BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Striker muda Manchester United, Benjamin Sesko, kembali menjadi sorotan tajam menyusul puasa gol yang terus berlanjut. Dalam pertandingan terbaru melawan Leeds United yang berakhir imbang 1-1 di Elland Road pada Minggu (4/1/2026), Sesko bermain penuh namun gagal mengkonversi peluang emas yang dimilikinya. Tiga percobaan tembakan yang dilakukannya tidak membuahkan hasil, menambah daftar sembilan pertandingan beruntun tanpa gol bagi bomber muda Slovenia ini. Situasi ini sontak memunculkan perbandingan dengan pendahulunya, Rasmus Hojlund, yang justru menunjukkan performa gemilang setelah dipinjamkan ke Napoli.
Manajer Manchester United, Ruben Amorim, mengungkapkan kekecewaannya atas kegagalan Sesko memanfaatkan peluang bersih yang dihadapinya. Namun, Amorim tetap optimis bahwa Sesko akan segera menemukan ketajamannya kembali jika berhasil memecah kebuntuan golnya. "Ben memiliki karakteristik yang sepenuhnya berbeda dari Rasmus, dan dia sedang melakukan hal yang tepat," ujar Amorim seperti dikutip dari BBC Sport. Ia menambahkan bahwa sebagai seorang striker, ketika peluang terlewatkan, kritik dari luar akan selalu datang dan menganggap sang pemain melakukan segalanya dengan keliru. Namun, Amorim menekankan bahwa keberadaan Sesko di posisi mencetak gol tersebut sudah merupakan langkah awal yang positif.
"Dia hanya perlu mencetak satu gol saja, kemudian semua beban akan hilang dan dia akan menjadi lebih baik," lanjut Ruben Amorim, menekankan pentingnya satu gol krusial untuk membangkitkan momentum bagi Sesko. Manchester United merekrut Benjamin Sesko dari RB Leipzig dengan nilai transfer yang tidak main-main, yaitu 85 juta euro, pada bursa transfer musim panas lalu. Namun, hingga kini, kontribusinya di Liga Inggris masih terbilang minim, dengan hanya dua gol dan satu assist dari 16 penampilannya. Performa yang belum sesuai ekspektasi ini tentu menjadi perhatian serius bagi tim pelatih dan para penggemar Setan Merah, yang berharap agar Sesko segera menemukan kembali naluri predatornya di depan gawang.
Perjuangan Benjamin Sesko di Manchester United memang sedang diuji. Datang dengan label mahal dan harapan besar, performanya belum sepenuhnya meyakinkan. Tuntutan untuk segera memberikan dampak terlihat jelas, terutama ketika dibandingkan dengan pemain lain yang justru berkembang di klub lain. Namun, di balik setiap kegagalan, terdapat pelajaran berharga. Ruben Amorim, sebagai mentornya, berusaha memberikan dukungan dan keyakinan. Ia melihat potensi besar dalam diri Sesko dan percaya bahwa krisis gol ini hanyalah fase sementara yang akan ia lalui.
Amorim juga menyoroti perbedaan fundamental antara Sesko dan Hojlund. Jika Hojlund menunjukkan kemampuan adaptasi yang cepat dan ketajaman yang konsisten, Sesko memiliki tipe permainan yang berbeda. Fokus Amorim saat ini adalah bagaimana membantu Sesko mengembangkan kekuatan uniknya dan menemukan cara untuk berkontribusi lebih maksimal bagi tim. Ia percaya bahwa dengan dukungan yang tepat dan sedikit keberuntungan, Sesko akan segera membuktikan kapasitasnya.
Analisis performa Sesko di lapangan menunjukkan bahwa ia sebenarnya memiliki insting yang baik untuk berada di posisi yang tepat. Ia kerap muncul di area berbahaya dan mendapatkan peluang. Namun, eksekusi akhir yang menjadi pembeda antara striker kelas dunia dan striker yang sedang berjuang. Tiga percobaan tembakan yang ia lakukan saat melawan Leeds United bisa menjadi indikasi bahwa ia memang menciptakan peluang, namun penyelesaiannya belum optimal. Ini adalah area yang paling membutuhkan perhatian dan latihan intensif.
