BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Tottenham Hotspur telah resmi mengamankan tanda tangan gelandang enerjik Conor Gallagher, yang sebelumnya bermain untuk Atletico Madrid. Kepindahan ini dikonfirmasi pada Rabu, 14 Januari 2026, menandai kembalinya pemain jebolan akademi Chelsea itu ke panggung sepak bola Inggris dengan kontrak jangka panjang. Nilai transfer yang dilaporkan mencapai 40 juta Euro, setara dengan Rp 786,2 miliar, menunjukkan betapa seriusnya The Lilywhites dalam merekrut talenta yang mereka pandang sebagai aset krusial. Gallagher sendiri mengungkapkan rasa antusiasme yang besar untuk memulai babak baru dalam kariernya di klub yang ia sebut "luar biasa" ini. Ia menegaskan keinginannya untuk menjadi bagian dari Tottenham dan merasa senang karena klub memiliki pandangan yang sama. Proses transfer yang berjalan cepat dan mulus semakin menambah semangatnya untuk segera berkontribusi di lapangan.
"Saya sangat senang dan antusias berada di sini, mengambil langkah selanjutnya dalam karier saya di klub yang luar biasa ini," ujar Gallagher dalam pernyataan resminya. "Saya ingin menjadi pemain Spurs dan syukurlah klub juga merasa demikian. Prosesnya sangat mudah, terjadi dengan cepat, dan saya siap untuk turun ke lapangan." Ia menambahkan, "Saya tahu betapa hebatnya para penggemar di sini, saya sangat senang menjadi bagian dari ini dan ingin menciptakan momen-momen spesial dan kenangan bersama." Pernyataan ini mencerminkan tekad Gallagher untuk segera beradaptasi dan memberikan dampak positif bagi tim barunya, serta beresonansi dengan dukungan para penggemar Tottenham yang dikenal sangat fanatik.
Gallagher sebenarnya baru saja bergabung dengan Atletico Madrid pada tahun 2024, setelah dibeli dari Chelsea dengan mahar 34 juta poundsterling dan dikontrak hingga 2029. Selama membela klub asal Spanyol tersebut, ia menjelma menjadi pemain kunci, mencatatkan 50 penampilan dan mencetak 4 gol. Kontribusinya membantu Atletico meraih finis ketiga di LaLiga, mencapai babak 16 besar Liga Champions, dan melaju hingga semifinal Copa del Rey pada musim pertamanya. Performa impresif ini sempat membuatnya menjadi andalan di lini tengah Los Rojiblancos.
Namun, musim ini, kesempatan bermain Gallagher di Atletico Madrid mulai terbatas. Dari 27 penampilannya di berbagai kompetisi, 18 di antaranya ia jalani sebagai pemain pengganti, dan hanya empat kali ia dipercaya tampil sebagai starter. Meskipun demikian, ia tetap mampu menyumbangkan 3 gol dan satu assist. Minimnya waktu bermain ini, menurut laporan, menjadi salah satu alasan utama di balik keputusannya untuk mencari klub baru. Prioritas Gallagher adalah mendapatkan menit bermain yang lebih reguler demi menjaga peluangnya untuk terpilih dalam skuad Tim Nasional Inggris yang akan berlaga di Piala Dunia 2026.
Sebagai produk akademi Chelsea, Gallagher memiliki rekam jejak yang kaya di Premier League. Sebelum menembus tim utama The Blues, ia sempat menjalani masa peminjaman di berbagai klub Inggris, termasuk Charlton Athletic, Swansea City, West Bromwich Albion, dan Crystal Palace. Pengalaman luas ini memberinya pemahaman mendalam tentang dinamika dan tingkat persaingan di liga kasta tertinggi Inggris, yang diprediksi akan sangat membantu Tottenham Hotspur dalam menghadapi sisa musim ini. Kemampuannya dalam menguasai bola, visi bermain, serta etos kerja tinggi membuatnya menjadi tambahan yang berharga bagi skuad asuhan pelatih Thomas Frank.
Situasi Tottenham Hotspur saat ini memang membutuhkan suntikan tenaga baru. Tim London Utara ini tengah menghadapi periode sulit, dengan hanya meraih satu kemenangan dari tujuh pertandingan terakhir mereka di berbagai kompetisi. Mereka tertahan di peringkat ke-14 klasemen sementara Liga Inggris dan baru saja tersingkir dari ajang Piala FA. Kehadiran Gallagher diharapkan dapat memberikan dorongan moral dan kualitas permainan yang lebih baik, membantu tim keluar dari tren negatif dan memperbaiki posisi di klasemen. Kemampuannya dalam mengisi berbagai posisi di lini tengah, baik sebagai gelandang bertahan, box-to-box, maupun gelandang serang, memberikan fleksibilitas taktis bagi pelatih.
Gallagher dikenal dengan gaya bermainnya yang agresif namun cerdas, kemampuan duelnya yang kuat, serta kecakapannya dalam mendistribusikan bola. Ia juga memiliki naluri mencetak gol yang cukup baik, meskipun perannya lebih sering sebagai pengatur ritme permainan. Kembalinya ke London, kota yang sudah ia kenal baik, juga dapat mempercepat proses adaptasinya. Kepindahan ini bukan hanya tentang menyelamatkan kariernya sendiri, tetapi juga tentang memberikan kontribusi nyata bagi Tottenham Hotspur dalam mencapai target mereka, baik di liga domestik maupun kompetisi Eropa jika mereka berhasil lolos. Dengan usianya yang masih tergolong muda, Gallagher memiliki potensi besar untuk berkembang lebih jauh lagi bersama klub barunya dan menjadi salah satu pilar penting di masa depan. Kehadirannya diharapkan dapat membangkitkan semangat juang tim dan memberikan solusi atas masalah yang selama ini menghantui lini tengah The Lilywhites.
Kabar transfer ini sendiri disambut antusias oleh para penggemar Tottenham Hotspur, yang melihat Gallagher sebagai pemain yang memiliki determinasi dan kualitas untuk mengangkat performa tim. Tweet dari akun resmi Tottenham Hotspur yang disertai dengan foto Gallagher mengenakan jersey klub, semakin mengkonfirmasi kabar gembira ini. Latar belakangnya yang pernah bermain di klub-klub rival seperti Chelsea, justru menjadi daya tarik tersendiri baginya untuk membuktikan diri di Tottenham dan memenangkan hati para penggemar baru. Keputusannya untuk meninggalkan Atletico Madrid, klub yang bermain di kompetisi level tinggi, menunjukkan keberanian dan ambisinya untuk terus berkembang.
Kepindahan ini juga membuka babak baru bagi Atletico Madrid, yang harus mencari pengganti pemain yang cukup vital bagi mereka. Namun, dengan kontrak yang telah dijalani Gallagher, Atletico Madrid tampaknya telah mendapatkan keuntungan finansial yang cukup signifikan dari transfer ini, yang dapat mereka gunakan untuk memperkuat skuad di masa mendatang. Bagi Tottenham, ini adalah langkah strategis untuk merevitalisasi lini tengah mereka dan membangun tim yang lebih kompetitif di masa depan. Ambisi Conor Gallagher untuk bermain di Piala Dunia 2026 menjadi motivasi tambahan baginya untuk tampil maksimal di setiap pertandingan bersama Tottenham Hotspur.

