BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Setelah lima tahun berjuang keras, dengan penjualan yang stagnan di bawah angka 6 juta unit, pasar sepeda motor di Indonesia akhirnya menunjukkan geliatnya yang luar biasa. Pada tahun 2025, industri otomotif roda dua tanah air berhasil mencatatkan performa yang mengesankan, dengan total penjualan yang menembus angka fantastis 6,4 juta unit. Pencapaian ini bukan hanya sekadar angka, melainkan bukti nyata bahwa sepeda motor tetap menjadi tulang punggung mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat Indonesia.
Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) sendiri sempat memproyeksikan bahwa penjualan sepeda motor domestik akan berada dalam rentang 6,4 juta hingga 6,7 juta unit. Proyeksi tersebut terbukti akurat, karena tahun 2025 ditutup dengan total penjualan sebesar 6.412.769 unit. Angka ini menunjukkan rata-rata penjualan bulanan sekitar 535.000 unit, sebuah gambaran kuat tentang tingginya permintaan.
"Rata-rata per bulan penjualan sepeda motor domestik di angka 535.000. Ini menggambarkan sepeda motor memang sangat dibutuhkan karena efisien dan efektif dipakai untuk memenuhi kebutuhan ekonomi maupun untuk leisure dan gaya hidup masyarakat kita. Kami berharap pertumbuhan ini akan berlanjut tahun ini sehingga industri sepeda motor dapat terus berkontribusi menggerakkan ekonomi tahun ini," ujar Ketua Bidang Komersial AISI, Sigit Kumala, dalam keterangannya yang dikutip pada Jumat, 9 Januari 2026. Pernyataan ini menegaskan peran vital sepeda motor dalam menopang kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.
Analisis lebih dalam menunjukkan bahwa motor skutik masih menjadi primadona di pasar domestik pada tahun lalu, menguasai pangsa pasar sebesar 91,7%. Segmen lainnya mengikuti di belakang, dengan motor underbone menyumbang 4,46%, tipe sport sebesar 3,51%, dan sepeda motor listrik yang masih berada di bawah 1%. Dominasi skutik ini mencerminkan preferensi konsumen terhadap kemudahan penggunaan, kepraktisan, dan efisiensi bahan bakar, menjadikannya pilihan utama untuk berbagai keperluan, mulai dari komuter harian hingga aktivitas bisnis.
Sigit Kumala juga menyoroti peran krusial industri pembiayaan dalam menjaga stabilitas pasar sepeda motor sepanjang tahun 2025. Dukungan dari sektor pembiayaan yang kuat dan sehat memberikan kemudahan akses bagi masyarakat untuk memiliki kendaraan roda dua impian mereka. Pembelian secara kredit yang mencapai sekitar 65% dari total transaksi menjadi indikator kuat bahwa industri pembiayaan bertindak sebagai support system yang sangat penting dalam menjaga momentum pertumbuhan permintaan pasar. Tanpa skema pembiayaan yang terjangkau, lonjakan penjualan yang terjadi kemungkinan besar tidak akan tercapai.
Menariknya, fenomena ekonomi substitusi turut mewarnai pasar sepeda motor tahun 2025. Dalam situasi ekonomi yang cenderung mengetat, masyarakat tidak lantas menghentikan aktivitasnya, melainkan mencari alternatif yang lebih terjangkau dan efisien. "Tahun lalu diwarnai penurunan daya beli, terutama di masyarakat ekonomi menengah, dan mereka memilih membeli sepeda motor untuk menopang kegiatan ekonomi produktif mereka. Ini juga membuat market tahun lalu tetap tumbuh meski tidak besar," jelas Sigit. Hal ini menunjukkan bahwa sepeda motor bukan hanya alat transportasi, tetapi juga menjadi modal utama bagi banyak orang untuk menjalankan usaha dan meningkatkan taraf hidup mereka. Kemampuan sepeda motor untuk memberikan fleksibilitas dan efisiensi biaya operasional menjadikannya pilihan cerdas di tengah tantangan ekonomi.
Selain pergeseran daya beli, pertumbuhan signifikan di luar Pulau Jawa menjadi salah satu kunci sukses pasar sepeda motor di tahun 2025. Ketika industri di Pulau Jawa menghadapi tantangan dan bahkan melakukan efisiensi karyawan, hasil komoditas yang positif di daerah-daerah luar Jawa justru menjadi penyeimbang yang signifikan. Peningkatan pendapatan masyarakat di daerah-daerah tersebut, yang didorong oleh sektor pertanian, perkebunan, atau pertambangan, secara langsung berdampak pada peningkatan daya beli, termasuk untuk pembelian kendaraan roda dua. Keterjangkauan dan fungsionalitas sepeda motor membuatnya menjadi pilihan ideal untuk mendukung aktivitas ekonomi dan mobilitas di wilayah yang infrastruktur transportasi publiknya mungkin belum selengkap di perkotaan besar.
