BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Selebgram Dilan Janiyar baru saja merayakan momen ulang tahun kedua putrinya, Hayza, dengan sebuah kado yang tak hanya mewah tetapi juga sarat makna. Di usianya yang masih sangat belia, Hayza menerima sebuah gelang dari merek perhiasan ternama dunia, Cartier, sebuah hadiah yang tentu saja mencuri perhatian publik. Keputusan Dilan untuk memberikan kado istimewa ini bukan tanpa alasan. Ia mengungkapkan keinginannya agar hadiah yang diberikan pada momen spesial ini tidak hanya bernilai materiil semata, tetapi juga memiliki resonansi emosional yang mendalam seiring bertambahnya usia putrinya.
"Aku pengin usia dia 2 tahun ini benar-benar dapat gift yang memorable, yang meaningful," ujar Dilan dengan penuh kehangatan saat ditemui di kawasan Studio Rumpi: No Secret pada Jumat, 9 Januari 2026. "Itu kan Cartier, yang logonya ada Trinity." Penjelasan Dilan semakin menarik ketika ia merinci makna filosofis di balik koleksi perhiasan yang dipilihnya. Gelang Cartier Trinity yang diberikan kepada Hayza merupakan simbol dari tiga elemen penting dalam sebuah hubungan: cinta, persahabatan, dan kesetiaan. Melalui hadiah ini, Dilan berharap dapat menanamkan nilai-nilai tersebut dan mempererat ikatan emosional yang terjalin antara dirinya dan sang buah hati, layaknya makna mendalam yang terkandung dalam desain perhiasan tersebut. Ia ingin Hayza tumbuh dengan pemahaman tentang pentingnya hubungan yang tulus dan langgeng.
Pertanyaan mengenai harga dari gelang mungil yang melingkar indah di tangan balita itu pun tak terhindarkan. Dilan menjawab dengan santai, "Harganya kayak around Rp 33 juta, 35 juta, sekitar segitu." Angka yang fantastis untuk hadiah seorang anak berusia dua tahun, namun Dilan melihatnya sebagai investasi emosional dan juga sebuah bentuk apresiasi diri. Ia mengaku bahwa pembelian kado mewah ini juga merupakan bentuk self-reward bagi dirinya sendiri, mengingat ia dan putrinya memiliki bulan kelahiran yang sama, yaitu Januari. Momen ulang tahun bersama ini menjadi lebih istimewa dengan adanya hadiah yang penuh makna.
Proses adaptasi Hayza terhadap gelang baru tersebut pun menjadi cerita tersendiri. Dilan menceritakan bahwa awalnya, Hayza masih belum terbiasa dan sering melepas gelang tersebut. Namun, dengan kesabaran dan pendekatan yang lembut, Dilan perlahan membiasakan sang putri untuk tampil cantik dan percaya diri dengan aksesoris tersebut. Baginya, ini bukan hanya tentang kemewahan, tetapi juga tentang mengajarkan Hayza untuk menghargai keindahan dan merawat benda-benda berharga. "Namanya anak cewek kan harus terbiasa pakai perhiasan," tuturnya, menyiratkan harapan agar putrinya kelak tumbuh menjadi wanita yang anggun dan menghargai seni serta keindahan.
Di balik kemewahan kado tersebut, tersimpan pula visi jangka panjang Dilan Janiyar sebagai seorang ibu. Ia tidak hanya memberikan barang mahal, tetapi juga menanamkan nilai-nilai yang akan membentuk karakter putrinya. Gelang Cartier Trinity ini diharapkan menjadi pengingat abadi akan cinta, persahabatan, dan kesetiaan yang selalu menyelimuti Hayza. Lebih dari sekadar sebuah perhiasan, ini adalah sebuah warisan emosional yang akan menemani Hayza tumbuh dewasa, menjadi simbol dari kasih sayang seorang ibu yang tak terhingga.
Fenomena hadiah mewah untuk anak-anak selebriti memang kerap menjadi sorotan publik. Namun, dalam kasus Dilan Janiyar, ia berhasil memadukan kemewahan materiil dengan kedalaman makna, menjadikannya sebuah cerita yang lebih dari sekadar pamer kekayaan. Ia menunjukkan bahwa di balik kilau perhiasan mahal, terdapat niat tulus untuk memberikan yang terbaik bagi buah hati, serta menanamkan nilai-nilai penting yang akan membentuk masa depan mereka. Keputusan Dilan untuk memberikan gelang Cartier Trinity ini bukan hanya tentang tren atau gaya hidup, melainkan sebuah investasi emosional yang strategis untuk pertumbuhan karakter Hayza.
