M7 Mobile Legends World Championship, turnamen esports Mobile Legends: Bang Bang paling bergengsi di dunia, terus memanas. Babak Swiss Stage yang penuh intrik dan drama kini mendekati puncaknya, namun di tengah sengitnya persaingan, sejumlah tim telah berhasil mengukir sejarah dan mengamankan tempat di babak Knockout Stage yang sangat dinantikan. Hingga saat ini, lima tim telah resmi memastikan diri melaju ke fase berikutnya, dan salah satunya merupakan kebanggaan Indonesia.
Alter Ego, salah satu wakil Indonesia, telah menunjukkan dominasinya sejak awal dan menjadi tim pertama yang berhasil menembus babak Knockout Stage. Pencapaian gemilang ini diraih setelah mereka menampilkan performa luar biasa dalam pertandingan melawan tim asal Myanmar, Yangon Galacticos. Dengan strategi matang dan eksekusi yang sempurna, Alter Ego berhasil memenangkan pertandingan tersebut dengan skor telak 2-0. Kemenangan ini tidak hanya mengamankan posisi mereka di babak selanjutnya, tetapi juga mengirimkan pesan kuat kepada tim-tim lain bahwa Alter Ego adalah salah satu kandidat kuat juara M7. Para penggemar Mobile Legends di Indonesia tentu saja menyambut berita ini dengan euforia, menaruh harapan besar pada Nino cs untuk membawa pulang gelar juara dunia.
Tidak lama setelah Alter Ego merayakan kemenangannya, tim kedua yang menyusul jejak mereka ke Knockout Stage adalah Selangor Red Giants. Tim perwakilan dari Malaysia ini berhasil menunjukkan ketangguhan mental dan skill individu yang mumpuni saat menghadapi lawan yang tidak bisa diremehkan, Team Liquid PH. Pertandingan antara kedua tim ini berjalan sangat ketat dan penuh jual beli serangan, namun pada akhirnya, Selangor Red Giants berhasil keluar sebagai pemenang dengan skor tipis 2-1. Kemenangan ini membuktikan bahwa Selangor Red Giants memiliki kualitas dan determinasi untuk bersaing di level tertinggi turnamen ini, sekaligus menambah daftar tim tangguh yang siap bertarung di babak Knockout.
Gelombang ketiga tim yang mengamankan tempat di Knockout Stage datang dari pertandingan Pool 2-1 yang krusial pada tanggal 15 Januari 2026. Tiga tim yang berhasil memenangkan pertandingan tersebut dan melaju ke babak selanjutnya adalah Aurora Gaming Turki, Aurora Gaming PH, dan Team Liquid PH. Meskipun Team Liquid PH sempat mengalami kekalahan dari Selangor Red Giants, mereka berhasil bangkit dan memenangkan pertandingan penentu di Pool 2-1, menunjukkan ketahanan dan kemampuan adaptasi yang luar biasa. Aurora Gaming dari Turki dan Filipina juga membuktikan bahwa mereka adalah kekuatan yang patut diperhitungkan, dengan performa konsisten yang membawa mereka melewati fase Swiss Stage yang menantang. Kehadiran mereka di Knockout Stage menjanjikan pertarungan yang lebih seru dan kompetitif di fase selanjutnya.
Dengan lolosnya kelima tim ini, kini hanya tersisa tiga tempat kosong di babak Knockout Stage. Perebutan sisa tiket emas ini dipastikan akan sangat sengit, mengingat masih ada sembilan tim yang berjuang keras untuk mengamankan posisi tersebut. Sembilan tim yang masih berjuang di babak Swiss Stage dan berambisi untuk melengkapi daftar peserta Knockout Stage adalah Team Falcon, Team Spirit, Yangon Galacticos, CFU Gaming, Team Zone, Black Sentence Esports, CG Esports, Evil, dan Onic. Setiap pertandingan yang melibatkan tim-tim ini akan menjadi penentu nasib mereka di M7 Mobile Legends.
Untuk memahami lebih lanjut mengapa pertarungan ini begitu krusial, penting untuk memahami mekanisme Swiss Stage. Dalam format ini, tim-tim tidak bermain dalam grup tradisional. Sebaliknya, mereka bertanding berdasarkan rekor menang-kalah mereka. Tim yang berhasil meraih tiga kemenangan akan langsung lolos ke babak selanjutnya, sementara tim yang mengalami tiga kekalahan akan langsung tereliminasi dari turnamen. Pertandingan dibagi menjadi beberapa "Pool" berdasarkan rekor tim:
- Pool 2-0: Tim yang sudah menang dua kali dan belum kalah. Kemenangan di sini akan membuat mereka lolos dengan rekor 3-0.
- Pool 2-1: Tim yang sudah menang dua kali dan kalah satu kali. Kemenangan di sini akan membuat mereka lolos dengan rekor 3-1.
- Pool 1-1: Tim yang menang satu kali dan kalah satu kali. Ini adalah pertandingan penentu untuk tetap bertahan atau terancam eliminasi.
- Pool 0-2: Tim yang sudah kalah dua kali dan belum menang. Kekalahan di sini akan membuat mereka tereliminasi dengan rekor 0-3.
- Pool 1-2: Tim yang menang satu kali dan kalah dua kali. Kekalahan di sini akan membuat mereka tereliminasi dengan rekor 1-3.
- Pool 2-2: Tim yang menang dua kali dan kalah dua kali. Ini adalah pertandingan hidup mati. Kemenangan akan membuat mereka lolos dengan rekor 3-2, sementara kekalahan akan mengeliminasi mereka dengan rekor 2-3.
