BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Inter Milan harus menelan pil pahit setelah gagal meraih kemenangan melawan Napoli dalam laga lanjutan Serie A yang digelar di Giuseppe Meazza, Senin (12/11/2025) dini hari WIB. Meskipun sempat dua kali unggul, tim asuhan Cristian Chivu ini harus puas dengan hasil imbang 2-2. Penyesalan jelas terpancar dari wajah sang pelatih, yang mengakui bahwa timnya gagal memanfaatkan momentum untuk mengunci tiga poin krusial. Pertarungan antara dua tim papan atas Italia ini memang menyajikan drama yang intens, menunjukkan kualitas kedua belah pihak dan semangat juang yang tinggi.
Laga yang dinanti-nantikan ini berlangsung dengan tempo tinggi sejak menit awal. Inter Milan berhasil membuka keunggulan lebih dulu melalui gol indah dari Federico Dimarco di babak pertama. Gol tersebut seolah memberikan angin segar bagi publik Giuseppe Meazza yang memadati stadion. Namun, keunggulan itu tidak bertahan lama. Napoli, yang dikenal dengan ketangguhan dan semangat pantang menyerahnya, berhasil menyamakan kedudukan melalui gol yang dicetak oleh Scott McTominay. Skor imbang ini membuat pertandingan semakin menarik dan menegangkan.
Memasuki babak kedua, Inter Milan kembali menunjukkan tajinya. Melalui eksekusi penalti yang dingin oleh Hakan Calhanoglu, Nerazzurri kembali unggul. Selebrasi pun membahana di stadion, optimisme untuk meraih kemenangan semakin membuncah. Namun, lagi-lagi, Napoli menunjukkan karakternya. Scott McTominay kembali menjadi momok bagi pertahanan Inter Milan dengan mencetak gol keduanya, menyamakan kedudukan untuk kedua kalinya dalam pertandingan ini. Gol McTominay ini sontak membuat para pemain Inter Milan terkejut dan sedikit frustrasi, karena upaya mereka untuk kembali memimpin telah digagalkan.
Usai pertandingan, Cristian Chivu mengungkapkan penyesalannya atas hasil yang diraih timnya. "Saya melihat dua tim kuat yang habis-habisan untuk menang," ujar Chivu kepada DAZN Italia. Pernyataan ini menggambarkan betapa ketatnya pertandingan yang baru saja dilakoni. Chivu menambahkan, "Ada penyesalan karena kami unggul dua kali dan tidak menang, tapi memang tidak pernah mudah ketika Anda melawan tim yang kuat." Penyesalan ini tentu beralasan, mengingat Inter Milan memiliki kesempatan emas untuk memperlebar jarak dengan pesaing terdekatnya.
Lebih lanjut, Chivu menyoroti aspek mentalitas timnya dalam menghadapi situasi krusial. "Penyesalannya adalah kami mungkin tidak menjaga kepala agar tetap jernih demi meraih kemenangan," tuturnya. Hal ini mengindikasikan bahwa, meskipun memiliki keunggulan teknis dan taktis, Inter Milan mungkin mengalami sedikit penurunan konsentrasi atau ketenangan dalam mengelola keunggulan tersebut. Di sisi lain, Chivu tidak lupa memberikan pujian kepada Napoli atas performa mereka. "Tapi Napoli pantas dapat pujian karena tidak pernah menyerah dan terus berjuang untuk berakhir imbang dan bahkan mencoba untuk menang," imbuhnya. Pujian ini menunjukkan bahwa Chivu mengakui kekuatan dan kegigihan Napoli sebagai lawan yang sangat tangguh.
Hasil imbang ini memang memiliki implikasi penting dalam peta persaingan Serie A. Inter Milan masih kokoh memimpin klasemen sementara dengan raihan 43 poin dari 19 pertandingan. Namun, keunggulan mereka atas pesaing terdekat kini menjadi lebih tipis. Napoli, dengan tambahan satu poin, menempati posisi ketiga dengan total 39 poin. Perbedaan empat poin ini masih cukup signifikan, namun setiap poin yang hilang dalam perburuan gelar bisa menjadi sangat krusial di akhir musim. Pertandingan melawan Napoli ini menjadi bukti bahwa Serie A musim ini akan tetap sengit hingga pekan terakhir, dengan beberapa tim yang terus bersaing ketat untuk memperebutkan scudetto.