Lebih jauh, Dilan Janiyar juga memberikan pandangannya mengenai pentingnya merayakan momen-momen penting dalam kehidupan anak. Ulang tahun kedua Hayza adalah sebuah tonggak pencapaian yang patut dirayakan, dan memberikan hadiah yang berkesan adalah salah satu caranya untuk mengabadikan momen tersebut. Ia percaya bahwa anak-anak akan mengingat perayaan dan hadiah yang mereka terima, dan ini dapat membentuk memori positif yang akan mereka bawa hingga dewasa.
Dalam konteks yang lebih luas, tindakan Dilan ini juga dapat dilihat sebagai cerminan dari tren pengasuhan di kalangan figur publik. Banyak selebriti kini yang semakin terbuka dalam berbagi momen kehidupan pribadi mereka, termasuk dalam hal pemberian hadiah kepada anak. Hal ini seringkali menjadi inspirasi atau bahkan perdebatan di kalangan masyarakat luas. Namun, yang terpenting adalah bagaimana setiap orang tua memiliki cara dan filosofi tersendiri dalam mendidik dan memberikan kasih sayang kepada anak-anak mereka.
Pemberian gelang Cartier yang berharga jutaan rupiah ini tentu saja memunculkan berbagai reaksi. Ada yang memuji kemurahan hati Dilan, ada pula yang mungkin merasa bahwa ini adalah bentuk pemborosan. Namun, Dilan dengan jelas menyatakan bahwa keputusannya didasari oleh keinginan untuk memberikan sesuatu yang memorable dan meaningful. Ia tidak hanya terpaku pada harga, tetapi juga pada simbolisme yang terkandung dalam hadiah tersebut.
Ke depan, gelang Cartier Trinity ini diharapkan akan menjadi sebuah benda pusaka yang berharga bagi Hayza. Bukan hanya karena nilai intrinsiknya, tetapi juga karena cerita di baliknya. Dilan berharap suatu saat nanti, Hayza akan memahami betapa besar cinta dan harapan yang ia curahkan melalui hadiah ini. Ini adalah cara Dilan untuk mengabadikan kasih sayangnya, sebuah pesan cinta yang terbungkus dalam kemilau emas dan berlian.
Lebih dari sekadar berita tentang kado mewah, kisah Dilan Janiyar dan putrinya ini mengajarkan kita tentang pentingnya makna di balik setiap pemberian. Kemewahan materi bisa menjadi pelengkap, namun inti dari sebuah hadiah adalah cinta, perhatian, dan niat baik yang tulus. Dilan telah berhasil membuktikan bahwa ia tidak hanya seorang selebgram yang mengikuti tren, tetapi juga seorang ibu yang bijaksana dan penuh kasih, yang mampu memberikan pelajaran hidup berharga kepada putrinya melalui cara yang unik dan tak terlupakan.
Keputusan Dilan untuk memberikan perhiasan dari rumah mode ternama seperti Cartier juga mencerminkan pemahamannya tentang nilai investasi jangka panjang. Perhiasan dari merek-merek ternama seringkali memiliki nilai yang cenderung stabil atau bahkan meningkat seiring waktu, menjadikannya lebih dari sekadar barang konsumtif. Dalam konteks ini, gelang tersebut dapat dilihat sebagai aset yang berharga bagi Hayza di masa depan, sebuah pengingat akan momen spesial di usianya yang kedua.
Proses membiasakan Hayza untuk mengenakan perhiasan juga menunjukkan ketelatenan Dilan dalam mendidik putrinya. Ia tidak memaksakan, melainkan secara bertahap mengenalkan dan menanamkan rasa percaya diri pada Hayza. Ini adalah pendekatan yang cerdas, karena anak-anak pada usia tersebut seringkali sensitif terhadap hal-hal baru. Dengan kesabaran, Dilan memastikan bahwa Hayza dapat menikmati keindahan perhiasan tersebut tanpa merasa terbebani.
Pada akhirnya, kisah Dilan Janiyar memberikan perspektif yang menarik tentang bagaimana orang tua modern merayakan momen-momen penting dalam kehidupan anak-anak mereka. Ini adalah contoh bagaimana kemewahan dan makna dapat berjalan beriringan, menciptakan sebuah pengalaman yang tak terlupakan bagi sang buah hati. Gelang Cartier Trinity senilai Rp 35 juta ini bukan hanya sekadar hadiah ulang tahun, melainkan sebuah janji cinta abadi yang terukir dalam keindahan perhiasan.

