BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Fakta persidangan baru terus bermunculan dalam kasus dugaan peredaran narkoba yang menjerat aktor Ammar Zoni di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Salah satu poin yang menarik perhatian publik adalah munculnya bukti percakapan di ponsel Ammar Zoni yang melibatkan kekasihnya, dokter Kamelia, terkait permintaan "plastik klip". Menanggapi isu yang beredar dan berpotensi disalahpahami, dokter Kamelia akhirnya angkat bicara dan memberikan klarifikasi langsung usai persidangan pada Kamis (15/1/2026).
Dalam keterangannya, dokter Kamelia menegaskan bahwa ia sama sekali tidak mengetahui menahu mengenai makna atau tujuan di balik permintaan "plastik klip" yang disebut dalam percakapannya dengan Ammar Zoni. Ia menjelaskan bahwa dirinya hanya menjalankan titipan semata. "Maksud soal plastik aku tidak tahu apa-apa, cuma titip ya sudah plastik. Kalau masalah klip aku nggak tahu, cuma titipan doang," ujar dokter Kamelia dengan tegas. Pernyataan ini menjadi krusial karena secara implisit membantah keterlibatannya dalam penggunaan atau peredaran narkoba.
Lebih lanjut, dokter Kamelia sangat menekankan bahwa dirinya memiliki latar belakang sebagai tenaga medis dan selalu menjaga jarak dari segala hal yang berkaitan dengan narkoba. Ia menyatakan bahwa sejak lahir hingga saat ini, dirinya belum pernah sekalipun melihat narkoba secara langsung, sehingga tidak memiliki pengetahuan apa pun tentang barang haram tersebut. "Kalau aku jujur dari lahir sampai hingga saat ini lihat narkobanya nggak pernah. Jadi aku tidak tahu sama sekali," tuturnya, menekankan prinsip dan integritas profesionalnya.
Dokter Kamelia kemudian menjelaskan peran utamanya dalam memberikan dukungan medis kepada Ammar Zoni. Ia membeberkan bahwa fokusnya adalah memberikan bantuan berupa obat penenang yang memang telah diresepkan oleh seorang psikiater. "Kalau masalah obat, Ammar dalam pengawasan dokter psikiater teman saya. Jadi saya emang tiap seminggu sekali ngasih obat psikiater buat Bang Ammar," ungkapnya. Penjelasan ini mengindikasikan bahwa bantuan medis yang ia berikan bersifat legal dan sesuai dengan resep dokter spesialis kejiwaan, bukan berkaitan dengan zat terlarang.
Pihak Ammar Zoni sendiri berencana untuk membuktikan kebenaran di balik rangkaian pesan singkat tersebut pada persidangan berikutnya. Pengacara Ammar Zoni menyatakan bahwa mereka akan menyajikan bukti-bukti yang dapat menjelaskan konteks sebenarnya dari percakapan tersebut, terutama terkait dengan obat-obatan. "Kalau masalah itu, itu nanti kita buktikan di persidangan besok yang apa sih tadi, obat-obatan gitu-gitu karena sebelumnya ada chat sebelumnya soalnya," jelas pengacara Ammar Zoni. Hal ini menunjukkan bahwa tim kuasa hukum Ammar Zoni memiliki strategi untuk mengklarifikasi isi percakapan yang beredar.
Sebelumnya, isi percakapan pribadi antara Ammar Zoni dan kekasihnya, dokter Kamelia, dibongkar oleh pihak kepolisian yang hadir sebagai saksi di hadapan Majelis Hakim. Saksi dari kepolisian bernama Bambang Heryanto memaparkan hasil ekstraksi data dari ponsel Ammar Zoni yang disita saat proses penangkapan. Salah satu temuan signifikan adalah adanya percakapan di aplikasi WhatsApp yang membahas mengenai permintaan barang berupa plastik klip.
"Pernah ada juga percakapan, Bu. Di sini saya lihat di handphone Ammar Zoni terkait dengan ada percakapan antara seseorang, di situ tercantum atas nama Amelia. Terkait dengan permintaan plastik, plastik klip. Ada fotonya," ujar Bambang Heryanto di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Pernyataan saksi polisi inilah yang kemudian menimbulkan spekulasi dan berbagai tafsir di kalangan publik, terutama karena istilah "plastik klip" seringkali diasosiasikan dengan pembungkus narkoba.
Namun, klarifikasi dari dokter Kamelia memberikan sudut pandang yang berbeda dan mencoba untuk meluruskan kesalahpahaman yang mungkin timbul. Penegasan dari dokter Kamelia bahwa ia hanya menjalankan titipan dan tidak mengetahui tujuan di balik permintaan "plastik klip", serta penekanannya pada latar belakang medisnya yang bersih dari narkoba, menjadi poin penting dalam persidangan. Pernyataan ini juga diperkuat oleh rencana tim kuasa hukum Ammar Zoni untuk membuktikan konteks sebenarnya dari percakapan tersebut, yang diduga berkaitan dengan pemberian obat-obatan sesuai resep psikiater.
Kasus ini terus berkembang dan setiap detail persidangan menjadi sorotan publik. Klarifikasi dari dokter Kamelia ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas dan objektif mengenai perannya dalam kasus yang tengah dihadapi Ammar Zoni, serta membantah segala tuduhan atau asumsi negatif yang mungkin muncul akibat interpretasi percakapan yang beredar. Fokus persidangan selanjutnya akan tertuju pada pembuktian yang akan diajukan oleh pihak Ammar Zoni untuk menjelaskan secara rinci mengenai isi percakapan tersebut dan bukti pendukungnya, termasuk kemungkinan adanya kaitan dengan resep obat-obatan dari psikiater.
Peran dokter Kamelia sebagai tenaga medis yang memberikan dukungan kepada Ammar Zoni, yang diketahui memiliki masalah kesehatan mental dan membutuhkan pengawasan psikiater, menjadi aspek krusial yang perlu digali lebih dalam. Penggunaan obat penenang yang diresepkan oleh psikiater merupakan hal yang lumrah dalam penanganan kondisi tertentu, dan dokter Kamelia menegaskan bahwa tindakannya sebatas memberikan obat sesuai resep tersebut. Hal ini penting untuk membedakan antara penggunaan obat yang diresepkan secara medis dan penggunaan zat terlarang yang ilegal.
Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan publik dapat melihat kasus ini dari berbagai sudut pandang yang lebih komprehensif, dan tidak terburu-buru dalam mengambil kesimpulan. Persidangan yang masih bergulir akan terus mengungkap fakta-fakta baru yang dapat membantu para hakim dalam memutuskan perkara ini secara adil dan berdasarkan bukti yang kuat. Peran saksi ahli, seperti dokter Kamelia, dalam memberikan keterangan yang jujur dan objektif sangatlah penting untuk menegakkan keadilan.
Sidang lanjutan yang akan membahas lebih mendalam mengenai percakapan tersebut, termasuk bukti-bukti pendukung yang akan diajukan oleh tim kuasa hukum Ammar Zoni, akan menjadi momen penting untuk mengklarifikasi sepenuhnya duduk persoalan ini. Penjelasan mengenai konteks percakapan, jenis "plastik klip" yang dimaksud, dan hubungannya dengan obat-obatan yang diresepkan psikiater akan menjadi fokus utama untuk membuka tabir misteri di balik percakapan tersebut dan memastikan bahwa kebenaran terungkap di muka hukum.

