungkin berubah seiring waktu, hal ini mengindikasikan bahwa Vivo akan membekali ponsel ini dengan prosesor paling canggih dan bertenaga dari Qualcomm untuk tahun 2026. Chipset ini diharapkan membawa peningkatan signifikan dalam hal kecepatan pemrosesan, kapabilitas kecerdasan buatan (AI), efisiensi daya, dan performa grafis, menjadikannya sangat mumpuni untuk menjalankan aplikasi berat, game grafis tinggi, serta tugas multitasking tanpa hambatan.
Daya tahan baterai juga menjadi salah satu fokus utama Vivo X300 Ultra. Ponsel gahar ini dikabarkan akan ditopang oleh baterai berkapasitas sangat besar, yakni 7.000 mAh. Kapasitas baterai sebesar ini merupakan salah satu yang terbesar di kelas flagship, menjanjikan penggunaan seharian penuh bahkan lebih untuk sebagian besar pengguna, tanpa perlu khawatir kehabisan daya. Selain kapasitas yang masif, Vivo juga akan melengkapinya dengan teknologi pengisian cepat (fast charging) yang canggih. Meskipun detail wattase belum terungkap, mengingat tren teknologi saat ini, kemungkinan besar Vivo X300 Ultra akan mendukung pengisian daya super cepat yang dapat mengisi ulang baterai jumbo tersebut dalam waktu singkat, memastikan pengguna tetap terhubung dan produktif.
Namun, fitur yang paling menonjol dan menjadi daya tarik utama Vivo X300 Ultra tidak lain adalah sistem kameranya. Vivo telah lama dikenal sebagai salah satu inovator terkemuka dalam teknologi kamera smartphone, dan X300 Ultra tampaknya akan membawa reputasi tersebut ke level yang lebih tinggi. Ponsel ini kabarnya akan mengusung konfigurasi tiga kamera belakang yang sangat mumpuni. Kamera utama akan memiliki resolusi fantastis 200 MP, dilengkapi dengan Optical Image Stabilization (OIS), dan menggunakan sensor Sony LYT-901. Sensor LYT-901 dari Sony merupakan sensor flagship terbaru yang dikenal dengan ukuran fisik yang besar dan kemampuan penyerapan cahaya yang superior, menjanjikan foto-foto detail, tajam, dan minim noise bahkan dalam kondisi minim cahaya. Resolusi 200 MP juga memungkinkan fleksibilitas tinggi dalam cropping dan zooming digital tanpa kehilangan banyak detail.
Kamera kedua adalah lensa ultrawide beresolusi 50 MP, yang menggunakan sensor Sony LYT-828. Kamera ultrawide berkualitas tinggi ini akan memungkinkan pengguna untuk menangkap pemandangan luas, arsitektur, atau foto grup dengan detail yang kaya dan distorsi minimal, berkat kualitas sensor Sony. Sementara itu, kamera ketiga adalah lensa periskop telephoto yang juga mengusung resolusi impresif 200 MP, dilengkapi dengan sensor Samsung HPB. Resolusi tinggi pada lensa telephoto periskop ini sangat jarang ditemukan di smartphone dan akan memungkinkan kemampuan zoom optik yang luar biasa jauh, menangkap objek dari jarak yang sangat jauh dengan kejernihan dan detail yang memukau. Sensor Samsung HPB sendiri merupakan sensor kelas atas yang dirancang untuk performa telephoto yang superior.
Salah satu keunggulan kamera Vivo X300 Ultra yang paling revolusioner adalah fitur continuous optical zoom. Fitur ini memungkinkan lensa telephoto untuk mengubah focal length secara terus-menerus dalam rentang tertentu, mirip dengan lensa zoom pada kamera profesional. Berbeda dengan zoom optik bertahap (misalnya 3x atau 5x) yang ada pada sebagian besar smartphone, continuous optical zoom memberikan fleksibilitas tak terbatas dalam rentang zoom optik, memungkinkan pengguna untuk mendapatkan komposisi gambar yang sempurna tanpa perlu bergantung pada zoom digital yang seringkali menurunkan kualitas. Ini adalah terobosan besar dalam fotografi smartphone yang berpotensi mengubah cara pengguna mengambil gambar jarak jauh.
Untuk kebutuhan swafoto dan panggilan video, Vivo X300 Ultra akan membekali bagian depannya dengan kamera selfie beresolusi 50 MP yang mendukung fitur autofokus. Resolusi tinggi ini menjamin detail yang tajam dan kualitas gambar yang superior untuk selfie, sementara autofokus akan memastikan wajah pengguna selalu dalam fokus yang sempurna, bahkan saat bergerak atau mengambil gambar dari berbagai jarak. Fitur ini sangat penting bagi para vlogger, content creator, atau siapa pun yang menginginkan kualitas selfie terbaik.
Secara keseluruhan, Vivo X300 Ultra siap menjadi penantang serius di segmen smartphone ultra-premium. Dengan lolosnya TKDN di Indonesia, kita dapat menantikan kehadirannya yang resmi di pasar Tanah Air setelah melalui tahap sertifikasi Komdigi. Kombinasi layar OLED 2K LTPO yang memukau, chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang bertenaga, baterai 7.000 mAh yang masif, dan sistem kamera revolusioner dengan continuous optical zoom, menjadikan Vivo X300 Ultra bukan sekadar ponsel, melainkan sebuah pernyataan ambisi Vivo dalam inovasi dan teknologi. Ponsel ini tidak hanya akan menawarkan spesifikasi kelas atas, tetapi juga pengalaman pengguna yang mendefinisikan ulang batas-batas kemampuan sebuah smartphone flagship. Kehadirannya di Maret 2026 akan menjadi momen yang sangat dinantikan oleh para pecinta teknologi di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

