BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Pasangan selebritas yang kerap mencuri perhatian publik, Krisjiana Baharudin dan Siti Badriah, baru saja menyelesaikan sebuah liburan awal tahun yang tak hanya sekadar memanjakan diri dari rutinitas pekerjaan, namun juga menjadi sebuah perjalanan penuh makna dan kenangan manis. Jauh dari sekadar destinasi wisata biasa, keduanya secara sengaja memilih untuk mengunjungi kembali sebuah lokasi yang memiliki nilai sentimental mendalam, sebuah tempat yang menjadi saksi bisu dimulainya babak baru dalam kisah cinta mereka di negeri ginseng, Korea Selatan. Tujuh tahun silam, di sebuah sudut kota yang memancarkan keindahan arsitektur khas Korea, Krisjiana Baharudin memantapkan hatinya untuk berlutut, menyematkan cincin pertunangan di jari manis Siti Badriah, sebagai tanda keseriusan cintanya. Kini, dengan status suami istri yang telah terjalin, Krisjiana membawa kembali belahan jiwanya, Siti Badriah, ke titik awal kisah mereka, merajut kembali benang-benang memori indah yang pernah terukir.
"Kita mampir ke tempat yang sama kayak pas aku pertama kali ngelamar Siti di situ. Kita ke sana, jadi kayak melihat lagi apa yang pernah aku lakuin sama Siti dulu di sana. Kita pakai baju yang warnanya sama, gaya yang sama, di tempat yang sama, sama orang yang sama juga," ungkap Krisjiana Baharudin dengan senyum merekah saat ditemui di Studio Trans TV, Jalan Kapten P Tendean, Jakarta Selatan, pada Kamis, 15 Januari 2026. Ucapan Krisjiana ini mencerminkan betapa berkesannya momen tersebut bagi dirinya, di mana ia berusaha merekonstruksi kembali nuansa lamaran tujuh tahun lalu, menciptakan sebuah paralel antara masa lalu dan masa kini. Detail kecil seperti pemilihan busana dengan warna yang senada, pose yang serupa, hingga kembali ke lokasi yang sama, bahkan ditemani oleh orang yang sama, yaitu Siti Badriah, menunjukkan betapa ia ingin menghidupkan kembali romantisme yang pernah ada.
Ide untuk melakukan napak tilas ini, ternyata bukanlah sebuah rencana yang telah disusun matang sejak awal. Munculnya gagasan tersebut justru datang dari interaksi Krisjiana dan Siti Badriah dengan para penggemar setia mereka di platform media sosial. Banyaknya komentar dan permintaan dari para followers yang merindukan momen-momen romantis pasangan ini di masa lalu, menjadi pemicu utama lahirnya ide perjalanan bernostalgia ini. "Gak direncanain. Tapi karena banyak yang komen ‘Kenapa gak ke tempat yang dulu kalian lamaran?’, oh jadi kepikiran, ‘Oh iya benar juga ya kenapa gak ke sana?’. Jadi hari terakhir baru kita ke sana," jelas Krisjiana, sembari menambahkan bahwa kunjungan ke lokasi lamaran tersebut menjadi penutup yang sempurna untuk liburan mereka di Korea. Dorongan dari para penggemar ini menunjukkan betapa publik begitu menyukai dan mengapresiasi perjalanan cinta Krisjiana dan Siti Badriah, bahkan mereka turut merasakan kebahagiaan saat melihat pasangan ini merayakan momen-momen penting dalam hubungan mereka.
Bagi Krisjiana, aktor yang kini berusia 30 tahun, kembali menginjakkan kaki di tempat yang menjadi saksi bisu lamarannya, membawa gelombang rasa syukur yang mendalam. Tujuh tahun mengarungi bahtera rumah tangga bukanlah sebuah perjalanan yang singkat atau mudah. Tentu banyak pasang surut, tantangan, dan pembelajaran yang telah mereka lalui bersama. Namun, justru di tengah berbagai dinamika kehidupan pernikahan, Krisjiana merasa bangga dan berbahagia karena ia tetap konsisten mencintai dan memilih orang yang sama, Siti Badriah, sebagai belahan jiwanya. Perasaan syukur ini semakin menguat ketika ia membandingkan kondisinya saat ini dengan tujuh tahun lalu. Jika dulu ia datang dengan harapan dan keraguan seorang calon suami, kini ia kembali dengan status seorang suami dan ayah yang telah merasakan manis pahitnya membangun keluarga. "7 tahun bukan waktu sebentar buat bisa ngebangun rumah tangga, banyak yang sudah kita lewatin. Aku ngerasa senang banget dan bersyukur saja sih bisa balik lagi ke situ setelah 7 tahun," bebernya, menunjukkan kedalaman emosi yang ia rasakan.
