BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Musisi kenamaan Marcello Tahitoe, yang akrab disapa Ello, dan komika populer Oki Rengga, baru-baru ini menunjukkan kolaborasi yang tak terduga. Bukan dalam proyek seni pertunjukan atau layar lebar, melainkan sebagai juri kehormatan dalam sebuah ajang kreativitas yang memukau. Keduanya duduk berdampingan, menyaksikan secara langsung penampilan para talenta muda dari berbagai penjuru tanah air, khususnya di kota Medan, dalam rangkaian acara "Aice Got You! Panggung Crispymu!". Kehadiran mereka sebagai penilai bukan hanya menambah bobot prestisius acara, tetapi juga memberikan perspektif unik yang menggabungkan dunia musik dan komedi, dua bentuk ekspresi seni yang kaya akan emosi dan cerita. Ello, dengan pengalaman panjangnya di industri musik, menyoroti keberanian dan keunikan yang terpancar dari para peserta asal Sumatera Utara. Ia mengungkapkan bahwa warna dan keberanian yang mereka tunjukkan merupakan nilai tambah yang langka dan patut diapresiasi. "Medan ini selalu beda rasanya. Penampilan 15 peserta di Grand Final luar biasa keren. Setiap peserta yang tampil itu punya karakter yang kuat tersendiri," ujar Ello, menekankan betapa kuatnya identitas yang dibawa oleh setiap penampil. Pernyataan ini tidak hanya sekadar pujian, tetapi juga cerminan dari apresiasi mendalam terhadap upaya para talenta muda dalam menampilkan diri mereka secara otentik.
Kebanggaan yang dirasakan Ello turut dirasakan oleh Oki Rengga, seorang komika yang memiliki akar kuat di Medan. Sebagai putra daerah, Oki mengaku merasakan gelombang emosi yang kuat saat menyaksikan totalitas dan semangat juang para peserta. Kebanggaan itu membuncah di dadanya, melihat anak-anak Medan mampu unjuk gigi di panggung sebesar itu. "Saya selaku orang Medan asli merasa bangga. Aku tahu betul kalau anak Medan tampil pasti membanggakan. Kali ini di panggung Aice Got You! pecah, ngeri nih panggung," tuturnya, dengan nada penuh semangat yang menunjukkan betapa acara ini memiliki makna personal baginya. Pengalaman menyaksikan langsung ajang ini bagi Oki bukan hanya sekadar tugas sebagai juri, tetapi juga sebuah momen untuk merayakan kebudayaan dan bakat dari tanah kelahirannya. Ia melihat bagaimana para peserta membawa identitas mereka dengan bangga, sesuatu yang sangat ia hargai sebagai seorang seniman yang juga berasal dari latar belakang budaya yang kuat. Pernyataan "pecah, ngeri nih panggung" adalah ungkapan kekaguman yang tulus, menggambarkan betapa luar biasanya penampilan yang disuguhkan.
Konsep "Aice Got You! Panggung Crispymu!" sendiri dirancang dengan visi yang ambisius, yaitu untuk mendobrak dominasi panggung industri kreatif yang cenderung terpusat di Jakarta. Aice, sebagai penyelenggara, berupaya menghadirkan sebuah platform yang lebih inklusif dan merata, di mana talenta-talenta dari berbagai daerah memiliki kesempatan yang sama untuk bersinar. Konsep ini diwujudkan dengan membawa ajang bergengsi ini menyambangi lima kota besar di Indonesia: Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Medan, dan Surabaya. Langkah ini sangat krusial dalam upaya pemerataan kesempatan dan pengakuan terhadap bakat yang tersebar di seluruh nusantara. Dengan menjangkau berbagai kota, Aice tidak hanya memberikan panggung, tetapi juga membuka pintu bagi kolaborasi, pertukaran budaya, dan peningkatan kepercayaan diri bagi para seniman muda di daerah. Keputusan untuk tidak hanya fokus pada satu titik pusat industri kreatif adalah sebuah terobosan yang patut diapresiasi, karena menunjukkan komitmen nyata untuk memberdayakan ekosistem kreatif secara nasional.
