0

Jelang Indonesia Masters 2026: Alwi Farhan Belajar Kontrol Emosi untuk Taklukkan Istora dan Tantangan Ng Ka Long Angus

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Menjelang bergulirnya turnamen prestisius Indonesia Masters 2026 yang selalu dinanti-nanti para penggemar bulu tangkis Tanah Air, atlet tunggal putra kebanggaan Indonesia, Alwi Farhan, mengalihkan fokus latihannya secara intensif pada aspek krusial yang seringkali menjadi pedang bermata dua bagi para atlet yang bertanding di kandang sendiri: kontrol emosi. Pengalaman pahit di turnamen-turnamen sebelumnya, terutama saat beraksi di Istora Senayan yang legendaris, telah menjadi guru terbaik bagi Alwi untuk meredam gejolak antusiasme yang berlebihan dan mengelola tekanan menjadi energi positif.

Perjalanan Alwi Farhan di panggung Istora memang belum sepenuhnya mulus. Tercatat, ia telah beberapa kali merasakan atmosfer Istora yang membakar semangat, namun juga menyimpan potensi jebakan mental. Panggung terakhir yang ia jajaki di Istora adalah pada ajang Indonesia Open 2025, di mana langkahnya harus terhenti di babak kedua. Ironisnya, pada edisi Indonesia Masters di tahun yang sama, nasibnya lebih pahit lagi karena ia bahkan tidak mampu menembus babak utama. Pengalaman-pengalaman inilah yang menjadi bahan evaluasi mendalam bagi Alwi, memotivasinya untuk mempersiapkan diri secara lebih matang dan secara sadar belajar untuk mengendalikan diri agar tidak larut dalam euforia bermain di hadapan ribuan pendukung yang selalu memberikan dukungan luar biasa.

"Pastinya ada rasa excited yang sama, itu tidak bisa dipungkiri. Namun, saya sekarang sudah lebih mengenali ‘hawa’ Istora. Saya sudah lebih tahu bagaimana mengelola rasa keinginan yang besar untuk meraih kemenangan dengan kontrol diri. Saya harus lebih bisa mengendalikan diri karena saya sudah beberapa kali mencoba bertanding di Istora dan saya belajar dari setiap pengalaman itu," ujar Alwi Farhan dengan nada penuh keyakinan saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur. Pernyataannya mencerminkan kedewasaan dan kesiapan mental yang terus diasah untuk menghadapi tantangan di level tertinggi. Ia menyadari bahwa Istora, meskipun menjadi saksi bisu kejayaan banyak legenda bulu tangkis Indonesia, juga bisa menjadi arena yang menguji mentalitas seorang atlet jika tidak dikelola dengan baik.

Lebih lanjut, atlet yang kini menempati peringkat ke-17 dunia itu mengungkapkan bahwa persiapan fisiknya secara umum berjalan dengan lancar. Namun, ia mengakui sempat mengalami sedikit kendala saat berlaga di Malaysia Open pekan lalu, di mana ia mengalami masalah pada lambungnya. Kabar baiknya, Alwi menegaskan bahwa ia telah berhasil pulih sepenuhnya dan kembali menjalani rutinitas latihannya seperti biasa. "Alhamdulillah, kondisi fisik saya sudah dalam proses pemulihan. Minggu ini saya sudah kembali berlatih secara normal. Saya berharap kondisi ini bisa terus terjaga dan saya bisa memberikan penampilan yang maksimal di Indonesia Masters nanti. Saya juga sangat berharap masyarakat dan para penggemar bulu tangkis bisa datang meramaikan Istora dan memberikan dukungan penuh, terutama untuk tim Indonesia dan juga para pemain dari negara lain," tuturnya penuh harap.

Menatap babak pertama Indonesia Masters 2026, Alwi Farhan dijadwalkan akan berhadapan dengan wakil Hong Kong, Ng Ka Long Angus. Rekor pertemuan kedua pemain ini tercatat imbang dengan skor 2-2, menunjukkan bahwa pertandingan ini diprediksi akan berlangsung ketat dan penuh drama. Duel terakhir mereka terjadi di Denmark Open 2025, di mana Alwi harus mengakui keunggulan Ng Ka Long Angus dalam dua gim langsung dengan skor 10-21 dan 16-21. Kekalahan tersebut menjadi catatan penting bagi Alwi untuk merancang strategi menghadapi lawannya kali ini.

"Pastinya, saya harus bisa mengontrol diri saya dengan baik, terutama karena di babak pertama saya akan bertemu dengan Ka Long yang sebelumnya berhasil mengalahkan saya. Head to head kami memang sama kuat, 2-2, jadi ini akan menjadi pertandingan yang sangat menantang," ungkap Alwi. Ia sangat menyadari bahwa memulai turnamen dengan kemenangan adalah kunci penting untuk membangun momentum positif.

Fokus utama Alwi saat ini adalah memenangkan pertandingan babak pertama. Ia tidak ingin terlalu jauh memikirkan babak-babak selanjutnya, mengingat beratnya ujian di awal turnamen. "Saya ingin fokus penuh pada pertandingan babak pertama terlebih dahulu karena jelas tidak akan mudah menghadapi pemain senior yang sudah memiliki banyak pengalaman di level internasional. Oleh karena itu, saya sudah mempersiapkan diri dengan sangat matang sejak kemarin, termasuk persiapan di Pelatnas ini," tegasnya.

Alwi juga menekankan bahwa setiap pertandingan, terlepas dari hasilnya, selalu memberikan pelajaran berharga. "Tentunya, saya mendapatkan pelajaran yang sangat baik ketika bermain di Malaysia, meskipun kondisi fisik saya saat itu tidak dalam performa terbaik. Namun, selalu ada hikmah dan pelajaran yang bisa diambil dalam setiap kondisi. Semoga saya dan seluruh tim Indonesia bisa menampilkan permainan terbaik kami. Dan yang terpenting, kami bisa kembali membangkitkan semangat para penonton untuk datang dan menyaksikan kembali kejayaan bulu tangkis Indonesia. Itu adalah misi kita bersama," pungkas Alwi Farhan, menutup pernyataannya dengan optimisme dan semangat juang yang membara untuk membawa nama harum Indonesia di kancah internasional.

Persiapan Alwi Farhan menjelang Indonesia Masters 2026 tidak hanya berfokus pada aspek teknis dan fisik, tetapi juga pada aspek mental yang krusial, terutama dalam menghadapi tekanan bermain di kandang sendiri dan rival sekelas Ng Ka Long Angus. Dengan kontrol emosi yang lebih matang dan evaluasi mendalam dari pengalaman sebelumnya, Alwi optimis dapat memberikan performa terbaiknya dan mengharumkan nama bangsa di turnamen bergengsi ini. Dukungan publik Istora diharapkan tidak hanya menjadi sumber semangat, tetapi juga menjadi motivasi tambahan bagi Alwi untuk terus berjuang tanpa mengenal lelah demi meraih podium tertinggi. Perjalanan Alwi di Indonesia Masters 2026 akan menjadi ujian penting bagi kemampuannya dalam mengelola emosi dan memanfaatkan dukungan penuh dari para penggemarnya untuk meraih kesuksesan.