Keistimewaan kunjungan kali ini terasa semakin berlipat ganda dengan hadirnya anggota keluarga ketiga, buah hati tercinta mereka, Xarena Zenata Denallie Baharudin. Jika pada tujuh tahun lalu, momen lamaran hanya dihadiri oleh Krisjiana dan Siti Badriah dalam kapasitas sebagai sepasang kekasih yang sedang berbahagia, kini mereka kembali ke tempat yang sama dengan formasi yang utuh sebagai sebuah keluarga. Perbedaan ini memberikan dimensi baru pada pengalaman mereka. Krisjiana menceritakan bagaimana ia mencoba mengenalkan lokasi bersejarah tersebut kepada putri kecilnya. "Ya jelas beda banget dong. Kalau dulu kan berdua, sekarang bertiga, ada Xarena. Paling aku cuma kasih tahu, ‘Xarena, ini dulu tempat Mommy sama Daddy lamaran’. Dia paling cuma nanya, ‘Apa itu lamaran?’. Ya dia belum terlalu ngerti sih," pungkasnya sambil tertawa, menggambarkan kelucuan tingkah polah anak kecil yang belum sepenuhnya memahami makna dari momen tersebut. Namun, meskipun Xarena belum mengerti arti lamaran, kehadirannya di tempat itu menjadi simbol bahwa cinta yang dimulai dari lamaran tersebut kini telah bersemi menjadi sebuah keluarga yang hangat dan lengkap.
Napak tilas ini bukan hanya sekadar aksi romantis yang dipamerkan. Bagi Krisjiana dan Siti Badriah, ini adalah sebuah pengingat. Pengingat akan perjuangan yang telah mereka lalui, komitmen yang telah mereka bangun, dan cinta yang terus berkembang. Momen lamaran di Korea Selatan pada tujuh tahun lalu merupakan titik awal dari sebuah perjalanan panjang. Perjalanan yang diwarnai oleh tawa, air mata, kebahagiaan, dan mungkin juga beberapa kesulitan yang berhasil mereka lalui bersama. Dengan kembali ke lokasi tersebut, mereka seolah-olah meresmikan kembali janji suci mereka, merayakan pertumbuhan cinta mereka dari sepasang kekasih menjadi suami istri, dan kini sebagai orang tua yang penuh kasih. Kehadiran Xarena di sana menjadi bukti nyata dari keberhasilan cinta mereka, sebuah generasi baru yang lahir dari ikatan suci yang dimulai dari sebuah lamaran di negeri orang.
Kunjungan ke lokasi lamaran di Korea Selatan ini juga dapat diartikan sebagai bentuk apresiasi Krisjiana terhadap Siti Badriah. Ia tidak hanya ingin mengenang momen tersebut, tetapi juga ingin berbagi kebahagiaan dan kebanggaannya atas perjalanan yang telah mereka lalui bersama. Memilih kembali ke tempat yang sama, dengan nuansa yang serupa, menunjukkan betapa ia menghargai dan ingin terus merayakan setiap tahapan dalam hubungan mereka. Ini adalah cara Krisjiana untuk mengatakan, "Terima kasih sudah menjadi bagian dari hidupku, dan aku sangat bersyukur kita bisa sampai sejauh ini bersama."
Selain itu, tindakan ini juga bisa menjadi inspirasi bagi pasangan muda di luar sana. Kisah Krisjiana dan Siti Badriah menunjukkan bahwa cinta yang kuat dan komitmen yang teguh dapat membawa sebuah hubungan melewati berbagai ujian waktu. Bahwa merayakan momen-momen penting dalam hubungan, bahkan yang telah berlalu bertahun-tahun, adalah cara yang indah untuk menjaga api asmara tetap menyala. Mengingat kembali titik awal, merayakan pertumbuhan, dan menyambut masa depan bersama dengan penuh rasa syukur, adalah esensi dari sebuah hubungan yang langgeng.
Media sosial yang menjadi jembatan komunikasi antara selebritas dan penggemar mereka, dalam kasus ini, berperan positif. Dorongan dari para followers yang rindu dengan romantisme masa lalu Krisjiana dan Siti Badriah, ternyata membuahkan hasil yang manis. Ini menunjukkan bahwa penggemar bukan hanya penikmat karya, tetapi juga bagian dari perjalanan emosional para idola mereka. Dukungan dan antusiasme dari publik dapat memberikan energi tambahan bagi pasangan ini untuk terus menjaga keharmonisan rumah tangga mereka.
Perjalanan napak tilas ini bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi juga tentang memperkuat ikatan di masa kini dan menatap masa depan dengan optimisme. Krisjiana dan Siti Badriah telah menunjukkan kepada publik bahwa cinta sejati membutuhkan komitmen, penghargaan, dan kemampuan untuk merayakan setiap momen, baik yang baru maupun yang telah menjadi sejarah. Dengan kehadiran Xarena, perjalanan mereka menjadi semakin lengkap dan bermakna. Lokasi lamaran di Korea Selatan kini tidak hanya menjadi tempat bersejarah bagi mereka, tetapi juga menjadi simbol cinta abadi yang terus bertumbuh dan berkembang, melahirkan generasi baru yang penuh kebahagiaan.
Kisah Krisjiana dan Siti Badriah ini menjadi bukti bahwa momen-momen penting dalam sebuah hubungan pantas untuk dirayakan dan dikenang. Terutama ketika momen tersebut telah berkembang menjadi sebuah keluarga yang utuh dan bahagia. Napak tilas ke lokasi lamaran di Korea Selatan ini menjadi penanda bahwa cinta mereka tidak hanya bertahan, tetapi juga semakin matang dan bersemi seiring berjalannya waktu, disaksikan oleh buah hati tercinta yang menjadi pelengkap kebahagiaan mereka. Perjalanan ini mengajarkan kita bahwa merayakan sejarah cinta adalah cara yang indah untuk memperkuat masa kini dan membangun masa depan yang lebih cerah bersama orang yang terkasih.

