BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Manchester City menunjukkan superioritas luar biasa dalam pertandingan babak ketiga Piala FA, menghancurkan perlawanan Exeter City dengan skor telak 10-1 di Stadion Etihad pada Sabtu malam, 10 Januari 2026. Kemenangan impresif ini mengukuhkan status The Citizens sebagai salah satu tim terkuat di kompetisi domestik Inggris, sekaligus memberikan debut yang gemilang bagi beberapa pemain muda mereka. Antoine Semenyo, rekrutan baru yang bersinar, menjadi sorotan utama dengan mencetak satu gol dan memberikan satu assist krusial, berkontribusi besar pada pesta gol timnya. Pertandingan ini juga menjadi panggung bagi pemain-pemain pelapis Manchester City untuk unjuk gigi, membuktikan kedalaman skuad yang dimiliki Pep Guardiola.
Dominasi Manchester City sudah terlihat sejak menit awal pertandingan. Gol pembuka tercipta pada menit ke-12 melalui aksi Max Alleyne. Berawal dari sebuah crossing dari sayap kanan, bola berhasil diarahkan kepada Alleyne yang tanpa ragu melepaskan tendangan kaki kiri akurat yang merobek jala gawang Exeter City. Keunggulan 1-0 tersebut menjadi momentum bagi The Citizens untuk terus menekan. Pada menit ke-24, giliran Rodri yang mencatatkan namanya di papan skor. Berawal dari liukan Antoine Semenyo di area kotak penalti yang berhasil diblok, bola liar langsung disambar Rodri dengan tendangan keras dari luar kotak penalti. Bola meluncur deras ke sudut atas gawang Exeter City, menggandakan keunggulan Manchester City menjadi 2-0.
Menjelang babak pertama berakhir, Manchester City semakin memperlebar jarak. Pada menit ke-38, gol ketiga tercipta melalui gol bunuh diri Jake Doyle-Hayes. Berawal dari sepak pojok dari sisi kiri, bola yang ditanduk Doyle-Hayes justru memantul ke badan Nathan Ake dan berbelok masuk ke gawang timnya sendiri. Meskipun unggul tiga gol, Exeter City sempat memberikan ancaman balasan. Sebuah umpan diagonal berhasil menemui Ilmari Niskanen, namun sayangnya tendangan kerasnya ke arah tiang jauh melebar tipis di samping gawang. Namun, Manchester City tidak membiarkan momentum itu berlanjut. Di menit ke-44, mereka kembali menambah gol melalui gol bunuh diri kedua dari kubu Exeter City. Kerjasama apik antara Ryan McAidoo dan Tijjani Reijnders di sisi kanan menghasilkan crossing yang memaksa Jack Fitzwater mencetak gol bunuh diri. Babak pertama pun berakhir dengan keunggulan 4-0 untuk Manchester City.
Memasuki babak kedua, Manchester City tidak mengendurkan serangan. Mereka memulai paruh kedua dengan brilian. Pada menit ke-48, Rico Lewis mencetak gol kelima bagi timnya. Menyambar crossing akurat dari Antoine Semenyo dari sayap kiri, Lewis dengan mudah menceploskan bola ke gawang kosong. Lima menit berselang, tepatnya di menit ke-54, Antoine Semenyo akhirnya mencetak gol perdananya dalam pertandingan ini. Memanfaatkan umpan terobosan apik dari Rayan Cherki dari lini tengah, Semenyo dengan tenang menyelesaikan peluang tersebut dan memaksa Joe Withworth memungut bola dari gawangnya untuk keenam kalinya.
Dominasi Manchester City semakin tak terbendung. Pada menit ke-66, Tijjani Reijnders turut menggetarkan jala gawang Exeter City. Berawal dari tusukan cepat Jeremy Doku di sisi kiri, ia melepaskan umpan mendatar yang diselesaikan Reijnders dengan sepakan melengkung akurat ke sudut jauh gawang. Skor menjadi 7-0. Manchester City terus menunjukkan ketajamannya. Pada menit ke-79, Nico O’Reilly menambah keunggulan menjadi 8-0. Ia menyambut umpan matang dari Rico Lewis dengan sundulan di tengah kotak penalti. Bola sempat membentur tiang terlebih dahulu sebelum akhirnya bersarang di jala gawang.
Pesta gol Manchester City berlanjut tujuh menit kemudian, tepatnya pada menit ke-86, melalui Ryan McAidoo. Ia menyelesaikan umpan mendatar dari Divine Mukasa dengan tembakan keras dari tepi kotak penalti, membuat skor menjadi 9-0. Meskipun sudah unggul jauh, Manchester City sempat lengah di menit ke-90 ketika George Birch berhasil mencetak gol hiburan untuk Exeter City, menggagalkan ambisi clean sheet tim tuan rumah. Namun, kebahagiaan tim tamu tidak berlangsung lama. Di masa injury time, Rico Lewis kembali mencetak gol, melengkapi hattricknya dan menutup pesta gol Manchester City dengan skor akhir 10-1. Kemenangan ini tidak hanya memastikan kelolosan Manchester City ke babak selanjutnya, tetapi juga menjadi bukti kedalaman skuad dan kualitas pemain muda yang dimiliki oleh klub raksasa Inggris ini.
Susunan Pemain:
MANCHESTER CITY: James Trafford, Rico Lewis, Khusanov, Max Alleyne, Nathan Ake (Mfuni 46′), Rodri (Nico O’Reilly 46′), Antoine Semenyo (Jeremy Doku 64′), Rayan Cherki, Tijjani Reijnders, Ryan McAidoo, Erling Haaland (Divine Mukasa 46′).
EXETER CITY: Joe Withworth, Ed Turns, Jack Fitzwater, Woodhouse, Oakes, Bierley, Jake Doyle-Hayes, Ilmari Niskanen, Cole (Higgins 59′), Aitchison (Mendes 59′), Wareham (Magennis 46′).
Pertandingan ini juga menjadi catatan tersendiri bagi rekrutan baru Manchester City, Antoine Semenyo, yang menunjukkan performa menjanjikan. Kehadirannya di lini serang memberikan dimensi baru bagi serangan The Citizens, dan gol serta assistnya di pertandingan ini menjadi bukti awal potensinya. Selain Semenyo, pemain muda seperti Max Alleyne, Rico Lewis yang mencetak hattrick, Nico O’Reilly, dan Ryan McAidoo juga menunjukkan penampilan yang mengesankan, memberikan optimisme bagi masa depan Manchester City.
Gol bunuh diri yang terjadi di kubu Exeter City juga menjadi salah satu cerita menarik dalam pertandingan ini. Dua gol bunuh diri yang tercipta menunjukkan betapa tertekan dan kewalahan para pemain Exeter City dalam menghadapi serangan bertubi-tubi dari Manchester City. Meskipun demikian, gol hiburan yang dicetak George Birch di akhir pertandingan setidaknya memberikan sedikit kelegaan bagi tim tamu yang harus pulang dengan kekalahan telak.
Secara keseluruhan, pertandingan antara Manchester City dan Exeter City di Piala FA ini menjadi sebuah demonstrasi kekuatan dan kedalaman skuad Manchester City. Kemenangan 10-1 ini tidak hanya menegaskan status mereka sebagai salah satu kandidat kuat juara Piala FA musim ini, tetapi juga menjadi modal berharga untuk menghadapi sisa kompetisi dengan penuh percaya diri. Para pemain muda yang diberikan kesempatan juga berhasil memanfaatkan momen ini untuk menunjukkan kualitas mereka, sebuah pertanda baik bagi masa depan klub.

