BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Determinasi tinggi, semangat juang pantang menyerah, dan kekompakan tim menjadi fondasi utama yang membawa Timnas Vietnam U-23 menorehkan catatan sempurna di fase Grup A Piala Asia U-23 2025. Pelatih Kim Sang-sik tidak ragu menyatakan keyakinannya bahwa performa gemilang yang ditampilkan anak asuhnya selama babak grup akan menjadi modal berharga untuk melaju lebih jauh di turnamen bergengsi ini. Perjalanan Vietnam di fase grup sungguh impresif, mereka berhasil mengukir sejarah dengan menjadi juara Grup A, mengumpulkan total sembilan poin dari tiga pertandingan. Keberhasilan ini bukan hanya sekadar kemenangan, tetapi juga menunjukkan konsistensi dan kedalaman skuad yang patut diperhitungkan.
Perjalanan Vietnam di Grup A dimulai dengan kemenangan meyakinkan 2-0 atas Yordania, sebuah hasil yang langsung memberikan sinyal ancaman kepada tim-tim lain. Kemenangan ini menunjukkan ketajaman lini depan dan soliditas pertahanan yang menjadi ciri khas tim asuhan Kim Sang-sik. Tak berhenti di situ, mereka melanjutkan momentum positif dengan mengalahkan Kirgistan dengan skor 2-1. Pertandingan melawan Kirgistan ini mungkin sedikit lebih menantang, namun Vietnam berhasil menunjukkan mental juara dengan membalikkan keadaan dan meraih tiga poin krusial. Puncak dari performa gemilang di fase grup adalah kemenangan tipis 1-0 atas Arab Saudi. Kemenangan ini memiliki nilai strategis yang sangat tinggi, tidak hanya karena diraih melawan tuan rumah turnamen, tetapi juga karena memastikan Vietnam keluar sebagai juara grup sekaligus menyingkirkan tim kuat seperti Arab Saudi dari persaingan sebagai juara grup. Hasil ini membuktikan bahwa Vietnam U-23 bukan tim yang bisa dipandang sebelah mata, bahkan ketika bermain di kandang lawan.
Keberhasilan menjuarai Grup A dengan poin sempurna menempatkan Vietnam di posisi teratas, dan mereka berhak melaju ke babak perempat final. Bersama Vietnam, Yordania juga berhasil mengamankan tiket perempat final sebagai runner-up grup dengan raihan enam poin. Khuat Van Kang dan kawan-kawan kini menanti lawan di babak delapan besar, yang akan ditentukan dari perebutan posisi runner-up Grup B. Calon lawan mereka akan berasal dari dua tim kuat, yaitu Uni Emirat Arab dan Suriah. Pertandingan perempat final diprediksi akan semakin sengit, mengingat level kompetisi yang semakin meningkat. Namun, dengan modal kepercayaan diri yang tinggi dan performa yang telah ditunjukkan, Vietnam optimis dapat memberikan perlawanan terbaik.
Sosok pelatih Kim Sang-sik menjadi salah satu elemen krusial di balik kebangkitan dan performa menawan Timnas Vietnam U-23. Sejak ditunjuk sebagai pelatih pada Maret 2024, Kim Sang-sik telah membuktikan kemampuannya dalam membangun tim yang solid dan berprestasi. Di bawah arahan pelatih asal Korea Selatan ini, Vietnam seolah menemukan kembali identitasnya dan mampu bersaing di level tertinggi. Prestasi yang ditorehkan Kim Sang-sik tidak main-main. Ia berhasil membawa Vietnam meraih berbagai gelar bergengsi, termasuk menjadi juara Piala AFF 2025, juara Piala U-23 2025, dan meraih medali emas di SEA Games 2025. Pencapaian ini menegaskan kapasitasnya sebagai pelatih yang mampu mengorbitkan talenta muda dan membawa tim meraih kesuksesan. Kini, fokus utamanya adalah membawa Vietnam melaju sejauh mungkin di Piala Asia U-23, sebuah turnamen yang menjadi tolok ukur kekuatan sepak bola usia muda di Asia.
Kim Sang-sik sendiri sangat mengapresiasi dedikasi dan kerja keras para pemainnya. Ia menekankan bahwa determinasi yang terus ditunjukkan oleh para pemain di setiap pertandingan fase grup adalah kunci utama kesuksesan tim. "Para pemain kami telah menunjukkan dedikasi yang luar biasa untuk tim, berjuang keras selama 90 menit penuh dan meraih poin-poin tersebut – total sembilan poin. Saya benar-benar merasa bahwa para pemain kami luar biasa," ujar Kim dikutip dari situs AFC. Pernyataan ini menunjukkan betapa ia menghargai setiap upaya yang diberikan oleh anak asuhnya, bukan hanya dalam hal taktik dan teknik, tetapi juga dalam aspek mental dan fisik. Semangat juang yang ditunjukkan di setiap laga, dari peluit pertama hingga peluit akhir, menjadi pembeda bagi Vietnam. Mereka tidak pernah menyerah, bahkan ketika menghadapi lawan yang lebih diunggulkan.