Geliat pasar sepeda motor juga semakin terdorong oleh kehadiran produk-produk baru yang inovatif dari berbagai produsen. Peluncuran model-model dengan teknologi terkini, desain yang menarik, dan efisiensi bahan bakar yang lebih baik berhasil menarik minat konsumen. Selain itu, kesuksesan gelaran Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2025 yang diselenggarakan di ICE BSD menjadi magnet tersendiri. Pameran ini berhasil menarik perhatian lebih dari 103.789 pengunjung, dengan total penjualan lebih dari 1.500 unit sepeda motor dan nilai transaksi yang mencapai Rp 70 miliar. Keberhasilan IMOS 2025 tidak hanya mencerminkan antusiasme publik terhadap perkembangan industri sepeda motor, tetapi juga menjadi ajang penting bagi produsen untuk memperkenalkan produk terbaru mereka dan berinteraksi langsung dengan konsumen. Dalam kurun waktu lima hari, pameran ini berhasil menciptakan gelombang antusiasme yang menghasilkan angka transaksi yang signifikan, membuktikan potensi pasar yang besar.
Tidak hanya unggul di pasar domestik, sepeda motor buatan Indonesia juga menunjukkan taringnya di kancah internasional. Sepanjang tahun 2025, para anggota AISI berhasil membukukan catatan ekspor yang membanggakan. Meskipun detail angka ekspor per negara atau jenis motor tidak disertakan dalam kutipan awal, fakta bahwa motor Indonesia laris manis di luar negeri semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain utama dalam industri sepeda motor global. Ekspor ini tidak hanya mendatangkan devisa negara, tetapi juga menjadi bukti daya saing produk Indonesia di pasar internasional, baik dari segi kualitas, teknologi, maupun harga.
Lebih lanjut, perluasan jaringan diler dan bengkel resmi di berbagai penjuru negeri juga memainkan peran penting dalam mendongkrak penjualan. Kemudahan akses terhadap layanan purna jual, ketersediaan suku cadang, dan kemudahan perawatan menjadi faktor penentu bagi konsumen dalam memilih merek dan model sepeda motor. Dengan jaringan yang semakin luas, konsumen merasa lebih aman dan nyaman dalam melakukan pembelian, karena jaminan servis dan perbaikan selalu tersedia di dekat mereka. Hal ini secara tidak langsung juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di daerah-daerah tempat diler dan bengkel tersebut beroperasi.
Faktor lain yang turut berkontribusi adalah tren gaya hidup masyarakat yang semakin dinamis. Sepeda motor tidak lagi hanya dipandang sebagai alat transportasi fungsional, tetapi juga sebagai bagian dari ekspresi diri dan gaya hidup. Berbagai varian motor, mulai dari yang bergaya retro hingga yang futuristik, menawarkan pilihan yang sesuai dengan selera dan kepribadian masing-masing individu. Komunitas-komunitas pecinta motor yang kian menjamur juga turut berperan dalam mempromosikan budaya berkendara yang positif dan membangun loyalitas terhadap merek tertentu. Acara-acara riding bersama, touring, dan kegiatan sosial yang diorganisir oleh komunitas-komunitas ini secara tidak langsung meningkatkan minat masyarakat terhadap sepeda motor.
Peran pemerintah melalui berbagai kebijakan yang mendukung industri otomotif juga patut diapresiasi. Insentif pajak, kemudahan perizinan, dan program-program yang mendorong penggunaan kendaraan yang lebih ramah lingkungan, meskipun motor listrik belum dominan, dapat memberikan stimulus positif bagi pertumbuhan industri. Dukungan pemerintah dalam pengembangan infrastruktur jalan yang lebih baik di berbagai daerah juga turut mempermudah mobilitas pengguna sepeda motor dan meningkatkan kenyamanan berkendara.
Dengan pertumbuhan yang impresif di tahun 2025, industri sepeda motor Indonesia menunjukkan potensinya yang luar biasa untuk terus berkembang. Kombinasi antara kebutuhan dasar masyarakat akan mobilitas yang efisien, dukungan dari industri pembiayaan, inovasi produk, geliat pasar di luar Jawa, serta peran aktif dari pameran dan komunitas, semuanya bersinergi untuk menciptakan momentum pertumbuhan yang positif. Keberhasilan ini tidak hanya menggembirakan bagi para pelaku industri, tetapi juga menjadi sinyal positif bagi perekonomian Indonesia secara keseluruhan, karena industri sepeda motor memiliki efek berganda yang signifikan terhadap sektor-sektor lain. Diharapkan tren positif ini dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang, memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pasar sepeda motor terbesar dan terpenting di dunia.

