0

Barcelona Vs Madrid: Alonso Takkan Gegabah Mainkan Mbappe di Final Piala Super Spanyol

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, menegaskan pendiriannya untuk tidak mengambil langkah gegabah dalam memutuskan apakah Kylian Mbappe akan diturunkan dalam laga puncak Piala Super Spanyol melawan Barcelona. Keputusan ini diambil dengan pertimbangan matang demi menjaga kesehatan dan performa optimal sang bintang Prancis, mengingat riwayat cedera lutut yang sempat membuatnya absen. Mbappe sejatinya telah melewatkan dua pertandingan awal Madrid di tahun 2026, yaitu saat menjamu Real Betis di kancah La Liga dan ketika menaklukkan Atletico Madrid di babak semifinal Piala Super Spanyol. Awalnya, pemain berusia 27 tahun itu diprediksi baru akan pulih sepenuhnya di akhir bulan Januari, sehingga ia sempat tertinggal di Valdebebas untuk menjalani program pemulihan intensif. Namun, perkembangan positif pasca-cedera membawanya bergabung kembali dengan skuad di Jeddah, tempat ia melakoni sesi latihan bersama rekan-rekannya menjelang pertandingan krusial melawan Barcelona yang dijadwalkan pada Senin, 12 Januari 2026, pukul 02.00 WIB.

Dalam sesi jumpa pers yang digelar pada Sabtu, 10 Januari, Xabi Alonso secara gamblang menyampaikan pandangannya mengenai kondisi terkini Mbappe. Ia juga memberikan komentar mendalam mengenai apakah keputusan untuk menurunkan Mbappe di final akan dianggap terlalu dini, mengingat prediksi awal masa pemulihannya. "Kondisinya jauh lebih baik," ujar Alonso, sebagaimana dikutip oleh ESPN, memberikan secercah harapan bagi para penggemar Madrid. "Kami menilai sangat mepet baginya untuk bermain melawan Atletico, jadi kami memutuskan untuk tidak terburu-buru memainkannya. Tetapi jika kami berhasil sampai ke final, tergantung pada bagaimana perasaannya saat itu, dia akan bergabung dengan kami. Saat dia berlatih hari ini, kami akan mendapatkan semua informasi yang kami butuhkan untuk menilainya, dan melihat apakah dia siap menjadi starter atau hanya bermain dalam porsi yang lebih sedikit." Pernyataan Alonso ini menggarisbawahi pendekatan strategis dan hati-hati yang diterapkan oleh tim pelatih Madrid.

Alonso lebih lanjut menjelaskan filosofi di balik pengambilan keputusan ini. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara keinginan untuk menurunkan pemain terbaik dan tanggung jawab untuk memastikan kesehatan jangka panjang pemain tersebut. "Kami harus menilai risikonya," tegasnya. "Kami tahu apa yang dipertaruhkan, dan kami bertanggung jawab penuh atas keputusan kami. Kami bukan kamikaze – ini adalah risiko yang terkendali." Analogi "kamikaze" yang digunakan Alonso mengilustrasikan keseriusannya dalam menghindari keputusan impulsif yang dapat berdampak buruk bagi karir Mbappe dan performa tim secara keseluruhan. Risiko yang diambil haruslah terukur dan telah melalui analisis mendalam, bukan sekadar dorongan emosional atau tekanan dari berbagai pihak.

Peran Kylian Mbappe dalam skuad Real Madrid musim ini tidak bisa diremehkan. Ia telah menjelma menjadi mesin gol utama tim, membuktikan kapasitasnya sebagai salah satu penyerang paling mematikan di kancah sepak bola global. Statistiknya berbicara banyak, dengan total 29 gol yang telah dicetaknya dalam 24 pertandingan di berbagai kompetisi. Angka ini menunjukkan betapa vitalnya kehadiran Mbappe bagi lini serang Madrid, menjadikannya aset berharga yang harus dijaga dengan baik. Cedera yang dialaminya, sekecil apapun, tentu menjadi perhatian utama. Alonso menyadari bahwa performa impresif Mbappe tidak terlepas dari kondisi fisiknya yang prima, sehingga pemulihan penuh menjadi prioritas utama sebelum kembali ke medan laga.

Keputusan untuk membawa Mbappe ke Jeddah, meskipun belum tentu dimainkan sebagai starter, juga memiliki makna strategis. Kehadirannya di tengah tim dapat memberikan suntikan moral yang signifikan bagi rekan-rekannya, serta memungkinkan dia untuk tetap terintegrasi dengan suasana tim menjelang pertandingan penting. Ini juga menunjukkan kepercayaan tim pelatih terhadap progres pemulihan Mbappe dan keinginan untuk mengukur kesiapannya secara langsung di lingkungan pertandingan. Alonso kemungkinan akan mengamati respons Mbappe selama sesi latihan, bagaimana ia bereaksi terhadap intensitas latihan, dan bagaimana tingkat kenyamanannya secara fisik. Keputusan akhir akan diambil berdasarkan penilaian komprehensif ini, mempertimbangkan berbagai faktor mulai dari kondisi medis, taktik permainan, hingga potensi risiko yang mungkin timbul.

Pertandingan final Piala Super Spanyol antara Barcelona dan Real Madrid selalu menyajikan tensi tinggi dan persaingan sengit. Kedua tim merupakan rival abadi yang selalu menampilkan pertandingan berkualitas. Kehadiran pemain bintang seperti Mbappe, jika ia dinyatakan fit sepenuhnya, tentu akan menambah daya tarik dan dinamika pertandingan. Namun, Alonso tampaknya tidak ingin mengorbankan potensi jangka panjang seorang Mbappe demi satu pertandingan, sekrusial apapun itu. Pendekatannya yang terukur dan bertanggung jawab ini patut diapresiasi, menunjukkan bahwa Real Madrid memiliki strategi yang matang tidak hanya untuk kemenangan sesaat, tetapi juga untuk keberlanjutan performa tim di masa depan. Keputusan akhir mengenai Mbappe akan menjadi salah satu poin menarik yang dinantikan dalam laga El Clasico kali ini.