Lebih lanjut, Kim Sang-sik mengungkapkan bahwa ia optimis timnya mampu mempertahankan performa apiknya di babak perempat final, terlepas dari siapa pun lawan yang akan mereka hadapi. Ia percaya bahwa kunci untuk meraih kemenangan di fase gugur adalah dengan tetap bermain sebagai satu kesatuan, saling mendukung, dan terus menunjukkan determinasi yang sama seperti di fase grup. "Sekarang, kita akan melihat bagaimana pertandingan selanjutnya berlangsung, dan kita akan melihat siapa lawan kita. Tetapi siapa pun itu, selama kita terus berjuang sebagai satu tim, saya berharap kita dapat memberikan penampilan yang hebat di perempat final juga," jelasnya. Pernyataan ini mencerminkan filosofi kepelatihannya yang menekankan pentingnya kekompakan tim dan semangat kolektif. Ia tidak ingin pemainnya terbebani dengan siapa lawan mereka, melainkan fokus pada bagaimana timnya bisa bermain dengan baik dan memberikan yang terbaik.
Performa impresif Vietnam di Piala Asia U-23 2025 ini dapat dikaitkan dengan beberapa faktor pendukung. Pertama, pembinaan usia muda yang konsisten di Vietnam telah menunjukkan hasil yang signifikan. Program pengembangan pemain muda yang terstruktur dan berkesinambungan telah menghasilkan generasi pemain berkualitas yang memiliki teknik mumpuni dan mental baja. Kedua, pengalaman bertanding di berbagai turnamen internasional sebelumnya juga menjadi bekal berharga bagi para pemain. Mereka sudah terbiasa menghadapi tekanan dan atmosfer pertandingan tingkat tinggi. Ketiga, kehadiran pelatih seperti Kim Sang-sik yang memiliki rekam jejak gemilang dan gaya kepelatihan yang efektif, mampu mentransformasi potensi pemain menjadi performa yang luar biasa. Kim Sang-sik tidak hanya fokus pada aspek teknis, tetapi juga pada pembentukan mentalitas juara dan kedisiplinan taktis.
Dalam konteks sepak bola Asia Tenggara, pencapaian Vietnam U-23 ini menjadi sebuah tolok ukur baru. Keberhasilan mereka menunjukkan bahwa tim-tim dari Asia Tenggara kini semakin mampu bersaing di level Asia, tidak hanya sebagai tim pelengkap, tetapi sebagai kontestan yang berpeluang besar meraih gelar juara. Hal ini tentu menjadi motivasi besar bagi negara-negara lain di kawasan untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan sepak bola usia muda mereka.
Lebih dalam lagi, analisis performa Vietnam di fase grup mengungkapkan beberapa karakteristik kunci. Dalam pertandingan melawan Yordania, Vietnam menunjukkan efektivitas dalam memanfaatkan peluang. Dua gol yang tercipta kemungkinan besar berasal dari skema serangan yang terorganisir dengan baik, baik melalui bola mati maupun permainan terbuka. Kemenangan atas Kirgistan, meskipun dengan selisih satu gol, menunjukkan kemampuan mereka untuk bangkit dari ketertinggalan. Ini adalah indikator kuat dari ketangguhan mental tim. Sementara itu, kemenangan atas Arab Saudi, yang notabene adalah tuan rumah dan memiliki dukungan penuh dari publik, membuktikan bahwa Vietnam mampu bermain tenang di bawah tekanan dan menerapkan strategi yang efektif untuk meredam kekuatan lawan. Kemungkinan besar, strategi yang diterapkan Kim Sang-sik adalah kombinasi antara pertahanan yang solid, serangan balik yang cepat, dan kemampuan untuk mengontrol tempo permainan.
Peran para pemain individu juga patut disorot. Khuat Van Kang, yang disebut-sebut sebagai salah satu bintang tim, kemungkinan besar menjadi motor serangan dan kreator peluang. Kemampuannya dalam mengolah bola, visi bermain, dan tendangan yang akurat menjadi aset berharga bagi Vietnam. Selain itu, pemain-pemain di lini pertahanan dan tengah juga memberikan kontribusi besar dalam menjaga keseimbangan tim. Peran kiper dalam beberapa penyelamatan krusial juga tidak bisa diabaikan, serta soliditas para bek yang mampu meminimalisir ancaman dari lini serang lawan.
Menghadapi babak perempat final, tantangan bagi Vietnam akan semakin berat. Lawan-lawan yang akan dihadapi kemungkinan besar adalah tim-tim yang memiliki pengalaman dan kualitas individu yang lebih matang. Namun, dengan mentalitas yang telah dibangun oleh Kim Sang-sik, serta dukungan penuh dari para penggemar, Vietnam U-23 memiliki potensi besar untuk terus mengejutkan dan melangkah lebih jauh di Piala Asia U-23 2025. Keberhasilan mereka di fase grup adalah bukti nyata bahwa kerja keras, determinasi, dan kekompakan tim adalah kunci untuk meraih mimpi, bahkan di panggung internasional sekalipun. Dengan demikian, kisah perjalanan Vietnam U-23 di turnamen ini masih jauh dari selesai, dan menarik untuk dinantikan sejauh mana mereka dapat melangkah dengan semangat juang yang membara.