Di kota Medan, panggung "Aice Got You! Panggung Crispymu!" berhasil diwarnai oleh kejutan-kejutan yang memukau dan inovatif. Para peserta tidak hanya menampilkan bakat mereka dalam format konvensional, tetapi juga berani melakukan eksperimen musik yang tak terduga. Salah satu momen yang paling mencuri perhatian adalah kolaborasi antara alat musik tradisional Karo yang sakral dengan sentuhan modern dari genre Electronic Dance Music (EDM). Perpaduan dua elemen yang berbeda ini menciptakan harmoni baru yang segar dan energik, menunjukkan bahwa tradisi dan modernitas dapat bersinergi dengan indah. Selain itu, penampilan vokal para peserta juga sangat beragam, mencerminkan kekayaan karakter warga lokal Medan. Dari suara yang merdu hingga yang penuh kekuatan, setiap penampil mampu menunjukkan keunikan dan kepribadian mereka. Hal ini menegaskan bahwa Medan bukan hanya kaya akan budaya, tetapi juga melahirkan individu-individu kreatif dengan potensi yang luar biasa. Keberanian dalam bereksperimen ini menjadi bukti nyata bahwa para talenta muda tidak takut untuk keluar dari zona nyaman dan menciptakan sesuatu yang orisinal.
Sylvana Zhong, Senior Brand Manager Aice Group, turut mengamini kualitas dan semangat yang ditunjukkan oleh para peserta asal Medan. Ia menggambarkan kota ini sebagai tempat yang sangat berani dalam berekspresi. "Medan itu kotanya sangat berani. Ketika kami datang energinya terasa hidup, penuh spontanitas dari para warganya. Terlihat juga dari penampilan para peserta yang sangat beragam dan mampu menunjukkan totalitas dengan penuh karakter," ujarnya, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap atmosfer kreatif di Medan. Pernyataan Sylvana ini tidak hanya menyoroti keberanian individu, tetapi juga budaya kota yang secara kolektif mendorong ekspresi diri dan inovasi. Energi hidup dan spontanitas yang ia sebutkan adalah aset berharga dalam dunia seni, karena seringkali melahirkan karya-karya yang autentik dan menyentuh hati. Ia juga menekankan bahwa keberagaman penampilan dan totalitas peserta adalah kunci keberhasilan acara ini di Medan.
Bagi Ello dan Oki Rengga, keberadaan panggung nasional yang hadir di daerah-daerah seperti Medan memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar hiburan semata. Mereka melihat ajang kreativitas ini sebagai bentuk pengakuan resmi terhadap bakat-bakat yang selama ini mungkin tersembunyi. Lebih dari itu, ini adalah sebuah dorongan mental yang sangat dibutuhkan oleh para talenta muda. Kesempatan untuk tampil di panggung besar, dinilai oleh para profesional, dan dilihat oleh khalayak luas, dapat membangkitkan rasa percaya diri mereka. Ini adalah bukti nyata bahwa mimpi mereka untuk berkarier di industri kreatif bukanlah hal yang mustahil. Ajang ini menjadi jembatan yang menghubungkan aspirasi dengan realitas, memberikan mereka keyakinan bahwa dengan kerja keras, dedikasi, dan keberanian untuk mengekspresikan diri, mereka dapat meraih impian yang selama ini mereka dambakan. Ello menambahkan, "Kehadiran panggung nasional di daerah bukan hanya soal hiburan semata. Ajang kreativitas menjadi bentuk pengakuan, sekaligus dorongan mental bagi talenta muda untuk percaya bisa menggapai mimpinya." Pernyataan ini merangkum esensi dari tujuan "Aice Got You! Panggung Crispymu!" yaitu memberdayakan dan menginspirasi generasi muda.
Lebih lanjut, dampak dari ajang semacam ini melampaui sekadar apresiasi individu. "Aice Got You! Panggung Crispymu!" secara efektif berkontribusi pada pendemokratisan industri kreatif. Dengan merambah kota-kota di luar ibu kota, acara ini membuka akses yang lebih luas bagi talenta-talenta muda yang mungkin terkendala biaya, jarak, atau kurangnya informasi untuk menjangkau pusat-pusat industri seni. Hal ini menciptakan peluang yang lebih setara, di mana kualitas bakat menjadi penentu utama, bukan lagi lokasi geografis. Para juri seperti Ello dan Oki, dengan reputasi dan pengalaman mereka, turut memberikan validasi terhadap talenta-talenta yang muncul, yang pada gilirannya dapat membuka pintu bagi kesempatan profesional lebih lanjut, seperti kontrak rekaman, tawaran kolaborasi, atau bahkan bimbingan langsung dari para profesional.