Alter Ego lolos sebagai tim pertama, kemungkinan besar dari Pool 2-0 (setelah dua kemenangan awal) atau Pool 2-1 (setelah satu kemenangan dan satu kekalahan, lalu menang lagi). Selangor Red Giants juga kemungkinan besar mengikuti jalur serupa. Sementara itu, Aurora Gaming Turki, Aurora Gaming PH, dan Team Liquid PH, dengan kemenangan mereka di pertandingan Pool 2-1, berarti mereka telah mengamankan kemenangan ketiga mereka setelah sebelumnya memiliki rekor 2-1. Ini menunjukkan bahwa mereka berhasil bangkit dari kekalahan sebelumnya dan menunjukkan mental juara.
Sorotan utama dari penggemar Indonesia, selain Alter Ego, tentu saja tertuju pada Onic Esports. Tim berjuluk "Sang Raja Langit" ini merupakan wakil Indonesia kedua yang berpartisipasi di M7 Mobile Legends, dan nasib mereka di turnamen ini kini berada di ujung tanduk. Dalam pertandingan penentuan yang sangat krusial, Onic akan menghadapi Evil, juara kompetisi MPL SG S10. Evil bukan lawan sembarangan; mereka berhasil mendapatkan gelar tim Mobile Legends terkuat di Singapura setelah mengalahkan Team Flash dengan skor meyakinkan 4-1 di grand final. Ini menunjukkan bahwa Evil adalah tim dengan strategi yang solid dan performa individu yang luar biasa, siap memberikan perlawanan sengit kepada Onic.
Bagi Onic, pertandingan melawan Evil adalah laga hidup mati. Apabila Onic berhasil meraih kemenangan, mereka akan masuk ke Pool 2-2. Ini berarti mereka masih memiliki satu kesempatan terakhir untuk bisa lolos ke babak Knockout Stage dengan rekor 3-2. Namun, jika ternyata Onic kembali mengalami kekalahan di pertandingan ini, maka mereka harus menerima kenyataan pahit tereliminasi dari kompetisi M7 Mobile Legends. Tekanan yang dihadapi oleh Onic saat ini sangatlah besar, tidak hanya untuk diri mereka sendiri tetapi juga untuk jutaan penggemar di Indonesia yang berharap mereka bisa melangkah jauh di turnamen ini.
Berbeda dari beberapa pertandingan sebelumnya di Swiss Stage yang mungkin dimainkan dalam format Bo1 (Best of 1), pertandingan penentuan bagi Onic kali ini akan disajikan dalam format Best of 3 (Bo3). Ini berarti Onic tidak lagi bermain satu kali saja, melainkan harus bisa memenangkan dua dari tiga game yang dimainkan. Format Bo3 memberikan ruang lebih bagi tim untuk beradaptasi dan menunjukkan kedalaman strategi mereka, namun juga meningkatkan tekanan karena setiap game memiliki bobot yang signifikan. Onic harus tampil dengan performa terbaik dan strategi yang matang untuk bisa menumbangkan Evil dan menjaga asa mereka di M7.
Pertandingan Onic melawan Evil ini akan disajikan secara offline di XO Hall MPL Arena, Jakarta Barat. Kehadiran penonton secara langsung di lokasi tentu akan menambah semarak dan semangat bagi para pemain Onic. Dukungan langsung dari penggemar diharapkan bisa menjadi suntikan motivasi tambahan bagi "Sang Raja Langit" untuk mengeluarkan seluruh potensi mereka. Namun, bagi para penggemar yang berhalangan hadir ke lokasi pertandingan, tidak perlu khawatir. Siaran langsung kompetisi M7 Mobile Legends ini akan tayang di media sosial resmi Mobile Legends, memungkinkan jutaan penggemar dari seluruh dunia untuk menyaksikan aksi tim-tim favorit mereka secara daring.
Di sisi lain, sembilan tim yang masih berjuang, seperti Team Falcon dan Team Spirit, juga memiliki ambisi besar. Team Falcon, yang dikenal dengan gaya bermain agresifnya, serta Team Spirit yang terkenal dengan strategi unik, pasti akan mengerahkan segala upaya untuk merebut sisa tiga slot. Yangon Galacticos, meski kalah dari Alter Ego, masih memiliki kesempatan untuk bangkit. Begitu pula dengan CFU Gaming, Team Zone, Black Sentence Esports, dan CG Esports, yang semuanya mewakili berbagai regional dan membawa harapan masing-masing komunitas. Setiap tim ini memiliki kekuatan dan kelemahan tersendiri, dan babak Swiss Stage telah menjadi panggung pembuktian bagi mereka.
Babak Knockout Stage sendiri menjanjikan intensitas yang jauh lebih tinggi. Setelah melewati saringan Swiss Stage yang melelahkan, tim-tim yang lolos akan bertarung dalam format bracket eliminasi, di mana satu kekalahan berarti akhir dari perjalanan mereka di M7. Ini adalah fase di mana strategi tim, mentalitas pemain, dan kemampuan adaptasi akan benar-benar diuji. Tim-tim yang lolos akan menghadapi tantangan baru dengan taruhan yang lebih besar, memperebutkan gelar juara dunia Mobile Legends dan hadiah utama yang fantastis.
Secara keseluruhan, M7 Mobile Legends World Championship terus menyajikan drama dan kejutan. Dengan lima tim yang sudah lolos dan pertarungan sengit untuk tiga slot tersisa, para penggemar dapat menantikan lebih banyak lagi momen mendebarkan. Perjalanan Onic Esports akan menjadi fokus utama bagi komunitas Mobile Legends Indonesia, dan harapan untuk melihat kedua wakil Indonesia melangkah jauh di turnamen ini sangatlah besar. Mari kita saksikan bersama siapa saja yang akan berhasil mengukir sejarah dan melaju ke babak Knockout Stage, membawa mimpi dan kebanggaan regional mereka di panggung dunia M7 Mobile Legends.