Kritik yang datang dari berbagai pihak, baik media maupun penggemar, adalah hal yang lumrah terjadi dalam dunia sepak bola, terutama bagi pemain muda yang bermain di klub sebesar Manchester United. Namun, penting bagi Sesko untuk tidak terpengaruh oleh hal tersebut dan tetap fokus pada permainannya. Dukungan dari pelatih seperti Ruben Amorim sangat krusial dalam membangun kepercayaan diri seorang pemain yang sedang mengalami masa sulit.
Jika kita melihat kembali sejarah sepak bola, banyak striker top dunia yang pernah mengalami periode sulit dalam karir mereka. Yang membedakan mereka adalah bagaimana mereka bangkit dari keterpurukan tersebut. Ketekunan, kerja keras, dan keyakinan pada kemampuan diri sendiri adalah kunci utama. Bagi Benjamin Sesko, gol pertama setelah periode panjang tanpa gol akan menjadi semacam "peluru ajaib" yang dapat meluruhkan semua keraguan dan tekanan.
Pembelian Benjamin Sesko senilai 85 juta euro tentu saja menempatkan ekspektasi yang sangat tinggi padanya. Nilai transfer sebesar itu biasanya menandakan bahwa pemain tersebut diharapkan menjadi tulang punggung tim dan memberikan kontribusi gol yang signifikan. Kegagalan dalam memenuhi ekspektasi tersebut dalam waktu singkat bisa menimbulkan tekanan psikologis yang berat. Oleh karena itu, peran Ruben Amorim tidak hanya sebagai pelatih taktik, tetapi juga sebagai seorang motivator dan pembimbing mental.
Manchester United sendiri sedang dalam fase transisi, mencari konsistensi dan identitas permainan di bawah kepemimpinan Amorim. Dalam konteks ini, setiap pemain dituntut untuk memberikan yang terbaik. Jika Sesko dapat menemukan kembali ketajamannya, ia akan menjadi aset yang sangat berharga bagi tim. Ia memiliki kecepatan, kekuatan fisik, dan kemampuan pergerakan yang mumpuni. Tinggal bagaimana ia mengasah sentuhan akhirnya.
Perbandingan dengan Rasmus Hojlund, meskipun mungkin tidak adil bagi Sesko yang memiliki gaya bermain berbeda, tetap menjadi tolok ukur bagi para pengamat. Hojlund, yang sempat dipinjamkan ke Napoli, tampaknya telah menemukan kembali performa terbaiknya dan menunjukkan bahwa ia adalah striker yang solid. Ini bisa menjadi inspirasi bagi Sesko untuk terus berjuang dan tidak menyerah.
Ruben Amorim menegaskan bahwa Sesko "sedang melakukan hal yang tepat." Pernyataan ini bisa diartikan bahwa Sesko terus bekerja keras dalam latihan, mengikuti instruksi pelatih, dan berupaya keras di setiap pertandingan. Ini adalah fondasi yang baik untuk membangun kembali kepercayaan diri dan performa. Yang dibutuhkan saat ini adalah momen keberuntungan, atau sebuah gol yang lahir dari kerja kerasnya, yang akan membuka keran golnya.
Satu gol saja, seperti yang diucapkan Amorim, bisa menjadi titik balik yang krusial. Gol tersebut tidak hanya akan menambah pundi-pundi golnya, tetapi yang lebih penting, akan membebaskan beban mental yang selama ini menghimpitnya. Dampaknya akan terasa pada kepercayaan diri, ketenangan dalam penyelesaian akhir, dan kemampuan untuk bermain lebih lepas.
Sebagai penutup, perjalanan Benjamin Sesko di Manchester United masih panjang. Masa depan pemain muda selalu penuh dengan ketidakpastian, namun juga potensi yang luar biasa. Dengan dukungan dari pelatih, kerja keras yang berkelanjutan, dan satu gol yang sangat dinantikan, Benjamin Sesko memiliki peluang besar untuk keluar dari krisis golnya dan membuktikan bahwa ia layak menjadi striker andalan Manchester United. Para penggemar Setan Merah tentu berharap momen tersebut segera tiba.