Keberanian dalam bereksperimen yang ditunjukkan oleh para peserta di Medan, seperti kolaborasi musik tradisional Karo dengan EDM, adalah contoh nyata bagaimana inovasi dapat muncul dari perpaduan berbagai elemen budaya dan genre. Ini bukan hanya tentang menciptakan sesuatu yang baru, tetapi juga tentang menjaga relevansi warisan budaya di era modern. Dengan mengintegrasikan alat musik tradisional ke dalam musik elektronik, mereka menunjukkan bahwa akar budaya dapat menjadi sumber inspirasi yang tak terbatas bagi kreasi kontemporer. Hal ini penting untuk menjaga kekayaan warisan budaya bangsa sambil tetap relevan dengan tren global.
Selain aspek seni dan budaya, ajang ini juga memiliki dampak ekonomi mikro bagi kota-kota yang dikunjungi. "Aice Got You! Panggung Crispymu!" tidak hanya menciptakan panggung bagi para seniman, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi lokal melalui penyelenggaraan acara, mulai dari akomodasi, katering, hingga kebutuhan produksi. Partisipasi UMKM lokal dalam berbagai aspek pendukung acara juga dapat memberikan kontribusi positif. Hal ini menjadikan ajang kreativitas semacam ini sebagai investasi yang strategis, tidak hanya dalam pengembangan talenta, tetapi juga dalam pertumbuhan ekonomi daerah.
Di sisi lain, peran juri seperti Ello dan Oki Rengga sangat krusial dalam memberikan umpan balik yang konstruktif. Sebagai figur yang telah menempuh perjalanan panjang di dunia seni, mereka dapat memberikan wawasan berharga mengenai aspek teknis, artistik, dan profesionalisme yang dibutuhkan untuk berkembang. Umpan balik yang diberikan tidak hanya sebatas pujian, tetapi juga kritik yang membangun, yang membantu para peserta memahami area mana yang perlu mereka tingkatkan. Ini adalah bagian integral dari proses pembelajaran, yang seringkali lebih berharga daripada sekadar memenangkan sebuah kompetisi.
Konsep "Panggung Crispymu!" sendiri dapat diinterpretasikan sebagai ajakan untuk tampil dengan percaya diri dan otentik, layaknya kerenyahan sebuah camilan yang disukai banyak orang. Kepercayaan diri ini, yang dipupuk oleh pengakuan dan kesempatan yang diberikan, menjadi modal penting bagi para talenta muda untuk melangkah lebih jauh. Aice, melalui inisiatif ini, tidak hanya menjual produk, tetapi juga membangun citra sebagai perusahaan yang peduli terhadap pengembangan talenta dan budaya lokal. Ini adalah contoh bagaimana sebuah merek dapat berkontribusi secara positif pada masyarakat dan ekosistem kreatif.
Dengan demikian, "Aice Got You! Panggung Crispymu!" yang melibatkan Ello dan Oki Rengga sebagai juri, lebih dari sekadar sebuah kompetisi. Ini adalah sebuah gerakan yang memberdayakan, menginspirasi, dan menghubungkan talenta muda dari seluruh Indonesia dengan dunia profesional. Keberanian mereka dalam menampilkan identitas, totalitas dalam berkreasi, dan inovasi dalam berkolaborasi menjadi bukti bahwa kreativitas tidak mengenal batas. Ajang ini menjadi saksi bisu dari lahirnya generasi seniman baru yang siap membawa nama Indonesia ke kancah yang lebih luas, dengan bangga membawa warna dan keunikan daerah mereka masing-masing. Kehadiran para juri yang kredibel dan konsep acara yang inklusif menjadi pilar utama kesuksesan ajang ini dalam mewujudkan visinya untuk mendobrak dominasi sentralistik dan merayakan keberagaman talenta di seluruh nusantara.