Statistik pertandingan ini juga menunjukkan dominasi Inter Milan dalam penguasaan bola dan jumlah peluang. Namun, efektivitas Napoli dalam memanfaatkan peluang yang ada, terutama melalui Scott McTominay, menjadi kunci keberhasilan mereka meraih poin di kandang Inter. Pertahanan Inter Milan, yang biasanya solid, terlihat sedikit goyah dalam mengantisipasi serangan balik cepat Napoli. Hal ini menjadi catatan penting bagi Chivu untuk segera dievaluasi dan diperbaiki. Pertandingan ini juga menjadi saksi bisu atas kembalinya persaingan ketat antara kedua tim, yang selalu menyajikan pertandingan berkualitas tinggi.
Bagi para penggemar Inter Milan, hasil imbang ini tentu menimbulkan kekecewaan. Harapan untuk melihat tim kesayangan mereka meraih kemenangan sempurna di kandang harus pupus. Namun, melihat bagaimana Inter Milan mampu bangkit dari ketertinggalan dan kembali unggul menunjukkan mentalitas yang kuat. Kegagalan untuk mempertahankan keunggulan hingga akhir pertandingan mungkin disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk kelelahan pemain, sedikit kelengahan dalam menjaga konsentrasi, atau memang karena kualitas permainan Napoli yang patut diacungi jempol.
Dalam konteks yang lebih luas, Serie A musim ini memang diprediksi akan menjadi salah satu musim yang paling kompetitif dalam beberapa tahun terakhir. Beberapa tim menunjukkan performa yang konsisten dan memiliki kedalaman skuad yang mumpuni. Pertandingan seperti Inter vs Napoli ini menjadi gambaran nyata dari persaingan tersebut. Kedua tim memiliki gaya permainan yang berbeda namun sama-sama efektif. Inter Milan dengan permainan menyerang yang atraktif dan Napoli dengan kekuatan fisik serta serangan balik yang mematikan.
Cristian Chivu, sebagai pelatih, memiliki tugas berat untuk menjaga konsistensi performa timnya dan memastikan bahwa setiap poin yang bisa diraih tidak terbuang sia-sia. Penyesalan atas kegagalan meraih kemenangan melawan Napoli ini diharapkan dapat menjadi motivasi tambahan bagi para pemain Inter Milan untuk terus berbenah dan tampil lebih baik di pertandingan-pertandingan selanjutnya. Mengingat masih banyak sisa pertandingan di Serie A, setiap pertandingan akan menjadi final bagi tim-tim yang berambisi meraih gelar juara.
Ke depan, Inter Milan perlu fokus untuk mengatasi kelemahan yang terlihat dalam pertandingan ini, terutama dalam menjaga keunggulan dan konsistensi mentalitas. Napoli, di sisi lain, akan semakin percaya diri dengan hasil positif yang mereka raih di kandang lawan. Pertarungan memperebutkan gelar Serie A musim ini diprediksi akan terus berlangsung seru hingga akhir, dengan Inter Milan dan Napoli menjadi dua kandidat kuat yang akan terus memberikan tekanan satu sama lain.
Secara keseluruhan, hasil imbang 2-2 antara Inter Milan dan Napoli merupakan refleksi dari kualitas kedua tim dan intensitas persaingan di Serie A. Penyesalan Chivu menjadi penanda bahwa Inter Milan masih memiliki ruang untuk berkembang, meskipun performa mereka secara umum tetap impresif. Pertandingan ini akan dikenang sebagai salah satu duel sengit yang menunjukkan bahwa dalam sepak bola, tidak ada kemenangan yang mudah diraih, terutama ketika berhadapan dengan tim-tim sekelas Napoli.

